Wednesday, May 31, 2006

There is another way, my dear sister

Maaf. nomor anda tidak termasuk dalam daftar yang diterima. Semoga sukses di lain waktu.

Tulisan yang muncul di monitor komputer, di pojok sebuah warnet dekat kost, saat kutekan sederet angka membuatku kembali ke masa lalu. Kegagalan seorang saudara yang pernah kurasakan sebelumnya. Walaupun terlihat tegar, walaupun terlihat biasa, aku tahu hatinya luka. Aku bisa merasakan bahwa dadanya penuh sesak. Ingin kurengkuh ia dalam pelukanku, tapi aku tidak ingin menularkan kesedihanku. Aku ingin berbagi kekuatan dengannya, sedang saat ini aku sedih karenanya.

Dek, masih ada jalan lain. Kegagalan akan datang siih berganti dalam hidup kita tapi yakinlah bahwa suatu saat sukses pun akan datang selama kita menyikapi kegagalan itu dengan bijak. Adekku sayang, Allah punya banyak pintu untuk umatnya. Ketika IA menutup satu pintu, ada pintu lain yang IA buka. Ikhtiar kita adalah mencari pintu lain itu. Jangan pernah putus asa. Semua ada hikmahnya. Pasti ada hikmahnya. Entah kapan kau sadari, tapi pasti akan kau sadari hikmahnya. Pasti !!!!!

Adekku tercinta, dirimu mulai beranjak dewasa. Ini awal kau menjalani hidupmu yang sebenarnya, setelah selama ini kau lebih banyak berlindung di balik kekuatan ddan keteguhan ibu dan papa. Saatnya kau belajar menata hati dan pikiranmu atas setiap takdir Allah atasmu, dan kami, saudaraa-saudaramu, orang-orang yang senantiasa mencintaimu, akan tetap disampingmu, membersamai jalanmu hingga kau menemukan jalanmu dan bahagia di dalamnya.

Sayangku, ada banyak hal yang harus kulakukan untukmu, dan aku akan melakukannya biidznillaah. AAku ada untukmu dan akan bertanggungjawab penuh untukmu. Aaku mencintaimu sangat, dek. Kita akan mencari pintu yang lain itu. Aku tidak akan melaragmu menangis karena aku pun menangis. Toh, menangis bukanah hal yang tabu. Menangislah dan setelah selesai, hapus air matamu, pegang tangan ini, kita akan menemukan pintu yang lain, InsyaAllah

Persembahan cinta untuk adikku tercinta. i am with you. aku telah berjanji untuk diriku sendiri, tak akan meninggalkanmu, dan akan kupenuhi janji itu

Monday, May 29, 2006

Saturday, May 27, 2006

Lulus Ujian Akhir? Bidadari Surga Menantimu, Akh…

Posted by: ayat_al_akrash on Monday, January 02, 2006 - 09:52 PM

Oleh : Ayat Al Akrash

Hudzaifah.org - Hidup penuh ujian. Allah SWT berfirman bahwa Ia memberi ujian agar mengetahui siapakah yang terbaik amalnya. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagimu, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka terbaik perbuatannya." (QS. al-Kahfi: 17)

Sesungguhnya ritme ujian hidup tak ubahnya seperti ujian akhir yang dihadapi para mahasiswa. Sebelum ujian tiba, mahasiswa harus mengikuti perkuliahan reguler dengan tekun dan menyimak apa yang diajarkan dosen agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan lulus ujian. Mahasiswa yang terbaik persiapan belajarnya, maka niscaya akan mampu menghadapi ujian itu dengan baik pula. Suka atau tidak, mahasiswa harus menghadapinya, sehingga wajib baginya untuk menyiapkan perbekalannya, sebelum, menjelang, saat dan sesudah ujian. Demikian pula seorang muslim, ia harus menyiapkan bekal untuk menghadapi ujian hidup agar sukses memasuki surga.

Sebelum Ujian Tiba
Setidaknya ada 5 hal yang harus disiapkan seorang muslim sebelum menghadapi ujian hidupnya, yaitu :

1. Kenali sang pemberi ujian, Allah SWT.
Sebagai mahasiswa, kita harus mengenali tipe dosen yang mengajar dan mengetahui cara mengajarnya, pun dalam memberikan nilai. Apa yang dinilai dan bagaimana ia menilai. Seorang dosen tentu memiliki bobot penilaian sekian persen untuk nilai uts, uas, kehadiran, quiz dan tugas.
Allah SWT memiliki 99 asmaul husna. Rasulullah SAW bersabda, “Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu).” (HR. Bukhari). Ia Maha Pengasih dan Penyayang, tetapi jangan lupa, Ia juga Maha Keras Siksanya.

2. Simak apa yang diajarkan sang pemberi ujian
Dosen biasanya memberi kisi-kisi ketika mendekati ujian, bahkan jauh hari, saat tengah mengajar, dengan kata-katanya, “Catat ini, karena biasanya akan keluar dalam soal ujian.” Kisi-kisi ujian itu difirmankan Allah SWT, “Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dan sedikit ketakutan, penyakit, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ". (QS. Al Baqarah : 153 )

3. Banyak latihan
Mahasiswa harus berlatih dengan mengerjakan soal-soal dan banyak membaca. Ini akan memudahkan ketika menghadapi ujian.
Seorang muslim pun demikian, ia harus menempa dirinya dengan ibadah harian, dan tidak memanjakan diri dengan kesenangan duniawi. Orang beriman, mereka telah dilatih oleh-Nya untuk hanya bergantung pada-Nya melalui shalat, doa dan zikir. Mereka dilatih untuk hidup Zuhud (dunia ditangannya namun tidak di hati) melalui zakat, infaq dan shodaqoh. Mereka dilatih untuk bersabar, menahan hawa nafsu melalui puasa. Mereka dilatih untuk bersatu antar sesamanya, kaum mu'minin, melalui haji. Semua itu adalah bekal untuk mempersiapkan pejuang sejati.

4. Jangan absen untuk menghadap-Nya.
Mahasiswa absen lebih dari 4 kali di kelas? Dapat dipastikan, tidak akan bisa mengikuti ujian akhir.
Shalat wajib Anda tinggalkan? Maka kesempatan untuk berkompetisi hilang sudah. Shalat adalah tiang agama. “Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi.” (HR. Annasa’i dan Attirmidzi)

5. Kerjakan tugas-tugas dari Allah SWT.
Dosen memberi tugas? Kerjakan, karena jika tidak, kita tidak akan bisa mendapat nilai A.
Apa yang ditugaskan Allah SWT pada kita?
“Dan hendaklah ada diantara kamu orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, dan menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An-Naml : 120)

6. Bertanya jika ada yang tidak diketahui.
Mahasiswa belajar sendiri, mungkin bisa saja dilakukan, namun belum tentu sempurna hasilnya karena terkadang ada catatan yang tak lengkap atau ada ilmu yang diketahui teman, tetapi tak diketahui oleh kita. Bertanya, adalah kunci pembuka ilmu.
Seorang muslim dapat saja belajar sendiri dengan membaca buku-buku Islam, tetapi ia tetap harus bertanya pada teman yang lebih paham ataupun kepada para ulama. " Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."(QS.16 : 43)

Menjelang Ujian
Waktu ujian tengah semester maupun akhir semester, telah ditetapkan waktunya. Dalam hidup, tidak bisa tidak, cepat atau lambat, ujian pasti terjadi. Ada 4 hal yang harus dipersiapkan ketika ujian semakin dekat, yaitu :

1. Persiapkan ilmu, analisa ujian
Analisa ujian yang dihadapi, jangan reaktif. Siapkan jurus-jurus untuk menghadapi ujian, karena setiap soal berbeda bobotnya.
Bekal ilmu untuk menghadapi ujian hidup, sangat penting. Dengan ilmu, kita dapat mengetahui mana jalan yang diridhai-Nya dan mana yang tidak. “Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Athabrani).

2. Belajar dari soal-soal sebelumnya
Mahasiswa harus rajin mencari foto kopi soal di semester sebelumnya, karena soal ujian biasanya mirip.
Pelajarilah ujian yang dihadapi para nabi, ambil hikmah dari setiap ujian. Bagaimana ending penderitaan yang dialami para nabi? Semuanya ada di dalam Al Qur’an. "Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. al-Baqarah: 214)

3. Belajar dari buku wajib dan buku tambahan
Ada buku wajib kampus dan buku tambahan.
Buku wajib seorang muslim adalah Al Qur’an dan Hadits. Dan untuk buku tambahan adalah buku-buku Islam kontemporer agar wawasan bertambah. “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah saw.” (HR. Muslim).

4. Berdoa
Berdoalah kepada Allah SWT semoga Ia memudahkan dalam mengerjakan soal-soal ujian.
Senjata orang-orang beriman adalah doa. “Doa adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi.” (HR. Abu Ya’la)

Saat Ujian
1. Hadapi dengan tenang dan sabar.
Saat memasuki ruang ujian, hadapilah dengan tenang dan sabar, jangan tergesa-gesa.
Pun di dalam menghadapi ujian hidup, wajib sabar ketika ujian itu datang. Rasulullah SAW bersabda, ”Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula tertimpa musibah.” (HR. Al Bukhari)

2. Konsentrasi pada soal ujian, jangan curang.
Soal telah dibagikan. Konsentrasilah pada soal ujian dan jangan coba-coba menyontek!
Saat ujian datang, seorang muslim jangan justru lari dari-Nya dengan cara bermaksiat kepada-Nya. Berapa banyak kita saksikan manusia yang ditimpa ujian dan cobaan, bukannya mendekat kepada-Nya, tetapi justru bermaksiat dengan lari dari jalan da’wah ataupun memisahkan diri dari barisan. "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (QS. 48:11)

3. Selesaikan yang mudah dahulu.
Menghadapi ujian dari dosen, membutuhkan strategi, jangan mengerjakan soal-soal yang sulit dahulu, tetapi kerjakan yang mudah.
Jangan memasuki bidang ujian yang kita tidak mampu memasukinya. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya.”(HR. Ahmad dan Attirmidzi)

4. Jangan mengeluh bila soalnya sulit.
Ujian kita sangat sulit? Jangan mengeluh. Karena percuma saja, toh ujian tak akan selesai dengan keluhan.
Seorang muslim janganlah sampai mengeluh ketika ujian menimpa, karena Rasulullah SAW bersabda, “Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan).” (HR. Athabrani).

Sesudah Ujian
1. Evaluasi
Apakah ujian itu dapat kita lalui dengan baik? Ucapkan hamdalah bila berhasil melaluinya. Seorang muslim ketika telah melewati ujian berupa penderitaan dan kesedihan, hendaknya tetap istiqomah di jalan-Nya. Dari Abu Hurairah ra katanya, sabda Rasulullah saw, “Tidak disengat seseorang mukmin itu dua kali dalam satu lubang.”

2. Ambil hikmahnya.
Ada hikmah di setiap kejadian. Karena khasanah kebaikan kembali kepada-Nya. Bahkan ketika tertusuk duri, ada hikmahnya. “Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR. Al Bukhari)

3. Bersiap menghadapi ujian selanjutnya.
Ujian mahasiswa tentu tidak hanya satu mata kuliah, tetapi ada beberapa macam.
Selama hayat masih dikandung badan, maka bersiaplah menghadapi ujian-ujian yang beraneka ragam bentuknya. “Apakah kamu mengira kamu akan dibiarkan saja mengatakan ‘kami beriman’ sedang mereka tidak di uji lagi?” (QS. Al Ankaabut: 2-3)

Untuk Apa Ujian Itu?
Untuk apakah ujian itu Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya?

Ujian adalah sunnatullah dari Allah untuk memisahkan orang-orang munafik dari barisan orang-orang beriman, memisahkan antara loyang dengan emas. “Allah menguji hamba-Nya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Athabrani)

Ujian adalah tarbiyah dari Allah untuk meningkatkan derajat hamba-Nya, sebagai wujud kasih sayang-Nya. “Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu.” (HR. Athabrani).

Ujian adalah sunntullah untuk orang-orang yang berada di jalan Al Haq. Jika kita tidak merasakan adanya ujian yang berat, maka patut dipertanyakan apakah jalan yang kita lalui adalah jalan yang benar. Saad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?” Nabi saw menjawab, “Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seroang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Al Bukhari)

Dalam menghadapi ujian, seorang mu’min harus selalu berprasangka baik kepada Tuhannya. “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah.” (HR. Attirmidzi).

Allah SWT menghibur orang-orang beriman dalam menghadapi ujian dengan firman-Nya, “Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 3 : 139).

Penutup
Ujian hidup tidak selamanya berbentuk penderitaan dan kesedihan hati, tetapi bisa juga dalam bentuk kenikmatan dan kesenangan. Bila ujian itu dalam bentuk kesenangan, apakah sang hamba dapat bersyukur? Bila dalam penderitaan, apakah sang hamba bersabar? Syukur dan sabar adalah keistimewaan orang-orang yang beriman, yang dikagumi oleh sang nabi.

Surga memiliki kriteria (muwashofat) untuk orang-orang yang akan memasukinya. Nilai A, B, C, D, atau E, adalah hak prerogatif Allah SWT. Tugas manusia adalah berdoa, berikhtiar dan bersabar. Dan tentu saja, untuk mengetahui apakah kita benar-benar lulus atau tidak, jawabannya ada di hari akhir nanti.

Lulus ujian, akan menaikkan derajat kita di sisi-Nya dan tiada lain balasannya adalah ridha-Nya, surga-Nya, dan bidarari yang bermata jeli. Allah SWT berfirman, “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23). Bidadari menantimu, akh… Selamat ujian. (Ayat al akrash)



Di waktu ujian badai terus melanda
Engkau tetap gigih berjuang
Membenarkan sabda junjungan
Terus memburu menuntut janji,
Pastilah Islam gemilang lagi
Ujian bukan batu penghalang
Karena itulah syarat dalam berjuang
Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya

- The Zikr -

Friday, May 26, 2006

There Is A Right Time For Everything...

Salah satu hari yang berpengaruh besar dalam hidupku. Skenario yang Allah tetapkan padaku hari ini, walaupun ada rasa sakit dan kecewa secara manusiawi, tapi aku yakin inilah yang terbaik untukku dari-NYA.
Hari ini, aku belajar dan merasakan kasih sayang Allah yang luar biasa besar untukku. Secara kacamata manusia biasa, aku gagal, tapi dari kacamata hamba Allah, aku mendapatkan sebuah pencerahan. Aku pun belajar bahwa semua akan datang pada waktu yang tepat. Dan yang tau kapan waktu itu hanyalah Allah dan itulah yang akan berlaku. Pena-pena telah diangkat, tinta telah kering, yang berlaku pasti akan berlaku.
Skenario ini membuktikan bahwa apa yang kita inginkan tidak selamanya yang diinginkan Allah dan yang akan terjadi adalah apa yang diinginkan Allah, bukan apa yang kita inginkan. Sedih, iya. Kecewa, jelas. Tapi berhenti dan putus asa? Tidak, tidak ada dalam kamusku.
Hikmah yang bisa kuambil :
1.Allah memberiku kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik
2.Allah memberiku kesempatan untuk lebih lama berjuang bersama di KMBI, di DPRa PKS Klampis Ngasem, di FSLDK.
3.Allah memberiku kesempatan lebih lama bersama adekku eya dan adek ega yang bentar lagi menyusul ke surabaya
4.Allah membantuku dengan mengirim seorang pak mantri yang akan full memback-upku menghasilkan yang lebih baik
5.Allah memberiku sebuah akhir yang indah. Aku akan bersama saudara sekaligus teman terbaikku, sri, saat waktunya datang nanti. Juga sama lebih banyak orang-orang terdekatku, bagus, ronald, arif, maya, juga mas yan
6.Akhir yang indah, senyuman yang terindah yang akan kurasakan saat tiba waktunya. Aku sudah bisa membayangkan hari itu, dan i feel so good
7.Yang terpenting, Allah telah menjagaku dari sifat takabbur. Karena bisa jadi, jika keinginanku yang terjadi, ada kemungkinan sifat takabbur melekat di diriku karena hal itu. Allah begitu luar biasa menjagaku

Satu hal yang kuinginkan adalah, aku diberi kekuatan untuk memberitahu hasil ini kepada orang tua. Karena aku selalu insyaAllah bisa menerima setiap keputusan Allah atas diriku, tapi orang tuaku, bagaimana perasaan mereka?

Tapi Alhamdulillah, Allah menuntunku, Ia memberiku kekuatan dan Ia pun memberikan ibu dan bapakku kelapangan sehingga mereka tetap menjadi orang-orang yang terbaik yang tetap berada di sampingku apapun keadaanku. I love you , Pa, Bu.

Tuesday, May 23, 2006

Bagaimana Kabar Iman Anda Hari Ini?

taken from: hudzaifah.org
yang Posted by: nin_dhita on Saturday, March 19, 2005 - 10:41 AM


Hudzaifah.org - Apa kabar saudaraku? Bagaimana keadaan imanmu hari ini? Bagaimana pula kabar imanmu hari ini? Karena engkau pasti tahu bahwa yang menjadi ukuran kita selamat di Yaumil Akhir nanti adalah tingkat amal kita di dunia.

Pernahkah engkau mengingat kematian wahai saudaraku? Karena kematian menjadi kepastian; tanah menjadi tempat pembaringan; munkar dan nankir menjadi tamu; kuburan menjadi tempat tinggal; perut bumi menjadi tempat menetap; kiamat menjadi janji yang pasti; surga dan neraka menjadi tempat kembali.

Pernahkah terbersit difikiranmu? Tatkala manusi dikumpulkan dipadang mahsyar?
Pernahkah terbersit difikiranmu wahai saudaraku, tatkala disana matahari sangat dekat di ujung kepala? Rasulullah SAW bersabda : “Di hari kiamat nanti matahari akan mendekati manusia, sehingga jaraknya hanya satu mil. Manusia akan berada dalam keringatnya masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya. Ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai setengah badan dan ada yang tenggelam sampai mulutnya.”

Saudaraku…
Pernahkah engkau membayangkan tentang neraka?
Tentang kegelapa neraka yang sangat pekat?
Rasulullah bersabda : “Api neraka dinyalakan seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi seribu tahun hingga memutih dan dinyalakan lagi seribu tahun hingga menghitam. Dan jadilah neraka itu gelap pekat.”

Saudaraku…
Pernahkah engkau membayangkan tentang minuman akhli neraka?
Allah berfirman “… dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumkanny air nanah tersebut…” (Q.S Ibrahim : 16)
Rasulullah bersabda : “Ketika didekatkan kemulutnya maka mulutnya terpanggang dan kulit kepalanya terkelupas. Dan ketika dia meminumnya, maka terputuslah ususnya sehingga minumannya keluar dari duburnya”

Saudaraku…
Cukuplah cerita tadi bagi kita, karena keadaan sesungguhnya pastilah lebih mengerikan!

Maafkan aku saudaraku, karena membuat hatimu gelisah oleh cerita itu.
Tapi karena kecintaanku padamu karena ALLAH SWT, maka aku ceritakan pula. Aku hanya ingin kita menjadi orang-orang yang selamat dari keburukan-keburukan itu.

Saudaraku…
Yang aku harapkan hanyalah agar kita selalu waspada terhadap kematian dengan jalan perbaiki diri tentunya. Dan pada saatnya nanti, kita menjadi orang yang siap mengahadap’Nya.

“ Rabbana atina fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhiratihasanataw waqinaa ‘adzaabannar” (Q.S Al-Baqarah : 210)

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat; dan periharalah kami dari siksa neraka. AMIN.(Tim.Jurnalis.SKIFE-bob)

-wahai saudaraku tolong ceritakan lah… indah Surga Nya-

Friday, May 19, 2006

Catatan saat menjelang Musda Surabaya

Bukan sebuah euforia kemenangan, bukan pula sebuah kebanggaan akan jumlah, tapi suatu ghiroh yang tiba-tiba membuncah dengan hebatnya di dada untuk terus dan selamanya berada dalam lingkaran dakwah yang indah ini.

Hall Mina Asrama Haji tidak cukup menampung kehadiran kami, Kader Partai Keadilan Sejahtera Kota Surabaya yang berkumpul demi sebuah semangat baru. Belajar dan mengikuti semangat dari masayikh dakwah yang telah berkecimpung lama dalam dunia tarbiyah Indonesia. Untuk sejenak, saya coba melihat dan mengklarifikasi sebuah kintasan fikiran tentang fanatisme tokoh. Sebuah lintasan pikiran yang menyimpulkan adanya figuritas yang jika dibiarkan akan berpengaruh pada datangnya keberkahan dakwah dari Allah. dan Alhamdulillah, setelah kucerna setiap sikap yang terlihat mata, setiap kata yang terdengar telinga, setiap gurat wajah yang tertangkap mata, menandakan bahwa sesaknya Hall Mina ini karena rindunya jiwa mendengar sebuah pencerahan dari salah seorang tokoh tarbiyah. Ini bukan figuritas, ini hanyalah sebuah bentuk ikhtiar kami untuk menimba ilmu dan pengalaman dari seorang aktivis dakwah, sehingga keluar dari ruangan ini, ada sebuah semangat baru tentang dakwah. Keluar dari ruangan ini, kaki ini akan semakin kuat tertanam di halaman dakwah hingga bertemu dengan Sang Kekasih, Rabb Semesta Alam.

Ya Allah, tetapkanlah dan teguhkanlah kaki kami di jalan ini. Ceburkanlah kami lebih dalam ke lembah dakwah yang mulia ini hingga tiba saatnya nanti, kami akan berada di puncak keridhoanMU

Tuesday, May 09, 2006

One Hard Day

Bismillahirrahmanirrahim....

"Demi Waktu. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran" (QS Al-Ashr 1-3)

One hard day. Menghitung hari pendaftaran sidang dan bab IV-ku belum selesai. If i could turn back time but it is impossible. Aku siap untuk kecewa, aku siap dengan apapun yang akan terjadi karena semua salahku yang wasting much time. Tapi aku tidak siap jika ada yang akan kecewa. Ibu, abang, om yang sudah sangat menginginkanku selesai bulan ini. Aku tak siap untuk itu. So, i decide to do the best in the end of time. Bagaimanapun, hidup adalah berjalan ke depan bukan mneyesali keadaan lalu.
Tidak ada kata menyerah dalam kamusku meski di detik-detik terakhir.
Ya Allah, semua kupasrahkan padaMU karena KAU lebih tahu yang terbaik untukku.

Buat mita : Thanks for crying with me today. Air mata tadi bukan air mata pesimis. Kadang kita butuh air mata untuk menenangkan hati dan pikiran. Kadang air mata bisa mengobati gundah. Kadang kita butuh waktu untuk menangis. Dan setelah itu, hapuslah air mata dan bangkitlah. SELESAIKAN YANG TERTUNDA. SELESAIKAN YANG BELUM SELESAI. Untuk kita, untuk orang-orang yang menyayangi dan mencintai kita. Untuk ibu kita

Monday, May 08, 2006

Palestina, Amerika, dan Nurani Pak Polisi

Bismillah ........

Palestina memanggil kami. Dan maaf, hanya ini yang bisa kami lakukan. Sekedar longmarch dari taman bungkul menuju konjen AS di Jl. Dr Soetomo Surabaya. Hanya itu dan setelah itu bisa pulang untuk bisa beristirahat di empuknya kasur. Maafkan kami saudara-saudaraku. Hanya ini yang bisa kami lakukan. Semoga usaha kecil kami ini bisa menambah semangat jihad bagi kalian, terutama bagi kami. Semoga murka Allah segera turun pada biang terorisme yang telah membuat kalian seperti saat ini. Semoga langkah-langkah ini tidak berhenti disini saja karena ....
LANGKAH INI LANGKAH-LANGKAH ABADI
MENAPAK TEGAK MAJU TANPA HENTI

Saat aksi tadi, ustadz sigir dan ustadz sirodj banyak berbicara tentang polisi yang ikut menjaga aksi kami. Posisi berdiriku yang lumayan dekat dengan penjagaan polisi membuatku melihat tidak ada semangat di mata para bepak berbaju coklat itu. Mata mereka menunjukkan hati mereka. Aku yakin, jauh di dalam hati mereka, mereka setuju dengan kami. Dalam nurani mereka yang terdalam sebagai seorang muslim, mereka tahu siapa yang harus mereka bela. Dan jika sekarang mereka ada di garis yang bersebelahan dengan kami, hanyalah semata menunaikan tugas mereka. Terlihat je;as, sangat jelas, berdiri mereka tidak lagi gagah. Kenapa? Karena mereka sedang menjaga yang bertentangan dengan hati nurani mereka. Mereka, para polisi yang berjaga agar kami tidak mendekati kantor konjen AS itu hanyalah korban digdaya, korban dari ketakutan Amerika, korban dari kepengecutan Amerika dan merekalah yang harus menjaga agar si pengecut dan penakut itu baik-baik saja.

Semangat yang beda dengan yang kami bawa. Wajah para akhwat yang kulihat, semangat anak-anak yang ikut aksi, pekikan-pekikan takbir yang penuh ketegasan dan keyakinan akan sebuah kebenaran dan kemenangan, serta keteguhan sikap dari tapak kaki yang melangkah menyusuri jalanan Darmo. Pak polisi itu, kulihat keinginan untuk ikut bersama kami. Kuyakini satu hal, bahwa mereka yang juga muslim tau siapa yang sebenarnya haruis dibela, tahu siapa sebenarnya yang bersalah. Mereka tahu itu. Dan jika tiba saat mereka melepas baju coklat itu, mereka tahu mana yang harus mereka jaga.

LANTANG TLAH TERDENGAR PANGGILAN SUCI
MENYERUKAN JIWA MUSLIM SEJATI
SAMBUT SEMANGAT MEMBEBASKAN NEGRI
TANAH PERSADA SUCI PARA NABI
PANGGILAN SUCI BEBASKAN NEGERI
PALESTINA

satu hati bebaskan palestina

Sunday, May 07, 2006

Belajar Untuk Lebih Under Control

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Sudah seminggu berlalu dari bulan mei. Seminggu yang berat untukku. Tanggal 2 kemarin seminar TA dan hari itu kesabaranku benar-benar diuji. Bagaimana aku harus tetap tenang di bawah tekanan, baik tekanan orang lain, tekanan waktu, bahkan tekanan dari diriku sendiri. Hari-hari selanjutnya masih belum mudah untukku.
Entah kenapa, tapi orang-orang di sekitarku sepertinya bersepakat untuk mengujiku. Atau itu hanya perasaanku saja. Mereka terlihat menjadi orang-orang yang terus saja menambah beban di pundak dan otakku yang sudah penuh sesak oleh beban yang bernama TUGAS AKHIR. Tapi alhamdulillah semua bisa kulewati. Alhamdulillah tidak seorang pun diantara mereka yang berhasil membuatku berteriak, marah atau sekedar menunjukkan tampang kesal. Dan aku bahagia karenanya. Aku bahagia bisa melewatinya tanpa harus menyakiti siapapun. Walaupun memang tidak menyelesaikan bebanku tapi paling tidak tidak menambah beban itu.
Aku kembali belajar dan membuktikan bahwa kita tidak bisa mengubah apa yang terjadi pada kita, tapi kita bisa memilih cara kita menghadapi dan merespon kejadian-kejadian itu.
About TA, aku pribadi optimis tapi jika harus realistis, aku tidak keberatan jika aku tidak ikut wisuda bulan juni ini. Aku insyaAllah bisa ikut bulan desember. Permasalahannya adalah, bagaimana dengan kedua orang tuaku terutama ibu yang ingin melihatku selesai bulan depan. JIka kuberi penjelasan, insyaAllah beliau bisa mnegerti, tapi tetap saja, aku telah mnegecewakannya.
Ya Allah, bantulah hambaMU yang lemah dan tak berdaya ini. Mudahkanlah urusanku Ya Allah. Aaamiiiin

Sudah jam 7, time to munasharoh Palestina