Friday, January 27, 2012

Saya - Arumbai - 2011

Begitu pagi menyapa di 27 Januari 2012 ini, seperti merasa ada yang lain. Ada yang belum selesai yang harus kulakukan. Ingat punya ingat, baru teringat di tengah hari bahwa ini hari terakhir pengumpulan tulisan tentang Refleksi Arumbai 2011.

Refleksi? Apa itu refleksi? Mau Tanya ke mbah gugel tapi ini koneksi benar benar menguji kesabaran. Kamus Besar Bahasa Indonesia pun saya tak punya. Jadi apa itu Refleksi? Eng ing eng… Tulisan ini pending 15 menit buat nunggu mbah gugel atau om wiki tapi sama saja. jadi ya sudahlah, Saya menulis berbasis makna refleksi yang saya tau saja. Entah benar atau salah.

2011 lalu, tak banyak kebersamaan saya dengan Arumbai. Di akhir bulan ke dua, saya dengan sadar ke negeri orang, dan baru kembali di bulan ke delapan. Saya melewatkan banyak momen bersama Arumbai terutama perayaan ulang tahun ke-2 Arumbai dengan pemutaran video lini mas(s)a di Gong Perdamaian juga beberapa pelatihan, kecuali makan duren bareng di Pantai Losari di bulan Mei.

Lalu apa yang bisa saya refleksikan dari Arumbai di 2011? Entahlah, otak saya masih bingung mengurai. Beberapa event Arumbai di triwulan terakhir 2011 pun tak maksimal saya ikuti karena ada agenda masa depan yang harus saya siapkan. Tapi, itu semua tak bisa mengubah makna Arumbai di hati saya. Jatuh bangunnya Arumbai (yang paling bisa merasa ini adalah Tanase), lalu rencana yang banyak tapi sedikit yang bisa dilaksanakan karena pendeknya tangan dan nafas. Belum pula terlaksana kopdar akbar Arumbai sampai detik ini, lalu agenda jalan jalan akhir tahun yang lama dinanti tapi tak matang matang dibicarakan hingga akhirnya gagal.

Ya, mungkin itulah refleksi saya. Banyak sekali mimpi, tapi tak cukup tenaga dan nafas untuk wujudkan. Tanase yang jatuh bangun, dan melakukan banyak hal untuk Arumbai, belum diiringi kebersamaan yang kuat dari teman teman lain *termasuk saya :-( *. Semoga saja Tanase tidak lelah memandu perjalanan Arumbai ini meski ombak sering menyapa dan sedikit yang bisa mendayung.

Dan harapan 2012? Tak banyak. Apa yang tak bisa di 2011, semoga lancar di 2012. Kopdar akbar, solidkan barisan, lalu berkarya nyata untuk Ambon, untuk Maluku, untuk Indonesia. Berlebihankah? Baiklah, setidaknya bisa membuat pribadi pribadi Masnait menjadi pribadi yang lebih baik, lebih arif memandang hidup, lebih tenang, lebih cinta sesama, lebih berani ikut dalam barisan pemberi manfaat.

Bahasa saya kenapa jadi sok sok-an gini ya? Intinya begitulah. Saya bangga jadi bagian Arumbai, dan menyayangi semua Masnaitnya (Tanase-nya juga) *hening*

Friday, January 06, 2012

Memulai Pelayaran yang Berjarak


Sore ini aneh rasanya. Dan saya tau malam ini akan jadi malam paling sulit buat saya. Ini malam untuk pertama kalinya sejak menikah, tidak menemani dan ditemaninya. Resiko jarak jauh sudah diketahui sejak sebelum menikah dan sudah mempersiapkan diri tapi tetap saja terasa berat begitu harus memulai. Saya bahkan sudah merindunya sejak mata yang menatapnya pergi tak lagi mampu menangkap bayangnya.

Sebut saya lebay, sebut saya melankolis, sebut saya cengeng, tapi beginilah nyatanya. Terpisah jarak mil laut membuat hari hari akan berjalan berbeda. Sore ini, tawanya tak lagi tertangkap getar telingaku, senyumnya tak lagi tertangkap retina mataku. Tak ada lagi dia yangmelepas angkuhnya sebagai lelaki dan membantuku di dapur. Yang ketika melihatku kerepotan menyiapkan bumbu sayur, dia akan dengan senang hati menggoreng ikan juga memasak nasi. Lelakiku sungguh luar biasa.

Tapi, siapa yang akan memijat tubuhnya ketika letih mendera? Meski saat aku di sampingnya pun, pijatan itu seringkali dengan lagak setengah hati, sekedar bermanja ingin dibalas dengan dipijit juga. Siapa yang akan menyiapkan air panas untuk mandinya kalau pekerjaan memaksanya pulang malam? Siapa yang akan menyiapkan sarapan sebelum ia pergi? Menyiapkan baju untuk ia kenakan? Meski saya tahu dia bisa mandiri, tapi hati ini sungguh tak tega.

Hari pertama mengantarmu pulang, meninggalkanku sendiri disini adalah hari yang berat, cinta. Mata basah ini tak berhenti dan kau tahu sayang? Tangisan ini adalah tangisan tanpa suara. Aku takut tangisan bersuara akan dicap Allah sebagai ketidakikhlasan dan ketidaksabaranku. Aku takut tangisan bersuaraku akan memberatkan langkahmu. Aku meridhoimu, sayang. Meridhoi jarak yang membentang di hadapan kita ini. Seperti kata kita, kita akan selalu menjaga dalam doa.

Tangan kita tak bisa saling menggenggam, mata kita tak bisa saling beradu, senyum kita tak bisa saling menenangkan, tapi doa kita selalu saling memeluk. Sampai ketemu sayang, sampai ketemu. Tetaplah ikhlas, tetaplah sabar, tetaplah syukur. Penuhi hari hari kita dengan kebajikan agar ridhoNYA selalu memeluk kita.

Cinta, hatimu sudah kupeluk. Kujaga hingga tak ada lagi jiwa di raga.

Wednesday, December 21, 2011

Untuk Sang Imam

Senja ini,
berdua kita sampaikan kerinduan padaNYA,
menyambung bahagia di balutan rasa juga asa.

Telah kupercayakan kau sebagai imam atas doa doa,

mari perdengarkan padaNYA setiap impi kita
Lalu biarkan ikhlas meraja di altar hati

Dalam setiap langkahmu, cinta
Ada doaku yang kusampirkan di bahu sajadah
Dan saat kau kembali pulang
Telah kusiapkan bahagia untuk bersanding dengan senyumanmu

Tuesday, December 20, 2011

Untukku dari Gadis Emasku, Unhy...

Satu lagi kado cinta dari adek tersayang. Dia yang bersedih tapi juga berbahagia untukku. Sayangku, kau tak kehilanganku, kau justru bertambah satu kakak lagi. Dan kami menyayangimu, emasku...

Telah diposting di sini. Blognya makin keren euy. Repost ah..


Untuk Gadis Emas, Untuk Kakakku :*
Minggu, 04 Desember 2011

Hari ini, gadis emas..
pintu gerbang kehidupan itu telah terlihat
jalan panjang akan kau susuri bersama pasangan sayapmu
Kau langkahi gerbang itu dengan dia
Yang namanya tertulis di lauhul mahfuz
Untukmu, hanya untukmu gadis emas.

Hari ini, gadis emas..
Arsy diguncangkan
Dengan ucapan ikrar janji itu.
Hatiku tak mampu menahan semua gejolak didada
Tak tahu ini gejolak apa, persisnya
Aku tak mengerti.
Aku bahagia akhirnya kau akan terbang
Menjalani hidup yang lebih sempurna dengan tulang rusukmu.
Namun, aku tak mampu menepis rasa lain yang bersanding
dengan bahagia ini

Gadis emas, kakakku.
Akhirnya kau temui juga pelengkap kebahagiaanmu
Kau temui juga surgamu, nahkoda hidupmu
Berlayarlah dengan perahu cintamu
Sesekali pasti akan ada gelombang besar yang menghantam
Namun kuyakin kau tak akan mudah terbawa gelombang itu.

Untuk dia yang tertulis di lauhul mahfuz
Kutitipkan gadis emasku di tanganmu
kutitipkan kakakku padamu,
jagalah dia selalu, jagalah hatinya
jagalah dirinya, sungguh kutitipkan dia padamu.


Selamat membersamai langkah kalian
Selamat mengarungi bahtera ini
Semoga menjadi sepasang sayap yang saling mendoakan
Gelaran sajadah ini untuk selamanya
Untuk kalian berdua.

Monday, December 19, 2011

Kado Pernikahan dari Vina...



Satu hadiah indah dari wanitaku, yang ditulisnya dengan penuh cinta untukku. Tulisan ini ada di blognya di sini. Saya postingkan lagi sebagai penghargaan mendalam atas kado indah ini.



(102) Matahari Meminang Gerimis
Monday, December 5, 2011

Langit Shubuh menyapa hari
Kilau jingga mengintip melalui awan pagi
Nyanyian ayam membangunkan setiap mimpi
Tetesan embun menyiramkan alam dengan beningnya

Jiwaku terbangun oleh lantunan ayat indah
Yang terdengar dari seberang bumi timur
Mengalun bersama hembusan angin
Terantarkan pada tiap sudut hati dalam dawaian riak ombak

Aku tahu...
Akan ada bahagia hari ini
Harum dan semarak surga telah hadir mengendap di hatiku dini tadi
Sebuah kebahagiaan dari Gerimisku
Yang terenda atas nama Allah
Gelaran Sajadah yang akan dihujani doa selamanya
Untuk dua hati yang bertaut dengan bismillah

Bening mengalir terjun membasahi tebing pipiku
Aku tidak sedih..
Hanya sebuah penyesalan
Yang hadir karena ketiadaanku di sampingnya
Disamping Gerimis... kala sang Matahari meminangnya

Jarak, waktu, tempat... telah memisahkan aku dengan gerimisku
Yang tengah bersuka cita menggenggam dan mencium tangan sang Matahari
Namun, ada hal yang aku janjikan padanya...
Nyanyian doa yang selalu terkata
dalam setiap hembusan nafasku
dalam setiap detakan jantungku
dalam setiap air mata sujudku kala terjaga
Untuk segala kebahagiaanmu.. yang kelak akan selalu kau rasakan selama hidupmu
Bersama Sang Matahari yang menjanjikan kehangatan bagimu
Untuk segala kemurahan yang Allah beri untuk keluarga kecil yang akan kau rajut
Doa itu aku yakini ‘takkan pernah terhalang oleh jarak, waktu, tempat
Atau oleh apapun...

Tersebab nyanyian lafadz ini telah kutitipkan pada angin yang berhembus ke sana
Pada ombak yang mengalun ke bumi timur, tempatmu berada
Pada hujan rintik dan gemuruhnya yang bersahutan
Pada dedaunan yang gugur dan terbang ke tempatmu

Rasakan nyanyian itu, Saudaraku.. semoga mampu menggantikan ketidakadaanku
Hingga suatu hari aku akan menemuimu, atau
Kau menemuiku..
aku berjanji, dan aku tidak akan menyerah...
Karena kita masih berada di bawah langit yang sama
Di atas bumi yang sama
Berada bersama dalam rangkulan tangan Illahi
Yang kelak kuharapkan akan mempertemukan kita
di suatu tempat, di suatu waktu.... Gerimisku

(Hanya sebuah coretan sebagai hadiah bagi Gerimisku_Febry Waliulu)

Sunday, December 18, 2011

14 hari bersamamu

hari ini 2 minggu kita, sayang
usia yang tentu saja masih belum apa apa
tapi 2 minggu ini adalah 14 hari yang padat
akan belajar tentangmu, memahamimu
juga menyelaraskan banyak hal

kadang ku masih terkaget ketika bangun
dan mendapati seorang pria berbaring disampingku
dan di kaget itu, kutelusuri jengkal demi jengkal wajahmu
lalu bersyukur, pria itu adalah dirimu

ku tak sempurna, sayang
kau pun begitu
tapi justru menyatukan ketidaksempurnaan
menjadikan pernikahan ini berjalan di relnya

mengapa?
karena ketidaksempurnaan itu mengajari kita
bahwa masing masing kita menikahi manusia, bukan malaikat
yang dengan manusia itulah, kita berbagi dan saling melengkapi

sayangku,
kata orang, pernikahan baru bisa dikatakan stabil
setelah melewati tahun keempat
entah darimana teori itu
tapi kita tahu, kita akan berjalan sampai tahun keempat
hingga menutup mata
lalu bertemu lagi di jannahNYA kelak, insyaAllah

saat aku memilih mencintaimu
itu karena kuyakin mencintaimu adalah keputusan terbaik
keputusan yang takkan kusesali, yang bukan kesalahan
mencintaimu adalah keputusan terpenting dalam sejarah hidupku

kita masih harus bersiap untuk berabad abad kemesraan, cinta
kita masih harus belajar dan belajar
memaknai kebersamaan sebagai energi
memaknai suka duka sebagai kekuatan cinta

mencintamu... karena Allah

041211-181211

Friday, December 16, 2011

1 malam, 2 jalan, bilangan 3, setelah 4

awalnya...
kau hanya sebait nama yang kudengar
hanya mendengar dan tak peduli siapa
sebatas satu dari sekian banyak teman maya yang tak pernah bertegur sapa

lalu...
diam diam kau menjelma menjadi cerita dari lisan seorang sahabat
dan sedikit keberanianmu memulai perkenalan
berbagi satu satu cerita dan beberapa tawa

dan lalu di 1 malam...
kita bertemu di antara 2 jalan
tertegun, itu saja reaksi saat itu
sambil bertanya "inikah, Tuhan?"

diam lebih banyak menyapa kita
degup di hati berulangkali menanyakan hal sama
"inikah, Rabb? inikah lelaki yang Kau janjikan?"
dan sejak itu kubawa namamu di doaku
mencari jawaban atas pertanyaan pertanyaan itu
meminta Rabb menuntun jiwaku ke arahmu atau ke arah lain
kubiarkan Rabb mengambil keputusan untuk hidup yang akan kujalani

lalu, beginilah jalan itu
jalan yang kemudian membawaku dan dirimu menjadi kita
2 bulan dari pertemuan di bilangan 3 itu
gagah nian kau langkahkan kaki bersama keluargamu
menuju rumah, memintaku dari keluargaku.
sungguh, itu malam yang membahagiakan

dan kini
4 bulan dari pertemuan kita
di 4 Desember itu
Kau genggam erat tangan pria sejatiku
Pria yang membesarkanku dengan nyawanya

Genggaman tangan yang kokoh
memastikan akan menggantikan beliau
menjagaku dengan nyawamu
dengan akad yang menggoncangkan Arsy Allah

Lelakiku..
begitulah kau kini untukku
kita mulai menulis tinta kehidupan bersama
aku, perempuanmu, disampingmu selalu

dedicated to my lovely husband, Halid Sabban

Tuesday, November 22, 2011

Surat Untuk Cemara

Dear Cemara…
Apa kabarmu? Masih ingatkah kau dengan satu daunmu yang terlepas ini? Ah, mungkin kau sudah lupa. Atau mengingat dengan potongan memori yang sedikit. Apapun keadaanmu cemara, kuharap kau dan hidupmu baik baik saja. Kalau aku, Alhamdulillah aku baik, sehat, bahagia. Semua hal sedang berjalan indah di hari hariku.


Cemara,

Aku tahu tak boleh meminta apapun lagi darimu. Tapi pagi ini, saat melihat mentari muncul malu malu dari balik balkonku, saat udara pagi begitu segar membanjiri paru paruku, ingatan tentangmu datang begitu saja bersama matahari dan udara itu. Aku ingin meminta satu hal, satu hal sederhana. Bisakah kau datang ke mimpiku sejenak? Sebentar saja. Hanya ingin melihatmu sebentar saja.

Cemara,
Terlalu muluk ya permintaanku tadi? Entahlah kau sudi atau tidak, aku menunggumu datang di mimpiku. Sebentar saja, sekali saja, sudah itu sudah. Kau akan tetap bahagia dengan hidupmu tanpa pernah kuganggu. Ah, aku memang tak pernah mengganggumu kan? Tak pernah, karena melepasmu pergi , memaafkan dan mendoakanmu adalah hadiah perpisahan dariku, caraku menyiapkan masa depan. Sedang aku? Aku akan berlalu, menjalani hidupku yang baru sebentar lagi. Telah kutemukan cemaraku, tempatku menitipkan doa padanya lantas kuaminkan. Cemara yang dengan izinNYA kelak, akan menjadi imamku sampai akhir hayat. Cemara yang kuyakin akan menjagaku dengan baik, sebaik bahkan lebih baik dengan yang pernah kau lakukan.

Begitu saja pintaku. Semoga kau berkenan dan mau singgah sebentar di tidurku. Tapi jika kau sibuk dan tak sempat datang, tak apa. Cukup doakan aku saja. Doakan aku dan cemaraku, kusebut dia matahariku, akan hidup bahagia dalam ridho Allah.

Monday, November 21, 2011

Dhany Polanunu, Selamat Jalan. Tidurlah...

Aku tak mengenal pemuda ini. Dhany Polanunu namanya. Tapi hari ini, air mata menetes begitu saja, banjir tak terkontrol membaca wall FB dengan akun Dhany Aprilia. Pemuda yang menjadi korban pemukulan polisi yang sempat koma 2 hari di rumah sakit lantas pada pukul 14.00 kemarin menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa Dhany sempat membuat tegang Kota Ambon, tapi masyarakat alhamdulillah bisa cepat memetakan bahwa ini konflik dengan kepolisian, bukan dengan sesama masyarakat kota.

Mungare Ambon yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA ini diduga terlibat balapan liar, entahlah, saya tak tahu kebenarannya. Meski saya tidak setuju dengan balapan liar, namun lebih tidak setuju lagi dengan cara oknum polisi menangani balapan itu. Apakah hukum negara sudah jadi hukum rimba?

Melongok ke FB Dhany, bertabur rindu disana dari teman teman sekolahnya, saudara saudaranya. Aku merinding, tak mampu kubendung derasnya aliran dari mata. Kehilangan memang selalu mengambil waktu sedih yang panjang, meski pada akhirnya harus tetap ikhlas, tapi fase itu tak bisa ditepis begitu saja. Saya tak mengenalnya, mendengar namanya saja baru saat ini, justru saat dia sudah meninggalkan dunia. Ah, Ambon berduka lagi. Dhany, pergimu membawa mendung bagi kota yang kuyakin sangat kau cinta ini.

Kukutip beberapa irama rindu yang dititip di wallnya. Dhany memang tak akan pernah bisa membaca wallnya lagi, tapi apa yang ditulis teman-temannya adalah luapan yang tak bisa ditahan. Saya hanya berharap, teman temannya tak sekedar menulis di dinding FB tapi juga melayangkan banyak doa pada Dhany.

dani eeeeeeee.
jawab b ka...
knp c pi ksi tggal ktong.
c z kgen ktong k.
Mhell Nhr Racing
stiap buka hp. dp lia c pu fto tmg e. hati plg sakii.
aer mataa tggal manetes d pipi.
c p plg cpat btull.
ktog kangen c pu katawa dg tukang baterek Dhany Aprilia :'(
Ayha Oura 'dhekhaatro
Dhany eee .
C ada bkn appa d sna ??
PLeng kangen see paskaLi ee
Rhia 'exapat' Spolid
Dany. . .
Hari prtma sklah z dha c. . .
Rasa lain . . .
Mgnga blkng c pg bangku kosong eaghhh. . .
Klz sunyi z dha c. . .;(
biasa jam" bgnhie c sw btrek ktg. . .
Tp skrng z dha org yg par btrek ktg ly. . .
Kangen c pg ktwa bsar" eaghh. . . Ktg smua syg c, tp trxta allah lbh syg c. . .
Moga tenang d'sna tmn, kk, n sodara. . .


Megha 'ghaa' Megha
dhany ad mna ? :'(
Knp pii ksii tnggl bt :'(
Bt bllum siap kehilangan c :'(

Dhany :'(:'(:'(
Dhiinie Aprilia Ambonesse
Sodaraa ,, kLo bsa Dtg dLm b miimpi ee ..

Dhany... tidurlah. Sungguh, kami akan menyusulmu suatu saat nanti. Itu pasti

Sunday, November 20, 2011

Lupakan Mimpi

Mimpi adalah bunga tidur. Atau bagi sebagian orang, mimpi adalah kode yang dipecahkan lalu dihitung hitung hingga menghasilkan angka dan menunggu sore tiba. Saya jarang bermimpi dan jarang pula masuk dalam mimpi seseorang. Sampai saat ini, yang saya ingat, saya pernah mimpi digigit harimau atau cuma dikejar ya? Lupa. Dan waktu kecil, SD kalo tidak salah, ibu pernah bermimpi saya meninggal. Saya tak tahu dan tak mau tahu arti mimpi mimpi itu karena buat saya, mimpi hanya sekedar bukti bahwa tidur semalam tak lelap.

Dan pagi tadi, saya mendengar percakapan begini :

A : kalo mimpi orang kaweng bikin pesta basar, itu artinya apa la?

B : Mimpi orang kaweng tu mimpi seng bae. Mo ada yang meninggal itu

A : Maksudnya? Yang meninggal yang mimpi ka yang di dalam mimpi?

B : Yang di dalam mimpi

A : aoo.. batul ini. Ada orang mimpi beta kaweng, bikin pesta basar

B : ….hening…..

Entah apa yang ada di pikiran B, mungkin menyesali telah memberitahu arti mimpi itu. Entah apa pula di pikiran A, gelisah akan arti mimpi itukah? Dan di pikiran saya, masih sama, mimpi adalah tanda yang bermimpi tak nyenyak tidurnya. Karena terlepas dari kebenaran arti mimpi itu, kematian pasti datang kan? Berapa banyak orang yang meninggal tanpa perlu sebelumnya dimimpikan dulu. Kematian pasti datang, tugas kita hanya tetap dalam keadaan baik saat dijemput nanti juga mempersiapkan kehidupan yang baik setelah kedatangannya itu.

Ambil hikmahnya saja dari mimpi tersebut. Bahwa kita diingatkan lagi dan lagi untuk jadi lebih baik dan lebih dekat kepadaNYA, yang memiliki kita seutuhnya……

gambar diambil dari sini

Saturday, November 19, 2011

Perputaran Rasa

Sepanjang perjalanan Liang - Ambon sore tadi, saya melewati dua iring-iringan pengantar jenazah, dua iring-iringan pengantar pernikahan dan melewati hampir sepuluh tenda orang wisudaan. Melihat semua itu, saya seperti tersadarkan kembali bahwa hidup itu berputar. Banyak sekali hal yang akan kita alami. Lahir, lalu menjalani hidup dengan segala dinamikanya. Peristiwa bahagia seperti lulus sekolah, dapat pekerjaan, menikah, jalan jalan, makan es krim, melahirkan, selang seling dengan berita sedih seperti gagal dapat pekerjaan, bisnis bangkrut, patah hati, masuk rumah sakit, kehilangan anggota keluarga dan lain lain.

Semua pasti terjadi, segala rasa pasti pernah berganti datang menghuni hati. Lalu, apa yang membuat kita akan bertahan? Saya sampai detik ini masih percaya dua hal yang paling ampuh dijadikan modal hidup. Yaitu Sabar dan Ikhlas, dua hal yang WAJIB dimiliki bila ingin semua berjalan baik baik saja, at least perasaan kita akan mampu terkontrol dan kita bisa tersenyum lebih lega menghadapi berita bahagia dan sedih silih berganti.

Bahkan, berita sedih bisa jadi ternyata membawa bahagia suatu saat nanti, pun sebaliknya. Maka, berhentilah berkeluh kesah atas kesedihan yang mampir tapi jangan pula terlalu bersenang senang atas bahagia yang singgah. Hadapi dan nikmati sewajarnya.

Friday, November 18, 2011

Belajar mencintai dari Naya

Ini tentang anak kecil. Dulu saya tidak terlalu suka dengan anak kecil. Kenapa? Karena saya lebih sering melihat mereka dalam keadaan kotor daripada bersih.


Lalu semua berubah setelah melihat naya. Matanya itu lho, benar benar surga. Tak ada kesedihan. Wajahnya yang tak berdosa membuatku rindu dan rindu. Naya adalah surga duniaku. Naya adalah poros senyumku..

Sejak memiliki naya, saya jadi selalu terkagum setiap melihat bayi atau anak kecil. Melihat mereka dan membayangkan masa masa yang terbentang yang masih harus mereka jalani. Setiap anak memiliki cerita yang tak terceritakan. Hanya dengan menikmati setiap lekukan wajah mereka, gurat gurat cinta tergambar jelas.

Tadi, saya berkunjung ke rumah salah satu rekanan dan ndilalah dia memiliki bayi berusia 2 bulan. Lucu, menggemaskan. Bayi al, begitu panggilannya, menggendongnya lalu menatap lekat wajahnya membuat saya kembali merindu malaikat kecilku. Dan bayi al yang memiliki bulu mata panjang nan lentik, begitu menenangkan hati melihatnya.

Anak zaman, semoga kalian baik baik saja di sepanjang hidup kalian. Semoga kalian tumbuh dalam pendewasaan yang membanggakan. Salam sayang untuk semua anak indonesia...

Thursday, November 17, 2011

Perempuan

Hari kedua fasilitasi kunjungan Lesson Learned, agendanya adalah diskusi dengan beberapa grup interview...

Dari beberapa diskusi, yang paling menarik hari ini adalah grup interview dengan kelompok perempuan. Di satu kesempatan, ibu klassis sebagai salah satu peserta diskusi mengatakan :

"jam kerja perempuan lebih panjang dari jam kerja laki laki. Perempuan baru tidur setelah laki laki tidur dan sudah bangun sebelum laki laki bangun"

Kalau dipikir pikir, benar juga kata Ibu Klassis. Perempuan bangun di pagi hari sebelum yang lain bangun untuk mempersiapkan yang lain itu memulai hari. Pun ketika semua sudah terlelap, barulah perempuan tidur. Pantaslah ketika Rasulullah menjawab ibu, ibu, ibu baru ayah ketika ditanya tentang mana yang harus didahulukan.

Dengan apa yang perempuan jalani, itulah betapa kedudukan perempuan sangat mulia. Terlepas dari itu semua, seorang ayah juga memiliki peran yang sangat hebat dalam keluarga. Pada simpulannya, buat saya, lelaki atau perempuankah ia, selama ia bisa menjalankan perannya dengan baik, ikhlas dan penuh tanggungjawab, itulah manusia manusia sejati.

Wednesday, November 16, 2011

Makan makan

Hari pertama memfasilitasi kunjungan tim lesson learned PTD di SBB. Ada satu catatan yg tertulis bahwa di bumi Maluku ini, kita justru makan bukan dari orang Maluku. Tulisan ini tidak bermaksud meng-generalisasi tetapi untuk catatan kaki saja.

Ketika menjemput tim di Waimital, dari perjalanannya Masohi Piru, titik pertemuannya adalah di warung bakso. Pemilik warung bakso itu orang jawa. Ah, saya lupa nama daerahnya, yang jelas, dari desa tetangga ponorogo. Lalu makan malamnya kami mampir di warung makan yang berlokasi di desa Kamal. Dan setelah tanya tanya, pemiliknya berasal dari lumajang. Tempat makan saya di Piru, juga berasal dari jawa, ponorogo tepatnya.

Saya di ambon, ikan yang saya makan, dari laut maluku, sayur dari tanah maluku juga berasnya. Namun ketika sampai lidah, rasanya citarasa jawa. Indonesa Bapa....

Tuesday, November 15, 2011

Kutemukan Surga di Mata Mungilnya


Ada surga yang selalu kupandangi setiap harinya
Surga di balik sebuah mata mungil, dari tubuh kecil tak berdosa
Sebuah Maha Karya Allah tercipta melalui indah dirinya
Dan menjadi perekam jejak setiap langkahnya adalah anugerah

Najwaa Tsurayya,
Nama malaikat yang dikirim Allah untuk keluargaku
Malaikat yang datang 19 bulan lalu mewarnai hari hari
Detik bersamanya adalah waktu paling berkualitas dalam hidup

Naya, malaikatku,
Di 19 bulan usiamu kini, kau bawa begitu banyak bahagia
Membentuk simpul simpul tawa
Juga merajut surga untuk kami


Naya sayang,
Memandangmu tidur, memandangmu makan,
Memandangmu bermain, memandangmu apa saja
Adalah seperti melihat surga ditempatkan di bumi
Meneduhkan, memberi senyum tak putus

Sumpah demi Allah, Naya sayang…
Bunda mencintai Naya lebih dari yang Naya tahu
Tak ada yang boleh menyakitimu, menggores hatimu nanti
Tumbuhlah nak, menjadi kebanggaan keluarga
Menjadi nyata surga di hari hari kami.


Dirimu nak, adalah jawaban dari Allah atas setiap kesedihan
Dirimu nak, obat atas semua luka dan lelah
Dirimu nak, penguat semangat, sumber segala harapan
Dirimu nak, adalah seluruh cinta

#ditulis dgn cinta untuk 19 bulan keponakan tercinta, Najwaa Tsurayya

Monday, November 14, 2011

Papa, Lelakiku...

Masih merindu papa di perjalanan kembali ke piru, dan ini yang tertuang di twitter @febry_w

  • Dari semua perjalanan, prjln siang ini balik ke piru adl yg paling menyayat hati. Sedih hati mengingat akan pergi sebentar dr #papa
  • Dari semalam hingga saat ini, bayangan #papa berputar di kepala. Makhluk indah itu kurindu setengah mati
  • Sudah 28 thn mencium tangan beliau stiap bepergian,namun ciuman td berbeda. Tak kuasa menatap matanya. Hny bs menghirup aroma tangan #papa
  • Teman, betapapun kondisi #papa mu saat ini, jangan pernah membentak beliau. Jgn berani berani menyakiti hatinya
  • Bagaimanapun beliau, jangan cederai harga dirinya. Sumpah Demi Allah, jangan sekali kali kalian lakukan #papa
  • #papa tak pernah menghitung rupiah yg telah ia keluarkn sejak lahir. Jd tak sepantasny kau tinggi hati saat sdh bs memberi sedikit rupiah
  • Sungguh tak pantas bagi kita memerintah #papa hny krn kita merasa tlh bergaji. Gajimu seumur hidup tak bs membayar darah dan keringat #papa
  • Apa yang memberimu hak berlaku seenaknya pada #papa. Sungguh, hidupmu tak akan berkah, tak akan berkah, tak akan berkah
  • Papamu adalah surga yang Allah berikan padamu. Perlakukanlah ia dengan baik. #papa jarang bicara tp bukan berarti tdk bs terluka
  • Aku mengingat kembali semua kepingan yg #papa toreh di hidupku. Bahkan nyawaku tak sepadan dengan pengorbananmu
  • #Papa, aku pergi hanya sebentar. baik baik disana pa, kesabaranmu menghadapi mereka yg menyakitimu adl semangatku u/ slalu mencintaimu
  • Aku menjagamu dari jauh papa, dengan doaku yg tak henti. Allah menjadi saksi betapa aku sangat mencintaimu, bangga padamu. #papa, pahlawanku
  • Trimakasih pa, trimakasih telah menunjukkan jalanku hingga ke titik ini. aku tak pernah mampu membalasnya. Keringatmu adl airminumku #papa
  • Papa, kau lelaki pertama dan abadi di hidupku. Kau tak terganti papa. Aku mencintaimu seperti ku mencintai surga #papa
  • Bekal perjalananku hari ini adl 4 lembar kertas berisi tulisan tangan #papa.Lembaran pengeluaran thn 96.melihat tulisannya,papa spt bersama
  • Bismillah.Feri inelika bertolak dr liang menuju waipirit. Smg urusan di SBB minggu ini lancar. Aku hny ingin cepat kembali dan bertemu #papa
@Inelika Liang-Waipirit dalam derai.

Sunday, November 13, 2011

Memandang Luka

Malam ini, ada genangan airmata yang bertumpuk satu satu lalu muntah. Luka yang kau simpan begitu rapat, keluar bagaikan muntahan lahar yang tak mampu lagi disimpan lama. Aku berenang di airmata saat menatap wajah tabahmu atas apa yang kau alami dalam dera kata yang menyakitkan. Kau, lelaki pertama dan abadi dalam hidupku, tergores begitu dalam dan lama. Goresan itu kini berdarah, merah, kental.

Aku menjadi saksi betapa wajah kerutmu adalah pancaran kasih sayang tak putus. Bahu tegakmu yang kini lunglai adalah bekas pikulan maha dahsyat atas pertumbuhan putri putrimu. Dan ketika kini kau terluka, aku menjelma menjadi singa yang siap menerkam siapapun yang menyayat hatimu. Tak boleh ada luka di matamu, ayah.

Aku tak putus bangga padamu, tak peduli siapapun berkata. Aku tak henti mencintaimu, sejak aku lahir hingga kelak menutup mata. Senyuman senyumanmu, canda candamu adalah belai yang menghangatkan hari hariku, memuluskan jalanku. Tapakku berdiri sekarang adalah jejakmu, ayah. Bagaimanapun aku bangga pada diriku, itu karena terlahir sebagai anakmu.

Ayah, sampai mati, kau ada di hati. Meski dunia kuberi padamu, tak akan sebanding seperseribu dari yang kau beri. Jangan terus bersedih, aku ada disampingmu, menjagamu dalam doa doaku, karena aku minum dari keringatmu, ayah.

Saturday, November 12, 2011

Butuh Banyak Sabar

Semua ini mulai terasa berat. Betapa satu demi satu dinamika bermunculan di sela sela kebahagiaan yang juga dirangkai. Atmosfer ketidaksabaran dari sekitar, lelah yang menggantung di langkah langkah kaki juga emosi yang naik turun serta perubahan rencana dari waktu ke waktu mulai mewarnai perjalanan.

Belum lagi sakit, saya sudah, lalu papa juga sudah, ibu sedang sakit, dan kini, dia, calon suamiku itu pun sakit. Entahlah, mungkin ini efek dari psikologis yang naik turun mempersiapkan segala sesuatunya. Sungguh, meskipun aku didera kebahagiaan yang amat sangat untuk semua hal ini, kepala juga rasanya mau pecah. Semakin dekat, perasaan takut banyak hal yang belum beres seperti membuntuti. Ketakutan yang tidak berdasar memang, karena ku dikelilingi banyak orang yang kutau bersedia membantu. Tapi entahlah, saya positive thinking, ini sindrom yang wajar dialami, semoga saja begitu.

Saat saat seperti ini adalah saat saat betapa saya sangat butuh Allah. Butuh IA menenangkanku, memberikan kekuatan lagi dan lagi, memberiku kesabaran yang cukup untuk mengurus banyak keperluan, menghadapi banyak orang juga memutuskan banyak hal. Saya butuh sandaranMU, Rabb. Dan berharap segala kemudahan untuk terus Engkau alirkan.

Aku hampir patah, Rabb. Tapi aku akan bertahan. Hamba ingin bisa lebih bersabar.

Ganti Kulit

Dari kemarin kemarin ingin sekali ganti template. Sebenarnya kalau mau dibilang, template lama lebih menarik dari template yang sekarang tapi settingan template itu tidak memunculkan tanggal postingan pada body postingannya. Buat blogger seperti saya, entah blogger lain, tanggal cukup berpengaruh. Karena dari situlah, kita bisa liat update tidaknya sebuah blog atau apakah tulisan yang sedang kita baca adalah tulisan terbaru atau postingan lama.

Dan setelah gugel sana gugel sini, nemu banyak template blog 3 kolom yang menarik tapi downloadnya itu lho, susaaaah. xml-nya gak nemu nemu. Atau saya yang kurang eksplor ya. Ya sudahlah, kapan kapan kalo saya punya cukup waktu dan koneksi yang lebih baik dari sore ini, mungkin akan cari template baru lagi. Yang penting sekarang sih, tetap tiga kolom dan tanggalnya muncul. Mau ganti gambar header dengan senja dari jembatan pulau Osi tapi uploadnya gak rebes rebes.

Cukup sekianlah untuk sementara ini.

Thursday, November 10, 2011

Menyatukan Gelisah

separuh nafasku mengudara dalam balutan doa
dalam asa yang sedang dirintis satu persatu
kadang memang menggelisahkan
namun saat tawa renyah hadir bagai pelangi
dan banyak hal mengejutkan sekaligus mempesonakan tersaji
deretan gelisah pun perlahan berganti

di batas yang tak terdefinisikan
lambaian cita menyapa dengan manja
ah, tak terlalu muluk impian itu
sederhana hingga tak mampu terucap

kau di ujung sana
dalam kegelisahan yang berbeda
dalam ikhtiar yang terenda perlahan
adalah sebuah bukti tentang impi yang hampir nyata

sampai di saat yang terencana olehNYA
gelisahmu,
gelisahku,
adalah satu.