Showing posts with label Lebay. Show all posts
Showing posts with label Lebay. Show all posts

Wednesday, October 19, 2011

(350) Tidak Penting

Kenapa postingan ini berjudul tidak penting? Ya karena memang isinya tidak penting. Bahkan ketika menulis kata kata ini pun, saya masih belum tau akan apa isinya postingan ini.

Hmmmm...... mulai deh bingung. Apa ya isi pikiranku saat ini? Lagi macam macam, makanya gak tau harus menulis bagian pikiran yang mana.

Ah sudahlah, daripada ketak ketok keyboard gak jelas ini, sudahi saja sampai disini.

Saturday, February 12, 2011

(100) Anak Muda



Jadi begini ceritanya..

Dalam perjalanan menuju Ambon, di angkot jurusan Kebun Cengkeh, saya seangkot dengan 3 siswa SMA. Mungkin kelas 2 atau 3. 1 cowok dan 2 cewek.Awalnya percakapan biasa yang samar-samar terdengar. Sampai tiba-tiba :

Cewek 1 : woe, ose pung laki mo ambel informatika ka?
Cewek 2 : Iyo, dia ada bilang ni
Cewek 1 : Kata dia mo pu di Malang ka?
Cewek 2 : Awalnya begitu, tapi gara gara beta, dia seng jadi pigi

terjemahannya begini,

Cewek 1 : eh, suamimu mau ambil unformatika ya?
Cewek 2 : Iya, dia bilang begitu
Cewek 1 : Katanya dia mau pergi ke malang ya?
Cewek 2 : Awalnya begitu, tapi karena saya, dia tidak jadi pergi

Perhatikan yang saya cetak tebal. Anak SMA sudah ngomong suami suami begitu untuk pacar? Trus sudah pakai berkorban gitu ya sampe gak jadi merantau. So sweet amat. Tapi SMA?

Saya dulu SMA gak gitu gitu juga deh. Ya sekedar naksir naksir sih ada-lah ya. Tepe-tepe gitu juga kadang-kadang. Tapi itu masih pake malu malu. Malu kalau orang tahu. Takut kalau orang tua tahu. Padahal cuma naksir-naksiran saja, gak sampai deklarasi. Apalagi sampai cerita di tempat tempat umum gitu? uuhh..malu semalu-malunya.

Harus begitu ya sekarang? Pamer, bangga sudah ada gandengan, dan deklarasi gitu?
Tau deh.

sumber gambar : kiens.wordpress.com

Tuesday, January 04, 2011

(61) sunyi.

hari ini sepi. di rumah agak sunyi. di kantor tidak ada orang. kantor tetangga juga yang datang bisa diitung dengan satu tangan itupun tidak habis. efek taun barukah? liburnya panjaaaaang dan lamaaaaaa.

padahal kabupaten Seram Bagian Barat, tempat saya berasal dan kini mengabdi mau ulang tahun 3 hari lagi. kok belum ada nuansa nuansanya. biasanya para pejabat atau yang ngebet jadi pejabat suka eksis dengan baliho narsis. tapi kenapa baliho slamat ultah buat kabupaten belum ada? masih aja ucapan natal dan taun baru. naga-naganya memang tidak ada nih.

ya, terserah deh dimana mana sunyi. yang penting hati ini tidak ikut sepi..

Saturday, November 06, 2010

(2) Biasa Aja dong...

Baru saja iseng (iseng kok tiap sabtu?) nonton film korea yang judulnya mmmm.. apa ya?
Lupa judulnya karena saya juga bukan penonton setia.
Pada episode yang kutonton tadi, ceritanya seorang anak presiden yang berhubungan dengan seorang polisi. Si polisi itu tidak tau bahwa kekasihnya itu ternyata putri dari presiden. Bahkan teman-teman kantor si gadis pun tak tau bahwa rekan mereka ini putri Presiden. Memang tak ada pengawalan khusus, dan dari beberapa dialog, baru ngeh kalo memang ceritanya masyarakat sendiri gak tahu kalo presiden punya seorang putri.

Di suatu perhelatan, ada satu agenda yang harus dihadiri oleh ibu negara. Berhubung negara itu tidak memiliki ibu negara (jangan tanya mengapa), maka negara itu diwakili oleh putri presiden. Barulah masyarakat ngeh baru Presiden memiliki putri yang selama ini tidak tahu rupanya.

Alkisah, si gadis gelisah karena ini berarti ia harus tampil di depan publik sebagai seorang putri. Pada pagi hari sebelum malam perhelatan itu, putri dan kekasihnya yang polisi itu lari pagi. Wajah putri yang murung, mengundang tanya dari si Polisi.
Putri pun berkata, "Bagaimana jika ternyata saya adalah anak dari orang yang status sosialnya tinggi, tinggi sekali. Bagaimana kalau ternyata saya ini anak Preseden? bagaimana perasaanmu?".
Lalu kekasihnya tertawa dan menganggap itu sebagai lelucon, "ayahmu mau mencalonkan diri jadi presiden? jadi Walikota saja dulu". Sebelum ada pembicaraan lebih lanjut, si polisi mendapat panggilan kembali ke kantor.

Sesampainya di kantor, polisi tersebut mendapat tugas ikut dalam tim seperti secret service di acara nanti malam, karena putri Presiden akan hadir sehingga harus memastikan keamanannya. Singkat cerita, di malam itulah, ketika putri Presiden tampil di atas panggung, si polisi terkejut karena yang di atas sana adalah kekasihnya.

Well, kenapa saya angkat ini?
Karena ini mengingatkanku pada satu peristiwa kira-kira dua tahun lalu. walaupun itu hanya fiksi, tapi tak ada salahnya jika saya bandingkan dengan keadan yang saya lihat.
Hari itu, saya dan adik dalam perjalanan entah kemana (lupa), mendekati daerah Abdulalie, terdengar raungan mobil yang seakan meminta (menghindari kata memaksa) pemakai jalan yang lain untuk menepi. Terlihat dua mobil mewah beriringan dengan "angkuhya" dan mendadak berhenti di depan rumah makan dedes. Saya bilang berhenti, bukan memarkir. Ya, dua mobil itu berhenti tepat di tengah jalan hanya untuk menurunkan rombongan yang mau makan di Rumah Makan Ikan bakar cukup terkenal di Kota Ambon ini. Bisik-bisik tetangga, ternyata itu adalah rombongan anak para petinggi yang mau santap siang.

Hufftt... membuat macet yang cukup panjang dan dalam waktu 10 menit, itu bukan hal biasa. Entahlah, apa karena status sosialnya yang tinggi lantas boleh bersikap seperti itu?

Heran, dan miris hati ini. Sama mirisnya dengan pandangan mata saya ketika meelusuri jalanan kota Ambon kemarin sore. Tampak pihak keamanan berjaga di banyak titik dengan jarak titik hanya sekitar 100 m. Untuk apakah? ada apakah? Cek dan ricek, karena orang pusat sedang mengunjungi Maluku. Bah, kenapa mereka datang, rakyat dijaga? Emang rakyat mau ngapain? Yang milih beliau juga rakyat kan? Kenapa keamanan beliau harus dijaga segitu rupa dari rakyat? Rakyat gak akan ngapa-ngapain kok pak. Percaya deh...