Friday, March 17, 2006
Desain minimalis
Membaca Al-qur’an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah tidak sedikit pun membuat dada bergetar. Padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah, tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini mengaku beriman?
Penggalan tulisan diatas diambil dari catatan berjudul “Apa pantas berharap surga?”, tulisan dari buku Berhenti Sejenak-nya Bang Gaw. Ketika membaca itu, aku berkata, ini aku banget.
Buku itu telah lama kubaca. Kenapa baru sekarang kuangkat? Karena aku baru saja bersilaturrahim dengan seorang saudara. Dari perbincangan banyak hal, saling menasehati, saling berbagi sudut pandang terhadap suatu perkara, saling berbagi keinginan yang ingin dicapai, hingga memikirkan 2009 yang tinggal 3 tahun lagi, sampailah kami pada sebuah fenomena yang terjadi.
Saudaraku yang sudah bekerja di sebuah kantor ini mengatakan bahwa, beliau berada di kondisi yang malas. Ketika kutanyakan malas seperti apa?
“Sekarang hidupku minimalis. Untuk urusan dunia, di tempat kerja aku sering bilang ke teman2 kantorku untuk segera menyelesaikan tugasnya mumpung ada waktu luang. Tapi dalam soal akhirat, konsep minimalis kulakukan. Sing penting sholat, balek lagi kerja. Kenapa untuk urusan dunia, aku bisa cak cek, memberikan yang terbaik agar kalau ada pertanyaan bisa kujawab, tapi untuk urusan akhirat, aku tidak berpikir yang sama untuk memberikan yang terbaik karena mati bisa datang kapan saja dan aku belum bisa ngasi jawaban terbaik. Piye dek?”
Aku bingung menjawabnya. Kukatakan saja “mbak, afwan, tapi ana juga butuh nasihat untuk itu. Ana pun seperti itu. Minimalis dalam beragama. Yang penting sudah sholat, yang penting sudah tilawah. Tapi sholat sunnah jarang, memahami apa yang kubaca pun tidak”
“kalo di tempat kerja soalnya ada yang nuntut, ada yang menekan” tambahnya
“mbak, mungkin itu jawabannya. Kita perlu ditekan. Di tempat kerja, yang menekan dan menuntut kita itu kelihatan, atasan kita. Sebenarnya kalo kita mau sadar, Allah juga menekan kita, tapi karena kita tidak merasakannya langsung, kita akhirnya mengabaikan. Solusinya mungkin kita yang coba menuntut diri sendiri. Buat hukuman-hukuman atas sikap2 kita. Buat peraturan untuk diri kita sendiri” jawabku kepadanya yang lebih kutujukan pada diriku
“tapi dek, gimana kalo yang menekan orang lain saja karena kita biasanya tidak konsisten”
“masalahnya setiap kita perlu untuk ditekan. Sepertinya kita hanya bias saling mengingatkan karena kalo harus orang lain yang menekan diri kita, takutnya orang itu yang seperti mbak khawatirkan tadi, juga tidak konsisten, untuk dirinya sendiri, tentu dia menjadi minder untuk menekan kita. Wong dirinya sendiri gak konsisten kok. Kesimpulannya kita saling mengingatkan saja. Diri kita sendirilah yang harus menekan dan merubah kondisi kita”
“Tapi gimana caranya? Susah dek merubah kebiasaan” keluhnya lagi
“kuatkan azzam. Langkah awal memang sulit. Tapi yang perlu kita lakukan hanya memulai melangkah. Pada awalnya berat tapi jika kita tetap melangkah maka langkah2 berikutnya akan lebih ringan. Kita hanya perlu memulai SATU LANGKAH KECIL maka semuanya akan berjalan dengan sendiri.” Kataku
“Iya deh, insyaAllah aku akan mencoba” balasnya
“Oh tidak, gak boleh bilang akan mencoba tapi akan melakukan” Ralatnya kembali
aku pun pulang dengan satu azzam bahwa SATU LANGKAH KECIL itu akan kumulai. Bukan besok, bukan nanti, tapi SEKARANG. Agar aku bisa melakukan ibadah yang terbaik agar aku bisa memberikan jawaban yang terbaik saat waktuku tiba nanti
16 maret 2006
9.32 pm
(Aaaah, uang kos bulan depan naik 10rb)
Alhamdulillah (kisah TA lagi)
Begitu gagang telepon kututup, air mata sudah menggenang di mataku. Aku pun berjalan dengan cepat kembali ke kost dan ingin menangis. Tapi aku tidak mau menangis, hatiku gelisah. Kuputuskan untuk melanjutkan tilawahku subuh tadi hingga hatiku terasa plong. ‘Alaa bidzikrillahi tathmainnal quluuub. Setelah aku mulai tenang, bismillah kulangkahkan kaki ke warnet karena ada janji chatting dengan seorang ikhwah di ternate tentang kemungkinan pabrik disana untuk survey. Alhamdulillah ada sedikit titik terang. Aku pun bisa mendapatkan 8 alamat perusahaan untuk coba kusurvey. Dari warnet, aku menuju kampus. Walaupun tidak bertemu my PTT tapi alhamdulillah ada teman yang menawariku ke PLTGU Gresik karena mereka dari lab mikro akan kesana masang panel. Aku diajak sekalian survey. Ada teman juga yang memberi tahu tentang pabrik peleburan emas yang mungkin bisa dijadikan salah satu alternative.
Tak henti-hentinya syukur kupanjatkan. Informasi-informasi yang selama ini aku cari-cari begitu susah kudapat, kini dalam waktu 1 hari aku punya info 10 perusahaan sebagai alternative survey. 2 diantaranya sudah kuajukan ke coordinator survey agar dibuatkan surat survey.
Ya Allah, kemudahan-kemudahan ini semoga menjadi pelancar apa yang harus ana selesaikan ini. Terimakasih ya Allah. Terimakasih ya Allah. Alhamdulillah
Thursday, March 16, 2006
Papa, pilar hidupku
Saat ini aku merindukan kehadiran papa disisiku. Memapahku dan membelai rambutku, tanpa bersuara tapi aku merasakan kasihsayang yang dalam. Aku rindu saat aku tidur di dadanya, dibalik pelukan hangatnya dan ia tidak protes walaupun dadanya sakit.
Papa, aku tahu saat ini air matamu lebih mudah gugur dari biasanya. Engkau yang tak pernah mengekspresikan kemarahan, kekecewaan maupun kesedihan selain dengan cara diam. Sementara jika engkau bahagia, maka engkau akan membaginya dengan seluruh dunia.
Papa, dirimu saat ini sedang diuji olehNYA. Tapi pa, aku ada disini menemani papa. Walaupun papa tak bisa melihatku, walaupun aku tak bisa memeluk papa menularkan kekuatanku, tapi coba papa raba hati papa, disitu aku menemani. Keadaan saat ini juga karenaku. Aku yang tak tahu cara menghormati dan menjaga kepercayaanmu. Aku yang telah mengecewakanmu tanpa kau sadari. Pa, di sudut hatiku yang paling dalam, aku sangat menyesal. Aku insyaAllah akan menebus kesalahan2 itu pa. Hingga aku punya nyali untuk menyeka air matamu dengan tanganku sendiri. Kau adalah segalanya untukku, pa. Kau adalah pilar hidupku, tiang penyanggaku. Suatu saat aku akan datang mencium khidmat tanganmu, menghapus airmata dipipimu, membuat senyum kembali mewarnai hidupmu. Aku akan datang dan membuktikan apa yang kau anggap tentang diriku adalah benar, bahwa aku adalah anakmu yang baik, bahwa aku adalah anakmu yang terbaik.
Pa, kau adalah semangat hidupku. Jangan berhenti berdoa, jangan berputus asa dari rahmat Allah. IA tidak akan menguji papa dan kami semua diluar batas kemampuan kita. Yang sabar ya pa. Aku tahu papa telah melakukan banyak hal. Bahkan di tengah keadaan kita sekarang, papa justru memberiku kekuatan dengnan mengirimiku sms agar kami, 2 putrimu yangsedang berusaha mencapai cita-cita di negeri seberang, tetap tabah dan menjaga keimanan. You are the best, pa. Papa rela mengorbankan apapun untuk kami, terutama aku. Aku merasa tak pantas menjadi anak dari manusia sebaik dirimu. Pa, aku benar-benar minta maaf. Aku sangat mencintaimu pa, sangat. Hingga hati ini berlubang, apapun kulakukan untukmu.
Circle of Love...
Setiap rabu, perasaan tak sabar menungu hari jumat selalu saja membuncah di dada, karena pada hari jumat itu aku akan berada di tengah cinta saudara2ku di lingkaran tarbiyah. Aneh karena hal ini selalu kurasakan setiap rabu. Justru jika kamis tiba, aku tidak merasa apapun. Kemudian, perasaan indah itu muncul lagi juamt pagi dan aku akan mempersiapkan diriku untuk sore harinya, entah itu ngatur kegiatan pagi biar sorenya gak kecapekan, atau bersiap taujih jika tiba jadwalku atau murojaah untuk setor sore harinya atau sekedar membaca materi sepekan sebelumnya.
Aku merasa nyaman banget di lingkaran itu, bersama akhwat-akhwat yang luar biasa, dengan karakter masing-masing yang memberiku banyak inspirasi dan keteguhan dalam berdakwah. Bersama seorang murobbiyah yang lembut dan juga luar biasa. I always miss that circle.
Wednesday, March 15, 2006
Kewajiban ukhuwah yang belum tertunai
Tapi, hari ini aku sadar dengan sikapku yang keterlaluan itu. Walaupun insyaAllah, si “adek” bisa mengerti kondisiku yang sedang deadline, tetap saja itu bukan sebuah pembenaran atas sikapku, toh kami hanya beda kamar, bukan beda kost2an. Sakitnya yang tak kunjung sembuh memaksa hatiku untuk mengantarnya ke dokter. Aku tak mau keduluan lagi oleh yang lain. Selama 2 hari, mbak2 akhwat di kost Izzah nganterin bubur dan agar2, dan aku tadi malam hanya sempat buatin dia teh panas, itupun setelah dia yang minta, bukan inisiatifku sendiri. Benar2 kebangetan ya aku.
Sore tadi, dia kuantar ke dokter dan hasilnya dia kena types ringan. It means, dia hanya boleh makan yang lembut2 saja. Aku buatin bubur buat dia (aku gak mau keduluan lagi sama mbak2 di wisma Izzah, tapi aku juga makan buburnya, hehehe, lapar sih) dan kurebuskan telur buat dia. Karena si “adek” masih kuliah, otomatis dia gak boleh kuliah, jadi aku pun kembali ke dokter tadi dan minta surat izin sakitnya. Surat itu kuantar ke kost temannya tapi ternyata sedang kuliah. Aku pun susul ke kampus dan menyerahkan surat sakit itu. Pulangnya, kutemani dia ngobrol di kamarnya hingga dia tertidur.
Jujur ya, sebenarnya aku sempat marah sama anti hari ahad, hari pertama anti sakit. Bagaimana gak marah? Malam sebelumnya kita udah sepakat mau ke masjid agung bareng ikut kajiannya IKADI. Paginya waktu aku liat anti masih di tempat tidur, aku sudah sempat mikir kalo anti lagi sakit. Masuk ke kamar anti dan memegang dahi anti, agak hangat memang “sakit ta dek? Tanyaku.
Dan anti menjawab “gak kok mbak, Cuma pengen istirahat” jawabmu
“ya udah, aku berangkat dulu ya. nanti tak rekam ceramahnya biar bisa kamu denger. Hati2 di rumah, assalamu’alaikum”. Aku pun pergi. Sepulangku kajian, aku melihat anti masih berbaring di tempat tidur, dan seperti katamu tadi pagi, aku mikirnya kamu masih istirahat. Aku jadi marah ketika sore aku lihat di kamarmu sudah ada ukhti A, ukhti L, dan ukhti S. Sempat sih mikir, ada apa ya kok tumben datangnya rombongan dan langsung ke kamarmu. Aku yang memang sedang sibuk dengan skripsiku tidak terlalu mikir, aku masih mikir kalo kamu tuh istirahat dan mereka itu datangnya ya untuk silaturrahim biasa walauoun memang tidak biasa-biasanya datang bertiga, apalagi ukhti L yang jarang banget muncul kalo gak penting2 banget. 1 jam kemudian, muncul ukhti A dan ukhti W, dan bilang, katanya dek L sakit ya? sakit apa? Aku hanya bilang “ke kamarnya aja mbak, ada yang lain juga disana”. Aku gak iri, karena aku pun diperlakukan sama saat sakit, perhatian mereka semua yang membuat aku sembuh, bukan obat2 yang selalu sukses membuatku muak dan mengerutkan dahi sebelum memakannya. Aku hanya bingung dan kecewa banget sama anti.
Marah, iya. Aku marah karena aku gak tahu kalo kamu sakit. Bagaimana caranya akhwat2 wisma al-Izzah itu tau anti sakit, sementara aku tidak. Aku yang sekostan sama anti gak tau. Apa karena aku gak peduli? Setiap ana masuk kamar anti, anti sedang menutup mata dan karena pagi tadi anti bilang sedang mo istirahat ya aku gak mau ganggu. Trus, yang beritau akhwat2 itu kalo anti sakit itu siapa? Anti sendiri? Kenapa ana gak tau. Kenapa ana gak diberitahu? Kenapa sih dek? Akhirnya ya gini ini, selain karena aku kecewa anti anggap tidak ada, kebetulan juga aku sedang dikejar deadline senin besok harus setor bab ke mr achmad. Tapi sekarang, aku bisa mengerti. Justru karena anti ndak mau merepotkan aku, jadi anti gak ngomong kalo anti sakit. Afwan atas prasangka yang sempat muncul di hati mbak ya, dek.
Tiba2 aku tersadar, aku belum melakukan apa2. Dia sudah berkali-kali menolongku. Setiap kali aku jatuh pingsan di kost, dia yang repot ngurusi aku. Waktu aku sakit, dia juga yang tiap pagi masakin bubur buat aku. Aku juga pernah tidur di pelukannya dalam perjalanan ke rumah sakit ketika aku terjatuh saat syuro di masjid kampus. Dia pun pernah menggendongku sambil menuruni lantai 4 kampus sampai lantai 1 saat aku sakit di lab lantai 4 dan tidak bisa berjalan. Dia bukan menuntunku, tapi menggendongku dengan dua tangannya. Bahkan waktu aku pulang lebaran tahun lalu, dia pernah sms dan bilang kangen minta aku cepat pulang. Dan saat dia tahu aku sakit di rumah sana, dia sms dan melarangku balik sebelum aku benar2 sembuh. Dek, I love you.
Dek, Allahlah yang akan membalas semua kebaikan anti. Dan kudoakan engkau cepat sembuh. Ishbir ya ukhti. Tidak akan dicepatkan atau dilambatkan datangnya sakit, semua sudah ada waktunya.
pernikahan seorang sahabat
Bunyi sms yang membuatku excited membacanya. Ukhti yang baru semalam kukangeni dan kukirimi sms ukhuwah betapa rindunya aku padanya, membalas kerinduanku dengan mengabariku berita gembira. Sungguh, aku senang mengetahuinya.
Ini tahun ke-6 kita tidak bertemu sejak lulus STM. Dan 3 tahun bersamanyaadalah saat-saat yang indah. Saat itu, ia yang sudah dengan penampilan akhwat, berjilbab rapi sebagai bukti kepatuhan pada yang menggenggam jiwa, mau bersahabat denganku yang masih sibuk dengan hal-hal duniawi, masih berkutat dengan kejahiliahanku.
Setiap jumat, ukhti ini sibuk dengan mempersiapkan kajian jumat muslimah, sementara aku dan ke-6 temanku yang lain (kelompok cewek yang agak-agak bukan cewek), malah meninggalkan sekolah untuk cari makan atau kemana aja deh, yang penting gak ikut kajian, bilangnya sih refreshing. Tapi dia gak pernah marah atau menyueki kita atau menunjukkan ketidaksukaannya pada kita. Kelemahlembutannya membuat ia diterima semua orang, baik yang lurus maupun yang bengkok alias bandel dan mokongan.
Saat aku sedang dalam proses memantapkan diri untuk menutup aurat, ia yang paling mendukung dan berada di garis terdepan memberikan full support. Ia pula teman yang pertama kali aku beritahu bahwa aku akan memulai menutup aurat esok hari. Dan saat bertemu esok harinya, kegembiraannya melebihi kegembiraanku. Ia terpesona melihatku dan matanya menyiratkan kebahagiaan yang sangat, yang kurasa melebihi kebahagiaanku sendiri. Belakangan kuketahui kenapa ia sebahagia itu? mungkin ia bersyukur dan bahagia karena usahanya insyaAllah dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik dari unta merah.
Kini, 12 hari lagi ia akan menjalani peran yang baru. Wanita sholehah itu akan mengarungi lautan dengan biduk pernikahan bersama sang nahkoda yang semoga saja shaleh. Saat ini, mungkin ia sedang panik atau cemas, tapi kuyakin senyum selalu tersungging dibibirnya. Siapapun engkau ya akhi, jagalah saudariku itu dengan baik. Laksana taman, engkau telah memilih memetik bunga yang terbaik, maka rawatlah dengan baik. Jangan engkau sia-siakan. Siapapun engkau ya akhi, terimalah saudariku itu apa adanya, sama seperti ia yang akan mencoba menerimamu apa adanya.
Dan untuk kalian berdua, walau aku tak bisa berada disisi kalian saat hari yang mengguncangkan arsy itu tiba, tapi doaku teriring dari sudut bumi Allah yang lain.
Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world "Akhirat". Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian. Allahumma Aamiin.
Mudah-mudahan saya mampu mengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusan besar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah serta ketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran saya tiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitu murah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.
Kabar lain datang tadi pagi dari salah seorang ukhti, kawan “kajian pekanan”ku yang telah menyelesaikan studi-nya di surabaya dan kini pulang ke kampung halaman mengabdikan diri dan ikut menghidupkan tarbiyah disana. Ia memberitahu bahwa besok ia akan menjalani test di sebuah sekolah SDIT di jogja dan minta didoakan. Ukhti-ukhtiku tersayang, langkah apapun yang akan kalian jalani, doaku mengiringi agar setiap langkah itu diberkahi Allah dan berujung kepada ridho-Nya. Aaamin
Tuesday, March 14, 2006
Kisah skripsiku bagian 3
07.30 am
Start to typing my skripsi. Kayaknya aku harus kerja cepat nih. Bayangin aja, aku belom setor apapun ke my PTT (Pembimbing TA tercinta). Padahal tanggal 16 itu pembukaan pendaftaran seminar pra sidang dan ditutup tanggal 30. Gila, aku belom setor apapun, gimana coba kalo pas setor pake acara revisi segala. Sama aja di ujung jarum tuh (kenapa jarum? Ya biar gak terlalu sakit aja ).
Oke, here we go. Targetku jam 10 sudah selesai sampe bab II and cabut kampus kencan dengan my PTT. Bismillahirrahmanirrahim………
09.20
Sudah mo jam 10 dan gak ada tanda2nya mo kelar. Gimana nih? Mana buku literaturku dipinjam bagus belum balik lagi. Janjinya kan senin. Dasar manusia gokil, kebangetan banget deh. Pinjem jumat, dikasi waktu sehari protes, dikasi waktu 3 hari masak masih gak cukup juga. Balikin woe………
10.30
Finally bagus datang juga. Itupun setelah aku kirimi sms emergency.
“Woe mas, I WANNA GET BACK MY BOOK. Janjinya kan senin. Ada yg mo ditambahin dr buku itu, trus mo bimbingan nih. My day depend on you. (berlebihan ya?) CPTAN BALIKIN. Right here waiting”
dan tanpa rasa bersalah, dan seperti biasa gaya khasnya ngetuk pintu kayak orang mo nagih hutang. Setelah buku sudah di tanganku, eh dia malah minta bab III-nya mbak livia. Ya gak apa sih kalo fotokopi doang, ini gak. Maunya dibawa pulang. Yang benar aja lu. Kalo nanti ditanya sama my PTT gimana dong? Itu kan punya dia. Lagian aku juga perlu, bab III-ku belum kelar. Tapi bukan bagus namanya kalo gak ngotot. Ya udah, timbang dia ngambek dan nangis , aku pinjemin aja dengan deadline sehari. Eh, malah minta jadi dua hari. Ya udah deh, dua hari. Awas kalo gak balik.
11.15 am
Allah send someone to me. Finally, ada yang mo bantu aku untuk survey. My brother, I, telpon ke kos jelasin birokrasi terbaru di PT PAL, tempatku ingin survey. I emang pernah KP disana, jadi tadi pagi, sms terkirim ke dia untuk cari info. Tau2nya saudara-saudara, dia mo bantu aku untuk survey karena PT PAL lagi gak terima mahasiswa KP atau survey TA dari ITATS gara-gara kasus konflik kemarin (huh, yang diatas yang macem2, kita yang kena). Kebetulan, si I ini udah kenal sama SDMnya jadi bisalah lewat dia minta datanya. Gak usah pake surat permohonan survey segala karena udah jelas bakal ditolak. Semoga aja deh bisa bantu. Buat Mr I, jazakallah. Semoga Allah membalas kebaikan antum.
01.45 pm
What, sudah jam 2 kurang ¼ dan aku belum beranjak dari depan komputer dan parahnya aku belum sholat dhuhur. Wah,bisa berabe nih. Gimana mau ditolong Allah kalo kayak gini caranya. Ya Allah, ampuni hamba. Cukup, sekarang aku mau shalat dulu. Lagi gak tenang nih
02.25 pm
Finally selesai juga bab I dan II. Meleset 4,5 jam dari target semula. Gak apa deh, yang penting selesai. What, tinta printer habis? Ngerental deh. Mana duit tersisa 20rb lagi. 11 lembar jadinya 3500, makan siang 3000, trus makan malam nanti gimana? Besok mau survey, duit dari mana? Bismillah aja deh
03.15 pm
Sukses tidak bertemu my PTT. Lab-nya tutup, di jurusan gak ada. Ngajar? Enggak. Ya benar aja gak ketemu. lagian siapa juga nyuruk cari dosen jam segini. Ini mah waktunya mereka pulang. Gilingan lu. Mudah2an besok bisa ketemu. Tadi ke jurusan sebenarnya selain mo nyari my PTT juga pengen liat alamat dan telpnya pak djohani. Aku sih pengennya tanya-tanya gitu deh sama beliau karena TA-ku ini kan pak djohani banget. Tapi, pas di depan pintu jur, ternyata ada mr agus, gak deh. Males kalo ketemu pak dosen itu. wajahnya gak ada nuansa persahabatan sama sekali. Mending pulang deh
03.45 pm
Mr I telpon. Ternyata dia langsung ke PT PAL lho, di perak sana. Aku pikir dia via telpon aja ngomong ternyata dia langsung ke PT PAL ketemu sama bapak di sana. Jazakllah banget ya bro, dan afwan ngerepoti antum. Aku jadi gak enak nih. Udah lama banget gak ada kontak, sekarang kontak pas ada perlu. Nanti dipikir aku komunikasi (silaturahim, red) kalo pas ada maunya aja. Afwan deh. Kalo antum mo mundur sekarang, gak apa deh. (hik..hik..hik). eh, ternyata mr I malah mau ke kos untuk nanya lebih jelas sekilas tentang isi TA supaya dia mau ke PT PAL lagi dan menjelaskan data-data apa yang saya butuhkan. Aduh, jadi gak enak nih
05.20 pm (20 menit menjelang adzan maghrib)
my beloved sister, santje, telpon katanya ada penerimaan pegawai di BRI Ambon dan tes pertama tgl 21 Maret nanti. Trus, tes tahap ke-2 nya bulan april. Dia bingung soalnya disini dia juga sudah kerja di ekspedisi. Dia pengen pulang ikut tes, karena memang dia punya cita-cita bisa kembali ke ambon dan gantiin jagain ibu-bapak. Biasalah, anak tunggal. I have a same dream, back to my lovely city. Ketemu seluruh keluargaku dan tak pernah berpisah lagi.
06.14 pm
Pas lagi tilawah, mbak fitri datang bawain sarung hp hasil jahitannnya sendiri untukku. Katanya mbak fitri buat 5, jadinya ada 5 akhwat yang sarung hp-nya sama include me, suit suit. Jazakillah khoir ya ukhti sayang. O iya, aku kan minta dijahitin sarung qur-an sama minta dipermak sarung shalat jadi kayak rok gitu deh. Kapan nih?
07.13 pm
Asyik, astri datang bawa pudak. Lho, pudak kan dari gresik, dia kan katanya ke kediri. Ngapain mampir ke gresik? Gak penting ah, aku udah lama gak ngerasain pudak. Tapi sebenarnya lagi pengen coklat nih. Udah lama gak makan coklat. Ada gak ya yang mo datang dan ngasi coklat untukku?
08.03 pm
Besok pagi aku harus ketemu my PTT. Ya Allah, mudahkanlah urusanku untuk bertemu dengannya dan semoga gak ada revisi, walaupun kemungkinannya kecil. Semoga juga urusan surveyku bisa lebih cepat. Mudahkanlah ya Alah….
Muktamarku sayang, muktamarku malang
Aku ingin memahamimu
Layaknya pengertianku akan gelap terang sudut hatiku
Saudaraku
Aku ingin mengerti ikatan ini
Selayaknya isyarat Rasulullah
Bahwa aku dan kau adalah satu tubuh
Saudaraku...
Aku ingin menampung setiap tetes keluh kesahmu
Dalam cawan hatiku
Hingga ku mampu meneguk kesedihanmu
Dan senyum itu pun kembali melekat di wajahmu…….
Jika cinta adalah tangismu
Maka biarkan air mata itu menelaga hingga aku pun berenang mengarunginya
Jika cinta adalah gelakmu
Maka biarkan aku menjaga kesedihanmu tertidur pulas di bilik persembunyiannya
Jika cinta adalah amarah
Maka biarkan aku menampung bara itu
untuk menghangatkan kebekuan jiwa
Andai indahnya ukhuwah ini bisa terlukiskan
maka tak cukup warna cinta untuk menuangkannya ……..
Andai cinta ini bernama
Maka biarkan namamu selalu bersanding dengannya ......
”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu
damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan
takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat ” ( Q.S 49:10)
Sekpa, 4 Dzulhijjah 1425 H
al faqir Ilallah
posted by M. Awan Eko Sabilah
Baca puisi postingan akh awan di blognya bikin air mata ini meleleh lagi. Teringat akan muktamar yang indah, yang diselingi air mata berlandaskan cinta. Cinta akan amanah, cinta akan saudara, cinta akan ukhuwah, cinta akan dakwah.
22 april 2005 yang lalu, Saat muktamar itu, kita berkumpul untuk melihat dengan jelas masalahnya apa dan mencari solusi bersama2. Semua mata menangis. Suara isak tangis akhwat terdengar dengan jelas di telinga ana menambah sedih dalam hati ini. Sambil terus berurai air mata, kupinta teman2 untuk bersatu. Untuk bisa merasa memiliki KMBI. Untuk tetap solid, saling dukung. Karena dalam AD-ART pun ada kewajiban kita yang salah satunya adalah “mnenjalankan amanah dengan baik” yang ketika itu dibacakan, semua peserta muktamar berteriak “SEPAKAT”. Ingatlah bahwa kata SEPAKAT itu bukan hanya diteriakkan di forum tapi Allahlah yang menjadi saksi kata itu dan kita sudah berjanji. Apapun amanah kita, di posisi manapun kita ditempatkan, berjuanglah karena Allah yang akan menilai. Allah yang akan menilai kita dari usaha kita, dari keseriusan kita menjalankan amanah, bukan pada posisi kita. Setelah itu., forum pun ditutup dengan teriakan Allahu Akbar yang menggetarkan semangat. Para ikhwan saling berpelukan menguatkan. Kami, para akhwat pun saling berpelukan dan mendoakan keistiqomahan. Saat itu pandangan semu ana menangkap seorang akh yang masih duduk mematung di kursinya sambil nangis hingga dadanya sesenggukan dan ditemani 2 akh yang lain memberi kekuatan untuk berhenti menangis.
Muktamar kali itu memberikan banyak pelajaran. Satu hal yang jelas, ana semakin mencintai antum semua dan ana akan terus berada di sisi antum semua. Cinta ana sudah terlalu besar kepada antum semua, dengan segala kekurangan dan kelebihan antum. Cinta ini akan selalu ada di hati. Ya Allah, kuatkan kami ya Allah. Kuatkan kami untuk terus menjaga rumah dawah kami ini. Amiiin
Monday, March 13, 2006
"Bukannya malah anti yang kelaki-lakian?"
Aneh banget. Beberapa kali aku sudah coba untuk mengerti keadaan ihwah ini. aku memilih kata-kata yang baik, yang kira-kira tidak menyinggung perasaannya yang "halus", tapi kayaknya gak ada perubahan deh. justru, aku merasa tyersiksa karena aku jadinya tidak bisa jujur mengemukakan pendapatku.
Okelah, aku bisa melakukan itu (berbicara menyesuaikan dengan siapa yang kuajak berbicara, yang telmi dan lemot sekalipun), tapi untuk ikhwah yang satu ini, aku memposisikan berbeda. menurutku, beliau yang sudah lama berkecimpung di dakwah, harusnya bisa menerima apapun keputusan syuro, harus bisa menerima tanpa ada kesimpulan sendiri yang lahir dari pemikiran yang menurutku kekanak-kanakan.
Akhirnya, kini aku bersikap sebagai konfrontir. Kini, reaksiku sudah negatif duluan jika beliau yang berpendapat. aku selalu menempatkan dirikku di sudut yang berbeda dengan beliau. okelah, sampai disini aku sadar aku salah. tidak semestinya aku bersikap begitu. Tapi, alhamdulillah aku bisa mengendalikannya dengan tidak menunjukkan bahwa aku di sudut yang berbeda. aku hanya diam dan tidak menanggapi. Dan aku pikir itu lebih baik ketimbang aku berbicara dengan 2 kemungkinan,
1. Jujur tapi itu berarti membuat dia tersinggung lagi dan masalah akan muncul lagi.
2. Mengatakan sepakat, yang itu berarti aku membohingi kata hatiku sendiri
Aku memilih diam. karena biarlah yang lain yang akan berbicara dan ketika sudah menjadi keputusan syuro, maka aku akan siap melaksanakan apapun keputusan itu. Itu lebih baik untukku.
Ini adalah akumulasi dari ke-bete-anku atas sensitifitasnya beliau yang menurutku tidak pada tempatnya. Padahal, dia seorang ikhwan.
Tapi, hari ini aku disadarkan oleh saudaraku se-kajian pekanan. Aku sharing dengannya untuk meminta nasehat darinya,
"......................., gimana dong ukh? aku tau aku salah" kataku
"Ukhti, karakter ikhwan itu macam-macam. akhwat juga gitu kan? banyak macamnya" katanya
Tapi yang ini lain, terlalu sensitif, over banget sensitifnya. kelebihan dosis"kataku membela diri
"perasaan anti aja kali..." dia mencoba membuatku tenang
"ikhwan kok sensitif, kayak perempuan aja" sungutku dengan kesal
"Bukannya malah anti yang kelaki-lakian?" katanya membuatku tersadar
Astaghfirullahul 'adzhim. Ya, aku yang terlalu kelaki-lakian. maksudnya, sifat kholerisku terlalu menonjol dalam syuro sehingga memang berbenturan dengan sifatnya.
"Ukh, rubah sudut pandang anti terhadapnya. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan. anti pun begitu. Terimalah saudaramu, seperti apapun dia. Ubah cara anti menilainya dan ubah cara anti menanggapi prilaku2nya" ucapanya menyadarkanku dari lamunan.
Ya, aku harus merubah sudut pandangku.
Ikhwati,
kadang kita menilai orang lain dengan kacamata kita sendiri.
Sekali waktu, cobalah pake kacamatanya,
dan lihatlah seperti apa dia menilai dirinya sendiri
Maka engkau akan sadar, kenapa dia berbuat hal2 yang menurutmu tidak boleh ia lakukan
12 Maret 2006,
Kepada saudaraku, maafkan saudarimu ini
Pak, terimakasih atas semuanya
tiada kedatangan tanpa kepergian,
datang melewati jalan setapak menabur benih
pergi meninggalkan nama besar yang terpahat di prasasti hati
selamat jalan pak guru....
semoga di terima di sisiNya
Amien Ya Robbal Alamien
Assalamu Aalaikum Warahmatullohi Wabarakatuh..
Kami seluruh alumni STM TELKOM turut berduka cita atas wafatnya guru kami Bapak Natsir (Guru Fisika kami).
Semoga amal kebaikannya dilipatgandakan oleh Allah SWT atas jasa-jasanya selama hidup dan diterima di sisi Allah SWT.
Semoga keluarga yang ditinggalkan akan diberi kesabaran dan ketabahan menghadapi semuanya.
Amin
NB.
Jenazah akan disemayamkan di SMA 17 dan akan dimakamkan di BONE.
Wassalam
Inna lillahi wa Inna ilaihi Roji'un.
Ternyata, pak Natsir, guru Fisika kami di kelas 2 STM telah berpulang. Lemas seluruh persendianku. Teringat semua yang kami lakukan untuknya. Kami, siswa bandel yang sering tidak mengacuhkan beliau saat ngajar, keluar masuk kelas seenaknya, melakukan apapun yang kita mau di kelas tanpa takut dimarahi. Itulah kami, siswa-siswa bandel yang tanpa merasa berdosa memanfaatkan sifat beliau yang memang tidak pernah bisa marah. Pada akhirnya, nilai kami semua tetap saja bagus karena kebaikan beliau yang tidak punya rasa dendam atau marah karena sering tidak digubris. Kami sering patotoai (ini bahasa makassar yang artinya mengejek) beliau, kadang beliau dengar tapi, beliau tidak pernah marah. Kusertakan 2 email dari dua temanku yang dikirim di milis stm telkom makassar :
diiringi lagu klasik..
soba dan sulfi mangabarkan bahwa pak nasir telah meninggal dunia. Mudah2an beliau diterima disisi-Nya.
semasa sekolah di STM...
thn 1998, angkatan 6 telah melewati 1 thn pertama di sekolah itu.
banyaklah pengalaman selama setahun..
guru2pun semakin akrab... mungkin Pak Wawan guru fisika jadi pengecualian...
bagaimana tdk, kami2 yg merupakan seleksi terbaik di sulawesi paling tinggi ujian hanya dapat 6 (enam). suatu angka yg sangat tdk memuaskan.. apalagi anak e1.
naik ke kls 2. guru fisika Pak wawan diganti dg PAK NASIR..
Orangnya sih Cuek Bebek..
seperti mengajar di depan tembok saja..
Cuman bagusnya, beliau gampang kasi nilai..
bahkan soal ujian tdk jauh beda dg contoh soal..
contoh soal ..soal ujian.. contoh soal..soal ujian
tak ada bedanya, yg beda apa?
yg beda adalah satunya diperhatikan, satunya tdk.
satu hal yg tdk pernah terlupakan, ketika mengajar.
hampir tak pernah menegur kami2 yg selalu patoatoai dibelakang.
ada yg tidur(ini yg paling tinggi ratingnya), menggambar kembali karikaturnya, dengar radio, makan kue(tdk bagi2 lagi).
sy tdk tau apa yg ada dibenak pak nasir ketika melihat kami dibelakang.. pasti beliau melihat kami. cuma mungkin tak berani, karena kami hanya kelihatan pintar tapi ORASI (ora ono isinya. atau karena engkau memang orang yg sangat SABAR serta Low profile. mudah2an engkau mendapatkan pahala disisi Allah SWT.
nah..
melalui email ini, sy hanya ingin menyampaikan permohonan maaf yg sungguh2. memang kami tak sempat meminta maaf kepada beliau secara langsung tapi sy yakin beliau akan selalu dan telah membuka pintu hatinya untuk memberi maafnya kepada sy, dan sy mendoakan semoga beliau diberikan tempat yang mulia disisi Allah Tabaraka Wata'ala.
Best Regards
Budirman
Direktur of Campus Computer.
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Innalillahi Wainnailahi Roji'un
Telah Berpulang menghadap yang Maha Kuasa salah seorang guru kita yang pernah mengajar kita fisika, tidak lain adalah Drs. Muh. Natsir yang juga merupakan guru besar di SMA Negeri 17
Buat teman-teman yang membaca ini jangan lupa untuk menengadahkan tangannya memohon doa kepada guru kita yang telah banyak berjasa kepada kita semua agar beliau mendapat tempat yang istimewa di sisi-NYA.
saya mewakili anak E3 yang banyak menyusahkan beliau waktu sekolah dulu dan yang terakhir bertemu dengan beliau waktu sama-sama menjadi tim pengembang kurikulum untuk sistem sekolah cerdas mengucapkan selamat jalan segala manfaat dari pertemuan kita akan saya kenang selalu
Muhammad Sulfi
salah satu murid nakalnya E3
Itulah pak Natsir. Pribadi yang sabar, tidak pernah marah seperti apapun sikap kami di kelas. Kadang jika kami bercanda, ribut hingga suara ngajar beliau tidak terdengar, kami pun tidak dimarahi. bahkan kalau kami diberi tugas, biasanya kami langsung protes dan minta beliau membatalkan beri tugas, Akhirnya beliau tidak jadi memberi tugas. Kalaupun beliau berhasil memaksa kami menulis tugas, bisa dipastikan minggu depan tidak ada satupun yang akan mengerjakannya dan dengan berbagai alasan yang tentu saja dibuat-buat (dan beliau tahu itu), beliau terima juga dan sekali lagi, TANPA AMARAH.
Bapak malah sering menanggapi candaan kami. Aku ingat waktu bapak mendikte untuk kami tulis di catatan kami, saat itu bapak salah mengucapkan apa yang seharusnya ditulis. dan bapak bilang "Maaf, yang tadi salah. Yang sudah terlanjur nulis, silahkan diti-ex dan yang belum tulis, tulis dulu baru ditip-ex, biar adil".
Kenangan beliau kini berputar-putar di kepalaku. Pak, maafkan kami yang bandel ini. bagaimanapun bandelnya kami, tapi kami tidak pernah tidak menghormatimu. Seperti apapun kurang ajarnya kami, Bapak jadi idola kami. Aku ingat waktu perpisahan sekolah saat lulusan dan ditanya siapa guru favorit kami, semua kami punya dua guru favorit. Satunya adalah Pak Natsir, dan satunya lagi bisa siapa aja, tergantung masing-masing anak.
Pak, Terimakasih atas semuanya. Maafkan kami ya pak.
Ya Allah, terimalah beliau disisiMU.
Dan jadikanlah ini sebagai pelajaran untuk kami yang akan segera menyusul.
Sunday, March 12, 2006
A true friend..
A true friend will always stay
A true friend looks out for you
A true friend will guard your secrets
like a precious gift
A true friend is there for you
To give you a helpful lift
A true friend tries to make you smile
Tries to replace that frown
They may not always succeed
But they rarely let you down
These arms for you are open
This heart for you does care
And when i think you need me
I'll try to always be there
I'll listen to your fears
I promise not to laugh
Comfort your falling tears
I'll make this friendship last
I'll keep you near to my heart
I'll always hold you dear
Even when we're miles apart
Even when you're here
I hope i am to you
Everything you are to me
For the friendship we have is a special one indeed
With you, my life is felt so wonderful
11 Maret 2006
persembahan untuk alumni stm telkom makassar angkatan 6 (angkatan 1997), dimanapun kalian
Saturday, March 11, 2006
Ruang di hatimu (untuk mbak haniyah)
kalaupun aku ada dihatimu, maka itulah kebahagiaanku
Banyak sekali ruang di hatimu,
untuk Allah, Ibu, Ayah, saudara
dan untuk orang yang kaucintai.
Sahabat ...
kalaupun aku ada dihatimu, maka itulah sebab keceriaanku
Ruangan dihatimu pun beragam macam
ruang tertinggi untuk Allah, ruang termulia untuk ibu
ruang terhormat untuk Ayah
dan ruang terindah untuk saudara.
Sahabat ...
kalaupun aku ada dihatimu, itulah penghibur birunya hatiku
Letakkan diriku di ruang yang sederhana, paling sederhana
agar jarang kau ingat diriku tapi tak pernah kau lupa ...
(Sumber : http://boemi-islam.com)
Ctt : kupersembahkan untuk mbak haniyah yang lama tak berjumpa. Tadi siang saat aksi di taman apsari mendukung RUU APP, aku lihat adeknya mbak. Saat itu, kangenku meledak lagi
Thursday, March 09, 2006
Tetaplah Disini Saudaraku....
Tetaplah disini saudaraku.
Dijalan keimanan. Di jalan keislaman.
Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai.
Kita semua mungkin telah letih.
Karena perjalanan ini memang amat panjang dan amat berliku.
Tapi, tetaplah disini dan jangan menjauh.
Yakinlah, kenikmatan yang kita reguk di jalan ini,
jauh lebih banyak ketimbang orang-orang yang lalai.
Keindahan yang kita alami disini,
sangat lebih indah daripada keindahan yang kerap dibanggakan
oleh mereka yang jauh dari jalan ini. J
angan berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan,
keindahan, kebahagiaan semu yang sering kita lihat
dari orang-orang yang jauh dari tuntunan Allah SWT.
Tetaplah Di Sini
Wassalam
Source : Berjuang di Dunia, Berharap Pertemuan di Surga (Refleksi Ruhani Pejuang Dakwah)
Korban Skripsikah??
Pokoknya, aku gak boleh sampe sakit. Bagaimanapun, aku harus tetap jaga kesehatanku. Walaupun sekarang kakinya mulai sering kambuh lagi, tapi semoga tidak menjadi penghalang. Yah, kalaupun harus sakit, semoga setelah selesai aja sakitnya.
Semoga tidak ada korban2 skripsi lainnya. Semoga kami semua diberikan kemudahan. Karena terus terang, di kampus kalo ketemu teman2 yang sedang TA, tampang mereka semua pada gak enak dilihat. Keliatan banyak pikiran dan gak banyak omong. I can understand it.
Tetap semangat aja deh.
Allahu Akbar !!!!!!
Thanks to Listen to my pray (Catatan skripsi 1)
Hampir tak percaya waktu diberitahu bahwa pendaftaran seminar pra sidang diundur hingga tanggal 30 maret dari yang tadinya tanggal 22 maret.
Seperti ini ya rasanya nyusun TA itu. Sepertinya tidak ada kata lain yang berputar di kepala selain 7 huruf sakti itu S K R I P S I. Tidur jadi gak tenang, makan jadi gak nafsu, mo ngapa-ngapain bingung karena berpikir waktunya lebih baik dipake untuk selesaikan skripsi. Padahal kita harus tawazzun kan?
Seperti menghitung hari, tinggal 2 minggu lagi pendaftaran pra sidang ditutup. Tapi tak percaya rasanya waktu ke kampus dan diberitahu kalau pendaftaran diperpanjang hingga 30 maret. Aku bahkan tidak mempercayai mataku sendiri. Kupelototi dan tak mau kukedipkan mata berharap pengumuman itu bukanlah mimpi. Memang tidak menyelesaikan masalah, tapi paling tidak waktuku masih 3 minggu lagi. Ya Allah, terimakasih telah memberikan kemudahan seperti ini. Semoga tidak kusia-siakan lagi.
Setelah ini, banyak yang harus kulakukan. Survey, cari tambahan literatur, temui pak dwi atmono untuk belajar markov.
Untuk semua ini, aku hanya butuh satu langkah awal. Langkah seribu dimulai dari satu langkah. Begitupun diriku, aku hanya harus memulai, maka semuanya akan berjalan. Tadi pagi sudah kulakukan langkah itu. walaupun langkah itu masih kecil tapi aku sudah melangkah. Semoga aku bisa menyelesaikan apa yang sudah kumulai ini dengan baik.
Ibu, setiap kumerasa lelah, setiap ku ingin menyerah, wajahmu membuatku bertahan. Ingin kupersembahkan semuanya untukmu, ingin kulihat engkau tersenyum karenaku hingga kumerasa pantas untuk mencium surga di kakimu.
Papa, kau inspirator hidupku, karenamu aku berani hadapi ketakutanku sendiri. Semoga langkahku sesuai harapanmu. Karena kalianlah, aku tak ingin menyerah lagi.
Wednesday, March 01, 2006
My Birthday sms
26-Feb-06 ; 23:59
Astri kost : “Sbg seorg tmn q blm prnh ksh u p2.tp q py ht+syg yg siap q brkn jk itu yg u mnt, dhr yg pntg n mrpkn hr klhirnmu ni q ucpkn H@PPY BirThD@y to you my Best frend
"seorang sahabat di kost yang telah memposisikanku sebagai kakak. banyak sudah kiota lewati bersama, senang dan sedih. pada akhirnya, kita adalah saudara dimanapun nanti jalan kehidupan kita memisahkan kita"
27-Feb-00 ; 00:00
2nd sista : “ Seiring usia yg b’+ sblknya jatah umur qt b”-. Ss0 yg b’gembira dgn hr kelahirannyasesungguhnya dia b’suka dgn majunya kematian. D0aku sll menyertaimu sista’. Miss Uuuu”
"Adik yang menemaniku hidup jauh dari orang tua. Kalo kata pepatah ambon, sagu salempeng, pata dua. apa2 dibagi dua. dek, i love you. walaupun sering menyakiti dan melukai perasaanmu, membuatmu kecewa, tapi aku sangat menyayangimu"
27-feb-00 ; 01:20
Fariz 02 : “met Ulan9 Tahun Jen9 Eby. Sm09a taun ini lebih baikdrpd taun kmaren ‘n sm09a skripsinya ceper slse taun ini. A…min (“,) from Co. Cakep se-ITATS he…99x =]
"Asisten baru di lab PBL. hanif dan sekarang sedang diprospek sama ikhwan yang jadi asisten juga. Kalo kamu udah jadi ikhwan, gak mungkin deh berani kirim sms kayak gini lagi. But, i understand kok. Thanks ya, bro. Maafin aku kalo agak-agak keras di lab ya."
27-feb-00 ; 05 : 01
1st PanDA : “Slamat merayakan hut ke 23.semoga tambah cantik,pintar,sukses dan menjadi anak yg SHOLEHAH"
"Pa, you are verything. I am speechless to explain how much i love you. i am proud to be a part of your life and have you in my life is a wonderful thing in my life"
27-feb-00 ; 05 : 18
3rd sista : “Ass.berkurg seumur y c. doa ega, moga +pintr,baik,alim,sehat,umur pjg,enteng rezeki,cpt selesaikuliah,n tetp jd good sister 4 me. Amin…
"Makasih ya adek sayang. i miss you. tetaplah jadi dirimu, banggalah dengan dirimu karena kami semua mencintaimu"
27-feb-00 ; 05 : 26
4 th sista : “happy birthday. Smg + manis + pintar + entg rjki + sholehah!
"Makasih doanya ya sayang. Ca sangat menyayangi adek hingga sesak napas ini menahan rindu"
27-feb-00 ; 06:57
Santje my Dear : “ Ass, met ULTAH yg k-23 y say. Mg2 smua harapan n k’ingnanm bs t’wujud n + dwsa dlm m’nyikapi hdp. Othre othre deh
"Sahabat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. 23 tahun sudah hitunganku, 18 tahun kita sudah bersama. sejak kelas 1 SD sampe saat ini kau tak tergantikan"
27-feb-00 ; 07:49
0813...... : “Kadang qt perlu momen2 khususu/ memulai suatu prbahan&perbaikan. Happy birthday
"No comment. just jazakumullah ahsanul jaza, semoga ini adalah momen yang antum maksud itu"
27-feb-00 ; 08:42
eman sTElk : “Ass wr wb,de baik2 jako? Kena banjir ga? Btw, HAPPY BIRTHDAY ya syg, smg sllu dlm lindungan Allah SWT, diberi reki,jodoh&kshtn.Amin
"Sahabat dan kakak saat di STM dulu. Ibunya adalah ibuku, ayahnya adalah ayahu. adik2nya adalah adikku dan kakaknya adalah kakakku. selamanya akan seperti itu, insyaAllah walaupun jarak telah terbentang di antara kita"
27-Feb-06 ; 18:18
1st paNDa : “Selamat ulang tahun. Sehat dan sukses menyertai.Semg lbh baik.Jgn lupa jaga kesehatan dan sholat.Ibu
"Ibu, aku sangat merindukan doamu karena itu adalah nafas kehidupanku."
28-Feb-06 ; 12:46
Santya UNMUL : “&tdkDipnjgkanUmurSeorg&tdkPulaDkurangiUmurnya,MlainknSdhDttpknDlmKitab(LauhMahfuz Qs. 35:11)HdpBgaiAirTakBsKmblKeMsLalu.MetMilad.MgUsianyaBrkh.MissU
KmrnPlsHbs
"Seorang ukhti yang menjadikanku kakaknya. dek, ukhuwah kita yang bermula dari awal yang sebentar (saat FSNas XIII di samarinda juli 2005), insyaAllah akan selamanya sampai hari akhir. i love you so"
28-Feb-06 ; 18.30
1st sista : "Walaupun terlambat, kemarin telah terlantun doa untukmu sayang. dari lubuk hati caca yang paling dalam, caca mendoakan segala kebaikan untukmu. i love and miss you"
Tuesday, February 28, 2006
23? So.....
Ada banyak hal yang ingin kulakukan dalam hidupku setelah ini. Aku ingin bisa menyelesaikan studi S1 ku. Aku ingin punya usaha toko buku, bengkel, kost2an dan kontrakan. Aku pengen punya rumah sendiri yang mungil dan ada perpustakaan dan mushola di depan rumah. Aku ingin bisa biayai adikku kuliah di kedokteran. Aku ingin kerja juga di operator. Aku ingin mengunjungi ka’bah bersama kedua orang tuaku. Aku ingin jadi dosen. Aku ingin bisa hafal al-quran. Aku ingin ke ternate. Aku ingin ke banda neira. Aku ingin ke mataram, aku ingin punya web pribadi, aku ingin punya banyak anak. Aku ingin banyak deh. Bahkan di my private book, sudah kutulis apa-apa saja hal2 yang kuinginkan dalam hidup, yang ingin kuraih. Mungkin yang tertulis di atas sepertinya terkesan duniawi banget, tapi bukankah dunia adalah tempat kita menyiapkan bekal ke rumah abadi kita? Aku ingin yang terbaik di dunia dan kumanfaatkan sebagai bekalku ke rumah abadiku nanti.
Banyak mimpi yang ingin kuraih. Aku hanya berharap Allah menuntun jalanku selalu agar caraku meraih mimpi mimpi itu tetaplah berada di jalannya. Dan kuserahkan sepenuhnya kepadaNYA apa-apa yang terbaik untukku even its not my dream dan aku pun bersiap jika ada mimpi yang tak bisa kudapat karena itu bukanlah yang terbaik untukku.
Boleh kan bermimpi?
Kata Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari dan kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin. Karenanya, aku ingin bermimpi yang indah hari ini agar besok, semuanya menjadi indah. Tapi tentu saja tidak asal mimpi, semua harus dibarengi ikhtiar, berdoa dan tawakkal.
Ya Allah, apapun mimpiku, Engkau tau yang terbaik untukku. Aku tidak minta apa-apa, aku hanya minta Kau beri kekuatan menerima setiap keputusanMU dalam hidupku. Aaaamiiiiiiin
27 Februari 2006. 08:17 PM
Tak terasa aku sudah semakin tua
Sebuah Muara Yang Pasti
Pagi tadi selepas subuh, iseng saya membuka file-file tausiyah di komputer dan Allah menuntun tangan ini membuka file-file yang ternyata berintikan hal yang sama, KEMATIAN.
Sejenak saya termenung, adakah saya siap jika hari itu tiba? Kata Ust. Anis Matta, kesuksesan bukan terletak di awal, atau di tengah, tapi akhir. Apakah kita mengakhiri atau menutup hidup kita ini dengan husnul khotimah atau su’ul khotimah.
Layaknya sebuah perjalanan, kita semua telah memegang satu tiket yang keberangkatannya adalah pasti. Hanya saja, dalam tiket itu belum tercantum hari dan jam berapa kita akan berangkat. Kita harus selalu siap kapanpun pemberi tiket itu memanggil kita. Kita akan pergi ke sebuah negeri yang tidak bisa kita temukan informasinya di brosur wisata manapun, tapi di Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Pesawat yang akan kita tumpangi bukanlah Garuda atau Bouraq tapi adalah sebuah keranda. Barang bawaan kita tidaklah dibatasi 23 kg atau 35 kg. Kita tidak perlu khawatir dikenakan biaya tambahan jika kelebihan beban karena kemurahan Allah mengizinkan kita membawa sebanyak apapun amal perbuatan kita. Parfum yang dipakai bukanlah Channel atau parfum-parfum mahal lainnya tapi air mawar dan kampar. Baju dan stelah jas yang kita pakai bukanlah tuxedo atau pakaian mahal lainnya, tapi cukup kain kafan putih tanpa jahitan.
Paspornya bukanlah paspor dinas atau paspor haji tapi paspor Al-Islam. Visanya pun tidak dibatasi 6 bulan tetapi visa selamanya dengan stempel “Laa Ilaaha Illallah”.
Pramugari yang akan melayani kita bukanlah pramugari cantik yang selalu setia dengan senyumannya tetapi yang melayani kita adalah Izrail yang senyumannya bergantung barang bawaan kita. Pelayanan yang diberikan bukanlah kelas ekonomi atau bisnis, tapi ambulan atau limousine atau truk sampah, tergantung perilaku kita selama menunggu penerbangan itu.
Tujuan kita bukanlah kota romantis Perancis atau kota Pizza Itali tapi Taman Pemakaman Umum alias TPU. Bandara tempat transit kita adalah alam barzakh. Ruang tunggu bukanlah berhampar karpet dan ber-AC melainkan ruangan gelap berukuran 1,5 X 2 meter bernama kuburan. Petugas imigrasinya adalah Munkar dan Nakir. Dan tidak perlu ada penggeledahan barang bawaan. Tujuan akhir kita Surga dimana mengalir sungai-sungai dibawahnya atau sebaliknya etrgantung bawaan kita.kita pun tidak perlu membayar apapun atas perjalanan itu, its all FREE. Makanan tidak dihidangkan dalam perjalanan ini maka jangan risau dengan halal haramnya. Jangan pula pusing dengan memikirkan tempat bersandar karena tubuh kita telah terbujur kaku. Jangan pula khawatir penerbangan akan ditunda, karena jadwal penerbangan selalu tepat waktu, baik berangkat maupun tibanya.
Satu hal yang perlu diingat, bahwa jadwal perjalanan ini tidak pernah diberitahukan sebelumnya.
The problem is, apakah saya telah siap untuk penerbangan itu?
Penerbangan dengan one way ticket alias tidak akan pernah kembali.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, dan sehat menasehati supaya mentaati kebenaran, dan sehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS Al-Ashr 1-3)
“Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya melainkan sudah ditetapkan dalam kitab Lauhul Mahfudz” (QS, 35 : 11)
27 februari 2006 (09.20 am). Met milad, for me
Monday, February 27, 2006
Gak Salah Kan Ngingetin Saudara?
Then, kenapa harus merasa bersalah?
Jika nasihat yang aku berikan ternyata menyakitkan, apa iya aku harus minta maaf. Bagaimana kalo permintaan maffku malah membuat nasihat yang coba kulantangkan tidak terdengar? Bukannya lebih baik mengatakan yang benar walaupun itu menyakitkan?
Apa yang saya kemukakan tadi sama sekali tidak melunturkan ukhuwah saya ke antum, dua orang ikhwah yang begitu saya hormati. Saya sampaikan maaf sebesar-besarnya jika tadi saya terlalu kasar atau tidak ahsan cara penyampaian sikap saya ini. Ini hanya ikhtiar saya untuk saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran, untuk bersikap profesional. Tidak bertumpu pada egoisme pribadi. Tidak merasa penting dalam dakwah karena dakwah tidak pernah membutuhkan kita. Kita ada dan tidak pun, roda dakwah akan tetap berputar. Justru, kitalah yang sangat membutuhkan dakwah. Karena tanpa dakwah, kita hanya diam dan seperti air yang tergenang, bau busuknya mengganggu dan menjadi sarang penyakit. Berlapang dadalah.
Ibarat perjalanan, KMBI adalah perahu yang kita huni bersama. Kayu-kayu yang sudah mulai keropos, layar yang mulai sobek, kabin yang sudah mulai kotor, ayo kita bersihkan bersama agar perahu ini tetap berjalan sampai tujuan. Jangan memilih untuk terjun ke laut karena kita tidak akan sanggup mengarungi lautan dengan berenang seorang diri. Mungkin memang ada lumba-lumba yang akan menemani kita bermain, tapi bukan tidak mungkin ada hiu yang siap menerkam kita. Mungkin laut akan tenang sehingga kita bisa berenang dengan mudah, tapi bukan tidak mungkin tiba-tiba ombak yang besar menghantam. Begitu juga pasti ada siang yang sinar mataharinya bisa membuat kita hangat, tapi saat malam tiba apakah kita bisa menahan kedinginan airnya? Jika setiap ketidak puasan, setiap kekecewaan disikapi dengan mundur atau bahkan berbalik menjadi musuh, maka kapankah dakwah ini bisa baik?
Disinilah, kematangan tarbiyah kita diuji
Astaghfirullah.. Rabb, tolong singkirkan rasa tak berdaya ini dari dadaku. Aku hanya ingin menjalankan perintah-Mu.
Bukankah kewajiban kita hanya mengingatkan?
26 Februari 2006
Ba’da maghrib selepas syuro BPH dan syuro perdana kembalinya seorang ikhwah
Saturday, February 25, 2006
Dakwah tidak butuh engkau, KAU yang membutuhkannya
Setiap orang pasti menginginkan kesempurnaan dimanapun dia berada, namun hanya sedikit sekali orang yang bersedia berkorban untuk mewujudkan kesempurnaan yang diinginkannya.
KMBI adalah organisasi yang didirikan oleh manusia, penggeraknya, manusia, anggotanya terdiri dari manusia-manusia, intinya KMBI adalah kumpulan manusia. Suatu keniscayaan organisasi yang didirikan oleh manusia dan digerakkan oleh manusia pasti memiliki kekurangan dan kelemahan,begitu pun dengan KMBI. Untuk itu yang dibutuhkan KMBI adalah orang-orang yang mau berkorban untuk mempebaiki kekurangannya tersebut dan meminimalisir kelemahan yang muncul.
KMBI sama sekali TIDAK membutuhkan orang-orang yang “lari” dari medan pertempuran yang hanya dikarenakan “senjata” yang dimiliki sudah rusak. KMBI tidak membutuhkan orang-orang yang meninggalkan “kapal” hanya karena di dalam ‘kapal’ tersebut terjadi perpecahan, peralatan dalam “kapal” tersebut mengalami kerusakan atau bahkan “kapal” tersebut sudah memilih jalur yang salah dan menyimpang dari tujuan semula. Sungguh sangat egois ketika ada orang meninggalkan “kendaraan” yang mogok atau tersesat, sementara dirinya yang tahu cara membetulkan ‘kendaraan’ tersebut atau tahu jalan yang benar yang bisa dilalui lebih memilih kendaraan lain yang lebih bagus dan berisi sopir dan kenek yang terlatih. Apakah jiwa pengecut itu yang sekarang ada dalam diri pasukan KMBI.
Seandainya hari ini setiap anggota KMBI berfikir egois seperti telah dianalogikan di atas, niscaya dua atau tiga hari mendatang KMBI sudah tidak ada lagi yang tersisa hanya sebuah nama dan mungkin bendera yang usang. Apa yang akan kita katakan kepada Muasis KNBI ? Apakah alasan-alasan sepele tadi yang akan kita katakan sebagai “kambinghitam” matinya KMBI. Niscaya pendiri-pendiri yang sudah bersusah payah mencurahkan segala yang dimilikinya demi berdirinya KMBI serta membangun landasan bagi generasi berikutnya akan kecewa dengan kondisi penerus-penerusnya yang berpikiran “egois”serta memiliki mentalitas yang lemah. Apakah generasi seperti ini yang akan menjadi pemimpin masa depan, yang diharapkan mampu mewujudkan masyarakat kampus yang islami seperti yang tertulis dalam VISI besar kita? Saya rasa bukan, karakter yang dicita-citakan KMBI bukan seperti itu.
Buktikanlah wahai saudaraku bahwa kalianlah mujahid/mujahidah Allah yang akan meneruskan estafet perjuangan pendahulu KMBI dan merebut tongkat estafet dakwah yang mulia ini. Torehkanlah diri kita dalam lembaran sejarah sebagai orang-orang yang sukses melakukan perbaikan bukan hanya sekedar “numpang lewat” atau bahkan hanya sekedar menjadi penonton.
Buat seorang al-akh, jika antum bertanya apa antum masih dibutuhkan oleh KMBI? Jawabannya adalah "TIDAK". KMBI tidak pernah membutuhkan antum, ana atau siapapun. Karena kitalah yang butuh untuk berputar dan berbahagia dengannya. Kembalilah jika antum ingin kembali, kembalilah karena antum memang ingin kembali, kembalilah karena antum butuh untuk kembali. Tapi jika keegoisan itu masih ada, jangan dulu kembali. Habiskanlah dulu seluruh kesenangan antum di luar sana, karena jika antum kembali, tiada lagi kesenangan yang antum rasakan. Memilih di jalan ini, berarti memilih untuk menderita, memilih untuk berkorban, memilih untuk tidak bersenang, tapi itu pun berarti memilih untuk merasakan kebahagiaan hakiki dari janji Allah yang pasti.
Antum boleh memilih kembali atu tidak, karena Allah akan menggantikan antum, ana atu siapapun yang mutung dengan yang lebih baik. Setiap masa ada pahlawannya.
24 Feb 2006
08.45 am
Terpekur membaca SMS seorang ikhwah dan ana marah membacanya
Tuesday, February 14, 2006
Sebuah Sejarah Dakwah Kampus
Ya Allah, kami berkumpul karena cinta kepdaMU dan kami akanberpisah karena cinta kepadaMU pula, maka ikatlah hati-hati kami dan eratkanlah ikatannya agar tidak
terlepas sampai cintaMU mempertemukan kami kembali.
Pagi tadi ketika terbangun dari tidur, pikiran ini refleks menyiapkan diri untuk pergi syuro. Mungkin karena sebulan lebih setiap hari jam 6 syuro sehingga menjadi rutinitas yang menyenangkan kali ya sampe terbawa-bawa. Padahal FS kan sudah selesai. Jelas masih ada syuro setelah ini tapi tidak serutin kemarin lagi.
Ana bahagia bisa menjadi bagian dari FSDa ini. Sebuah forum penuh ukhuwah, penuh cinta, penuh harap kepada ridha Allah. FSNas dan FSDa, semoga menjadi tonggak sejarah perkembangan dakwah di kampus. Ya Allah, ikhlaskanlah hati – hati kami karena kami tahu hanya dengan IKHLASlah, kami akan menang dalam dakwah. Karena jika
tidak, maka kami akan tersingkir dari jalan ini dan Engkau akan menggantikan kami dengan hamba-hambaMU yang lain. Ya Allah, ajarilah kami keikhlasan dan
ridhoilah perjuangan kami ini. Aaaamin
13 februari 2006
day after FSDa III di UBAYA
Friday, February 10, 2006
The Day Is Coming
Ana belum berbuat apa-apa. Belumlah sebanding dengan apa yang dilakukan oleh saudara-saudara yang lain yang harus ngontel dari keputih-tenggilis, yang bannya bocor, yang kehilangan sepeda motor, yang jaulah ke bojonegoro, madura dan mojokerto, yang pulang malam berangkat pagi, yang keliling kantor-kantor bawa proposal, dan banyak lagi lainnya. Ana tidak ingin membandingkan dengan kisah-kisah perjuangan para Rasul dan Sahabat, karena ana sadar bukanlah belum apa-apa jika dibandingkan dengan mereka, tapi memang tidak ada apa-apanya. Wong sama teman aktivis sendiri, ana masih jauh banget kualitasnya, apalagi sama para syuhada itu. tapi Ya Allah, inilah bentuk ikhtiar ana. semoga Engkau ridhoi. Tapi di balik itu semua, lebih banyak berita suka, kisah indah. Makan gorengan bareng saat syuro,
bercanda di tengah kepenatan menjadi obat, saling tausiyah menjadi ramuan mujarab, kehujanan, ukhuwah yang semakin erat, cinta yang semakin dalam terhadap dakwah dan semua yang tergabung di dalamnya. Semuanya indah banget.
ya Allah, eratkan, kuatkan ikatan hati-hati ini. Hati-hati kami yang menyatu karena
kecintaan terhadapMU. 2 jam lagi, ana sudah di medan juang. Semoga kegiatan ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ya Allah, jika keputusan-keputusan
yang sudah kami ambil untuk kami jalankan nanti adalah yang terbaik bagi kehidupan agama kami, pribadi kami,perkembangan dakwah kami, maka mudahkanlah segala
urusannya. Tapi jika itu buruk bagi kehidupan agama kami, pribadi kami, dan keberlangsungan dakwah kami, ampuni kami Ya Allah dan berilah kami petunjuk jalan
keluar yang terbaik. Ya Allah, kami yakin Engkau selalu bersama kami. Semoga perjuangan kami di FSDa nanti Engkau ridhoi.
QS An-Nisa 95 – 96 : Tdaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di Jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu Derajat.
Kepada masing-masing mereka Allah Menjanjikan Pahala yang baik (Surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihat atas orang yang duduk dengan pahala yang
besar, yaitu beberapa Derajat daripadaNya, Ampunan, serta Rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.
10 februari 2006 ; 4.51 am
Subuh hari pertama.
Ya Allah, ridhoilah perjuangan kami ini. Kami mohon…..
Wednesday, February 08, 2006
Ya Rasulullah, maafkan kami...
Ya Allah, aksi ini adalah usaha kecil kami untuk membela Rasul-MU, untuk meningkatkan kecintaan kami kepada Rasul-MU.
Ya Allah, jika ini membuat mereka bertaubat, Engkaulah Dzat yang Maha Pengampun. Tapi jika ini tidak membuat mereka menyadari kesalahan mereka, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Berat siksanya.
Engkaulah yang memiliki hak atas mereka yang telah menginjak harga diri dan izzah kami sebagai seorang muslim.
Engkaulah yang memiliki hak atas orang-orang yang telah menghina RasulMu.
Selepas aksi di jl sambas
Al-Hujurat
kecapekan yang kami rasakan, belumlah sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Nabi-nabiMu.
Komunikasi. Sebuah kata yang singkat tapi dalam. Kesalahpahaman ini disebabkan tidak adanya komunikasi yang baik. Salut dengan tadhiyah seorang ikhwah demi perkembangan tarbiyah di kampus. i learn something. Semoga pertemuan tadi bisa menghilangkan kesalahpahaman itu dan ukhuwah di antara kita semakin erat bukan semakin renggang karena FSDa ini.
Obat yang paling mujarab adalah taujih robbani. Ketika kesalahpahaman semakin membingungkan, seorang akh membacakan surat al-hujurat kepada kami. Ada yang meleleh dari mata, ada yang mencair di hati. Obat itu bereraksi dengan cepat. Semua salah paham luntur lemah tak berdaya bertekuk lutut di depan surat Al-Hujurat dan tuntas dengan pelukan serta senyuman tulus.
Ya Allah, Maha Benar Engkau dan surat dariMU telah menenangkan hati kami yang sedang berprasangka. Ampuni kami semua ya Allah
Turut Berduka Cita...
Ana teringat sebuah kisah aktivis dari belahan Indonesia bagian timur, tepatnya di Ternate. Akhir tahun lalu, saat ana pulang mudik lebaran, saat itu para aktivis dakwah disana sedang mempersiapkan FSDa mereka. Suatu hari, ana mendapat sms dari salah seorang ikhwah di ternate yang mengatakan mereka akan ke ambon dalam waktu dekat untuk syuro koordinasi. Dan antum tahu, jarak dari ambon-ternate. 1 hari 1 malam perjalanan kapal dengan biaya 400 ribu PP. tapi itu tidak menghalangi semangat mereka untuk datang melakukan koordinasi mempersiapkan FS. Bahkan dananya adalah dana swadaya. Mereka tidak mengeluh, mereka tidak mundur, mereka tidak telat. Sementara kita disini, dengan segala kemudahan faslitas. Kendaraan yang ada, tempat yang bisa dijangkau dengan sangat mudah, biaya yang sangat minim (sekedar beli bensin, itupun udah untuk kemana2 bukan Cuma untuk pergi syuro) malah melakukan tindakan tindakan bodoh dengan menyia-nyiakan waktu.
Seharusnya kita bisa belajar dari saudara2 kita di sana. Dan ikhwati fillah, waktu adalah milik Allah. Ketika kita bermain main dengan waktu, maka sebenarnya kita sedang mempermainkan hak Allah. Dan siapa engkau sehingga berani merampas hak Allah? Inna lillahi wa Inna ilaihi roji’un. Semoga ke depan, kita bisa lebih baik.
7 februari 06
Monday, February 06, 2006
Batu Berat Itu...
Subhanallah, perjuangan yang sedang kita lakukan. Pagi syuro, setelah syuro, jaulah ke mojokerto dan jombang, sore syuro lagi, dan besok pagi simulasi hasil. Siang kami adalah penuh dengan konsep dan kerja. Malam kami penuh dengan hal2 yang terus menerus terbayang di kepala untuk dilakukan sehingga tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Ya Allah, malam kami adalah untukMU, saat kami bersimpuh di hadapanMU memohon
kekuatan untuk tetap tegar memikul beban yang semakin berat ini. Hitungan mundur sedang kami jalani. Semoga semua ini menjadi pemberat timbangan kami di hari
dimana tidak ada perlindungan selain perlindunganMU.
H-7 : Jumat, 3 Februari 2006
Subhanallah. Hanya kata itu yang bisa ana ucapkan. Dakwah memang pekerjaan yang mematahkan tulang punggung. Tapi, hanya ini satu-satunya jalan untuk ke surgaNya. Tak terasa seminggu lagi agenda akbar akan dilakukan. Setelah syuro sejak subuh, akhwat jaulah dalam kota, sedang ikhwannya jaulah ke mojokerto dan jombang. Ba’da asharnya syuro lagi melaporkan hasil jaulah dan meneruskan agenda yang belum selesai.
Subahanallah. Ya Allah, ridhoi langkah kami ini. Bersihkan hati dan pikiran kami agar dapat merumuskan yang terbaik untuk dakwah. Ya Allah, ampuni kami.
H-6 : Sabtu, 4 Februari 2006
Simulasi sc-oc di ubaya jam 8 sampe ashar. Setelah ashar, ketika semua telah pulang dan melanjutkan amanah di luar, kami ber7 mengecek kesiapan oc kesekretariatan mengenai masalah registrasi. Semuanya terasa indah karena hujan turun dan itu pertanda rahmat dari Allah. Tanpa jas hujan, kami pun pulang, kehujanan dari tenggilis sampe deles. Bahkan subhanallah, seorang akh terlihat naik sepeda ontel pulang tanpa jas hujan juga. Ontel dari tenggilis ke its? Subhanallah. Ternyata, jika ruh dakwah sudah mengalir di tubuh dan jiwa seorang aktivis, maka tidak ada penghalang apapun baginya. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami.
H-5 : Ahad, 5 Februari 2006
Jam 9 syuro lagi di Ar-Risalah sampe ashar membahas alur komunikasi. Ya Allah, syuro kali ini kami tidak fokus. Banyak yang ruwet dan mbulet saat ngomong bahkan kadang gak nyambung. Sepertinya kami butuh tausiyah.
Saturday, January 21, 2006
Finally, we must decide something...
Aku takut karena aku harus terlibat dalam pengambilan keputusan yang sangat penting untuk keberlangsungan dakwah.
Kalau keputusan yang kami buat ini salah, apa yang harus kami bicarakan untuk membela diri kami? Ya Allah, terimakasih karena telah memilih kami, dan kami
minta jangan tinggalkan kami. Bimbinglah hati dan pikiran kami untuk mengambil keputusan ini. Karena Engkau Maha Tahu yang terbaik untuk kami.
Keputusan telah kami ambil. Semoga itu yang terbaik dan jika kami benar dalam pengambilan keputusan ini, itu semua karena tuntunan kasihMU mendorong kami. Dan jika kami salah, ampuni kami atas ikhtiar kami ini.
Astaghfirullahul ‘adzhim
20 januari 2006, 08.35 am, di sudut sebuah masjid kampus
Setelah keputusan telah kami tetapkan, sembari berharap itulah yang terbaik.
Wednesday, January 18, 2006
Ridhokah Engkau Ya Allah?
sudah terlambat munculnya, tapi Alhamdulillah akhirnya muncul juga.
Syuro-syuro sebelumnya masih terasa mudah karena baru sebatas pemetaan kader dan analisa kondisi. Tapi syuro kali ini berbeda. Ada hal-hal strategis yang harus dibahas sampe pada kualitas yang ana takut untuk membicarakannya.
Capek ini bukan capek fisik atau pikiran maupun batin, tapi capek yang merupakan pelarian dari rasa ketakutan akan murkaNYA. Apa yang sedang kami lakukan ini?
Sebuah makar yang menyisakan ketakutan akan bisa tidaknya ana mempertanggungjawabkan hasil-hasil makar tersebut. Bahkan ketika ana yakin bahwa urgensi makar yang kami lakukan ini InsyaAllah diridhoi olehNYA, ana masih takut dan bertanya-tanya apakah ana termasuk orang-orang yang sudah layak dan pantas ikut dalam barisan pembuat makar? Angka-angka yang kami tetapkan sebagai batas minimal atau level aman yang harus dipenuhi, apa wewenang kami? Ana takut dengan pertanggungjawabannya. Apa semua ini tidak berlebihan?
Mungkin tidak, tapi ana takut tidak dapat mempertanggungjawabkannya. Ya Allah, ana bukan menolak amanah yang sudah diberikan, ana hanya ingin meminta kepadaMU untuk memberikan kami ketajaman analisa tentang yang harus kami selesaikan agar keputusan-keputusan kami nantinya bisa kami pertangungjawabkan.
Ya Allah, kami yang tadi berkumpul di salah satu sudut rumahMU, sedang berupaya mencari keridhoanMU, maka bantulah kami Ya Allah.
Ana teringat akan tausiyah dari seorang al-akh saat syuro sebelumnya, bahwa kita ini sedang melakukan makar, tapi insyaAllah makar yang diridhoi Allah. Dan yang perlu berulang-ulang kali dicamkan dan menjadi catatan penting bahwa Allah sebaik-baiknya pembuat makar. Ya Allah, ana berlindung dari murkaMU. Ana hanya ingin mendaparkan ridhoMU dan melihat indahMU. I am scare.
17 Januari 2006 : 09.00 am
Saat terpekur sepulang syuro
Monday, January 16, 2006
Maafkan kami saudaraku...
Ampuni kami yang masih setengah setengah mengusung dakwahMU
Ampuni kami yang masih sombong karena merasa dibutuhkan dalam dakwahMU
Padahal kami yakin justru kamilah yang membutuhkannya
Karena sekiranya kami tidak disini pun,
Engkau akan menggantikan kami dengan jundi-jundiMU yang lebih baik
Ya Allah, maafkan dan ampuni kami
Dan beri kami kesempatan untuk menjadi mulia di jalanMU tanpa kesombongan
Kami tidak mau tergantikan Ya Allah
Kami hanya ingin menambah partner untuk mengusung dakwahMU, bukan digantikan oleh mereka
YA Allah, ampuni keangkuhan kami ini
U/ seorang saudara yang kami dzholimi karena menunggu ½ jam untuk syuro
Tuesday, January 03, 2006
Balik? Gak deh...
Mulai bosan di rumah. Bukan apa, tapi karena aku tidak ada kegiatan. Di rumah, Cuma tidur, nonton, ngobrol kalo sudah pada pulang dari aktivitasnya. Liburan lebaran sudah selesai, jadinya ya yang kerja pada kerja, yang sekolah pada sekolah. tinggallah aku jadi perumtel alias penunggu rumah dan telfon.
Aku jadi kangen balik surabaya, mulai beraktivitas lagi di masjid kampus, di lab, kangen dengan halaqohku, kangen dengan adek yang sekarang sendiri di kos.
Kemarin sudah bilang ke papa untuk beliin tiket pulang, tapi tadi siang saat tiket sudah di tangan, kok aku malah gak ingin pulang. Lihat namaku tertera di tiket yang 6 hari lagi aku harus berangkat, aku jadi berat. It means, aku tinggal menghitung hari untuk kemudian ninggalin mereka lagi. Padahal aku sudah terlanjur menyatu dengan kehidupan keseharian mereka. Balik surabaya? Aduuuh, males.
Ya Allah, jangan jadikan ana lembek seperti ini. Ya Allah, jangan sampai ana terbawa perasaan manja dan melankolis ana terus. Kuatkan hamba ya Allah
6 Des 05,
semakin mendekati waktuku balik
Monday, January 02, 2006
Welcome to the jungle....
Ibu, aku sayang ibu. Terimakasih atas begitu banyak cinta yang tulus dari ibu. Ananda minta maaf karena belum menjadi seperti yang ibu inginkan. Ibu, aku sangat menyayangi ibu, jangan pernah ragukan itu. adek-adekku, ca sangat sayang sama kalian berdua. Ca titip ibu dan papa ya. sayangi mereka dan buat mereka bahagia. Sampe di bandara laha, aku sangat berharap ada sebuah keajaiban yang menuntunku kembali ke rumah. Tapi, hidup harus berjalan, kaki harus diayun maju.
Saat pesawat lepas landas, pikiranku kosong, hatiku serasa tertinggal. Ini pertama kali aku merasa begitu berat meninggalkan kota ini. Mungkin karena aku begitu lama di ambon, sehingga aku sudah menyatu dengan hidup keseharian keluargaku. Kalo selama ini kepulanganku untuk lebaran hanya 2 minggu, dan yang kudapat adalah suasana lebaran yang memang selalu indah, tapi kali ini lain. Aku tinggal begitu lama, sehingga setelah lebaran, aku juga melihat pola hidup keseharian mereka, jam tidur, jam bangun, jam ke sekolah, pulang dari sekolah ngapain aja, bagaimana mengisi malam, siapa yang masak, yang nyuci, yang bersih2, yang nyuci piring, semuanya hingga aku sudah menyatu dengan itu. Di dalam pesawat, aku hanya bisa mengenang wajah2 indah itu. Seluruh keluargaku di ambon sudah mengambil hatiku dan tidak menyisakannya untukku.
Ketika pesawat mendarat di bandara djuanda pukul 10 pagi, aku hanya bisa menghela napas panjang. Huh, sampelah aku ke dunia nyata yang penuh kekerasan yang harus kuhadapi. Berat banget kaki ini melangkah turun dari pesawat. Tidak ada kebahagiaan sedikit pun ketika menginjak kota ini. Kota ini memang telah mengajarkan banyak hal positif tapi kota ini juga telah banyak menorehkan luka, walaupun semua selalu ada hikmahnya. Kota ini memang tempat aku bertemu dengan orang2 yang juga aku sayang tapi kota ambon lebih memberiku kenyamanan dan ketenangan. Yang bisa membuatku senang hanyalah bahwa dalam satu jam lagi, aku bisa bertemu adekku eya.
Saat taksi meluncur di jalanan surabaya menuju kostku, dimana kemacetan, hiruk pikuk kota besar ada di depan mata, saat itu pula kerinduan kota ambon membuncah kembali. Di ambon, tidak akan ada kutemui hal ini. Di ambon, kemacetan hanya terjadi di pasar mardika tapi itupun kemacetan yang menyenangkan. Tidak ada keluh kesah. Di taksi, aku hanya menutup mata sembari berharap ketika mata dibuka, kota ambonlah yang kulihat. Konyol, melankolis, tapi aku ingin walaupun impossible. Saat taksi sudah sampe depan kampusku, keruwetan sudah terbayang di kepala. Dan ketika taksi akhirnya benar2 berhenti di depan kos, maka sirnalah sudah. Aku harus kembali ke dunia nyata. Bismillahirrahmanirrahim……………………………………….
“Surabaya, kan kutaklukkan engkau dengan airmata kedua orang tuaku”
12 Des 05,
sampai juga aku disini
Monday, December 19, 2005
Ruhul Jaddid
Ternyata FSLDKD (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah) ini atau yang sering kita bilang FSDa (Forum Silaturrahim Daerah) surabaya ini gak jadi bulan januari. Diundur bulan februari tepatnya 10 – 12 februari 2006. mudah2an apa yang menjadi hasil FSNas di Samarinda kemarin bisa kita blow up disini.
Pulang dari UBAYA, kakinya kambuh lagi. Mungkin karena tadi kaki eby terlalu banyak gerak. Akhirnya setelah makan, minum obat langsung tidur. Semoga besok, semuanya baik2 saja
Friday, December 02, 2005
Akhir novemberku...
Setelah buat brownies untuk pak rusdi (polisi yang jagain rumah dulu waktu zaman pemilihan gubernur) yang mo balik ke surabaya, eby ke waihaong buatin brownies
untuk ca dja karena besok ca dja wisuda. Pulang dari situ, eby pusing dan kaki eby lemes banget. Di oto kebun cengkeh, eby sms papa minta dijemput di wailahan karena eby kayaknya gak kuat turun ke rumah sendiri.
Bener aja, begitu turun dari oto, eby langsung muntah2 dan gak kuat jalan. Akhirnya papa bawa ke PKPU di btn manusela. Sampe sana diperiksa tapi katanya Cuma kecapekan tapi eby gak percaya karena eby gak merasa capek. Wong eby gak banyak aktivitas kok. Pasti ada yang lain. Pulang dari situ, untuk ke rumah eby gak kuat jalan, akhirnya eby digendong sama papa. Pa, thanks ya. I love you. Makasih papa mo gendong eby,padahal eby kan udah gede banget. Pulang sampe rumah langsung tidur
Sabtu, 26
Astaghfirullah, hari ini kaki eby tambah sakit. Eby gak bisa jalan. Untuk berdiri aja eby sulit. Eby takut banget. Sorenya, ibu dan papa antar eby ke dokter yusuf heningkor, dokter penyakit dalam di depan RS valentine. Untuk ke sana aja, eby dipapah karena eby gak bisa jalan sendiri dan gak kuat. Setelah dicheck semuanya, ternyata syaraf kaki eby lemah. Kata dokter yusuf, eby konsumsi obat dulu, kalo tidak ada perubahan, kemungkinan diopname. Ya Allah, ampuni hamba. Pa, bu, maafkan eby ngerepotin ibu dan papa. Karena sakit ini, eby yang rencananya mo balik tanggal
3 desember, gak jadi balik karena harus kontrol lagi. Gula darah eby juga rendah banget jadi harus banyak makan yang manis (padahal eby kan udah manis,hehehehe)
Senin, 28
Hari yang menyenangkan. Sarapan udah dibeliin nasi kuning sama caca dan sorenya dibeliin pisang goreng sama ibu. Santje di surabaya panik banget waktu tau eby sakit. Mamanya santje (mama ama) langsung telpon ke rumah menanyakan kondisi eby. Berhubung eby gak bisa bangun dari tempat tidur, ya caca deh yang terima telponnya dan jelasin keadaan eby. Yang namanya saudara ya emang gitu ya. sudah jauh tapi tetap aja perhatian. I love you, santje. Malamnya, eby tidur ditemani dek ega dan dek uni. Kita cerita tentang masa kecilnya kita. Waktu uni lahir, betapa kita gak
nyangka bakal ada uni. Pikirnya adek ega itu udah bungsu. Cerita waktu eya nakal dan kabur dari rumah padahal masih kecil sampe diamankan polisi. Dan cerita tentang eby yang hampir ketuker di rumah sakit sama bayi lain. Serem ya. kalo benar2 ketuker, ibuku lain dong. Serem ah bayanginnya. Vita sms untuk syuro SC FSDa besok di ITS. Afwan ya, masih belum bisa datang
Selasa, 29
Dibuatin bubur ayam untuk sarapan dan sorenya dibeliin babengka. Caca datang bawa coklat 10 buah supaya gula darah eby naik. Malamnya kita berempat ngobrol tentang
zaman kita ngaji di mama em dan masa kecilnya ade uni. Menyenangkan bnaget. Vita sms kalo syuro sc nya dicancel karena akhi zakky mau nemuin pak akbar dulu.
Rabu, 30
Pagi ini kita makan gabeng susu dan ibu beliin nasi kuning untuk sarapan. Sambil sarapan, eby, caca, dek uni dan papa cerita zaman awal kita tinggal di air kuning tahun 1996. rumah masih belum banyak. Masih ada mama mila, mandinya di air gawam, angkat air minum dari air gayam ke rumah, trus, waktu pembangunan masjid al-burhan yang karena orangnya masih sedikit, jadi kekeluargaannya kental banget. Waktu rumah hampir terbakar tgl 26 februari 1997. juga cerita waktu ibu dan papa memutuskan untuk pindah sementara ke galunggung. Juga cerita waktu yongab datang menyerang
air kuning dan orang2 melarikan diri ke air gayam sampe2 adek ega terpisah dari ibu dan alhamdulillah bisa ditemuin. Ya, cerita sedih kerusuhan terbuka kembali. Tapi, semua ada hikmahnya
Kamis, 31
Mbak anis sms katanya kemarin di surabaya ada angin puyuh di deles, atap asbes kost Izzah 8 buah terbang, sampe mereka kehujanan dalam rumah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan warga pada bantuin. Karlina sms katanya hari sabtu besok ada jarmus di UPN. Sorenya, ane baru ingat kalo hari ini eby harusnya ngisi kajian di stiesia. Eby benar2 lupa padahal selasa kemarin udah berencana hubungi akhwat di surabaya untuk gantiin sebentar, tapi benar2 lupa.
Bulan ini, terutama di akhir bulan dimana eby dikasih ujian sakit sama Allah, eby begitu merasakan betapa sayangnya ibu dan papa sama eby. Mereka selalu memastikan bahwa eby dalam keadaan yang nyaman. Sampe2 eby malu sendiri karena eby udah banyak melakukan kesalahan sama mereka. Eby udah menyakiti mereka tanpa mereka sadari. Eby malu dan eby bertekad akan memperbaiki semuanya. Eby bahkan seperti anak kecil
yang begitu dimanja oleh mereka. Kalo di surabaya, eby bisa sangat dewasa, karena lingkungan menuntut eby begitu, tapi di rumah, eby menjadi eby yang rapuh yang
begitu memerlukan ibu dan papa untuk menopang eby. Mereka baik banget. Eby sayang mereka, sangat. Eby akan memperbaiki semuanya. Kadang eby merasa tidak pantas mendapatkan apa yang mereka berikan pada eby, kebaikan yang sangat tulus. Pa, bu, eby sangat menyayangi kalian. Maafkan eby atas kesalahan eby.
Buat dek uni dan dek ega, terimakasih atas cintanya. Dek uni, makasih ya karena sudah terus menerus buatin ca eby teh atau susu tiap pagi dan sore dan nyiapin
sarapan. Terimakasih karena kalian telah jadi adek yang begitu menyenangkan untuk ca ebhy
Sunday, November 27, 2005
Kulihat surga di wajahmu
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku
Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku
Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku
mencintai surga
Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah
nanti
(Januari 2002)
- Abdurrahman Faiz ( 10 tahun ) –
Setelah kejadian semalam, hari ini ibu pulang kerja lebih awal dan papa sejak pagi sudah mendaftarkanku di dokter. Sore tadi, mereka berdua memapahku ke dokter. Sepanjang perjalanan, kedua tanganku tidak mau mereka lepaskan seolah-olah tidak akan pernah dilepas lagi. Kejadian ini membuat aku tidak bisa balik ke surabaya lebih awal. Aku harus menunggu sampai kondisiku benar-benar pulih.
Alhamdulillah, hasil dari dokter, syaraf kaki lemah. Gula darah rendah. Hanya perlu istirahat full. Tidak boleh digerakkan dulu dan kita liat perkembangannya selama 2 minggu. Jika tidak ada perubahan, baru opname.
Allah, aku serahkan hidupku untukMU karena Engkau yang memilikinya
Aku bersyukur, Allah memberiku sakit saat aku bersama mereka. Tidak terbayangkan jika aku mengalami sakit ini saat aku di perantauan. Pastilah amat berat untukku. Walaupun ini terlihat merepotkan mereka, tapi aku yakin jika tidak bersama mereka, justru mereka lebih panik dari ini.
Aku tidak peduli jika ada yang mengatakan saat ini aku rapuh. Karena aku tahu, aku punya dua pilar yang akan menopang kerapuhanku, memolesku menjadi batu karang hingga saat kembali nanti, aku laksana burung elang yang tidak takut terbang sendiri dan lebih tinggi dari burung-burung lainnya.
Aku Ridha dengan ketentuanMU
Ya Allah, aku terima dengan segala ketentuanMU. Jika ini hukuman untuk dosa-dosaku, aku terima ya Allah. Barusan kak erni datang dan meriksa aku. Katanya kemungkinan syaraf kakinya lemah. InsyaAllah tidak sampai lumpuh, bukan gejala lumpuh. Tapi setelah ini, memang harus berhati2, tidak boleh kecapekan lagi. Nanti sore, ibu dan papa akan mengantar ke dokter penyakit dalam. i hope nothing, i trust ALLAH have decide the best one for me.
Apapun Ya Allah, aku ridha. Beri aku kekuatanMU
Saturday, November 26, 2005
You are my man !!!!
Dulu, saat aku masih bersama mereka, saat SD sampai SMP, jika aku sakit, maka papalah orang yang sangat sibuk. Mencari obat yang cocok, memastikan aku memakan obat itu dan selalu mengecek perkembangan kesehatanku setiap saat.
Hari ini, setelah bertahun2 aku meninggalkannya, setelah aku yang dulu saat pergi masih 14 tahun dan sekarang sudah ada pada angka 22, masih saja diperlakukan sama.
Bahkan, saat pulang dari dokter PKPU, aku yang tidak kuat melangkahkan kaki, papa menggendongku. Tentu bukan kerja yang ringan menggendong gadis seusiaku. Dan itu7 ia lakukan sambil jalan di jalanan yang menurun. Aku tidak menyangka papa melakukannya. Ia tidak peduli dengan tatapan orang. Beliau yang hanya dengan kaos oblong, celana selutut dan sandal jepit menggendongku yang saat itu berpakaian muslimah rapi. Beliau menggendongku hampir 20 menit.
Papa menggendongku sampai rumah dan membaringkanku di atas tempat tidur. Ibu menyuapiku, memastikan aku memakan obatnya, dan kemudian merapikan selimutku. Mereka berdua kemudian mencium keningku dan mengucapkan selamat tidur untukku. Dua manusia luar biasa ini, merekalah yang membuatku rela melakukan apapun demi kebahagiaan mereka.
Papa, you are my man. Just you.
Tuesday, November 08, 2005
My wonderful ied
Lebaran ini kita gak perlu pesan kue kering lagi, karena iseng aku coba buat bersama adek bungsuku tersayang.
Kita shalatnya di masjid al-burhan, masjid dekat rumah. Sebenarnya ibu pengen ke masjid raya Alfatah, masjid kebanggaan masyarakat maluku, masjid dimana saat kerusuhan, azzam di setiap pemuda muslim bahwa bangunan apapun boleh runtuh tapi tidak masjid al-fatah. Tapi apa daya, waktu tidak memungkinkan jadinya kita di masjid al-burhan saja.
Ada yang lain di lebaran ini. Satu anggota keluarga intiku tidak ada bersama kami. Adikku tetap lebaran di surabaya karena jadwal kuliah dan ujian dia tepat setelah lebaran. Sedih sih, tapi harus dijalani. Banyak sepupu dan ponakan yang lucu-lucu ke rumah. Setelah itu kita juga rame-rame ke rumah keluarga yang lain. Seru karena aku punya keluarga besar. Bukan cuma besar tapi besar banget. I love them all.
Subhanallah, cintalah yang membuat semua orang berlomba lebih dahulu datang dan memaafkan. Cinta yang membuat barisan laksana bayi tak berdosa saling berjabatan tangan dan memberikan senyum terindahnya. Ya Allah, Engkaulah Sang Maha Pencinta. Cintailah kami.
Lebaran hari kedua kemarin, kita sekeluarga besar ziarah ke makam salah satu bibi. Ini lebaran pertama kami tanpa beliau. Ketujuh anaknya (my cousins) yang sudah terpencar kemana2, hari ini berkumpul di kota ambon atas nama cinta. Hari nketiganya, kami sekeluarga besar itu pulang kampung alias mudik ke desa tercinta, Luhu. Disana, berkumpul seluruh keluarga besar kami yang lain. Disana ada banyak cinta yang tak ingin kulewatkan. Hanya 2 hari disana tapi itu adalah 2 hari yang luar biasa. Kami juga ke makamnya nenek tercinta. Nenek sudah tidak ada, tapi beliau selalu ada di hati kami. Kami sangat mencintai beliau karena dari tangan beliaulah, terbentuk pribadi-pribadi istimewa seperti ibuku dan saudara-saudaranya yang hidup dalam kubangan kasih sayang.
Saat kutulis catatan ini, aku baru saja tiba di kota ambon dari perjalanan pulangku itu. Entah apa tahun depan bisa kuulangi perjalanan ini. Yang kutahu, desa ini sepertinya selalu memanggilku. Cinta yang kurasakan dari orang2 yang ada di sana, dari sejuknya angin yang bertiup di pantai, dari bau cengkih yang kuhirup, dari lembut suara dan tulusnya orang2 yang mendoakanku itu membuatku selalu ingin kembali dan kembali.
Friday, November 04, 2005
Segala tentang kalian adalah cinta....
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
(Emha Ainun Najib)
Ibu, kubersimpuh di kakimu walaupun rasanya kakimu terlalu suci untuk anakmu yang penuh noda ini.
Ibu, ku tak tahu apa engkau akan memaafkanku atas segala kesalahanku. Apa air mata itu karenaku?
Ibu, engkau adalah wanita terhebat dalam hidupku. Tak pantas rasanya aku menjadi anak dari wanita sepertimu.
Ibu, aku telah mengecewakanmu. Engkau tak tahu itu. Tapi engkau selalu menyayangiku. Aku sunguh malu
Ibu, aku mencintaimu walaupun jarang kukatakan. Aku menyayangimu walau kadang menyakitimu.
Ibu, engkau adalah udara bagiku. Tanpamu, aku tak bisa hidup
Ibu, maafkan anakmu ini. Kuberjanji, aku akan membayar semua kesalahanku. Kuberjanji membahagiakanmu. Bantu aku bu dengan doamu, agar aku bisa menepati janjiku ini.
Ibu, di hari yang penuh dengan cinta ini, biarkanlah aku hidup dengan kenangan tentang senyumanmu yang tak bisa kunikmati setiap hari jika aku kembali lagi ke tempat yang jauh.
Bu, ingin kumembahagiakanmu, membuatmu bangga sehingga aku merasa pantas untuk bersimpuh dan mencium surga di kakimu.
Cinta ini milikmu, ibu. Binar matamu adalah surga.
Pa, hari ini kulihat sedih dimatamu. Ada apa pa? Apa karena aku?
Pa, di mata itu tidak boleh ada sedih karena dari mata itulah aku temukan keberanian, semangat dalam menjalani hidupku.
Pa, tangan yang kubelai ini, yang kuhirup aromanya adalah tangan yang telah menjadikanku seperti sekarang. Tangan yang telah bekerja dengan susah payah demi kami anak2mu yang tidak tahu diri ini.
Pa, kau inspirator terbesarku. Aku sangat mencintaimu, sangat.
Walaupun aku telah membuatmu kecewa, tapi kau tetap seperti dulu, tidak pernah memarahiku.
Pa, kadang aku berpikir, apa kau tidak memiliki rasa marah dalam hati? Apa kau tidak bisa mengekspresikan marah dan kecewamu?
Pa, jasamu tidak berbalas. Aku berjanji akan membahagiakanmu. Karena dirimulah, aku bisa bertahan sejauh ini. Aku mencintaimu
Di hari indah ini, kumohon maafkanlah diriku. Sertai dan hujani aku dengan doa-doamu. Kau imamku yang terbaik.
Pa, terimakasih atas keikhlasanmu melepaskan aku mewjudkan mimpi dan cita-citaku. Terimakasih karena telah menemani hari-hariku dengan sms-smsmu yang penuh cinta mengingatkanku untuk sholat dan rajin belajar serta mendoakan kesuksesanku.
Pa, rambutmu yangmulai memutih menjadi saksi betapa usiamu terlewati dengan pembuktian cintamu kepada kami. Semoga kami bisa membalas semua cinta itu.
Cinta ini milikmu papa.
Untuk ibu dan papaku, kalian adalah 2 manusia terhebat yang kumiliki. Dari rahim agungmu ibu, dan dari mata air kasihmu apap, aku bisa hadir di muka bumi ini. Kalian berdua adalah nafas kehidupanku. Tak ingin rasanya berpisah lagi.
Lebaran ini, semoga seluruh salahku yang telah kalian maafkan (walaupun aku yakin, maaf kalian tidak tergantung moment apapun), menjadi modalku kembali menjalani hidupku yang jauh dari kalian. Sedih rasanya jika tersadar bahwa waktuku kembali menggapai cita-cita semakin dekat dan it means, waktuku berpisah (lagi) dengan kalian semakin dekat.
Tapi, jika saat itu tiba, aku bisa dengan lantang berteriak “Surabaya, akan kutaklukkan dirimu dengan cinta kedua orang tuaku”
1 Syawal 1426 H, 07.15 pm