Bismillah..
Kesedihan mulai mewarnai dunia dakwahku di kampus. Tadi siang, salah seorang mbak yang kucintai karena Allah datang ke kost-an. Ngobrol-ngobrol hingga tiba saat ia menyampaikan rencananya pulang kampung, meninggalkan Surabaya sebelum ramadhan, it means kurang dari sebulan. Hati ini menangis lagi, kucoba membujuknya agar menunggu paling tidak hingga wisudanya nanti, tapi kerinduan berkumpul dengan keluarga sudah memenuhi pikirannya. Kuhargai keputusannya tapi ada yang tergores di hati ini. Apalagi ketika beliau memberitahu bahwa salah seorang mbak yang juga kucintai karena Allah juga akan meninggalkan Surabaya setelah Idul Fitri.
Lagi, aku merasa kesepian. Cerita yang kurangkai dalam kehidupanku bersama mereka terlalu indah. Pernah aku sadari, bahwa ada saat dimana kami harus bergerak maju, dan memilih jalan kami masing-masing, yang tak kusadari, sudah begitu dekat waktu itu tiba. Aku belum siap berpisah dengan mereka.
Ya Allah, bukan aku akan rapuh tanpa mereka, bukan aku akan mundur dari dakwah jika tak ada mereka, tapi aku mencintai mereka dan bukankah setiap cinta ingin selalu bersama yang dicintainya? Maka Ya Allah, teguhkanlah kami di jalan ini. Eratkanlah ukhuwah kami ini. Kami berkumpul karenaMU dan kami pun akan berpisah karenaMU.
Semakin kuat kusadari, bahwa ukhuwah ternyata begitu indah. Semoga jika tiba saatnya nanti kami terpisah, kami akan dikumpulkan kembali oleh Allah di pintu surgaNYA karena fisik kami terpisah, tapi darah kami mengalir di jalan yang sama dan ingin berujung di akhir yang sama.
Mbak anis, mbak ana, eby sayang anti. Eby pernah bilang kan kalo eby sayang? Dan akan selamanya begitu, insyaAllah.
NB : Sebelum di publish tulisan ini, dapat kabar kalo mbak ana sepertinya lebih awal kembali. Awal bulan depan sudah pulang kampung. hik..hik..aku mewek mewek lagi malam ini
Wednesday, August 16, 2006
Tuesday, August 15, 2006
Sudahkah Kita Tarbiyah?
Bismillah..
Aku punya satu buku baru. Judulnya "Sudahkah Kita Tarbiyah. Refleksi Seorang Mutarabbi", kalo gak salah tulisannnya Eko Novianto. Baru baca dua bab sih jadi belum bisa kasi komentar. Ada yang sudah baca?
Bukunya bagus. Pas baca itu, kadang manggut-manggut sendiri, kadang senyum sendiri, kadang juga mikir benernya. Memang banyak yang perlu dibenah.
Nanti kalo aku sudah selesai bacanya, baru deh dibedah disini. Intinya sih, jangan ngaku tarbiyah kalo cuma sekedar punya jadwal pekanan, kalo punya murobbi, kalo punya mutarabbi, kalo dapat materi yang berkelanjutan. Karena tarbiyah bukan hanya pada hal2 formal seperti itu. Tarbiyah itu perubahan. Sudah berubah gak sih kita?
Bahasnya nanti aja ya. Atau pada beli deh, insyaAllah gak rugi. Nanti kita bedah bareng2, setuju?
Aku punya satu buku baru. Judulnya "Sudahkah Kita Tarbiyah. Refleksi Seorang Mutarabbi", kalo gak salah tulisannnya Eko Novianto. Baru baca dua bab sih jadi belum bisa kasi komentar. Ada yang sudah baca?
Bukunya bagus. Pas baca itu, kadang manggut-manggut sendiri, kadang senyum sendiri, kadang juga mikir benernya. Memang banyak yang perlu dibenah.
Nanti kalo aku sudah selesai bacanya, baru deh dibedah disini. Intinya sih, jangan ngaku tarbiyah kalo cuma sekedar punya jadwal pekanan, kalo punya murobbi, kalo punya mutarabbi, kalo dapat materi yang berkelanjutan. Karena tarbiyah bukan hanya pada hal2 formal seperti itu. Tarbiyah itu perubahan. Sudah berubah gak sih kita?
Bahasnya nanti aja ya. Atau pada beli deh, insyaAllah gak rugi. Nanti kita bedah bareng2, setuju?
Amanah Baru
Bismillah...
Ada yang gak enak hari ini. Tadi pagi jemput dek Ega di bandara, pesawatnya lama banget landingnya. Aku di bandara sudah sejak jam 9. Katanya pesawatnya tiba jam 1.2 10, ternyata gak nongol2. Kira2 15 menit dari jam 9, pahri, my cousin muncul di depanku ikut jemput dek ega. Lagi ngobrol soal keluarga, ada sms dari dek ega yang bilang sudah landing. Alhamdulillah
Tunggu, gak muncul2 juga. Akhirnya ditelpon, katanya lagi nunggu satu karton belum ada. Tapi lamaaa banget. Ada kali 45 menit nunggu satu karton. Begitu keluar, ternyata kartonnya itu gak ada. Astaghfirullah, karton itu gak tau dimana. Sudah buat laporan sih dan katanya kalo mau nunggu sampe jam 1.
Pas aku tanya isi karton apa? Katanya kue kering dari Ambon, sagu plus ikan goreng. ADuuuh, itu kan gue banget. Aku sudah bayangin makan ikan sejak semalam. Sudah bisa juga ngebayangin ibu tadi malam masak ikan itu dan sekarang kartonnya gak ada. Penting banget tuh. Oke, mungkin ada yang mo bilang "cuma ikan ini". Jangan salah, gak ada deh yang nyamain bikinan ibu walau cuma ikan goreng. Apalagi ikan disini gak enak, gak ada rasanya. Makanya setiap ada yang datang, requestku ya ikan goreng. Biarin konyol. Enak kok.
Sekarang sudah jam 5. Tadi mutusin gak nunggu, nanti telp aja dan kalo sudah ada baru ambil di bandara. Tapi ditelpon berkali2 ke Lion Airnya gak nyambung2. Kok bisa ya kesasar? Jelas jelas di karton itu ada tulisan Surabayanya, kenapa bisa ketinggalan di makassar atau malah terus ke Jakarta?
Balikin dong ikanku.
Oh ya, ngomong-ngomong soal kedatangan dek Ega, berarti aku dapat satu amanah baru lagi. Setelah sebelumnya berdua sama dek eya sekarang kita bertiga. Rasanya kayak aku punya 2 anak yang harus aku urus. Gimana gak, kesimpulannya, aku pengganti ibu dan papa buat mereka. Memastikan mereka baik2 saja selama di rantau adalah tugasku. Ini tahun ke 10-ku keluar dari rumah orang tua, menjalani hidup di rantau, dengan itu semoga aku bisa membimbing adek2ku yang baru saja belajar mandiri, seperti ulat yang baru keluar dari kenyamanan kepompongnya menghadapi dunia luar. Dan aku, harus selalu ada di dekat ulat baru itu, hingga sayapnya tumbuh, indah dan dapat terbang sendiri. Bismillah, semoga amanah ini bisa aku jalankan dengan baik.
Ibu, Papa, dengan cinta dan kepercayaan kalian padaku, aku akan bagai mata air bagi mereka. Semoga. Doain eby ya
Ada yang gak enak hari ini. Tadi pagi jemput dek Ega di bandara, pesawatnya lama banget landingnya. Aku di bandara sudah sejak jam 9. Katanya pesawatnya tiba jam 1.2 10, ternyata gak nongol2. Kira2 15 menit dari jam 9, pahri, my cousin muncul di depanku ikut jemput dek ega. Lagi ngobrol soal keluarga, ada sms dari dek ega yang bilang sudah landing. Alhamdulillah
Tunggu, gak muncul2 juga. Akhirnya ditelpon, katanya lagi nunggu satu karton belum ada. Tapi lamaaa banget. Ada kali 45 menit nunggu satu karton. Begitu keluar, ternyata kartonnya itu gak ada. Astaghfirullah, karton itu gak tau dimana. Sudah buat laporan sih dan katanya kalo mau nunggu sampe jam 1.
Pas aku tanya isi karton apa? Katanya kue kering dari Ambon, sagu plus ikan goreng. ADuuuh, itu kan gue banget. Aku sudah bayangin makan ikan sejak semalam. Sudah bisa juga ngebayangin ibu tadi malam masak ikan itu dan sekarang kartonnya gak ada. Penting banget tuh. Oke, mungkin ada yang mo bilang "cuma ikan ini". Jangan salah, gak ada deh yang nyamain bikinan ibu walau cuma ikan goreng. Apalagi ikan disini gak enak, gak ada rasanya. Makanya setiap ada yang datang, requestku ya ikan goreng. Biarin konyol. Enak kok.
Sekarang sudah jam 5. Tadi mutusin gak nunggu, nanti telp aja dan kalo sudah ada baru ambil di bandara. Tapi ditelpon berkali2 ke Lion Airnya gak nyambung2. Kok bisa ya kesasar? Jelas jelas di karton itu ada tulisan Surabayanya, kenapa bisa ketinggalan di makassar atau malah terus ke Jakarta?
Balikin dong ikanku.
Oh ya, ngomong-ngomong soal kedatangan dek Ega, berarti aku dapat satu amanah baru lagi. Setelah sebelumnya berdua sama dek eya sekarang kita bertiga. Rasanya kayak aku punya 2 anak yang harus aku urus. Gimana gak, kesimpulannya, aku pengganti ibu dan papa buat mereka. Memastikan mereka baik2 saja selama di rantau adalah tugasku. Ini tahun ke 10-ku keluar dari rumah orang tua, menjalani hidup di rantau, dengan itu semoga aku bisa membimbing adek2ku yang baru saja belajar mandiri, seperti ulat yang baru keluar dari kenyamanan kepompongnya menghadapi dunia luar. Dan aku, harus selalu ada di dekat ulat baru itu, hingga sayapnya tumbuh, indah dan dapat terbang sendiri. Bismillah, semoga amanah ini bisa aku jalankan dengan baik.
Ibu, Papa, dengan cinta dan kepercayaan kalian padaku, aku akan bagai mata air bagi mereka. Semoga. Doain eby ya
Monday, August 14, 2006
Mempertajam Kepekaan Spiritual
Bismillah..
Baru pulang ikut kajian akbar interaktif IKADI JAtim di Masjid Al Akbar Surabaya.
Temanya tentang "Mempertajam Kepekaan Spiritual" oleh Ust H Muhamad Sholeh Dreihem Lc. M.Ag.
Dari bahasan yang menarik, kesimpulannya satu : Kalo hati kita baik, kalo hati kita bersih, kepekaan spiritual kkta bakal tajam. Kalo sholat kita tidak lagi terasa nikmat, kalo tilawah kita tidak lagi masuk ke dalam hati, kalo qiyamul lail kita terasa berat, maka evaluasilah, bagaimana hati kita saat ini.
Ini ada oleh-oleh yang tidak seberapa yang ingin aku bagi. Semoga bermanfaat
Maksiat-maksiat yang Dapat Menjadi Racun Bagi Hati:
1. Banyak berbicara. Belebih-lebihan dalam berbicara. Tentu saja ini dimaksudkan untuk pembicaraan yang tidak bermanfaat. Lisan hanya harus untuk amar ma;ruf nahi munkar dan berdzikir. Dari Anas Bin Malik : "Tidak akan lurus iman seseorang, jika tidak lurus hati seseorang. Tidak akan lurus hati seseorang jika tidak lurus lisannya"
2. Mengumbar pandangan mata. Melihat yang diharamkan Allah dengan syahwat. Perangkap setan itu masuknya lewat mata. Awalnya memandang, kemudian senyum, diteruskan ke saling salam, kemudian berbicara. Sudah itu buat janji dan bertemulah. Saat itulah setan hadir diantaranya. Sungguh, pandangan mata adalah anak panah beracun yang dipanahkan oleh iblis kepada manusia
3. Berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan. Hadits "Tidak ada bejana yang paling kubenci selain perut yang diisi penuh dengan barang yang halal". Halal aja gak disuka kalo berlebihan, kebayang dong gimana kalo haram
4. Salah dalam memilih teman. Teman disini ada dua jenis. Pertama, teman hidup/pasangan. Kudu selektif milih. Kalo yang ini panjang banget bahasannya tadi tapi aku gak mau bahas sekarang. Teman yang kedua, teman karib. Karena kualitas iman seseorang bisa dilihat dengan siapa dia bergaul.
Kalo sudah tahu 4 yang bisa meracuni hati, kita berarti perlu tahu juga obatnya. Ada 8 resep untuk menghidupkan hati.
1. Dzikrullah
2. Tilawatil Qur'an. Yang ini jangan karena kejar target, tapi berusahalah benar2 membaca dengan hati
3. Istighfar. Rasulullah saja tiap hari beristighfar 70-100 kali
4. Do'a
5. Shalawat kepada Nabi. Shalawat yang paling dicintai RAsul adalah Shalawat Ibrahimi, yang kita baca pas tasyahhud akhir itu lho
6. Qiyamul lail
7. Zuhud terhadap urusan dunia. Maksudnya meletakkan dunia secara proporsional
8. Selalu mengevaluasi diri
Ada bonus nih. Ada 4 sifat yang harus dimiliki para penegak amar ma'ruf nahi munkar. Yaitu lembut, sabar, tenang menghadapi masalah dan berdo'a.
Semoga bermanfaat ya. Afwan Jiddan
Baru pulang ikut kajian akbar interaktif IKADI JAtim di Masjid Al Akbar Surabaya.
Temanya tentang "Mempertajam Kepekaan Spiritual" oleh Ust H Muhamad Sholeh Dreihem Lc. M.Ag.
Dari bahasan yang menarik, kesimpulannya satu : Kalo hati kita baik, kalo hati kita bersih, kepekaan spiritual kkta bakal tajam. Kalo sholat kita tidak lagi terasa nikmat, kalo tilawah kita tidak lagi masuk ke dalam hati, kalo qiyamul lail kita terasa berat, maka evaluasilah, bagaimana hati kita saat ini.
Ini ada oleh-oleh yang tidak seberapa yang ingin aku bagi. Semoga bermanfaat
Maksiat-maksiat yang Dapat Menjadi Racun Bagi Hati:
1. Banyak berbicara. Belebih-lebihan dalam berbicara. Tentu saja ini dimaksudkan untuk pembicaraan yang tidak bermanfaat. Lisan hanya harus untuk amar ma;ruf nahi munkar dan berdzikir. Dari Anas Bin Malik : "Tidak akan lurus iman seseorang, jika tidak lurus hati seseorang. Tidak akan lurus hati seseorang jika tidak lurus lisannya"
2. Mengumbar pandangan mata. Melihat yang diharamkan Allah dengan syahwat. Perangkap setan itu masuknya lewat mata. Awalnya memandang, kemudian senyum, diteruskan ke saling salam, kemudian berbicara. Sudah itu buat janji dan bertemulah. Saat itulah setan hadir diantaranya. Sungguh, pandangan mata adalah anak panah beracun yang dipanahkan oleh iblis kepada manusia
3. Berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan. Hadits "Tidak ada bejana yang paling kubenci selain perut yang diisi penuh dengan barang yang halal". Halal aja gak disuka kalo berlebihan, kebayang dong gimana kalo haram
4. Salah dalam memilih teman. Teman disini ada dua jenis. Pertama, teman hidup/pasangan. Kudu selektif milih. Kalo yang ini panjang banget bahasannya tadi tapi aku gak mau bahas sekarang. Teman yang kedua, teman karib. Karena kualitas iman seseorang bisa dilihat dengan siapa dia bergaul.
Kalo sudah tahu 4 yang bisa meracuni hati, kita berarti perlu tahu juga obatnya. Ada 8 resep untuk menghidupkan hati.
1. Dzikrullah
2. Tilawatil Qur'an. Yang ini jangan karena kejar target, tapi berusahalah benar2 membaca dengan hati
3. Istighfar. Rasulullah saja tiap hari beristighfar 70-100 kali
4. Do'a
5. Shalawat kepada Nabi. Shalawat yang paling dicintai RAsul adalah Shalawat Ibrahimi, yang kita baca pas tasyahhud akhir itu lho
6. Qiyamul lail
7. Zuhud terhadap urusan dunia. Maksudnya meletakkan dunia secara proporsional
8. Selalu mengevaluasi diri
Ada bonus nih. Ada 4 sifat yang harus dimiliki para penegak amar ma'ruf nahi munkar. Yaitu lembut, sabar, tenang menghadapi masalah dan berdo'a.
Semoga bermanfaat ya. Afwan Jiddan
Sunday, August 13, 2006
Haruskah Aku Menangis?
Tak bisa kutahan perasaan pagi ini. Hatiku sesak berisikan sebuah puzzle raksasa kepingan bernama KECEWA. Seseorang yang selama ini kubanggakan, pahlawan dalam hidupku, kini ia pula yang melemparku jauh dalam kekecewaan.
Serasa tubuh ini diangkat setinggi-tingginya, kemudian dilemparkan begitu keras ke sebuah gurun bernama GURUN KEKECEWAAN, justru oleh orang yang tidak pernah mengecewakanku selama ini dan kupikir akan selamanya begitu sampai aku atau ia menutup mata. Meninggalkanku disana tanpa ada perbekalan walau hanya setitik air. Tak kupercaya ini terjadi dalam hidupku. Begitu banyak yang terjadi, banyak hal yang sudah kulalui. Satu persatu kubenahi, mencoba melihat dari sisi yang lain setiap permasalahan, mencoba merubah arah sayapku ketika angin kehidupan menggoyangkan hidupku. Tapi, kali ini, sisi apa yang harus kubenarkan? Alasan apa yang bisa kuterima? Tidak, aku tidak bisa menerimanya. Untuk alasan apapun, aku dan orang-orang yang kucintai tidak bisa menerima ini. Tidak kupercaya. Bagaimana bisa hal ini terjadi? Tidak, aku tidak ingin mempercayainya. Allah, mengapa ini terjadi? Kenapa ini terjadi? Allah, bukan ku menolak, kuhanya pinta kekuatan KAU alirkan untuk kami.
Aku masih ingin menganggap ia pelitaku, hadiah terbesar Allah untukku, masih ingin menganggap ia-lah napasku. Tapi apa aku masih punya alasan untuk itu? keyakinanku tidak sekuat dulu lagi. Oke, aku akan fair. Aku tetap harus mendengar penjelasannya terlebih dahulu. After that, we will see, apa ia masih pelitaku yang terang benderang, ataukah ia telah menjadi pelita yang meredup bahkan mati.
Buat yang juga sakit, Allah tidak akan menguji kita di luar kemampuan kita. Bahu ini, tempat untuk kalian menangis. Dan jangan mengira aku tak punya hati jika tak ada air mata. Bukan aku tidak punya empati, Saat ini, ia tak pantas mendapatkan air mataku. No matter what, I am with all of you.
Serasa tubuh ini diangkat setinggi-tingginya, kemudian dilemparkan begitu keras ke sebuah gurun bernama GURUN KEKECEWAAN, justru oleh orang yang tidak pernah mengecewakanku selama ini dan kupikir akan selamanya begitu sampai aku atau ia menutup mata. Meninggalkanku disana tanpa ada perbekalan walau hanya setitik air. Tak kupercaya ini terjadi dalam hidupku. Begitu banyak yang terjadi, banyak hal yang sudah kulalui. Satu persatu kubenahi, mencoba melihat dari sisi yang lain setiap permasalahan, mencoba merubah arah sayapku ketika angin kehidupan menggoyangkan hidupku. Tapi, kali ini, sisi apa yang harus kubenarkan? Alasan apa yang bisa kuterima? Tidak, aku tidak bisa menerimanya. Untuk alasan apapun, aku dan orang-orang yang kucintai tidak bisa menerima ini. Tidak kupercaya. Bagaimana bisa hal ini terjadi? Tidak, aku tidak ingin mempercayainya. Allah, mengapa ini terjadi? Kenapa ini terjadi? Allah, bukan ku menolak, kuhanya pinta kekuatan KAU alirkan untuk kami.
Aku masih ingin menganggap ia pelitaku, hadiah terbesar Allah untukku, masih ingin menganggap ia-lah napasku. Tapi apa aku masih punya alasan untuk itu? keyakinanku tidak sekuat dulu lagi. Oke, aku akan fair. Aku tetap harus mendengar penjelasannya terlebih dahulu. After that, we will see, apa ia masih pelitaku yang terang benderang, ataukah ia telah menjadi pelita yang meredup bahkan mati.
Buat yang juga sakit, Allah tidak akan menguji kita di luar kemampuan kita. Bahu ini, tempat untuk kalian menangis. Dan jangan mengira aku tak punya hati jika tak ada air mata. Bukan aku tidak punya empati, Saat ini, ia tak pantas mendapatkan air mataku. No matter what, I am with all of you.
Saturday, August 12, 2006
A Lovely Pet
Semalam ada berita duka dari mita, sahabatku. Beberapa hari yang lalu, mita kecelakaan. Tapi alhamdulillah sudah gak apa. Yang terbaru, kemarin ayam peliharannya mita meninggal. SMSnya dengan ikon sedih gitu.
Aku bisa bayangin gimana sedihnya mita, dia pasti nangis nangis soalnya ayam itu dia pelihara sejak kecil. Pas burung peliharaannya mati, mita juga sedih banget dan aku liat itu. So, sekarang bisalah aku bayangin sedihnya mita sekarang.
Tiba-tiba aku teringat dengan nuri, burung nuri peliharaan tante sekeluarga waktu masih di ngagel. Burung itu sudah lamaaaa banget jadi bagian keluarga itu. Sampe-sampe sudah menyatu banget dengan kami. Waktu nuri meninggal, suasana rumah ngagel kayak orang berkabung. Tante, Om, Mas Buyung dan Mbak Ratih kehilangan banget. Tante berhari-hari nangisnya. Kadang malah duduk dengan tatapan kosong memandangi tangga rumah, tempat dimana nuri melakukan aktivitas kesehariannya, dan tidak berapa lama kemudian, tante pun menangis tanpa suara. Selalu begitu berhari-hari.
Mas memasukkan nama Nuri dalam daftar terimakasih skripsinya, mbak sibuk menyalahkan mas yang gak peka kalo nuri lagi sakit dan kenapa gak dibawa ke dokter. Aku? Aku kehilangan juga, walau memang tidak sebesar tante, mas dan mbak ratih. Gimana gak kehilangan? Sudah beberapa kali aku diberi gigitan cinta kalo ngasi pisang. KAdang kami jadi sahabat baik dengan nuri bergelantungan di bahuku, kadang juga dia agak galak. Satu lagi yang kehilangan, bukal. Dia yang selalu mandiin nuri, dia yang selalu beri makan nuri, maen bersama nuri bahkan mereka bisa bercanda saling gigit.
Makam nuri di bawah pohon belimbing depan rumah ngagel sudah gak pernah dikunjungi lagi, soalnya tante sekeluarga sudah pindah ke driyorejo. Disana, ada nuri baru lagi. Masih kecil. Belum sedekat almarhum nuri tapi sudah mulai bisa berinteraksi. Merespon kalo diajak ngomong, ikut teriak2 protes kalo kita gak ngasi makan dia padahal kita sendiri lagi makan.
Aku gak pernah punya binatang peliharaan. Dulu pengen punya ayam. Sudah ada ayamnya, tapi baru beberapa jam, mati di depan mataku sendiri. Waktu itu rasanya takuuut banget. Trus pengen punya kelinci, sudah siap2 beli, tapi mikir lagi. Aku gak telaten, kasihan kalo mati juga. Gak jadi.
Sekali waktu pernah punya bunga. Bunga pemberian salah satu teman se-kajian pekanan. Waktu ngasih, dia bilang "mbak ebhy, anti harus jaga bunga ini. Selama bunga ini baik2 saja, berarti ukhuwah qta baik2 saja walaupun qta jauh". Waktu itu aku merinding. Gak mau dong, ukhuwah tergantung pada satu pot bunga. Jaga sih bakal jaga tapi kalo ukhuwahku dipertaruhkan dnegna bunga ini, aku gak mau. Soalnya aku gak telaten ngurusi hal2 seperti itu. So, aku ngomong aja "Afwan ukh, bukannya pesimis tapi bunga ini kayaknya gak bakalan lama hidup kalo aku yang pelihara. Jadi jangan deh ukhuwah jadi taruhannya"
Dan benar saja, usia bunga itu gak sampe 2 bulan. Aku gak telaten nyiram plus ganti tanah. Apalagi pupuk, gak pernah ngasih itu. 2 minggu lalu waktu kajian pekanan, dia tanya "mbak, gimana bunganya? masih hidup?
Aku bilang aja "Afwan, udah lama banget matinya. Usianya cuma 2 bulan. Afwan ya"
Dia ketawa dan bilang "Mbak..mbak, gak telaten amat sih. Padahal aku sudah sengaja milih bunga yang paling mudah rawatnya"
Aku jadi malu sendiri. Bunga yang paling mudah perawatannya saja bisa mati dengan cepat di tanganku. Bagaimana dengan bunga yang perlu perlakuan khusus?
Terpikir satu hal, aku pengen punya kaktus saja deh.
Aku bisa bayangin gimana sedihnya mita, dia pasti nangis nangis soalnya ayam itu dia pelihara sejak kecil. Pas burung peliharaannya mati, mita juga sedih banget dan aku liat itu. So, sekarang bisalah aku bayangin sedihnya mita sekarang.
Tiba-tiba aku teringat dengan nuri, burung nuri peliharaan tante sekeluarga waktu masih di ngagel. Burung itu sudah lamaaaa banget jadi bagian keluarga itu. Sampe-sampe sudah menyatu banget dengan kami. Waktu nuri meninggal, suasana rumah ngagel kayak orang berkabung. Tante, Om, Mas Buyung dan Mbak Ratih kehilangan banget. Tante berhari-hari nangisnya. Kadang malah duduk dengan tatapan kosong memandangi tangga rumah, tempat dimana nuri melakukan aktivitas kesehariannya, dan tidak berapa lama kemudian, tante pun menangis tanpa suara. Selalu begitu berhari-hari.
Mas memasukkan nama Nuri dalam daftar terimakasih skripsinya, mbak sibuk menyalahkan mas yang gak peka kalo nuri lagi sakit dan kenapa gak dibawa ke dokter. Aku? Aku kehilangan juga, walau memang tidak sebesar tante, mas dan mbak ratih. Gimana gak kehilangan? Sudah beberapa kali aku diberi gigitan cinta kalo ngasi pisang. KAdang kami jadi sahabat baik dengan nuri bergelantungan di bahuku, kadang juga dia agak galak. Satu lagi yang kehilangan, bukal. Dia yang selalu mandiin nuri, dia yang selalu beri makan nuri, maen bersama nuri bahkan mereka bisa bercanda saling gigit.
Makam nuri di bawah pohon belimbing depan rumah ngagel sudah gak pernah dikunjungi lagi, soalnya tante sekeluarga sudah pindah ke driyorejo. Disana, ada nuri baru lagi. Masih kecil. Belum sedekat almarhum nuri tapi sudah mulai bisa berinteraksi. Merespon kalo diajak ngomong, ikut teriak2 protes kalo kita gak ngasi makan dia padahal kita sendiri lagi makan.
Aku gak pernah punya binatang peliharaan. Dulu pengen punya ayam. Sudah ada ayamnya, tapi baru beberapa jam, mati di depan mataku sendiri. Waktu itu rasanya takuuut banget. Trus pengen punya kelinci, sudah siap2 beli, tapi mikir lagi. Aku gak telaten, kasihan kalo mati juga. Gak jadi.
Sekali waktu pernah punya bunga. Bunga pemberian salah satu teman se-kajian pekanan. Waktu ngasih, dia bilang "mbak ebhy, anti harus jaga bunga ini. Selama bunga ini baik2 saja, berarti ukhuwah qta baik2 saja walaupun qta jauh". Waktu itu aku merinding. Gak mau dong, ukhuwah tergantung pada satu pot bunga. Jaga sih bakal jaga tapi kalo ukhuwahku dipertaruhkan dnegna bunga ini, aku gak mau. Soalnya aku gak telaten ngurusi hal2 seperti itu. So, aku ngomong aja "Afwan ukh, bukannya pesimis tapi bunga ini kayaknya gak bakalan lama hidup kalo aku yang pelihara. Jadi jangan deh ukhuwah jadi taruhannya"
Dan benar saja, usia bunga itu gak sampe 2 bulan. Aku gak telaten nyiram plus ganti tanah. Apalagi pupuk, gak pernah ngasih itu. 2 minggu lalu waktu kajian pekanan, dia tanya "mbak, gimana bunganya? masih hidup?
Aku bilang aja "Afwan, udah lama banget matinya. Usianya cuma 2 bulan. Afwan ya"
Dia ketawa dan bilang "Mbak..mbak, gak telaten amat sih. Padahal aku sudah sengaja milih bunga yang paling mudah rawatnya"
Aku jadi malu sendiri. Bunga yang paling mudah perawatannya saja bisa mati dengan cepat di tanganku. Bagaimana dengan bunga yang perlu perlakuan khusus?
Terpikir satu hal, aku pengen punya kaktus saja deh.
Mungkinkah Kami Meninggalkan Da'wah?
Jika olahragawan bisa mengalami masa pensiun karena usianya yang renta dan kekuatan fisiknya yang melemah. Jika seorang pegawai akhirnya menemui saat pensiun karena usianya telah melewati batas ketentuan umum kepegawaian. Jika seorang artis harus meninggalkan pentas karena keterampilan dan keindahan aktingnya telah digerogoti usianya. Tapi, para juru da'wah, tidak mengenal kamus pensiun dan berhenti dari panggung da'wahnya. Kami dan saudara saudara kami di jalan ini tidak mengetahui ada kondisi yan mengharuskan kami mundur dari gelanggang da'wah karena faktor usia, kemampuan fisik yang menurun, pikiran yang sulit difungsikan secara maksimal, atau bahkan karena kondisi ekstrenal yang memaksa kami untuk mundur. Singkatnya, kondisi apapun tidak akan menyebabkan kami 'uzlah atau pergi meninggalkan jalan ini.
Di jalan ini, kami mempelajari bagaimana kisah sebagian Anbiya dan para da'i yang pernah memilih 'uzlah dari tugas da'wahnya. Kami merenungi secara seksama baaimana orang-orang sebelum kami mundur dari arena da'wah dengan alasan para objek da'wahnya. Diantara banyak kisah itu, adalah kisah Nabiyulah Ibrahim as tatkala ia berniat menjauhi kaumnya dan tidak mau menghadapi problematika da'wah yang ia hadapi dari kaumnya seperti yang tergambar di Surat Maryam ayat 48-49.
Ada pula kisah Nabiyullah Musa as seperti dalam Ad-Dukhan : 20-21. Ada pula kisah pemuda Kahfi yang menghindar kaumnya degan berlindung di dalam gua
Tulisan diatas adalah sedikit pembuka esai "Mungkinkah Kami Meninggalkan Da'wah?" yang bisa antum antunna baca di bukunya M Lili Nur Aulia "Beginilah Jalan Da'wah Mengajarkan Kami" terbitan Da'watuna.
Tulisan itu kurenungi kembali setelah baca tulisan di blog ukhti fathi (Syukron ukhti) saat dimana BEM UI suksesi. Membaca tulisan fathi, aku seperti dibawa ke bulan depan. Bulan depan, KMBI, LDK tercintaku insyaAllah akan suksesi. Penggambaran fathi kuat banget membawaku mencoba meraba "seperti itukah rasanya bulan depan?". Tidak lagi ada di sana, memberi kesempatan kepada ruh baru mengisi pos yang akan kutinggalkan. Rasanya seperti tak rela tapi setiap zaman ada batas waktunya. Mungkin waktuku sebentar lagi habis.
Memang, tak ingin benar2 kutinggalkan KMBI-ku. Hanya saja, tidak lagi memiliki KMBI secara utuh, aku perlu menata hatiku. Karena, aku terlanjur membayangkan, aku ada di sekret KMBI bersama saudara2 tercintaku melakukan banyak hal, menyusun konsep demi konsep dan sebagainya.
Sudahlah, harus kuoptimalkan sebulan tersisa ini. Sekret itu harus mendapat sentuhan tanganku. Ingin kuukir sejarah di dalam sekret itu. sekret Ruhul Jaddid Fii Jasaadil Ummah
Dan pasca itu, jika ada yang bertanya "Mungkinkah kami meninggalkan da'wah?". Maka hanya ada satu jawaban : "TIDAK, TIDAK ADA KEMUNGKINAN ITU. KAMI AKAN JADI BAGIAN DA'WAH HINGGA KAMI MEMENANGKANNYA ATAU KAMI MATI KARENANYA"
Di jalan ini, kami mempelajari bagaimana kisah sebagian Anbiya dan para da'i yang pernah memilih 'uzlah dari tugas da'wahnya. Kami merenungi secara seksama baaimana orang-orang sebelum kami mundur dari arena da'wah dengan alasan para objek da'wahnya. Diantara banyak kisah itu, adalah kisah Nabiyulah Ibrahim as tatkala ia berniat menjauhi kaumnya dan tidak mau menghadapi problematika da'wah yang ia hadapi dari kaumnya seperti yang tergambar di Surat Maryam ayat 48-49.
Ada pula kisah Nabiyullah Musa as seperti dalam Ad-Dukhan : 20-21. Ada pula kisah pemuda Kahfi yang menghindar kaumnya degan berlindung di dalam gua
Tulisan diatas adalah sedikit pembuka esai "Mungkinkah Kami Meninggalkan Da'wah?" yang bisa antum antunna baca di bukunya M Lili Nur Aulia "Beginilah Jalan Da'wah Mengajarkan Kami" terbitan Da'watuna.
Tulisan itu kurenungi kembali setelah baca tulisan di blog ukhti fathi (Syukron ukhti) saat dimana BEM UI suksesi. Membaca tulisan fathi, aku seperti dibawa ke bulan depan. Bulan depan, KMBI, LDK tercintaku insyaAllah akan suksesi. Penggambaran fathi kuat banget membawaku mencoba meraba "seperti itukah rasanya bulan depan?". Tidak lagi ada di sana, memberi kesempatan kepada ruh baru mengisi pos yang akan kutinggalkan. Rasanya seperti tak rela tapi setiap zaman ada batas waktunya. Mungkin waktuku sebentar lagi habis.
Memang, tak ingin benar2 kutinggalkan KMBI-ku. Hanya saja, tidak lagi memiliki KMBI secara utuh, aku perlu menata hatiku. Karena, aku terlanjur membayangkan, aku ada di sekret KMBI bersama saudara2 tercintaku melakukan banyak hal, menyusun konsep demi konsep dan sebagainya.
Sudahlah, harus kuoptimalkan sebulan tersisa ini. Sekret itu harus mendapat sentuhan tanganku. Ingin kuukir sejarah di dalam sekret itu. sekret Ruhul Jaddid Fii Jasaadil Ummah
Dan pasca itu, jika ada yang bertanya "Mungkinkah kami meninggalkan da'wah?". Maka hanya ada satu jawaban : "TIDAK, TIDAK ADA KEMUNGKINAN ITU. KAMI AKAN JADI BAGIAN DA'WAH HINGGA KAMI MEMENANGKANNYA ATAU KAMI MATI KARENANYA"
Ada juga akhirnya kelas yang tenang
Ini minggu ketigaku ngajar.
Minggu pertama yang berlalu dengan permainan emosi. Minggu kedua dengan kelas yang berbeda tapi lebih tenang dari kelas di minggu pertama. Ada sih yang nakal tapi wajarlah, masih bisa kutolerir.
Dan minggu ketiga ini benar2 tenang. Tanpa harus teriak teriak, mereka sudah tenang. Menjelaskan dengan suara yang pelan pun, yang duduk paling belakang sudah bisa dengar, saking tenangnya. Kelasnya juga lebih hidup. Diskusi berjalan lebih semarak. Gue banget deh. Sayang besok gak ngajar soalnya sekolah mulai Porseni menyambut tujuh belas agustus.
Minggu pertama yang berlalu dengan permainan emosi. Minggu kedua dengan kelas yang berbeda tapi lebih tenang dari kelas di minggu pertama. Ada sih yang nakal tapi wajarlah, masih bisa kutolerir.
Dan minggu ketiga ini benar2 tenang. Tanpa harus teriak teriak, mereka sudah tenang. Menjelaskan dengan suara yang pelan pun, yang duduk paling belakang sudah bisa dengar, saking tenangnya. Kelasnya juga lebih hidup. Diskusi berjalan lebih semarak. Gue banget deh. Sayang besok gak ngajar soalnya sekolah mulai Porseni menyambut tujuh belas agustus.
Maafku
Katanya, setiap manusia punya kembaran 7 di dunia. Aku sih sudah pernah lihat 2 orang yang mirip aku. Gak mirip-mirip banget sih, ada-lah bagian yang mirip. Itupun kata orang2 yang melihatnya. Tadi, waktu masuk kelas, salah satu muridku menarik perhatian. Wajahnya mirip dengan seseorang dari masa lalu. Mirip banget sampe2 aku tidak berhenti memfokuskan pelajaran hari ini ke dia. Menanyakan materi, memberi ia kesempatan berbicara, hanya ingin mencoba melihat lebih jauh apa cuma fisik saja? Ternyata cara ia duduk, cara ia melihat, mirip.
Murid itu menarik perhatianku karena seseorang dari masa lalu itu tidak kutahu lagi dimana rimbanya. Daerahnya adalah daerah yang baru saja terkena bencana. Aku tak tahu apa ia masih hidup dan aku pun tak tau bagaimana mencari tahu. Entahlah, tipis banget antara “tidak tau bagaimana mencari tahu” dengan “tidak mau tahu”.
Pernah sih ada masalah, dan itu membuatku sangat kecewa. Tapi harus kuakui, aku juga telah mengecewakannya. Maaf itu sudah terucap, tapi melupakan? Bagian itu yang sulit. Dimanapun anda, aku minta maaf telah mengecewakan. Kita sama2 terluka, tapi untuk anda tahu, lukaku sudah sembuh, kuharap lukamu juga sudah. Semoga yang terbaiklah yang sedang kau jalani sekarang. Terimakasih pernah telah membuatku bahagia berteman denganmu
Murid itu menarik perhatianku karena seseorang dari masa lalu itu tidak kutahu lagi dimana rimbanya. Daerahnya adalah daerah yang baru saja terkena bencana. Aku tak tahu apa ia masih hidup dan aku pun tak tau bagaimana mencari tahu. Entahlah, tipis banget antara “tidak tau bagaimana mencari tahu” dengan “tidak mau tahu”.
Pernah sih ada masalah, dan itu membuatku sangat kecewa. Tapi harus kuakui, aku juga telah mengecewakannya. Maaf itu sudah terucap, tapi melupakan? Bagian itu yang sulit. Dimanapun anda, aku minta maaf telah mengecewakan. Kita sama2 terluka, tapi untuk anda tahu, lukaku sudah sembuh, kuharap lukamu juga sudah. Semoga yang terbaiklah yang sedang kau jalani sekarang. Terimakasih pernah telah membuatku bahagia berteman denganmu
Wednesday, August 09, 2006
The 6ers, The 6ers +, dan The 6ers ++
Kabar baik datang dari memet The SIXERS. Sabtu kemarin memet tunangan sama hilda. Acaranya di Gresik di rumah Hilda, jadi aku gak datang soalnya pasti pulangnya malam banget.
Buat memet dan hilda, aku pengennya kalian cepat2 nikah. Tak bantu deh nyiapinnya. Hil, kayaknya bentar lagi kamu bakalan jadi "The SIXERS +". Selamat Bergabung di Dunia SIXERS penuh warna.
Kabar dari The SIXERS lainnya, endhy. Baru saja diberi karunia oleh Allah, bayi mungil bernama Muh Rangga Pratama. Kalo Budi, nama suami endhy itu "The SIXERS +", maka si kecil Rangga jadinya "The SIXERS ++"
Buat seluruh The SIXERS + dan The SIXERS ++, selamat Bergabung.
The SIXERS, brotherhood never ends
Buat memet dan hilda, aku pengennya kalian cepat2 nikah. Tak bantu deh nyiapinnya. Hil, kayaknya bentar lagi kamu bakalan jadi "The SIXERS +". Selamat Bergabung di Dunia SIXERS penuh warna.
Kabar dari The SIXERS lainnya, endhy. Baru saja diberi karunia oleh Allah, bayi mungil bernama Muh Rangga Pratama. Kalo Budi, nama suami endhy itu "The SIXERS +", maka si kecil Rangga jadinya "The SIXERS ++"
Buat seluruh The SIXERS + dan The SIXERS ++, selamat Bergabung.
The SIXERS, brotherhood never ends
Ada Apa Sih Ini?
Hati ini rasanya teriris. Aku kosong, aku merasa hampa. Serasa dipermainkan oleh keinginan2 orang lain. Ingin rasanya berontak, ingin rasanya berteriak mengatakan bahwa aku juga manusia, bahwa pendapatku juga harus didengar sebelum kalian menentukan sesuatu yang ada sangkut pautnya pada diriku.
Oke, aku tetap teguh dengan prinsip ketsiqohanku tapi tidak bolehkah aku tahu kenapa itu yang diputuskan? Kenapa tidak mendengar pendapat dulu? Kenapa tidak mengajakku bicara dulu. Tiba2 saja aku diberitahu tentang perubahan. Tidak, aku tidak memprotes perubahan itu. Tapi salahkah kalo aku ingin tau mengapa ada perubahan? Bahkan Imam Hasan Al-Banna pun mendahulukan paham daripada tsiqoh. Kali ini, aku tetap tsiqoh, aku hanya ingin tau kenapa. Itu saja. Berlebihankah?
Oke, aku tetap teguh dengan prinsip ketsiqohanku tapi tidak bolehkah aku tahu kenapa itu yang diputuskan? Kenapa tidak mendengar pendapat dulu? Kenapa tidak mengajakku bicara dulu. Tiba2 saja aku diberitahu tentang perubahan. Tidak, aku tidak memprotes perubahan itu. Tapi salahkah kalo aku ingin tau mengapa ada perubahan? Bahkan Imam Hasan Al-Banna pun mendahulukan paham daripada tsiqoh. Kali ini, aku tetap tsiqoh, aku hanya ingin tau kenapa. Itu saja. Berlebihankah?
Tuesday, August 08, 2006
Gagal = Allah punya rencana lain
”Mbak, hari ini aku gagal”. Kata seorang adek sekost-an
Setelah mengatakan itu, bahuku langsung dirangkulnya dan ia pun menangis di bahuku. Aku tak ingin bertanya apa-apa. Kubalas rangkulannya, kupeluk ia erat-erat, mecoba mengalirkan kekuatanku, mencoba hingga ia bisa merasakan dari pelukanku bahwa aku bersamanya, aku merasakan kepedihannya
Ia hanya menangis, tak berbicara apa-apa. Dan aku pun tak mau memaksa ia bicara.
“Menangislah dek. Keluarkan semuanya. Menangislah, tidak ada yang salah dengan menangis” kataku
Setelah menangis, ia lepas rangkulan itu dan mengalirlah cerita tentangnya hari ini yang membuat ia begitu terluka. Untaian kata demi kata ia kisahkan hingga seluruh perasaan itu tumpah. Masih dengan air mata yang sama, kebingungan dan ketidakpercayaan bahwa ini terjadi pada dirinya. Dibuka dengan ..
“Mbak, aku gagal lulus tahun ini. Dosen pembimbingku tidak mengizinkanku maju. Tadi aku bahkan sudah dalam ruangan tapi aku tidak diizinkan berbicara, partnerku yang maju dan aku tidak diizinkan. Aku gak tau mbak, kenapa bapak itu segitu teganya…..”
Panjang mengalir kisah darinya sejak ia mulai mengerjakan TA hingga tiba waktunya, harus terganjal di salah satu dosen yang menurutku tidak cukup bijak.
Aku berusaha menyelami perasaannya. Tidak sulit untukku, karena aku pernah berada di tempatnya. Bedanya, ia masih begitu rapuh menerimanya. Kuyakinkan pada dirinya bahwa ada rencana Allah yang lain untuknya, rencana yang lebih indah. Aku sangat megerti perasaanya. Perasaan yang dimiliki oleh seluruh manusia di muka bumi, perasaan tidak ingin menyakiti orang tua, tidak ingin mengecewakan mereka. Ingin rasanya ia pulang ke rumah dan mengabarkan kelulusannya, tapi itu harus tertahan sampai tahun depan. Padahal seharusnya itu bisa ia lakukan sekarang.
Penghargaan terhadap proses, itulah yang seharusnya setiap orang bisa lakukan. Atas nama kepentingan pribadi, atas nama kepentingan nama pribadi, tidak semestinya dijadikan pembenaran bahwa orang lain boleh diabaikan. Proses yang telah dijalani orang lain seharusnya menjadi satu pertimbangan dan layak mendapat penghargaan kecil, paling tidak kesempatan. Berada pada posisi posisi penting, pada posisi dibutuhkan pun tidak seharusnya membuat kita takabbur dan merasa berhak menentukan hidup seseorang harus berhenti kapan, kuliah seseorang harus selesai kapan.
Kepada bapak yang di luar sana, adekku ini sudah bisa menerima apa yang Allah putuskan untukNYA lewat bapak. Tapi, ia hanya minta bapak tidak dengan dzhon bapak bahwa ia hanya ndompleng. Karena bapak tidak tahu, siang malamnya habis untuk menyelesaikan TA ini, yang tidak sedikit pun bapak hargai. Ia memaafkan bapak, walaupun bapak tidak meminta bahkan mungkin bapak tidak merasa bersalah. Tapi ia sudah tidak menyalahkan bapak lagi. Terimakasih ya pak telah melukai adekku itu.
Adekku sayang, you aways have my shoulder to cry on. InsyaAllah orang tuamu bisa mengerti bahwa tidak ada maksud dirimu mengecewakan mereka. Kau telah melakukan yang bisa kau lakukan, tapi ada saat dimana takdirlah yang akan berlaku. Dan dek, wilayah takdir adalah wilayah dimana kita tidak punya pilihan selain MENERIMA. Yakinlah bahwa gagal adalah bukan karena kita tidak bisa, tapi gagal adalah karena Allah punya rencana yang lain untuk kita, tentunya rencana yang jauh lebih indah dan satu hal lagi, percayalah bahwa semua akan datang pada saat yang tepat.
Setelah mengatakan itu, bahuku langsung dirangkulnya dan ia pun menangis di bahuku. Aku tak ingin bertanya apa-apa. Kubalas rangkulannya, kupeluk ia erat-erat, mecoba mengalirkan kekuatanku, mencoba hingga ia bisa merasakan dari pelukanku bahwa aku bersamanya, aku merasakan kepedihannya
Ia hanya menangis, tak berbicara apa-apa. Dan aku pun tak mau memaksa ia bicara.
“Menangislah dek. Keluarkan semuanya. Menangislah, tidak ada yang salah dengan menangis” kataku
Setelah menangis, ia lepas rangkulan itu dan mengalirlah cerita tentangnya hari ini yang membuat ia begitu terluka. Untaian kata demi kata ia kisahkan hingga seluruh perasaan itu tumpah. Masih dengan air mata yang sama, kebingungan dan ketidakpercayaan bahwa ini terjadi pada dirinya. Dibuka dengan ..
“Mbak, aku gagal lulus tahun ini. Dosen pembimbingku tidak mengizinkanku maju. Tadi aku bahkan sudah dalam ruangan tapi aku tidak diizinkan berbicara, partnerku yang maju dan aku tidak diizinkan. Aku gak tau mbak, kenapa bapak itu segitu teganya…..”
Panjang mengalir kisah darinya sejak ia mulai mengerjakan TA hingga tiba waktunya, harus terganjal di salah satu dosen yang menurutku tidak cukup bijak.
Aku berusaha menyelami perasaannya. Tidak sulit untukku, karena aku pernah berada di tempatnya. Bedanya, ia masih begitu rapuh menerimanya. Kuyakinkan pada dirinya bahwa ada rencana Allah yang lain untuknya, rencana yang lebih indah. Aku sangat megerti perasaanya. Perasaan yang dimiliki oleh seluruh manusia di muka bumi, perasaan tidak ingin menyakiti orang tua, tidak ingin mengecewakan mereka. Ingin rasanya ia pulang ke rumah dan mengabarkan kelulusannya, tapi itu harus tertahan sampai tahun depan. Padahal seharusnya itu bisa ia lakukan sekarang.
Penghargaan terhadap proses, itulah yang seharusnya setiap orang bisa lakukan. Atas nama kepentingan pribadi, atas nama kepentingan nama pribadi, tidak semestinya dijadikan pembenaran bahwa orang lain boleh diabaikan. Proses yang telah dijalani orang lain seharusnya menjadi satu pertimbangan dan layak mendapat penghargaan kecil, paling tidak kesempatan. Berada pada posisi posisi penting, pada posisi dibutuhkan pun tidak seharusnya membuat kita takabbur dan merasa berhak menentukan hidup seseorang harus berhenti kapan, kuliah seseorang harus selesai kapan.
Kepada bapak yang di luar sana, adekku ini sudah bisa menerima apa yang Allah putuskan untukNYA lewat bapak. Tapi, ia hanya minta bapak tidak dengan dzhon bapak bahwa ia hanya ndompleng. Karena bapak tidak tahu, siang malamnya habis untuk menyelesaikan TA ini, yang tidak sedikit pun bapak hargai. Ia memaafkan bapak, walaupun bapak tidak meminta bahkan mungkin bapak tidak merasa bersalah. Tapi ia sudah tidak menyalahkan bapak lagi. Terimakasih ya pak telah melukai adekku itu.
Adekku sayang, you aways have my shoulder to cry on. InsyaAllah orang tuamu bisa mengerti bahwa tidak ada maksud dirimu mengecewakan mereka. Kau telah melakukan yang bisa kau lakukan, tapi ada saat dimana takdirlah yang akan berlaku. Dan dek, wilayah takdir adalah wilayah dimana kita tidak punya pilihan selain MENERIMA. Yakinlah bahwa gagal adalah bukan karena kita tidak bisa, tapi gagal adalah karena Allah punya rencana yang lain untuk kita, tentunya rencana yang jauh lebih indah dan satu hal lagi, percayalah bahwa semua akan datang pada saat yang tepat.
Monday, August 07, 2006
Kisah My Dear GPS lagi...
my GPS kehilangan sendalnya di masjid tadi. Ini syuro terakhir “Palestina Training Centre” bersamanya. Tapi, ketika kita masih mencari dan belum ketemu berbumbu pertanyaan kok bisa? Terdengar ada seorang bapak yang bertanya “sepeda saya mana? Tadi saya parkir disini?”
Subhanallah, maha suci Allah, ampuni kami yang tidak tau bersyukur ini. Baru Engkau uji dengan kehilangan sendal saja sudah kebingungan, padahal ada hambaMU yang kau uji dengan kehilangan sepeda. Ampuni kami ya Allah
Akhirnya, ia mengantarku pulang tanpa sendal. Ukhti, ini bagian kisah indah perjuangan kita di LCD. Jangan lupa ya masukin di biography tentang tim kita yang denger2 mau anti buat.
Ana uhibbuki fillah. Hati-hati berangkat besok. Kita masih se-DPW kan? So, masih ada lah kemungkinan ketemu. Kayaknya bakal jadi Kewanitaan DPW sana nih, kata anak-anak.
Kangen dari eby-mu selalu
Subhanallah, maha suci Allah, ampuni kami yang tidak tau bersyukur ini. Baru Engkau uji dengan kehilangan sendal saja sudah kebingungan, padahal ada hambaMU yang kau uji dengan kehilangan sepeda. Ampuni kami ya Allah
Akhirnya, ia mengantarku pulang tanpa sendal. Ukhti, ini bagian kisah indah perjuangan kita di LCD. Jangan lupa ya masukin di biography tentang tim kita yang denger2 mau anti buat.
Ana uhibbuki fillah. Hati-hati berangkat besok. Kita masih se-DPW kan? So, masih ada lah kemungkinan ketemu. Kayaknya bakal jadi Kewanitaan DPW sana nih, kata anak-anak.
Kangen dari eby-mu selalu
Ikhwan kok manja
Ada ya ternyata ikhwan manja? Malees banget deh...
sudah 2 ikhwan manja kutemui. Gak banget deh
Diminta tolong ini, gak bisa, diminta ngerjain itu, belum apa-apa udah bilang gak bisa. Padahal kita para akhwat malah sudah beritau caranya. Apatis banget. Emang sih, konseptor plus revolusioner abis, tapi kalo cuek bebek gitu dengan keadaan sekitar, nanti dulu mas. Katanya ikhwah harus saling bantu. Tapi kok apatis banget dengan hal2 teknis gini. Gak bisa gitu juga kali..
Sampe-sampe ada celetukan akhwat iseng gini "Bukan ikhwan idaman". Denger akhwat itu bilang gitu, ana hanya bisa menimpali sambil senyum, "Hati-hati lho ukhti dengan ucapannya"
sudah 2 ikhwan manja kutemui. Gak banget deh
Diminta tolong ini, gak bisa, diminta ngerjain itu, belum apa-apa udah bilang gak bisa. Padahal kita para akhwat malah sudah beritau caranya. Apatis banget. Emang sih, konseptor plus revolusioner abis, tapi kalo cuek bebek gitu dengan keadaan sekitar, nanti dulu mas. Katanya ikhwah harus saling bantu. Tapi kok apatis banget dengan hal2 teknis gini. Gak bisa gitu juga kali..
Sampe-sampe ada celetukan akhwat iseng gini "Bukan ikhwan idaman". Denger akhwat itu bilang gitu, ana hanya bisa menimpali sambil senyum, "Hati-hati lho ukhti dengan ucapannya"
Sunday, August 06, 2006
Gelombang Putih Itu
6 agustus 2006
Dingin yang mendera menghentikan langkahku untuk beranjak
Namun ...
Tersentak oleh gencarnya pemberitaan hangat suasana di luar sana
Terbayang kembali gelombang putih meneriakkan AllahuAkbar di jalan Raya
Dingin itu pun pergi
Ia tak mampu lagi menghentikan langkahku
Ia tak mampu mengalahkan satu keinginan sederhana
Menjadi bagian gelombang putih itu, sekali lagi
Toh, hanya dingin
Nun jauh disana, Peluru peluru seperti hujan
Maka dingin ini belum seberapa
Jika nanti, dingin itu menerpa kembali
Tak akan ku mengeluh
Akan kunikmati lagi
Karena aku telah menikmati hangatnya gelombang tadi
Dingin yang mendera menghentikan langkahku untuk beranjak
Namun ...
Tersentak oleh gencarnya pemberitaan hangat suasana di luar sana
Terbayang kembali gelombang putih meneriakkan AllahuAkbar di jalan Raya
Dingin itu pun pergi
Ia tak mampu lagi menghentikan langkahku
Ia tak mampu mengalahkan satu keinginan sederhana
Menjadi bagian gelombang putih itu, sekali lagi
Toh, hanya dingin
Nun jauh disana, Peluru peluru seperti hujan
Maka dingin ini belum seberapa
Jika nanti, dingin itu menerpa kembali
Tak akan ku mengeluh
Akan kunikmati lagi
Karena aku telah menikmati hangatnya gelombang tadi
Sunday, July 30, 2006
Hari-Hari Pertamaku Jadi Ibu Guru..
Minggu pertamaku ngajar. Minggu yang berlalu dengan menyenangkan tapi juga menghabiskan emosiku. Kelas yang kupegang untuk minggu ini (tiap minggu, aku megang kelas yang berbeda), benar2 membuatku terkuras emosi. Hari pertama, selasa, aku cuma capek saja karena harus teriak2 saking ramenya mereka. 45 menit pertama berlalu dengan baik-baik saja. Hingga....
"Cukup dari saya. Ada pertanyan?" Tanya saya menutup penjelasan tentang MOSFET dan SCR
Kelas hening.....
"Ada yang kurang jelas mungkin?" Ulang saya
Masih hening....
"Oke, kalo tidak ada pertanyaan, saya anggap sudah jelas. Kita pindah ke materi berikutnya" Kataku dengan tegas
Tiba-tiba ada suara : "Bu, kecepetan. Gak ada yang nyantol dari tadi"
WHAT????? 45 menit aku teriak2 ternyata gak ada yang ngerti? Gedubrak!!!! Emang sih aku kalo ngomong cepet, tapi perasaan tadi sudah pelan deh. Akhirnya, ngulang lagi dari nol dengan ritme yang lebih lama. Herannya, masih ada jugayang bilang cepet. Gak, aku gak mau ngulang lagi. Bisa kering nih. Toh yang belum paham hanya beberapa, aku suruh ke ruang jurusan aja, di-privat disana sambil minum teh panas. Asyik tho??
Hari kedua, jumat, aku emosi tapi masih bisa kukendalikan dengan sekedar meninggalkan ruangan dan menenangkan diri di ruang jurusan.
Dan hari ketiga, sabtu, hari terakhirku bersama mereka, aku gagal menahan emosi. Aku marah bahkan 5 spidol yang ada di tanganku ku lempar di atas meja dan kutinggalkan ruangan itu. Bukan apa-apa, aku masih bisa menerima kalo mereka rame. aku masih bisa tolerir kalo mereka guyon, bahkan aku ikut tertawa bersama mereka. mereka mokong, aku masih bisa nahan, wajarlah anak smu, stm lagi. Tapi aku tidak bisa tolerir ketika mereka berbohong. Sama sekali tidak. Maka ketika mereka ngotot dengan kebohongan dan tidak mau mengaku bahkan bertingkah di depanku seolah-olah aku salah telah memarahi mereka aku tidak terima. Kuputuskan untuk pergi, bukan berlari. Pergi untuk menenangkan diriku, menangis di ruang jurusan karena aku tidak suka dibohongi. Pergi untuk memberi kesempatan pada mereka merenungi kesalahan mereka. Dan setelah ketiga siswaku yang ingin kusayangi itu datang dan meminta maaf dan mnegakui kebohongannya, maka pergilah semua marah. Even mereka tidak minta maaf pun, aku memaafkan. I just need a time to handle my self.
Aku pun kembali, mencoba berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Meminta mereka untuk lebih baik bersikap. Menghargai orang tua mereka yang sudah membawa mereka sampai ke titik ini. Aku ingin menjadi sahabat mereka. Dari cara mereka menatapku, dari intonasi suara mereka menjawab serta menanggapi pembicaraanku, aku tahu kami sudah saling memahami.
Allah, mudahkanlah lisan ini untuk berbicara agar mereka bisa mengerti yang aku bicarakan. Aaamiiin
"Cukup dari saya. Ada pertanyan?" Tanya saya menutup penjelasan tentang MOSFET dan SCR
Kelas hening.....
"Ada yang kurang jelas mungkin?" Ulang saya
Masih hening....
"Oke, kalo tidak ada pertanyaan, saya anggap sudah jelas. Kita pindah ke materi berikutnya" Kataku dengan tegas
Tiba-tiba ada suara : "Bu, kecepetan. Gak ada yang nyantol dari tadi"
WHAT????? 45 menit aku teriak2 ternyata gak ada yang ngerti? Gedubrak!!!! Emang sih aku kalo ngomong cepet, tapi perasaan tadi sudah pelan deh. Akhirnya, ngulang lagi dari nol dengan ritme yang lebih lama. Herannya, masih ada jugayang bilang cepet. Gak, aku gak mau ngulang lagi. Bisa kering nih. Toh yang belum paham hanya beberapa, aku suruh ke ruang jurusan aja, di-privat disana sambil minum teh panas. Asyik tho??
Hari kedua, jumat, aku emosi tapi masih bisa kukendalikan dengan sekedar meninggalkan ruangan dan menenangkan diri di ruang jurusan.
Dan hari ketiga, sabtu, hari terakhirku bersama mereka, aku gagal menahan emosi. Aku marah bahkan 5 spidol yang ada di tanganku ku lempar di atas meja dan kutinggalkan ruangan itu. Bukan apa-apa, aku masih bisa menerima kalo mereka rame. aku masih bisa tolerir kalo mereka guyon, bahkan aku ikut tertawa bersama mereka. mereka mokong, aku masih bisa nahan, wajarlah anak smu, stm lagi. Tapi aku tidak bisa tolerir ketika mereka berbohong. Sama sekali tidak. Maka ketika mereka ngotot dengan kebohongan dan tidak mau mengaku bahkan bertingkah di depanku seolah-olah aku salah telah memarahi mereka aku tidak terima. Kuputuskan untuk pergi, bukan berlari. Pergi untuk menenangkan diriku, menangis di ruang jurusan karena aku tidak suka dibohongi. Pergi untuk memberi kesempatan pada mereka merenungi kesalahan mereka. Dan setelah ketiga siswaku yang ingin kusayangi itu datang dan meminta maaf dan mnegakui kebohongannya, maka pergilah semua marah. Even mereka tidak minta maaf pun, aku memaafkan. I just need a time to handle my self.
Aku pun kembali, mencoba berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Meminta mereka untuk lebih baik bersikap. Menghargai orang tua mereka yang sudah membawa mereka sampai ke titik ini. Aku ingin menjadi sahabat mereka. Dari cara mereka menatapku, dari intonasi suara mereka menjawab serta menanggapi pembicaraanku, aku tahu kami sudah saling memahami.
Allah, mudahkanlah lisan ini untuk berbicara agar mereka bisa mengerti yang aku bicarakan. Aaamiiin
Tuesday, July 25, 2006
Debar Itu Lagi...ada di LCD
Laskar Cinta Dakwah berkumpul kembali.
Agendanya, menggodok tim pengganti LCD yang akan reposisi.
Prosesnya, Mendebarkan. Debaran itu muncul lagi. Debaran ketakutan, kecemasan akan sebuah tanggung jawab untuk memilih orang-orang terpilih menurut versi kami, menurut pemahaman kami yang tak seberapa ini. Debaran yang sama saat awal tahun lalu.
Ya Allah, Engkaulah penggenggam hati-hati kami. Tuntunlah hati kami untuk memilih yang tepat. Kami mohon Ya Allah, karena tiada daya dan upaya selain dariMU
Hasil, belum final.
Agendanya, menggodok tim pengganti LCD yang akan reposisi.
Prosesnya, Mendebarkan. Debaran itu muncul lagi. Debaran ketakutan, kecemasan akan sebuah tanggung jawab untuk memilih orang-orang terpilih menurut versi kami, menurut pemahaman kami yang tak seberapa ini. Debaran yang sama saat awal tahun lalu.
Ya Allah, Engkaulah penggenggam hati-hati kami. Tuntunlah hati kami untuk memilih yang tepat. Kami mohon Ya Allah, karena tiada daya dan upaya selain dariMU
Hasil, belum final.
Friday, July 21, 2006
Lumpur LAPINDO
Hari ini aku&rekan2 KMBI bersama rombongan dari UKKI UPN ikut dalam kunjungan YPU (Yayasan Peduli Umat) ke daerah pengungsian korban Lumpur Panas Lapindo. Perjalanan 1 1/2 jam dari kota Surabaya, akhirnya sampailah kami ke tempat pengungsian tersebut.
Setelah mempersiapkan segala sesuatu, kami membagi tim menjadi 2 bagian. Ada yang tetap di lokasi untuk lomba menulis surat untuk Lapindo. Tim yang lain ke beberapa sekolah untuk lomba yang sama. Aku memilih yang ke sekolah.
Kepolosan anak2 itu yang senyum di kala rumah mereka tergenang lumpur. Bincang2 dengan mereka, ternyata ada satu persamaan. Setiap mereka, selama masih bersama orang tua mereka, mereka tidak peduli di rumah atau di pengungsian, bagi mereka sama saja. Asalkan ada orang tua mereka di sampingnya.
Keadaannya begitu memprihatinkan. Lumpur masuk ke dalam rumah-rumah setinggi kaki. Entah sampe kapan mereka akan ada di pengungsian itu. Pergi dan pulang sekolah, mereka diantar dan dijemput oleh truk angkatan. Memprihatinkan tapi mereka tertawa. Mungkin air mata mereka telah habis. Mungkin mereka sudah mulai menerima pengungsian sebagai dunia mereka.
Sayangnya, saat adzan dhuhur di pengungsian, musholla yang mereka buat di tempat itu hanya dipenuhi oleh orang tua perempuan dan orang tua laki-laki. Mereka yang shalat sudah sepuh. Tidak satu pun aku lihat pemuda yang shalat berjamaah di musholla itu selain kami. Masih tidak bisakah mereka melihat kuasanya Allah? Masih tidak sadarkah mereka bahwa mereka, kita, kami harus kembali? Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang lalai. Yang tidak bisa mengambil hikmah dari setiap pelajaran yang Engkau tunjukkan.
Sisi lain dari kunjungan itu, aku melihat para ikhwah yang bekerja di YPU. Subhanallah, karena mereka bisa bekerja di tempat yang kondusif. Mereka bisa mencari maisyah dengan tetap berada di jalur dakwah, dekat dengan para ikhwah dna tidak kehilangan idealisme serta prinsip. Senang rasanya jika kita bisa bekerja tapi tetap bisa selamanya bersama dunia ikhwah.
Tapi, bagi ikhwah yang tidak bekerja di dunia ikhwah, bersabarlah. Dimanapun engkau, dimanapun kita, berkontribusilah untuk perubahan.
Setelah mempersiapkan segala sesuatu, kami membagi tim menjadi 2 bagian. Ada yang tetap di lokasi untuk lomba menulis surat untuk Lapindo. Tim yang lain ke beberapa sekolah untuk lomba yang sama. Aku memilih yang ke sekolah.
Kepolosan anak2 itu yang senyum di kala rumah mereka tergenang lumpur. Bincang2 dengan mereka, ternyata ada satu persamaan. Setiap mereka, selama masih bersama orang tua mereka, mereka tidak peduli di rumah atau di pengungsian, bagi mereka sama saja. Asalkan ada orang tua mereka di sampingnya.
Keadaannya begitu memprihatinkan. Lumpur masuk ke dalam rumah-rumah setinggi kaki. Entah sampe kapan mereka akan ada di pengungsian itu. Pergi dan pulang sekolah, mereka diantar dan dijemput oleh truk angkatan. Memprihatinkan tapi mereka tertawa. Mungkin air mata mereka telah habis. Mungkin mereka sudah mulai menerima pengungsian sebagai dunia mereka.
Sayangnya, saat adzan dhuhur di pengungsian, musholla yang mereka buat di tempat itu hanya dipenuhi oleh orang tua perempuan dan orang tua laki-laki. Mereka yang shalat sudah sepuh. Tidak satu pun aku lihat pemuda yang shalat berjamaah di musholla itu selain kami. Masih tidak bisakah mereka melihat kuasanya Allah? Masih tidak sadarkah mereka bahwa mereka, kita, kami harus kembali? Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang lalai. Yang tidak bisa mengambil hikmah dari setiap pelajaran yang Engkau tunjukkan.
Sisi lain dari kunjungan itu, aku melihat para ikhwah yang bekerja di YPU. Subhanallah, karena mereka bisa bekerja di tempat yang kondusif. Mereka bisa mencari maisyah dengan tetap berada di jalur dakwah, dekat dengan para ikhwah dna tidak kehilangan idealisme serta prinsip. Senang rasanya jika kita bisa bekerja tapi tetap bisa selamanya bersama dunia ikhwah.
Tapi, bagi ikhwah yang tidak bekerja di dunia ikhwah, bersabarlah. Dimanapun engkau, dimanapun kita, berkontribusilah untuk perubahan.
Thursday, July 20, 2006
Gue Jadi Korban Sistem Gak Fair Nih....
Sebel, sebel, sebel. Tadi siang ke THR ikut training blog tapi aku malah apes. Trainningnya sih bagus tapi aku pan kesitu bukan untuk belajar buat blog tapi bagaimana mempercantik blog sesuai temanya, soalnya blog-ku ini standar banget, gak ada lebih2nya dikit. Eh, sampe sana malah diajari buat blog dan macam2. Tapi yang ini sih masih oke, paling tidak ada ilmu deh yang aku dapat timbang gak tau sama sekali.
Yang paling bikin aku sebel itu peraturan administrasi bank konvensional yang lintah darat abis. Aku pengen beli buku about blog yang harganya pas aku liat sih 20rb. Berhubung di dompet gak cukup, aku turun dulu dong nyari ATM BNI. Eh, malah rusak. Sebelahnya ada BCA. Ya sudah, masuk aja. Paling2 dipotong 2rb atau 3rb kayak di mandiri. Setelah duit keluar berikut struknya, mulutku menganga. Kenapa bisa berkurang banyak? Kuambil struk terakhir pengambilan di ATM dan kubandingkan dengan struk yang terbaru, ternyata bedanya 75 ribu, padahal aku cuma mo ambil 50ribu. Gila gak sih, 25 ribu hanya untuk pengambilan via ATM lain. Benar2 rentenir. Aku pengen nangis, mengingat sebenarnya kebutuhanku masih banyak banget tapi kenapa harus terbuang sia-sia seperti itu? nasi sudah jadi bubur. Kata Aa Gym, tambahin aja kacang polong, ayam dan macam2nya, trus dimakan deh, pasti enak.
Ya sudah, balik lagi ke stand komputer aktif dan beli buku tentang nge-blog itu. Beli buku itu aku dapat majalah IDEA empat buah. Sebenarnya kalo mau dibandingkan, aku masih tetap untung. Satu majalah IDEA harganya 15ribu. Dari beli buku itu aku dapat 4, pas pelatihan tadi juga dapat 1. totalnya aku dapat 75ribu. Trus dapat majalah intisari juga. Harganya 18ribu. Total aku dapat majalah gratis sebesar 93ribu dikurangi 25ribu pemotongan ATM tadi plus majalah komputer aktif seharga 28ribu(ini untuk kupon masuk pelatihan), aku masih untung 40ribu. So, ya sudah deh. Bukan rezekiku.
Pas di lyn pulang, aku buka2 majalah IDEA. Pengennya sih mencari sesuatu yang bisa kusuka dari majalah itu supaya menambah kesyukuranku dan membuatku cepat menghilangkan mangkelku. Tapi pas aku bolak balik, aku kok jadi bete. Majalah itu tentang desain rumah dan interiornya. Gak aku banget. Maksudnya majalah itu bukan konsumsiku. Majalah itu isinya rumah2 bagus2 semua dengan budget yang gede. Aku kan gak pengen punya rumah segede-gede itu, siapa juga yang mo ngurusi. Aku pengennya besok2 punya rumah yang kecil, sederhana tapi bersih dan asri. Majalah itu buat aku untuk memanjakan mataku saja liat yang seger2, liat yang indah2 tapi bukan kebutuhanku.
Yaaa, ini bukan masalah 25ribunya sih. Harta masih bisa dicari. Kalo bukan rezeki kita, trus mo diapa? Yang aku sesalkan kenapa 25ribu itu larinya harus ke orang2 yang sudah gendut perutnya. Kenapa gak ke yang lebih membutuhkan saja? Aku jadi korban peraturan yang menurutku gak fair. Dan ini juga salah satu teguran Allah ke aku yang mungkin belakangan ini jarang berinfak.
Yang paling bikin aku sebel itu peraturan administrasi bank konvensional yang lintah darat abis. Aku pengen beli buku about blog yang harganya pas aku liat sih 20rb. Berhubung di dompet gak cukup, aku turun dulu dong nyari ATM BNI. Eh, malah rusak. Sebelahnya ada BCA. Ya sudah, masuk aja. Paling2 dipotong 2rb atau 3rb kayak di mandiri. Setelah duit keluar berikut struknya, mulutku menganga. Kenapa bisa berkurang banyak? Kuambil struk terakhir pengambilan di ATM dan kubandingkan dengan struk yang terbaru, ternyata bedanya 75 ribu, padahal aku cuma mo ambil 50ribu. Gila gak sih, 25 ribu hanya untuk pengambilan via ATM lain. Benar2 rentenir. Aku pengen nangis, mengingat sebenarnya kebutuhanku masih banyak banget tapi kenapa harus terbuang sia-sia seperti itu? nasi sudah jadi bubur. Kata Aa Gym, tambahin aja kacang polong, ayam dan macam2nya, trus dimakan deh, pasti enak.
Ya sudah, balik lagi ke stand komputer aktif dan beli buku tentang nge-blog itu. Beli buku itu aku dapat majalah IDEA empat buah. Sebenarnya kalo mau dibandingkan, aku masih tetap untung. Satu majalah IDEA harganya 15ribu. Dari beli buku itu aku dapat 4, pas pelatihan tadi juga dapat 1. totalnya aku dapat 75ribu. Trus dapat majalah intisari juga. Harganya 18ribu. Total aku dapat majalah gratis sebesar 93ribu dikurangi 25ribu pemotongan ATM tadi plus majalah komputer aktif seharga 28ribu(ini untuk kupon masuk pelatihan), aku masih untung 40ribu. So, ya sudah deh. Bukan rezekiku.
Pas di lyn pulang, aku buka2 majalah IDEA. Pengennya sih mencari sesuatu yang bisa kusuka dari majalah itu supaya menambah kesyukuranku dan membuatku cepat menghilangkan mangkelku. Tapi pas aku bolak balik, aku kok jadi bete. Majalah itu tentang desain rumah dan interiornya. Gak aku banget. Maksudnya majalah itu bukan konsumsiku. Majalah itu isinya rumah2 bagus2 semua dengan budget yang gede. Aku kan gak pengen punya rumah segede-gede itu, siapa juga yang mo ngurusi. Aku pengennya besok2 punya rumah yang kecil, sederhana tapi bersih dan asri. Majalah itu buat aku untuk memanjakan mataku saja liat yang seger2, liat yang indah2 tapi bukan kebutuhanku.
Yaaa, ini bukan masalah 25ribunya sih. Harta masih bisa dicari. Kalo bukan rezeki kita, trus mo diapa? Yang aku sesalkan kenapa 25ribu itu larinya harus ke orang2 yang sudah gendut perutnya. Kenapa gak ke yang lebih membutuhkan saja? Aku jadi korban peraturan yang menurutku gak fair. Dan ini juga salah satu teguran Allah ke aku yang mungkin belakangan ini jarang berinfak.
Bu Febry....??!!??!
Jam 10 tadi ada rapat jurusan teknik listrik di SMK tempatku mulai mengajar tahun ini. Dalam perjalanan, little bit nervous. Ngebayangin aku bakal rapat dengan bapak-bapak dan ibu-ibu yang usianya jauuuuuh banget di atas aku. Masih bisa gak ya idealisme dan keberanianku berbicara yang selama ini muncul dalam syuro-syuro kampus bisa kusalurkan disini? Atau aku harus duduk mnais dulu, wait and see.
Kulangkahkan kaki menuju ruang jurusan dan disana sudah berkumpul semua guru jurusan teknik listrik. Mereka sedang tertawa bersama sambil minum secangkir kopi susu dan gorengan. Bismillah..kulangkahkan kaki masuk dan langsung disambut ramah oleh Pak Mudianto, ketua jurusan.
"Silahkan masuk, bu Febry" Katanya.
(what, ibu???? aku dipanggil ibu????)
"Iya pak, terimakasih" jawabku sopan
Pak putu, salah satu guru sekaligus staf di urusan itu mengambilkan tempat duduk untukku dan meletakkannya di dekat bu Endang, satu-satunya guru cewek di jurusan itu yang mau pensiun bulan januari tahun 2007.
Rapat berjalan lancar. Ternyata rapat bersama para bapak-bapak ini malah lebih santai, lebih wise dan tenang. Mereka tidak merasa paling benar. Aku yang paling muda selalu ditanya pendapatnya. Fair banget.
Yang bikin salting sih, ketika setiap orang disitu berbicara padaku dengan tetap memanggilku "bu febry". Waktu pak putu berjalan ke arahku dan bertanya kesulitan apa yang perlu ditanyakan tentang jadwal ngajarku, beliau datang dan bilang :
"Gimana bu Febry, ada yang belum jelas?"
Aku pengeen banget ketawa. Aneh banget dipanggil seperti itu oleh beliau. Masalahnay beliau itu kakak tingkat di kampus. Jauh di atasku. Beliau masuk kuliah tahun 1987. Aku masuknya 2001. Waktu beliau kul, aku masih umur 4 tahun. Dan sekarang aku dipanggil ibu, please deh.
Tapi kayaknya aku harus membiasakan diri deh. Minggu depan kan semua siswa juga bakal manggil aku "Bu Febry". Rasanya pipiku memerah
Kulangkahkan kaki menuju ruang jurusan dan disana sudah berkumpul semua guru jurusan teknik listrik. Mereka sedang tertawa bersama sambil minum secangkir kopi susu dan gorengan. Bismillah..kulangkahkan kaki masuk dan langsung disambut ramah oleh Pak Mudianto, ketua jurusan.
"Silahkan masuk, bu Febry" Katanya.
(what, ibu???? aku dipanggil ibu????)
"Iya pak, terimakasih" jawabku sopan
Pak putu, salah satu guru sekaligus staf di urusan itu mengambilkan tempat duduk untukku dan meletakkannya di dekat bu Endang, satu-satunya guru cewek di jurusan itu yang mau pensiun bulan januari tahun 2007.
Rapat berjalan lancar. Ternyata rapat bersama para bapak-bapak ini malah lebih santai, lebih wise dan tenang. Mereka tidak merasa paling benar. Aku yang paling muda selalu ditanya pendapatnya. Fair banget.
Yang bikin salting sih, ketika setiap orang disitu berbicara padaku dengan tetap memanggilku "bu febry". Waktu pak putu berjalan ke arahku dan bertanya kesulitan apa yang perlu ditanyakan tentang jadwal ngajarku, beliau datang dan bilang :
"Gimana bu Febry, ada yang belum jelas?"
Aku pengeen banget ketawa. Aneh banget dipanggil seperti itu oleh beliau. Masalahnay beliau itu kakak tingkat di kampus. Jauh di atasku. Beliau masuk kuliah tahun 1987. Aku masuknya 2001. Waktu beliau kul, aku masih umur 4 tahun. Dan sekarang aku dipanggil ibu, please deh.
Tapi kayaknya aku harus membiasakan diri deh. Minggu depan kan semua siswa juga bakal manggil aku "Bu Febry". Rasanya pipiku memerah
i really miss them....
Adek eya pulang ke ambon kemarin. Aku ditinggal sendirian di kos. Tadi malam juga cuma bertiga. Tiba2 aja aku jadi kangen banget sama eya. Tadi pagi, pas ditelpon lagi rame banget. Ngobrol sama eya, di belakang ada suara papa, ibu dan caca (sebutan mbak untuk orang ambon). Mereka lagi heboh banget ngobrolnya. Aduuuuh, aku jadi pengen pulang ke ambon tapi aku harus mulai kerja pekan depan. Kota itu sepertinya selalu memanggilku.
My beloved family, I really miss you all.
My beloved family, I really miss you all.
Thursday, July 13, 2006
Iseng bin Genit (MOde ON)
Tadi malam, pas lagi ke swalayan sakinah pulang dari syuro di ITS, waktu bayar di kasir, aku liat ada pasangan muda sedang berjalan bersama masuk ke sakinah. Di kepalaku, langsung saja membentuk gambar aku yang sedang berjalan bersama tapi di sebelahku yang keliatan baju koko putih doang, wajahnya masih berupa siluet gitu, gak jelas. Apa sih??? Segera saja kuhenyakkan pikiran itu. Take it easy man, the right man will come at the right time. Okay… (hehehe, dasar iseng)
Wednesday, July 12, 2006
Enyahlah Dari Pikiranku!!!
Kenapa 4 kata itu muncul terus? Lupakan. Itu cuma kata2 bodoh yang tidak seharusnya kau ingat terus. Lupakan, karena itu hanya kata2 yang keluar sebelum waktunya. Kata2 yang tidak pantas untuk diucapkan. Jangan sampe kata2 itu membuat kau goyah dengan prinsip2mu selama ini, bhy. FORGET IT!!!!
Friday, July 07, 2006
Tolongin Dong ...
Kok sulit banget sih memulai satu langkah awal?
Banyak amanah keteteran, banyak urusan gak selesai, hanya karena tidak mau memulai, lebih tepatnya malas, SATU LANGKAH AWAL.
Bagi tipsnya dong....
Banyak amanah keteteran, banyak urusan gak selesai, hanya karena tidak mau memulai, lebih tepatnya malas, SATU LANGKAH AWAL.
Bagi tipsnya dong....
LASKAR CINTA DAKWAH (LCD)
6 Juli 2006
08.45 am
Laskar Cinta Dakwah
Aku baru pulang dari syuro Laskar Cinta Dakwah (LCD). Syuro tadi termasuk salah satu syuro bersejarah dalam perjalanan dakwahku. Bagaimana tidak, Laskar kami yang sudah terbentuk ½ tahun ini, yang penuh cerita suka dukanya, penuh dinamika yang semuanya jelas telah menjadi kisah tersendiri dalam buku dakwahku, dalam syuronya tadi membahas satu agenda yang undescription. About suksesi. Reshuffle LCD. Dan kejadian langka karena syuro tadi, hanya 3 anggota LCD yang tidak hadir. 9 anggota hadir. Padahal selama ini paling banyak 5 anak. Kenapa pada datang? Soalnya ya itu tadi, mo bicarain reshuffle. Semuanya jadi bersemangat ngomong suksesi karena megang amanah ini berat banget. Sudah jadi kesepakatan awal, bahwa pada bulan inilah kami akan mengadakan reshuffle terbatas dan saat tiba saatnya ini dibicarakan, segala perasaan bercampur aduk.
1. Senang karena satu lagi beban berat akan terlepas. Amanah ini semakin lama semakin mematahkan tulang punggung, amanah berat yang mampu menyita perhatian, waktu dan tenaga. Amanah yang begitu berat saat pertanggungjawabannya nanti.
2. Berat karena bagaimanampun amanah ini sebenarnya belum tuntas kami kerjakan. Tugas-tugas kami belum optimal kami laksanakan dan kami harus menyerahkannya kepada ruh-ruh baru. Pekerjaan kami yang sedikit ini, yang sangat tak ternilai ini semoga bisa lebih baik karena sentuhan darah-darah segar dalam dakwah.
3. Takut. walaupun amanah ini akan berakhir tapi pertanggungjawaban atas apa yang kami hasilkan selama kami dalam LCD ini masih harus kami lakukan di pengadilan Allah nanti. Bergidik kami membicarakan hal ini tadi. Amanah memang tidak pernah benar2 selesai
4. Sedih karena setelah reshuffle maka pertemuan dengan teman2 yang tergabung dalam laskar ini akan semain berkurang bahkan mungkin tidak sama sekali. Sudah begitu banyak cerita yang kurangkai bersama mereka selama lebih dari 6 bulan ini. Ada tawa, ada tangis, ada sebel, ada marah, ada sayang, ada emosi, ada jengkel, ada kasihan, ada lelah, ada bosan dan segala macamnya. Setiap mereka dengan segala karakter yang kadang bikin suka, tapi kadang bikin jengkel. Tapi semua karakter itu ketika dipertemukan karena cinta dakwa dalam Laskar Cinta Dakwah, maka endingnya tetap saja bahagia. Berharap berkumpul kembali di surganya
Saat reshuffle, dari 6 ikhwan, 4 mengundurkan diri, dan dari 6 akhwat, 5 mengundurkan diri. Akan ada pengganti kami ber-9 yang mundur. Aku termasuk yang mundur. Afwan, sebelumnya memang aku bilang masih bisa di tim ini, tapi ada hal2 lain yang harus kuprioritaskan. Bukan berarti LCD tidak masuk dalam daftarku, tapi memberi waktu khusus di LCD tidak lagi bisa kulakukan. Tidak sepenuhnya kami ber-9 meninggalkan LCD. Kami bukan pergi, hanya reposisi. Kami tetap dalam LCD 1 bulan lagi, dan setelah itu, kami masuk pada hal2 yang teknis saja. Segala kebijakan LCD akan kami dukung dalam tataran teknis karena kami memang tidak akan pernah bisa benar2 meninggalkan LCD ini. Bukankah yang mencintai tidak akan pernah bisa meninggalkan yang dicintai kan? Walaupun hanya dalam hati dan dengan doa, iya kan?
Kepada para founding father LCD, adalah sebuah kebahagiaan bisa membersamai langkah dakwah antum disini. Waktu lebih dari 6 bulan bersama antum , membuat ana belajar banyak. Dan, ana merasa bertambah dewasa dan bijak dalam menyikapi persoalan-persoalan dakwah. Tak ada kata selamat tinggal karena kita tidak saling meninggalkan. Kita masih ketemu lagi dalam sebulan ini menuntaskan amanah2 kita bersama. Kita masih harus mentransfer kepada pengganti kita dan kita insyaAllah masih akan tetap bertemu dan berpartner untuk LCD dalam bentuk lain. Ana uhibbukum fillah. Antum ber-sebelas adalah orang2 tak terlupakan. glad to be ap art of this team
08.45 am
Laskar Cinta Dakwah
Aku baru pulang dari syuro Laskar Cinta Dakwah (LCD). Syuro tadi termasuk salah satu syuro bersejarah dalam perjalanan dakwahku. Bagaimana tidak, Laskar kami yang sudah terbentuk ½ tahun ini, yang penuh cerita suka dukanya, penuh dinamika yang semuanya jelas telah menjadi kisah tersendiri dalam buku dakwahku, dalam syuronya tadi membahas satu agenda yang undescription. About suksesi. Reshuffle LCD. Dan kejadian langka karena syuro tadi, hanya 3 anggota LCD yang tidak hadir. 9 anggota hadir. Padahal selama ini paling banyak 5 anak. Kenapa pada datang? Soalnya ya itu tadi, mo bicarain reshuffle. Semuanya jadi bersemangat ngomong suksesi karena megang amanah ini berat banget. Sudah jadi kesepakatan awal, bahwa pada bulan inilah kami akan mengadakan reshuffle terbatas dan saat tiba saatnya ini dibicarakan, segala perasaan bercampur aduk.
1. Senang karena satu lagi beban berat akan terlepas. Amanah ini semakin lama semakin mematahkan tulang punggung, amanah berat yang mampu menyita perhatian, waktu dan tenaga. Amanah yang begitu berat saat pertanggungjawabannya nanti.
2. Berat karena bagaimanampun amanah ini sebenarnya belum tuntas kami kerjakan. Tugas-tugas kami belum optimal kami laksanakan dan kami harus menyerahkannya kepada ruh-ruh baru. Pekerjaan kami yang sedikit ini, yang sangat tak ternilai ini semoga bisa lebih baik karena sentuhan darah-darah segar dalam dakwah.
3. Takut. walaupun amanah ini akan berakhir tapi pertanggungjawaban atas apa yang kami hasilkan selama kami dalam LCD ini masih harus kami lakukan di pengadilan Allah nanti. Bergidik kami membicarakan hal ini tadi. Amanah memang tidak pernah benar2 selesai
4. Sedih karena setelah reshuffle maka pertemuan dengan teman2 yang tergabung dalam laskar ini akan semain berkurang bahkan mungkin tidak sama sekali. Sudah begitu banyak cerita yang kurangkai bersama mereka selama lebih dari 6 bulan ini. Ada tawa, ada tangis, ada sebel, ada marah, ada sayang, ada emosi, ada jengkel, ada kasihan, ada lelah, ada bosan dan segala macamnya. Setiap mereka dengan segala karakter yang kadang bikin suka, tapi kadang bikin jengkel. Tapi semua karakter itu ketika dipertemukan karena cinta dakwa dalam Laskar Cinta Dakwah, maka endingnya tetap saja bahagia. Berharap berkumpul kembali di surganya
Saat reshuffle, dari 6 ikhwan, 4 mengundurkan diri, dan dari 6 akhwat, 5 mengundurkan diri. Akan ada pengganti kami ber-9 yang mundur. Aku termasuk yang mundur. Afwan, sebelumnya memang aku bilang masih bisa di tim ini, tapi ada hal2 lain yang harus kuprioritaskan. Bukan berarti LCD tidak masuk dalam daftarku, tapi memberi waktu khusus di LCD tidak lagi bisa kulakukan. Tidak sepenuhnya kami ber-9 meninggalkan LCD. Kami bukan pergi, hanya reposisi. Kami tetap dalam LCD 1 bulan lagi, dan setelah itu, kami masuk pada hal2 yang teknis saja. Segala kebijakan LCD akan kami dukung dalam tataran teknis karena kami memang tidak akan pernah bisa benar2 meninggalkan LCD ini. Bukankah yang mencintai tidak akan pernah bisa meninggalkan yang dicintai kan? Walaupun hanya dalam hati dan dengan doa, iya kan?
Kepada para founding father LCD, adalah sebuah kebahagiaan bisa membersamai langkah dakwah antum disini. Waktu lebih dari 6 bulan bersama antum , membuat ana belajar banyak. Dan, ana merasa bertambah dewasa dan bijak dalam menyikapi persoalan-persoalan dakwah. Tak ada kata selamat tinggal karena kita tidak saling meninggalkan. Kita masih ketemu lagi dalam sebulan ini menuntaskan amanah2 kita bersama. Kita masih harus mentransfer kepada pengganti kita dan kita insyaAllah masih akan tetap bertemu dan berpartner untuk LCD dalam bentuk lain. Ana uhibbukum fillah. Antum ber-sebelas adalah orang2 tak terlupakan. glad to be ap art of this team
Wednesday, July 05, 2006
Terong VS Puding Feeling Zebra
Go Home. Ingin rasanya go home, berada di pelukan ibu lagi. Merasa terlindungi di balik dada papa lagi. Tapi karena itu hal yang tidak mungkin untuk saat ini, maka aku ke “rumah”ku di driyo. Rumahnya tante, kakak ibu, yang tentu saja membuatku merasa benar-benar ada di rumah.
Bagaimana tidak. Aku ke rumah ini kemarin siang dan nginap. Tadi pagi, aku bangun dengan kondisi yang sangat berbeda kalo di kos. Abis shalat subuh, langsung bersih2 rumah, makan, trus masak, makan lagi, tidur, bangunnya makan lagi, begitu saja hal2 yang kulakukan. Bandingkan saja dengan di kos. Abis subuh, berusaha melawan keinginan untuk gak tidur dengan membaca, dan buntut-buntutnya tertidur juga dengan buku di pelukan. Bangunnya, cari makan di luar dan beraktivitas. Masak sendiri bisa dihitung dengan jari dalam sebulan. Intinya lebih banyak belinya dari masak sendirinya.
Tapi di rumah ini, aku benar2 jadi WANITA. (whaaat???). I means, aku benar2 jadi wanita. (apa seeeh??) ya itu tadi, beres2 rumah, nyuci piring gitu deh, nyapu2 juga trus masak deh sama tante. Apalagi tadi pagi tante masak sayur terong saus. Bukan tante ding, aku dan tante. Maksudnya aku yang goreng terongnya, tante yang masak sausnya. Walaupun terongnya rada rada gosong gitu, soalnya nyambi sama nonton TV (udah lama banget rasanya tidak bertemu kotak ajaib ini), tetap aja enak. Aku pernah diketawain teman2 gara2 ini. Bahkan adek2 binaanku sendiri sering godain aku karena maniak banget sama sayur terong. Gak tau juga, tapi nafsu makanku tidak terbendung dan tidak terungkapkan, unexplained kalo yang di depanku adalah terong versi apapun. Percaya gak percaya, tapi terong sebanyak yang dibuat tadi, aku yang abisin. Om cuma makan saat makan siang, itupun paling berapa potong sih. Tante dua kali sih makannya tapi juga berapa potong sih. Dan aku, 5 kali bow makan nasi dan menghabiskan terong tanpa peduli tante dan om sudah makan belum. Gak tau aku perlu merasa bersalah tidak tapi aku Cuma habisin terongnya kok. Bandeng sama syur parenya tidak ikut aku abisin. Maaf ya tante. Tapi mereka pengertian banget kok, justru karena mereka tau aku suka terong, makanya tante buat sayur itu waktu aku ada di rumahnya. Pengennya tadi sore balik ke kos tapi melewatkan makan malam sayur terong sama sekali tidak menunjukkan diriku yang sebenarnya. So, besok pagi aja balik ke kos.
oiya, kemarin aku sempetin buat pouding. Kemarin begitu nyame rumah, buka kulkas. ada coklat pasta, coklat putih batangan juga ada, ada telur, mentega ada, maizena ada. Ting, langsung deh kata puding terbayang besar di kepalaku. Walaupun bahan2nya gak pas dengan resep yang penting ada.
Jadi deh,
a. 3 butir telur,
b. mentega seadanya (padahal harusnya 125gr),
c. gula sebanyak feelingku aja (seharusnya 2 gelas tapi berhubung tante gak punya susu kaleng jadi gulanya aku tambah2in. mana gelas takarnya gak ada, jadi ya benar2 ikut feeling
d. Ternyata ada susu bubuk punya tante. Tinggal dikit dan itupun susu untuk tulang, Gak apa deh.
e. Tepung maizena sesukaku aja. Ikut feeling aja ini bakalan bantet apa malah kurang ya. Begitu feelingku enak, ya sudah
Semua bahan di atas dimixer. Pas lagi mixer, baru kepikiran, kenapa gulanya ikut dimixer ya, kan jadinya lama. Harusnya tadi aku larutin aja sama agar2
Setelah tercampur (versiku), soalnya versi tante, gulanya belum hancur. Masalahnya aku udah males mixer, dua bungkus agar2 aku didihkan bersama 5 gelas air. Perlu aku ingatkan kembali, gelas takarnya gak ada. Jadi aku pake gelas lain berdasarkan feeling (lagi). Oia, aku tambahin gula juga 4 sendok. Mudah2an aja gak kemanisan.
Setelah mendidih, tuang ke campuran tepung. Aduk rata, terus bagi jadi dua bagian. satu bagiannya dikasi pasta coklat. Terus, selang seling deh tuang di cetakan. Feelingku bilang, pudingnya agak encer. Entah tepung maizena terlalu dikit atau airnya yang kebanyakan.
Malamnya, pas nyobain, gak mengecewakan kok. Masih berasa puding. Masih puding zebra juga namanya karena 2 warna. Tapi untuk yang saat ini, pudingnya ada tambahan, PUDING ZEBRA according to FEELING. Manis, pas. Rasanya oke juga ternyata. Gak beda dengan yang sering kubuat berdasarkan resep asli. Cuma, ya itu tadi, kurang bantet. But, its ok. Masih bisa dikonsumsi. Sudah lama gak b uat brownies. Kapan2 kalo mo ke sini lagi, aku harus telpon dulu deh biar tante nyiapin bahannya dulu. Brownies mah gak bisa pake bahan2 sisa yang ada, kudu diniati.
Bagaimana tidak. Aku ke rumah ini kemarin siang dan nginap. Tadi pagi, aku bangun dengan kondisi yang sangat berbeda kalo di kos. Abis shalat subuh, langsung bersih2 rumah, makan, trus masak, makan lagi, tidur, bangunnya makan lagi, begitu saja hal2 yang kulakukan. Bandingkan saja dengan di kos. Abis subuh, berusaha melawan keinginan untuk gak tidur dengan membaca, dan buntut-buntutnya tertidur juga dengan buku di pelukan. Bangunnya, cari makan di luar dan beraktivitas. Masak sendiri bisa dihitung dengan jari dalam sebulan. Intinya lebih banyak belinya dari masak sendirinya.
Tapi di rumah ini, aku benar2 jadi WANITA. (whaaat???). I means, aku benar2 jadi wanita. (apa seeeh??) ya itu tadi, beres2 rumah, nyuci piring gitu deh, nyapu2 juga trus masak deh sama tante. Apalagi tadi pagi tante masak sayur terong saus. Bukan tante ding, aku dan tante. Maksudnya aku yang goreng terongnya, tante yang masak sausnya. Walaupun terongnya rada rada gosong gitu, soalnya nyambi sama nonton TV (udah lama banget rasanya tidak bertemu kotak ajaib ini), tetap aja enak. Aku pernah diketawain teman2 gara2 ini. Bahkan adek2 binaanku sendiri sering godain aku karena maniak banget sama sayur terong. Gak tau juga, tapi nafsu makanku tidak terbendung dan tidak terungkapkan, unexplained kalo yang di depanku adalah terong versi apapun. Percaya gak percaya, tapi terong sebanyak yang dibuat tadi, aku yang abisin. Om cuma makan saat makan siang, itupun paling berapa potong sih. Tante dua kali sih makannya tapi juga berapa potong sih. Dan aku, 5 kali bow makan nasi dan menghabiskan terong tanpa peduli tante dan om sudah makan belum. Gak tau aku perlu merasa bersalah tidak tapi aku Cuma habisin terongnya kok. Bandeng sama syur parenya tidak ikut aku abisin. Maaf ya tante. Tapi mereka pengertian banget kok, justru karena mereka tau aku suka terong, makanya tante buat sayur itu waktu aku ada di rumahnya. Pengennya tadi sore balik ke kos tapi melewatkan makan malam sayur terong sama sekali tidak menunjukkan diriku yang sebenarnya. So, besok pagi aja balik ke kos.
oiya, kemarin aku sempetin buat pouding. Kemarin begitu nyame rumah, buka kulkas. ada coklat pasta, coklat putih batangan juga ada, ada telur, mentega ada, maizena ada. Ting, langsung deh kata puding terbayang besar di kepalaku. Walaupun bahan2nya gak pas dengan resep yang penting ada.
Jadi deh,
a. 3 butir telur,
b. mentega seadanya (padahal harusnya 125gr),
c. gula sebanyak feelingku aja (seharusnya 2 gelas tapi berhubung tante gak punya susu kaleng jadi gulanya aku tambah2in. mana gelas takarnya gak ada, jadi ya benar2 ikut feeling
d. Ternyata ada susu bubuk punya tante. Tinggal dikit dan itupun susu untuk tulang, Gak apa deh.
e. Tepung maizena sesukaku aja. Ikut feeling aja ini bakalan bantet apa malah kurang ya. Begitu feelingku enak, ya sudah
Semua bahan di atas dimixer. Pas lagi mixer, baru kepikiran, kenapa gulanya ikut dimixer ya, kan jadinya lama. Harusnya tadi aku larutin aja sama agar2
Setelah tercampur (versiku), soalnya versi tante, gulanya belum hancur. Masalahnya aku udah males mixer, dua bungkus agar2 aku didihkan bersama 5 gelas air. Perlu aku ingatkan kembali, gelas takarnya gak ada. Jadi aku pake gelas lain berdasarkan feeling (lagi). Oia, aku tambahin gula juga 4 sendok. Mudah2an aja gak kemanisan.
Setelah mendidih, tuang ke campuran tepung. Aduk rata, terus bagi jadi dua bagian. satu bagiannya dikasi pasta coklat. Terus, selang seling deh tuang di cetakan. Feelingku bilang, pudingnya agak encer. Entah tepung maizena terlalu dikit atau airnya yang kebanyakan.
Malamnya, pas nyobain, gak mengecewakan kok. Masih berasa puding. Masih puding zebra juga namanya karena 2 warna. Tapi untuk yang saat ini, pudingnya ada tambahan, PUDING ZEBRA according to FEELING. Manis, pas. Rasanya oke juga ternyata. Gak beda dengan yang sering kubuat berdasarkan resep asli. Cuma, ya itu tadi, kurang bantet. But, its ok. Masih bisa dikonsumsi. Sudah lama gak b uat brownies. Kapan2 kalo mo ke sini lagi, aku harus telpon dulu deh biar tante nyiapin bahannya dulu. Brownies mah gak bisa pake bahan2 sisa yang ada, kudu diniati.
Tuesday, July 04, 2006
C I N T A
Tadi malam aku merenungi satu hal. Bahwa hariku kemarin bertaburan cinta. Pagi hari, saat akan kumulai aktivitas, seorang saudara, adekku yang kusayangi di jalan dakwah, mengirimku sebuah pesan singkat. Dalam layar handphoneku tertulis sebuah kalimat singkat : Love You Because Allah SWT”. Singkat, sederhana tapi luar biasa indah. Maka kubalas dengan penuh cinta pula bahwa Allah menyayangiku karena telah mengirimkanku saudara seperti dia. Dan hari itu aku berangkat dengan rasa cinta. Sampe di forum-forum yang kuikuti sampe sore harinya, wajah2 yang kutemui juga adalah wajah2 penuh cinta terhadap dakwah. Hingga pada ashar, sebuah pesan masuk lagi ke handphoneku dari seorang saudara yang mengatakan mencintaiku karena Allah. Malam harinya, aku bersama mbak anis dan dek lina atas nama cinta membesuk mbak fitri yang sedang sakit sejak kamis kemarin. Dan hanya ciuman cinta yang bisa kami berikan di pipi serta keningnya berharap dapat sedikit mengobati sakitnya.
Kepada seluruh yang mencintai karena Allah, kepada seluruh yang menyatu karena cinta kepadaNYA, kepada seluruh aktivis yang berjalan dalam dakwah atas nama cinta, kepada seluruh yang saling mencintai di jalan Allah, semoga cinta-cinta itu menyatu dalam cinta sang Pemilik Cinta. Semoga cinta-cinta itu abadi di atas nama Allah SWT. Aku disini berharap agar setiap cinta dipertemukan kembali oleh Allah di surgaNYA.
9.17 am
sepulang syuro di NZ, dengan penuh cinta
Kepada seluruh yang mencintai karena Allah, kepada seluruh yang menyatu karena cinta kepadaNYA, kepada seluruh aktivis yang berjalan dalam dakwah atas nama cinta, kepada seluruh yang saling mencintai di jalan Allah, semoga cinta-cinta itu menyatu dalam cinta sang Pemilik Cinta. Semoga cinta-cinta itu abadi di atas nama Allah SWT. Aku disini berharap agar setiap cinta dipertemukan kembali oleh Allah di surgaNYA.
9.17 am
sepulang syuro di NZ, dengan penuh cinta
Monday, July 03, 2006
My Decition ( with a big hope that i've found the right)
2 Juli 2006
4.49 pm
My Decition, am I right?
Keputusan besar telah kuambil. Semoga ini yang terbaik. Aku telah memilih sesuatu yang mungkin saja akan kujalani seumur hidupku, mungkin saja akan menjadi hal yang paling penting dalam hidupku. Keputusan yang akan mengubah hidupku selamanya sejak kejadiannya nanti, jika Allah mengijinkan.
Saat ini, aku memasuki wilayah ikhtiar. Banyak hal yang masih mungkin tejadi. Tapi aku sudah mantap dengan keputusan yang kuambil ini. Aku ridho dengannya. Maka, aku perlu mengusahakan agar keputusanku ini dapat menjadi kenyataan karena aku hanya menginginkan ridho-NYA. Pintaku, temani aku berusaha
Ya Allah, jika keputusanku ini adalah yang terbaik bagi dakwah dan agamaMU, maka mudahkanlah jalannya. Tapi jika keputusan ini akan membawa yang buruk bagi dakwah dan agamaMU, maka tunjukkanlah jalanMU.
4.49 pm
My Decition, am I right?
Keputusan besar telah kuambil. Semoga ini yang terbaik. Aku telah memilih sesuatu yang mungkin saja akan kujalani seumur hidupku, mungkin saja akan menjadi hal yang paling penting dalam hidupku. Keputusan yang akan mengubah hidupku selamanya sejak kejadiannya nanti, jika Allah mengijinkan.
Saat ini, aku memasuki wilayah ikhtiar. Banyak hal yang masih mungkin tejadi. Tapi aku sudah mantap dengan keputusan yang kuambil ini. Aku ridho dengannya. Maka, aku perlu mengusahakan agar keputusanku ini dapat menjadi kenyataan karena aku hanya menginginkan ridho-NYA. Pintaku, temani aku berusaha
Ya Allah, jika keputusanku ini adalah yang terbaik bagi dakwah dan agamaMU, maka mudahkanlah jalannya. Tapi jika keputusan ini akan membawa yang buruk bagi dakwah dan agamaMU, maka tunjukkanlah jalanMU.
Dakwah, i love it
Dakwah. Begitu indah kata ini terdengar. Jika kau sudah masuk ke dalamnya, kau tak ingin keluar lagi. Itu kurasakan. Aku terhempas, tersungkur begitu dalam, terbuai oleh indahnya dakwah dengan segala pernik di dalamnya. Sedihnya, sukanya, capeknya, tertawanya, menangisnya, semua lebur menjadi untaian indah bernama DAKWAH. Dan aku tak ingin beranjak dari tempat ini
Hari ini aku berpindah dari satu syuro ke syuro yang lain. Tepatnya 3 syuro dari 4 syuro yang sebelumnya dijadwalkan. Syuro yang keempat (Syuro ITATS-ITS) dibatalkan karena tidak representative dari peserta yang seharusnya hadir.
Syuro pertamaku hari ini pukul 07.00 – 09.00 bersama orang2 yang subhanallah capable dan ana dari kacamata pribadi tidak meragukan kesetiaan dakwah dari mereka yang dalam satu forum bersaam ana ini. Ana bahkan kadang merasa tidak pantas berada dalam satu tim bersama ikhwan akhwat luar biasa itu. Hingga saat akhir syuro, seorang di antara kami, seorang akhwat yang kucintai karena Allah, mengatakan mungkin ini syuro terakhir kita dalam formasi lengkap. Karena syuro besok, ada ikhwan yang tidak bisa hadir, sementara syuro-syuro berikutnya mungkin dia yang tidak ada karena sudah harus balik ke daerah asalnya. Sekali lagi ada yang meleleh di hati. Entah mengapa, tapi aku sangat tidak menyukai berada dalam posisi meninggalkan atau ditinggalkan. Walaupun meninggalkan dan ditinggalkan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup tapi tetap saja ada yang berkurang dalam hidup. Begitupun ketika dia melemparkan wacana akan reshuffle tim, aku tidak termasuk yang direshuffle versinya. Ingin kutolak itu, aku ingin juga reshuffle. Bukan menolak amanah, bukan merasa cukup dengan kerja yang sudah kulakukan, tapi ada hal lain yang harus aku perhatikan. Banyak sudah rancangan yang ingin kubuat dalam hidupku setelah ini. Tapi ia dengan alasannya menjelaskan mengapa aku masih harus disitu, hingga saat dimana sudah bisa kutinggalkan tim itu. Alasan yang sangat rasional. Aku terhenyak dengan kebenaran serta kekuatan argumentasinya itu. Saatnya harus kuputuskan prioritas atau kurapikan seluruh rancanganku. Aku butuh waktu untuk menentukan sikap. Aku butuh waktu untuk memetakan kembali prioritas2 dalam hidupku. Dan walaupun aku sedih dengan kepergiannya, tapi dakwah ini harus tetap jalan. Tanpanya, tapi dengan doanya, tim ini akan tetap kokoh. Kepada tim dakwah yang kubanggakan, I miss you all. Kapan kita bisa syuro dengan format yang lengkap lagi?
Syuro keduaku (09.30 – 11.30) bersama kader-kader baru di FSLDK. Kader baru yang bersama mereka aku kembali merasakan ghiroh dakwah yang menggelora. Walaupun iya sih, kuakui aku tidak begitu menikmati syuronya, karena ritme syuroku tidak sekalem ini. Aku terbiasa syuro dengan ritme cepat, tegas, to the point, aktif dan tidak bertele-tele serta membuang waktu. Sementara mereka, adek2 tersayangku dari beberapa LDK Surabaya yang berkumpul atas nama cinta akan dakwah, berjalan dengan tenang, datar, dan aman. Bukan berarti aku suka syuro yang kacau tapi aku bukan tipe orang yang bisa tenang saja dalam syuro, duduk manis mendengarkan orang bicara kemudian pulang. Sementara yang kulihat dari mereka seperti itu. Yang bicara ya itu itu saja. Kalo gak akhi ini, akhi itu. akhwatnya itu itu aja, itu pun pake diam dan malu malu dulu Bukan ebhy banget. Tapi aku belajar dari mereka tentang semangat yang dengan kuat dan jelas bisa ana baca dari wajah mereka, dari sikap tubuh mereka dan dari perkataan mereka.
Syuro ketigaku (12.30 – 14.00), syuro Puskomda bersama BP. Tetap dengan semangat yang sama yang kulihat. Sudah lebih baik, menurutku, dibanding syuro kedua tadi. Lebih baik menurutku adalah lebih banyak orang yang mau bicara, lebih banyak pendapat yang dieksplorasi dan lebih banyak tanggapan dari lemparan-lemparan ide. Bukankah itu tujuannya syuro? Mempertemukan banyak pendapat sehingga menghasilkan yang terbaik untuk dakwah. Sudah lebih baik, walaupun tetap masih belum sesuai ritme syuro yang bisa membuatku enjoy.
Tapi, bagaimanapun, setiap syuro adalah bagian dari dakwah. Setiap hasil syuro ada keberkahannya. Dan semoga setiap keputusan yang diambil tadi adalah yang terbaik untuk dakwah. Aamiiin
Hari ini aku berpindah dari satu syuro ke syuro yang lain. Tepatnya 3 syuro dari 4 syuro yang sebelumnya dijadwalkan. Syuro yang keempat (Syuro ITATS-ITS) dibatalkan karena tidak representative dari peserta yang seharusnya hadir.
Syuro pertamaku hari ini pukul 07.00 – 09.00 bersama orang2 yang subhanallah capable dan ana dari kacamata pribadi tidak meragukan kesetiaan dakwah dari mereka yang dalam satu forum bersaam ana ini. Ana bahkan kadang merasa tidak pantas berada dalam satu tim bersama ikhwan akhwat luar biasa itu. Hingga saat akhir syuro, seorang di antara kami, seorang akhwat yang kucintai karena Allah, mengatakan mungkin ini syuro terakhir kita dalam formasi lengkap. Karena syuro besok, ada ikhwan yang tidak bisa hadir, sementara syuro-syuro berikutnya mungkin dia yang tidak ada karena sudah harus balik ke daerah asalnya. Sekali lagi ada yang meleleh di hati. Entah mengapa, tapi aku sangat tidak menyukai berada dalam posisi meninggalkan atau ditinggalkan. Walaupun meninggalkan dan ditinggalkan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup tapi tetap saja ada yang berkurang dalam hidup. Begitupun ketika dia melemparkan wacana akan reshuffle tim, aku tidak termasuk yang direshuffle versinya. Ingin kutolak itu, aku ingin juga reshuffle. Bukan menolak amanah, bukan merasa cukup dengan kerja yang sudah kulakukan, tapi ada hal lain yang harus aku perhatikan. Banyak sudah rancangan yang ingin kubuat dalam hidupku setelah ini. Tapi ia dengan alasannya menjelaskan mengapa aku masih harus disitu, hingga saat dimana sudah bisa kutinggalkan tim itu. Alasan yang sangat rasional. Aku terhenyak dengan kebenaran serta kekuatan argumentasinya itu. Saatnya harus kuputuskan prioritas atau kurapikan seluruh rancanganku. Aku butuh waktu untuk menentukan sikap. Aku butuh waktu untuk memetakan kembali prioritas2 dalam hidupku. Dan walaupun aku sedih dengan kepergiannya, tapi dakwah ini harus tetap jalan. Tanpanya, tapi dengan doanya, tim ini akan tetap kokoh. Kepada tim dakwah yang kubanggakan, I miss you all. Kapan kita bisa syuro dengan format yang lengkap lagi?
Syuro keduaku (09.30 – 11.30) bersama kader-kader baru di FSLDK. Kader baru yang bersama mereka aku kembali merasakan ghiroh dakwah yang menggelora. Walaupun iya sih, kuakui aku tidak begitu menikmati syuronya, karena ritme syuroku tidak sekalem ini. Aku terbiasa syuro dengan ritme cepat, tegas, to the point, aktif dan tidak bertele-tele serta membuang waktu. Sementara mereka, adek2 tersayangku dari beberapa LDK Surabaya yang berkumpul atas nama cinta akan dakwah, berjalan dengan tenang, datar, dan aman. Bukan berarti aku suka syuro yang kacau tapi aku bukan tipe orang yang bisa tenang saja dalam syuro, duduk manis mendengarkan orang bicara kemudian pulang. Sementara yang kulihat dari mereka seperti itu. Yang bicara ya itu itu saja. Kalo gak akhi ini, akhi itu. akhwatnya itu itu aja, itu pun pake diam dan malu malu dulu Bukan ebhy banget. Tapi aku belajar dari mereka tentang semangat yang dengan kuat dan jelas bisa ana baca dari wajah mereka, dari sikap tubuh mereka dan dari perkataan mereka.
Syuro ketigaku (12.30 – 14.00), syuro Puskomda bersama BP. Tetap dengan semangat yang sama yang kulihat. Sudah lebih baik, menurutku, dibanding syuro kedua tadi. Lebih baik menurutku adalah lebih banyak orang yang mau bicara, lebih banyak pendapat yang dieksplorasi dan lebih banyak tanggapan dari lemparan-lemparan ide. Bukankah itu tujuannya syuro? Mempertemukan banyak pendapat sehingga menghasilkan yang terbaik untuk dakwah. Sudah lebih baik, walaupun tetap masih belum sesuai ritme syuro yang bisa membuatku enjoy.
Tapi, bagaimanapun, setiap syuro adalah bagian dari dakwah. Setiap hasil syuro ada keberkahannya. Dan semoga setiap keputusan yang diambil tadi adalah yang terbaik untuk dakwah. Aamiiin
Saturday, July 01, 2006
SIXERS again
SIXERS lagi. Yang baca blog ini paling-paling sudah bosen karena tema belakangan ini gak pernah jauh dari sixers. Tapi mau bagaimana lagi, lagi jadi tuntutan hati. Sejak balik dari makassar selasa kemarin, tiap hari pasti aku puter lagi flash profil SIXERS dengan backsound Mengejar Matahari. Bosen, bosen deh lu. Oya, bagi yang belum tahu, SIXERS itu sebutan bagi stelkers (anak stm telkom makassar) angkatan 6. Liat wajah2 mereka di profil itu, satu persatu kepingan memori di stm berputar di kepalaku. Ada foto2 pas mereka ketemuan di makassar setahun/2 tahun pasca lulus dan aku gak ada di situ, rasanya sedih banget. Waktu itu aku kemana ya? {as ke makassar kemarin, aku melewatkan beberapa hal.
1. Gak ke sencho. Persewaan komik langganannya sixers dulu. pengen ngecek, ada utang gak sih disana? juga pengen ketemu yang jaga sih dan pengen tau udah tambah besar belum senchonya
2. Gak ke lumpia sulawesi. Padahal itu tempat makan yang dibela-belain sixers cewek bolos demi makan di situ meski harus ngantri.
3. Gak maen basket. Aku gak pernah maen basket lagi sejak lulus stm. Sebelum berangkat kemarin sih, niatnya mau maen lagi di labas-nya telkom tapi gak sempat. Padahal kesempatannya sebenarnya lebih besar. soalnya kita gak perlu ke labas telkom di diklat lagi tapi di sekolah, lapangan yang biasa dipake voli, tarik tambang dan lompat karung plus acara2 porseni lainnya sudah direnovasi jadi lapangan basket. kalo ada bola dan kalo ingat, sebenarnya pas reunian, aku bisa maen sebentar di labas sekolahan. Sayangnya gak kepikiran lagi pas disana
Besok, memet mau nganterin foto2 sejak jaman sekolah sampe terakhir pas reunion kemarin plus video reunion yang disimpan di laptopnya. Berarti besok, kayaknya aku bakalan gak beranjak dari depan kompiut melototi dan menerawang kembali ke masa lalu lagi.
Duh, kok jadi kangen lagi ya sama mereka. Terutama sama ami, ani, phionk, endhy, baya dan mmink. Kemarin aku pernah janji mau nampilin fotonya kita bertujuh di blog ini tapi kemarin bongkar2 kamar, tidak ada satupun foto STM yang kudapat. Katanya eya, my sister, mengingatkanku kalo foto2nya itu sudah kubuang karena sudah gak bisa dilihat lagi, nempel satu sama yang lainnya jadi gak berbentuk gitu deh, dan katanya kubuang. Masa sih aku melakukan hal sebodoh itu? Tapi perasaan ada deh yang masih tersisa, dimana ya????
Guys, bantuin nyari lagi dong….
1. Gak ke sencho. Persewaan komik langganannya sixers dulu. pengen ngecek, ada utang gak sih disana? juga pengen ketemu yang jaga sih dan pengen tau udah tambah besar belum senchonya
2. Gak ke lumpia sulawesi. Padahal itu tempat makan yang dibela-belain sixers cewek bolos demi makan di situ meski harus ngantri.
3. Gak maen basket. Aku gak pernah maen basket lagi sejak lulus stm. Sebelum berangkat kemarin sih, niatnya mau maen lagi di labas-nya telkom tapi gak sempat. Padahal kesempatannya sebenarnya lebih besar. soalnya kita gak perlu ke labas telkom di diklat lagi tapi di sekolah, lapangan yang biasa dipake voli, tarik tambang dan lompat karung plus acara2 porseni lainnya sudah direnovasi jadi lapangan basket. kalo ada bola dan kalo ingat, sebenarnya pas reunian, aku bisa maen sebentar di labas sekolahan. Sayangnya gak kepikiran lagi pas disana
Besok, memet mau nganterin foto2 sejak jaman sekolah sampe terakhir pas reunion kemarin plus video reunion yang disimpan di laptopnya. Berarti besok, kayaknya aku bakalan gak beranjak dari depan kompiut melototi dan menerawang kembali ke masa lalu lagi.
Duh, kok jadi kangen lagi ya sama mereka. Terutama sama ami, ani, phionk, endhy, baya dan mmink. Kemarin aku pernah janji mau nampilin fotonya kita bertujuh di blog ini tapi kemarin bongkar2 kamar, tidak ada satupun foto STM yang kudapat. Katanya eya, my sister, mengingatkanku kalo foto2nya itu sudah kubuang karena sudah gak bisa dilihat lagi, nempel satu sama yang lainnya jadi gak berbentuk gitu deh, dan katanya kubuang. Masa sih aku melakukan hal sebodoh itu? Tapi perasaan ada deh yang masih tersisa, dimana ya????
Guys, bantuin nyari lagi dong….
Orang Yang Aneh
Kok bisa ya dia gak sms aku saja? Kenapa sms yang sepenting dan seamniyiah itu nyasarnya malah ke adek2 yang dia gak tahu sampe mana pemahamannya. Please deh, singkirkan dong tuh ego. Tempatkan sesuatu itu ya di tempatnya dong. Kalo gak gitu, jelek tau gak liatnya. Lama2 aku jadi eneg juga sama tingkah2nya. Males banget tau gak sih. Terlihat bersemangat tapi tidak terarah. Bergerak tapi under control. Udah deh, gak usah gitu gitu amat.
Dari dulu aku udah bilang kan, segala sesuatu itu tempatkan pada porsinya. Jangan berlebihan apalagi salah tempat. Bisa berabe, runyam. Bukan mau mematikan potensi atau inisiatif kader. Kalo saja dia tau, aku orang yang pertama angkat jempol ketika ide-ide brilian muncul dari dirinya di luar syuro. Ide kraetif yang keren abis. Tapi itu dulu, saat dia masih menghargai adanya syuro. Saat dia masih sadar bahwa dia adalah bagian dari tim. Saat dia masih paham bahwa kita semua adalah sama. Dan sekarang, tingkah2nya lebih banyak memperlihatkan keotoriteranya. Ide –ide yang dia keluarkan sepertinya menjadi sesuatu yang HARUS dilakukan tanpa perlu dibahas dalam syuro. Dan,... aku tidak respek untuk hal2 seperti itu. kamu boleh punya ide, kamu sangat boleh berinovasi, tapi kamu tidak sendirian, ada tim. Maka bicarakanlah dengan tim.
Dan juga, kalo mau nyampein sesuatu itu, liat liat dulu siapa yang diajak ngomong, apa amanahnya, mampu gak? Jangan maen pukul rata gitu hanya karena ego yang gak penting. Satu lagi, jangan merasa paling penting dan paling tahu deh. O ya, apa-apa yang di luar syuro itu dikomunikasikan sebagai usulan dong, bukan sebagai keputusan. Emang kamu pikir gampang apa mempertanggungjawabkan sesuatu apalagi tanpa mekanisme syuro. Usul boleh aja, tapi caranya juga yang cantik dong. Aku ilfil. Semoga besok gak muntah-muntah.
Aku salah gak ya emosi kayak gini?
Oke, aku salah. Maaf maaf deh
Dari dulu aku udah bilang kan, segala sesuatu itu tempatkan pada porsinya. Jangan berlebihan apalagi salah tempat. Bisa berabe, runyam. Bukan mau mematikan potensi atau inisiatif kader. Kalo saja dia tau, aku orang yang pertama angkat jempol ketika ide-ide brilian muncul dari dirinya di luar syuro. Ide kraetif yang keren abis. Tapi itu dulu, saat dia masih menghargai adanya syuro. Saat dia masih sadar bahwa dia adalah bagian dari tim. Saat dia masih paham bahwa kita semua adalah sama. Dan sekarang, tingkah2nya lebih banyak memperlihatkan keotoriteranya. Ide –ide yang dia keluarkan sepertinya menjadi sesuatu yang HARUS dilakukan tanpa perlu dibahas dalam syuro. Dan,... aku tidak respek untuk hal2 seperti itu. kamu boleh punya ide, kamu sangat boleh berinovasi, tapi kamu tidak sendirian, ada tim. Maka bicarakanlah dengan tim.
Dan juga, kalo mau nyampein sesuatu itu, liat liat dulu siapa yang diajak ngomong, apa amanahnya, mampu gak? Jangan maen pukul rata gitu hanya karena ego yang gak penting. Satu lagi, jangan merasa paling penting dan paling tahu deh. O ya, apa-apa yang di luar syuro itu dikomunikasikan sebagai usulan dong, bukan sebagai keputusan. Emang kamu pikir gampang apa mempertanggungjawabkan sesuatu apalagi tanpa mekanisme syuro. Usul boleh aja, tapi caranya juga yang cantik dong. Aku ilfil. Semoga besok gak muntah-muntah.
Aku salah gak ya emosi kayak gini?
Oke, aku salah. Maaf maaf deh
REPORTASE REUNION OF SIXERS
Reportase reuni yang berserakan di milis angkatan 6 STM Telkom SP 2 Makassar
Dari ARMAND (si Ketua Panitia)
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Syukur Alhamdulillah,
"The SIXERS Reunion" dengan item acara;
1. Silaturahmi Keluarga BEsar SMK Telkom SP.2 Makassar
2. Wisata ke Malino
berjalan dengan sukses,
Teman-teman yang hadir adalah:
Eby, Rahmi, Jumiaty, Phionk, Baya, Mariana, Esty, Sery rahayu, Christian, Ronald, Me2t, Noel, Uul, Dwi, BK, Riswan, Fajar, Armin, Hijas, Soba, Anto, Haslan, Ade, Budi, Armand, Haryadi, Iswandi,Sulfi, Iphoel, Kifliandy ( Hmmm...siapa lagi di'?!)
Ya....sebenarnya agak kecewa juga, karena teman2 di Makassar sendiri banyak juga yang tidak sempat hadir. Maklumlah, the SIXERS memang selalu sibuk,atau cuma sok sibuk. Heheh...just kidding men!
Menurut Bpk. Supian, Angkatan 6 adalah angkatan yang selalu membuat gebrakan2 di SMK Telkom, mulai saat masih sekolah sampai sekarang.
Pada sambutannya, beliau juga membaca beberapa narasi yang bersifat kritis dan juga yang lucu2 dari buku tahunan kita. Sambutan inipun akhirnya jadi standing joke.
La wong pak Supian memang lucu kok. Hehe...! (maaf pak)
Trus.......
Bpk. Abd. Samal yang kita percayakan untuk mewaliki guru untuk memberi sambutan, juga salut akan gebrakan serta eksistensi angkatan 6 yang masih solid sampai sekarang.
Hikh.....hikh...!kita jadi terharu blah.....
Acara yang dimulai jam 9, berakhir pada jam 1 siang kurang lebih seperti format acara yang telah disampaikan sebelumnya.
Antusiasme adik2 kelas juga ga kalah.
Terakhir, foto bareng....
Aii.....banyak lagi yang lewatkan kesempatan jadi foto model.
Acara kemudian dilanjutlan ke Malino
Kegiatan di malino;
- Nonton bareng piala dunia
- Kompetisi Winning
- Liat-liat album foto kenangan,
- Makan nasi goreng buatannya baya, ebhy, esti, ayu, (enakki tawwa...!!!)
- jalan2+ foto2 di perkebunan teh
- Makan ikan di bili2,
- Ketawa sehari-semalam bareng Noel.
- Muntah bareng haslan dan kifli
- etc
Sa bilang memang, Yang ga' ikut pasti nyesel toh?!!
Kalo gitu, saya dan teman2 team work mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi teman2, baik berupa kontribusi maupun kedatangan langsung ke acara.
Mudah2an persaudaraan kita dapat terus bertahan tiil the end!!!
skali lagi, Thank's Bro!
Our BROTHERHOOD WILL NEVER END
ARMAND
NB ;
- Untuk teman2 yang terlambat mentransfer kontribusi untuk acara reuni kemarin,
masih bisa ditransfer untuk mendapatkan baju angkatan.
- Sisa dana akan diSAVEkan untuk penerbitan buku THE SIXERS, dan kebutuhan yang lain yang berhubungan dengan THE SIXERS. (untuk informasi bisa menghubungi sdr. Haslan Halik/bendaraha)
- Dokumentasi reuni berupa foto2, nanti dapat dilihat dimillist.
sedang yang berupa video, akan digelar nonton bareng, abis lebaran mendatang. So don't miss it guy's!!
Dari SOBA :
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Sebelumnya saya meminta maaf karena baru posting tentang acara Reuni kemarin.
karena tadi malam saya sdh di minta oleh Budi' untuk posting.
Ceritanya bagaimana di'?. Kaya'nya versi saya saja deh.
Saya berangkat ke Sekolah sekitar jam 7:30, soalnya telat bangun karena nonton piala dunia. saya sampai disana sekitar jam 8:00.
Setelah memasuki pekarangan sekolah, telah tampak tenda yang telah berdiri. tenda tersebut terdiri dari 4 bagian. Jadi tenda membentuk segi empat. Lokasinya tentu saja di lapangan upacara.
Tenda pertama yang berada di depan ruangan guru adalah tenda untuk para pemateri dan juga proyektor serta layarnya. disebelah kanan (depan perpustakaan) merupakan tenda untuk para adik2 siswa STELK. Kemudian tenda di sebelah kiri (depan kelas 3) sebagai tenda untuk para Guru dan staf sekolah, dan juga untuk teman2 the sixer. Kemudian tenda yang berada di depan adalah juga untuk para adik2 para siswa STELK.
Pertama2 saya masuk saya langsung disambut oleh teman2 yang telah berada di sekolah (ternyata beberapa dari mereka bermalam disekolah). Di lokasi kejadian (patroli kaleee...) maksudnya di lokasi reuni telah ada beberapa teman2 yang sedang sibuk menyiapkan acara. Telah ada Armand, Budi', Ipoel, Haslan, Memet, Beckha, Dwi, Uul, Ebi', Esti, Baya' dll. disana juga telah pa' Deni, dan beberapa staf sekolah.
Setelah bertegur sapa beberapa saat saya langsung turun tangan membantu teman2 yang lagi sibuk2x. mulai dari memasang kain untuk tenda utama, angkat2 kursi dll.
bersamaan dengan itu, teman2 the sixers yang lain berturut2 datang seperti Noel, Anto', Hariyadi, Ayu', Jumiati, ronal, Ian dll.
Acara dimulai sekitar jam 10:00 siang. Acara dimulai dengan acara sambutan2.
Yang pertama adalah sambutan dari Armand selaku ketua panitia acara reuni.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pa' Samad, mewakili Guru
terakhir sambutan Kepala sekolah sekaligus membuka secara resmi acara reuni
Yang menarik untuk saya ceritakan disini adalah sambutan kepala sekolah. Dimana dalam sambutannya, beliau mengatakan kalau beliau sangat sering membaca salah satu buku yang dibuat oleh angkatan VI yaitu "Kisah Kasih Klasik untuk Masa Depan" (kalau tidak salah). Dimana beliau ternyata banyak mengambil inspirasi serta refleksi dari buku tersebut. misalnya cerita2 kita tentang fasilitas di sekolah, mulai dari fasilitas komputer, kantin dll.
Dan banyak pembenahan yang dilakukan oleh sekolah karena cerita2 di buku tersebut.
Setelah acara sambutan dilanjutkan dengan acara perkenalan personel2 the sixers, dimulai dengan tampilan foto2 yang telah dikemas dalam format film. Kemudian perkenalan satu persatu secara langsung yang di pandu oleh Armand.
Kemudian acara paduan suara yang dibawakan oleh adik2 kelas serta hening cipta untuk guru2 yang mengajar kita dahulu yang telah berpulang. seperti Pa' Kardi dan Pa' Nasir.
Acara berikutnya adalah acara Dialog interaktif. Acara ini menampilkan tiga pihak. Yaitu pihal operator telekomunikasi, kemudian pihak vendor telekomuniaksi serta pihak ..... apa di'? ..... yang jelas tiga lah....
Pihak operator diwakili Esti dari Telkomsel, pihak vendor di wakili Memet dan pihak yang satunya lagi diwakili Anto (Samsung). Dan acara ini di pandu secara menarik dan interaktif oleh Haslan.
Setelaha acara Dialog, dilanjutkan dengan acara pemcaan Do'a yang di pimpim oleh Pa' Nasaruddin. Dan terakhir acara yang paling di tunggu oleh semua peserta Reuni yaitu acara Penutup alias makan ........
Setelah Acara makan2 selesai, teman2 kemudian berkumpul di ruang kelas untuk membicarakan acara berikutnya yaitu ke Malino. Namun karena sesuatu dan lain hal, ada teman2 yang tidak bisa ikut. Salah satunya adalah saya.
Makanya cerita saya hanya acara disekolah saja, sedangkan acara di Malino nanti teman yang lain yang cerita.
Oke, sampai disini dulu info reuni dari makassar. Dan teman2 yang tidak bisa
ikut harap jangan bersedih. Apalagi yang berada di luar Makassar karena kita2 mengerti kok dengan kondisi teman2 yang ada halangan. Dan kami yakin kalau tidak ada halangan teman2 semua pasti akan datang.
BROTHERHOOD WILL NEVER END
Viva The Sixers Of STELK
Wassalam.
Dar BUDI (sekretaris panitia):
assalamu alaikum wwr.wb.......
"mantap mentong tawwa the sixers.."(red.)
itu yg sy dengar dari anak2 angk 11 dan 10.
selepas perkenalan satu persatu the sixers yg hadir.
...
mereka betul2 iri pada angk 6 yg begitu solid.
sampe bisa bikin acara spt itu di sekolah.
walaupun hanya sedikit yg hadir saat acara, tetap suasana meriah (by sambutan lucu dari pak supian) dan antusias disambut oleh guru2,staff, dan adik2 yg masih di sekolah.
...
ada lagi cerita yg lain.
dibalik layar, di balik meriahnya suasana acara reunion, terjadi 'tindak kriminal' oleh seseorang. modusnya adalah dengan mengumpulkan satu persatu the sixers yg gemuk2. lalu setelah dihipnotis dg kata2 beracun hingga mata mereka jadi gelap
dan tak saaadarkan diri, mereka kemudian di ambil dompetnya one by one dan dikembalikan dalam keadaann kosong.. Ingin tahu siapa dia??? (tau sendirilah...)
pesan bang Nasir:
Waspadalah kalau ke sekolah... waspadalah..WASPADALAH!!!
...
nah itulah sedikit cerita yg dilihat dari sisi yg berbeda...
SUKSES THE SIXERS REUNION berkat bantuan, doa, pastisipasi, dana, tenaga, waktu yg kalian korbankan semuanya hanya u BROTHERSHIP.
ya, PERSAUDARAAN...
sy mewakili seluruh panitia kerja mengucapkan, TERIMA KASIH BANYAK atas semua itu frend.
Mudah2an kita ketemu lagi ces...
sy harapkan kepada seluruh the sixers, agar menyampaikan seluruh suka dukanya di milis ini. apapun itu ces.. agar kita semua juga bisa merasakannya..
tks semuanya.... mmmmuuuah.
Dari HASLAN (bendahara sixers):
Dear All...........
berikut saya attach laporan kas reuni the sixer yang telah kita adakan.
Jadi kalo ada data dalam laporan kas yang perlu dipertanyakan lang sung aja hub saya .OK.
Mengenai Reuni waaaaaaa...
Saya gak bisa bilang banyak neehh soalnya susah di ungkapkan dgn kata - kata.
Thanks buat The Sixers yang udah transfer kontribusinya.... ^-^, yang mau ngangkat telp kita malam - malam walaupun sudah tau kalo kita cuma mau "nagih" kontribusinya .... he...he...he...
Pokoknya Reuni kita SUKSES, tapi masih belum sempurna betul..... (kan gak ada yang sempurna,red)
Thanks juga mau percayakan jadi Moderator Dialog Interaktif padahal baru pertama kali jadi moderator (don't know what should I do, red) tapi lumayan buat pengalaman.
eh... btw anak - anak Bandung tea' kok gak ada yang dtg ya.....sibuk apa ya??? udah lupa ya dgn kita..... padahal anak - anak SBY pada dtg semua loh
(memet, wandhy,ebhy, noel, ) kenapa ya???
Note:
Dalam waktu dekat akan kami kirimkan Baju Angkatan The Sixer yang keren itu ke The Sixers yang udah masukkan kontribusi. Jadi yang berminat hub. panitia secepatnya dan transfer secepatnya untuk kita buat lagi baju tambahan soalnya yang pertama kita hanya buat 50 buah. dan sdh habis.
BR//
Haslan Khalik
--> #4$Lan
081 355 263 963
Dari EBHY (its me....) :
A true friend..
A true friend never walks away
A true friend will always stay
A true friend looks out for you
A true friend will guard your secrets
like a precious gift
A true friend is there for you
To give you a helpful lift
A true friend tries to make you smile
Tries to replace that frown
They may not always succeed
But they rarely let you down
These arms for you are open
This heart for you does care
And when i think you need me
I'll try to always be there
I'll listen to your fears
I promise not to laugh
Comfort your falling tears
I'll make this friendship last
I'll keep you near to my heart
I'll always hold you dear
Even when we're miles apart
Even when you're here
I hope i am to you
Everything you are to me
For the friendship we have is a special one indeed
With you, my life is felt so wonderful
27 Juni 2006
persembahan untuk alumni stm telkom makassar angkatan 6 (angkatan 1997), dimanapun kalian
about reunion :
Glad to be there again. Walaupun tidak semua bisa kumpul, tapi tetap menyenangkan berada di antara kalian. Thanks buat acaranya yang keren.
Buat para pejuang reuni like armand, budi, slank, beckha, sulfi, dwi, soba, baya, phionk dan yang lainnya yang tak kutahu, SALUT untuk kalian. Thanks for everything.
Buat yang sudah datang, senang ketemu kalian lagi.
Buat yang gak bisa datang, miss you much especially mmink, endhy, jyo and brother amha.
Buat yang gak datang tapi ngasi respon baik banget lewat milis or telpon, thanks u/ kontribusinya.
Buat amha, ale, abi dan morezt, tagihan kalian membengkak ya gara2 telpon kita pas reunian? salah sendiri gak datang langsung aja? hehehe.. thanks bro..
SIXERS is the best. Brotherhood wil never end.
best regards,
ebhy SIXERS
08121717763
031-5931180
0911-311862
hamida477.blogspot.com
Catatanku Barang2 yang ketinggalan di makassar
1. Manset 2 pasang
2. Kaos kaki 1 pasang
3. Jubah hijau (jubah dari samarinda waktu FSLDKNAs). Bay, kirimin ya. Ada nilai historisnya tuh
4. Jilbab krem 2. bay, kirimin juga, jilbab kremku cuma dikit
Dari ARMAND (si Ketua Panitia)
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Syukur Alhamdulillah,
"The SIXERS Reunion" dengan item acara;
1. Silaturahmi Keluarga BEsar SMK Telkom SP.2 Makassar
2. Wisata ke Malino
berjalan dengan sukses,
Teman-teman yang hadir adalah:
Eby, Rahmi, Jumiaty, Phionk, Baya, Mariana, Esty, Sery rahayu, Christian, Ronald, Me2t, Noel, Uul, Dwi, BK, Riswan, Fajar, Armin, Hijas, Soba, Anto, Haslan, Ade, Budi, Armand, Haryadi, Iswandi,Sulfi, Iphoel, Kifliandy ( Hmmm...siapa lagi di'?!)
Ya....sebenarnya agak kecewa juga, karena teman2 di Makassar sendiri banyak juga yang tidak sempat hadir. Maklumlah, the SIXERS memang selalu sibuk,atau cuma sok sibuk. Heheh...just kidding men!
Menurut Bpk. Supian, Angkatan 6 adalah angkatan yang selalu membuat gebrakan2 di SMK Telkom, mulai saat masih sekolah sampai sekarang.
Pada sambutannya, beliau juga membaca beberapa narasi yang bersifat kritis dan juga yang lucu2 dari buku tahunan kita. Sambutan inipun akhirnya jadi standing joke.
La wong pak Supian memang lucu kok. Hehe...! (maaf pak)
Trus.......
Bpk. Abd. Samal yang kita percayakan untuk mewaliki guru untuk memberi sambutan, juga salut akan gebrakan serta eksistensi angkatan 6 yang masih solid sampai sekarang.
Hikh.....hikh...!kita jadi terharu blah.....
Acara yang dimulai jam 9, berakhir pada jam 1 siang kurang lebih seperti format acara yang telah disampaikan sebelumnya.
Antusiasme adik2 kelas juga ga kalah.
Terakhir, foto bareng....
Aii.....banyak lagi yang lewatkan kesempatan jadi foto model.
Acara kemudian dilanjutlan ke Malino
Kegiatan di malino;
- Nonton bareng piala dunia
- Kompetisi Winning
- Liat-liat album foto kenangan,
- Makan nasi goreng buatannya baya, ebhy, esti, ayu, (enakki tawwa...!!!)
- jalan2+ foto2 di perkebunan teh
- Makan ikan di bili2,
- Ketawa sehari-semalam bareng Noel.
- Muntah bareng haslan dan kifli
- etc
Sa bilang memang, Yang ga' ikut pasti nyesel toh?!!
Kalo gitu, saya dan teman2 team work mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi teman2, baik berupa kontribusi maupun kedatangan langsung ke acara.
Mudah2an persaudaraan kita dapat terus bertahan tiil the end!!!
skali lagi, Thank's Bro!
Our BROTHERHOOD WILL NEVER END
ARMAND
NB ;
- Untuk teman2 yang terlambat mentransfer kontribusi untuk acara reuni kemarin,
masih bisa ditransfer untuk mendapatkan baju angkatan.
- Sisa dana akan diSAVEkan untuk penerbitan buku THE SIXERS, dan kebutuhan yang lain yang berhubungan dengan THE SIXERS. (untuk informasi bisa menghubungi sdr. Haslan Halik/bendaraha)
- Dokumentasi reuni berupa foto2, nanti dapat dilihat dimillist.
sedang yang berupa video, akan digelar nonton bareng, abis lebaran mendatang. So don't miss it guy's!!
Dari SOBA :
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Sebelumnya saya meminta maaf karena baru posting tentang acara Reuni kemarin.
karena tadi malam saya sdh di minta oleh Budi' untuk posting.
Ceritanya bagaimana di'?. Kaya'nya versi saya saja deh.
Saya berangkat ke Sekolah sekitar jam 7:30, soalnya telat bangun karena nonton piala dunia. saya sampai disana sekitar jam 8:00.
Setelah memasuki pekarangan sekolah, telah tampak tenda yang telah berdiri. tenda tersebut terdiri dari 4 bagian. Jadi tenda membentuk segi empat. Lokasinya tentu saja di lapangan upacara.
Tenda pertama yang berada di depan ruangan guru adalah tenda untuk para pemateri dan juga proyektor serta layarnya. disebelah kanan (depan perpustakaan) merupakan tenda untuk para adik2 siswa STELK. Kemudian tenda di sebelah kiri (depan kelas 3) sebagai tenda untuk para Guru dan staf sekolah, dan juga untuk teman2 the sixer. Kemudian tenda yang berada di depan adalah juga untuk para adik2 para siswa STELK.
Pertama2 saya masuk saya langsung disambut oleh teman2 yang telah berada di sekolah (ternyata beberapa dari mereka bermalam disekolah). Di lokasi kejadian (patroli kaleee...) maksudnya di lokasi reuni telah ada beberapa teman2 yang sedang sibuk menyiapkan acara. Telah ada Armand, Budi', Ipoel, Haslan, Memet, Beckha, Dwi, Uul, Ebi', Esti, Baya' dll. disana juga telah pa' Deni, dan beberapa staf sekolah.
Setelah bertegur sapa beberapa saat saya langsung turun tangan membantu teman2 yang lagi sibuk2x. mulai dari memasang kain untuk tenda utama, angkat2 kursi dll.
bersamaan dengan itu, teman2 the sixers yang lain berturut2 datang seperti Noel, Anto', Hariyadi, Ayu', Jumiati, ronal, Ian dll.
Acara dimulai sekitar jam 10:00 siang. Acara dimulai dengan acara sambutan2.
Yang pertama adalah sambutan dari Armand selaku ketua panitia acara reuni.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pa' Samad, mewakili Guru
terakhir sambutan Kepala sekolah sekaligus membuka secara resmi acara reuni
Yang menarik untuk saya ceritakan disini adalah sambutan kepala sekolah. Dimana dalam sambutannya, beliau mengatakan kalau beliau sangat sering membaca salah satu buku yang dibuat oleh angkatan VI yaitu "Kisah Kasih Klasik untuk Masa Depan" (kalau tidak salah). Dimana beliau ternyata banyak mengambil inspirasi serta refleksi dari buku tersebut. misalnya cerita2 kita tentang fasilitas di sekolah, mulai dari fasilitas komputer, kantin dll.
Dan banyak pembenahan yang dilakukan oleh sekolah karena cerita2 di buku tersebut.
Setelah acara sambutan dilanjutkan dengan acara perkenalan personel2 the sixers, dimulai dengan tampilan foto2 yang telah dikemas dalam format film. Kemudian perkenalan satu persatu secara langsung yang di pandu oleh Armand.
Kemudian acara paduan suara yang dibawakan oleh adik2 kelas serta hening cipta untuk guru2 yang mengajar kita dahulu yang telah berpulang. seperti Pa' Kardi dan Pa' Nasir.
Acara berikutnya adalah acara Dialog interaktif. Acara ini menampilkan tiga pihak. Yaitu pihal operator telekomunikasi, kemudian pihak vendor telekomuniaksi serta pihak ..... apa di'? ..... yang jelas tiga lah....
Pihak operator diwakili Esti dari Telkomsel, pihak vendor di wakili Memet dan pihak yang satunya lagi diwakili Anto (Samsung). Dan acara ini di pandu secara menarik dan interaktif oleh Haslan.
Setelaha acara Dialog, dilanjutkan dengan acara pemcaan Do'a yang di pimpim oleh Pa' Nasaruddin. Dan terakhir acara yang paling di tunggu oleh semua peserta Reuni yaitu acara Penutup alias makan ........
Setelah Acara makan2 selesai, teman2 kemudian berkumpul di ruang kelas untuk membicarakan acara berikutnya yaitu ke Malino. Namun karena sesuatu dan lain hal, ada teman2 yang tidak bisa ikut. Salah satunya adalah saya.
Makanya cerita saya hanya acara disekolah saja, sedangkan acara di Malino nanti teman yang lain yang cerita.
Oke, sampai disini dulu info reuni dari makassar. Dan teman2 yang tidak bisa
ikut harap jangan bersedih. Apalagi yang berada di luar Makassar karena kita2 mengerti kok dengan kondisi teman2 yang ada halangan. Dan kami yakin kalau tidak ada halangan teman2 semua pasti akan datang.
BROTHERHOOD WILL NEVER END
Viva The Sixers Of STELK
Wassalam.
Dar BUDI (sekretaris panitia):
assalamu alaikum wwr.wb.......
"mantap mentong tawwa the sixers.."(red.)
itu yg sy dengar dari anak2 angk 11 dan 10.
selepas perkenalan satu persatu the sixers yg hadir.
...
mereka betul2 iri pada angk 6 yg begitu solid.
sampe bisa bikin acara spt itu di sekolah.
walaupun hanya sedikit yg hadir saat acara, tetap suasana meriah (by sambutan lucu dari pak supian) dan antusias disambut oleh guru2,staff, dan adik2 yg masih di sekolah.
...
ada lagi cerita yg lain.
dibalik layar, di balik meriahnya suasana acara reunion, terjadi 'tindak kriminal' oleh seseorang. modusnya adalah dengan mengumpulkan satu persatu the sixers yg gemuk2. lalu setelah dihipnotis dg kata2 beracun hingga mata mereka jadi gelap
dan tak saaadarkan diri, mereka kemudian di ambil dompetnya one by one dan dikembalikan dalam keadaann kosong.. Ingin tahu siapa dia??? (tau sendirilah...)
pesan bang Nasir:
Waspadalah kalau ke sekolah... waspadalah..WASPADALAH!!!
...
nah itulah sedikit cerita yg dilihat dari sisi yg berbeda...
SUKSES THE SIXERS REUNION berkat bantuan, doa, pastisipasi, dana, tenaga, waktu yg kalian korbankan semuanya hanya u BROTHERSHIP.
ya, PERSAUDARAAN...
sy mewakili seluruh panitia kerja mengucapkan, TERIMA KASIH BANYAK atas semua itu frend.
Mudah2an kita ketemu lagi ces...
sy harapkan kepada seluruh the sixers, agar menyampaikan seluruh suka dukanya di milis ini. apapun itu ces.. agar kita semua juga bisa merasakannya..
tks semuanya.... mmmmuuuah.
Dari HASLAN (bendahara sixers):
Dear All...........
berikut saya attach laporan kas reuni the sixer yang telah kita adakan.
Jadi kalo ada data dalam laporan kas yang perlu dipertanyakan lang sung aja hub saya .OK.
Mengenai Reuni waaaaaaa...
Saya gak bisa bilang banyak neehh soalnya susah di ungkapkan dgn kata - kata.
Thanks buat The Sixers yang udah transfer kontribusinya.... ^-^, yang mau ngangkat telp kita malam - malam walaupun sudah tau kalo kita cuma mau "nagih" kontribusinya .... he...he...he...
Pokoknya Reuni kita SUKSES, tapi masih belum sempurna betul..... (kan gak ada yang sempurna,red)
Thanks juga mau percayakan jadi Moderator Dialog Interaktif padahal baru pertama kali jadi moderator (don't know what should I do, red) tapi lumayan buat pengalaman.
eh... btw anak - anak Bandung tea' kok gak ada yang dtg ya.....sibuk apa ya??? udah lupa ya dgn kita..... padahal anak - anak SBY pada dtg semua loh
(memet, wandhy,ebhy, noel, ) kenapa ya???
Note:
Dalam waktu dekat akan kami kirimkan Baju Angkatan The Sixer yang keren itu ke The Sixers yang udah masukkan kontribusi. Jadi yang berminat hub. panitia secepatnya dan transfer secepatnya untuk kita buat lagi baju tambahan soalnya yang pertama kita hanya buat 50 buah. dan sdh habis.
BR//
Haslan Khalik
--> #4$Lan
081 355 263 963
Dari EBHY (its me....) :
A true friend..
A true friend never walks away
A true friend will always stay
A true friend looks out for you
A true friend will guard your secrets
like a precious gift
A true friend is there for you
To give you a helpful lift
A true friend tries to make you smile
Tries to replace that frown
They may not always succeed
But they rarely let you down
These arms for you are open
This heart for you does care
And when i think you need me
I'll try to always be there
I'll listen to your fears
I promise not to laugh
Comfort your falling tears
I'll make this friendship last
I'll keep you near to my heart
I'll always hold you dear
Even when we're miles apart
Even when you're here
I hope i am to you
Everything you are to me
For the friendship we have is a special one indeed
With you, my life is felt so wonderful
27 Juni 2006
persembahan untuk alumni stm telkom makassar angkatan 6 (angkatan 1997), dimanapun kalian
about reunion :
Glad to be there again. Walaupun tidak semua bisa kumpul, tapi tetap menyenangkan berada di antara kalian. Thanks buat acaranya yang keren.
Buat para pejuang reuni like armand, budi, slank, beckha, sulfi, dwi, soba, baya, phionk dan yang lainnya yang tak kutahu, SALUT untuk kalian. Thanks for everything.
Buat yang sudah datang, senang ketemu kalian lagi.
Buat yang gak bisa datang, miss you much especially mmink, endhy, jyo and brother amha.
Buat yang gak datang tapi ngasi respon baik banget lewat milis or telpon, thanks u/ kontribusinya.
Buat amha, ale, abi dan morezt, tagihan kalian membengkak ya gara2 telpon kita pas reunian? salah sendiri gak datang langsung aja? hehehe.. thanks bro..
SIXERS is the best. Brotherhood wil never end.
best regards,
ebhy SIXERS
08121717763
031-5931180
0911-311862
hamida477.blogspot.com
Catatanku Barang2 yang ketinggalan di makassar
1. Manset 2 pasang
2. Kaos kaki 1 pasang
3. Jubah hijau (jubah dari samarinda waktu FSLDKNAs). Bay, kirimin ya. Ada nilai historisnya tuh
4. Jilbab krem 2. bay, kirimin juga, jilbab kremku cuma dikit
Tuesday, June 27, 2006
Kisah Reuni Bagian 3
Mereka berubah. Aku harus membiasakan diri dengan perubahan ini. Bagaimanapun, perubahan2 ini adalah perubahan yang baik. konsekuensi atas keputusan yang telah mereka ambil. Ini jalan hidup mereka yang baru. Yang penting, sifat mereka tidak berubah, mereka tetaplah sahabat2ku yang manis. Yang berubah hanyalah hal2 yang mereka jalani saat ini dan itu adalah hal yang sangat wajar.
Aku harus memaklumi keadaan ini, bahwa keinginanku bisa saja bertabrakan dengan apa yang sedang mereka rencanakan. Mungkin karena ak belum menjalani apa yang telah mereka jalani, sehingga aku perlu waktu untuk memaklumi.
Bagaimanapun, aku bangga dan bahagia atas kebahagiaan mereka. i love you guys.
As we grow along together, hand in hand working all along
So in love, I with you and we all know what to do, So in love in the word of Allah
As we work and be together, at the start thingking how about
Showing love I with you, no one else as me and you, So in love so much in love
We grow along together, I tell you I need you all so much
I love I show you my carring, can you tell me in my thought
As we work you and I together, we will life and be together till we die
So in love I with you I just can’t wait to say I do
So in love in the word of Allah, so in love are you and I
Sister (or brother), I hope you realise that you mean so much to be
For everything that I ever want, and I don’t want to lose
To have what is needed by everybody in this world
I just wanna have special sister (or brother) like you forever
(Lirik : Snada, Ukhuwah)
Untuk sahabat2 terbaikku di STM
Aku harus memaklumi keadaan ini, bahwa keinginanku bisa saja bertabrakan dengan apa yang sedang mereka rencanakan. Mungkin karena ak belum menjalani apa yang telah mereka jalani, sehingga aku perlu waktu untuk memaklumi.
Bagaimanapun, aku bangga dan bahagia atas kebahagiaan mereka. i love you guys.
As we grow along together, hand in hand working all along
So in love, I with you and we all know what to do, So in love in the word of Allah
As we work and be together, at the start thingking how about
Showing love I with you, no one else as me and you, So in love so much in love
We grow along together, I tell you I need you all so much
I love I show you my carring, can you tell me in my thought
As we work you and I together, we will life and be together till we die
So in love I with you I just can’t wait to say I do
So in love in the word of Allah, so in love are you and I
Sister (or brother), I hope you realise that you mean so much to be
For everything that I ever want, and I don’t want to lose
To have what is needed by everybody in this world
I just wanna have special sister (or brother) like you forever
(Lirik : Snada, Ukhuwah)
Untuk sahabat2 terbaikku di STM
Kisah Reuni Bagian 2
Ini hari terakhirku di makassar. Besok pagi, aku balik ke surabaya kembali menekuni apa yang kujalani disana. Reuni tadi lumayan banyak yang datang walau gak semua. Aku, memet, cobho dan noel dari surabaya, ian dari papua, ronald dari palangkaraya, uul dari jakarta, dwi yang lagi di makassar yang cuti dari kuliahnya di bandung, armand dari soroako, yang di makassar ada phionk, jumi, baya, esti, ami, ayu, ana makmur, sulfi, budi, haslan, beckha, armin, kifliandy, hariyadi, riswan, fajar, anto, ade budi, ipul, soba. yang lain di makassar lagi gak bisa ninggalin pekerjaannya. 2 hari bersama teman2 di STM dulu sangat menyenangkan. Seperti kembali muda, weits. Gak bnayak yang berubah. anak2 tetap aja ancur-ancur kayak dulu, maksudnya mereka tetap aja rame. Kita ke kebun teh di malino, kita juga ke bendungan bili-bili makan ikan bakar, juga makan jagung bakar bareng2. Yang paling seru sih waktu liat tampilan foto-foto semasa STM sampe foto terbaru. Karena liatnya rame2, jadi komentar komentar yang spontan keluar pada lucu-lucu.
Kita berangkat ke malinonya sudah jam 5.30 sore, jadi tiba sana jam 8 malam. Sampe, anak2 langsung liat video acara di sekolha tadi pagi plus tamplan foto. Sudah itu nyari jagung bakar. Abis makan, langsung tidur. Capek sih. Bangun pagi, cewek2nya ke pasar dan masak. Kita buat nasi goreng, sarden dan teh+kopi panas. Abisnya dingin banget sih. Abis makan, baru kita ke kebun teh, foto-foto disana, pulang deh balik ke penginapan. Tau gak, dalam perjalanan pulang dari kebun teh, ada awan bentuktulisan ALLAH, anak2 pada turun dan mengabadikan dalam kamera ponsel. Subhanallah....
Sampe penginapan, langsung siap2 mo balik ke makassar. Ada yang mabuk darat jadi sering berhenti, karena mereka mau mengeluarkan isi perut. Sampe di bili-bili, kita mampir di lesehan ikan bakar. Seru dan enak. Amhax telpon waktu kita di bili-bili. Pasti pengen tuh dia makan. Dia kan balala (rakus, red). Makanya mhax, kesini dong.
Kemarin, aku baca lagi diary bertiga, buku curhat bertiga, aku, baya dan mmink. Terkaget-kaget aku bacanya. Ternyata zaman dulu, emosiku agak tidak stabil. Tidak kusangka aku pernah punya pikiran2, cara menyikapi masalah atau perkataan-perkataan yang seperti itu. Emosi yang terlihat sering tidak rasional, meributkan hal2 yang menurutku sekarang, sangat tidak penting. Zaman dulu kayaknya penting banget buat aku. Malu sendiri sih bacanya, :-) . Tapi, baca itu bikin aku ketawa-ketawa sendiri, ingat bahwa pernah ada dalam situasi seperti itu, lucu juga.
Baru aja pulang dari rumahnya ani di antang sama ami. ani lagi hamil 6 bulan jadi ndak bisa ikut. ani udah gendut. Kumpul kayak gini, jadi kangen sama 4 yang lain. Endhy udah di jakarta, sekarang lagi nunggu hari untuk melahirkan, mmink lagi di bandung, baya lagi makassar tapi sekarang lagi masuk kantor, phionk lagi di makassar juga tapi tadi pagi ditelpon ndak bisa ikut, anaknya sakit. Kita bertujuh dulu deket banget. Nanti aja kalo sampe surabaya, aku pengen masang foto mereka di blog ini.
Banyak yang telah terjadi. Banyak hal yang sudah masing2 kita alami. Setiap orang telah ada di jalan hidupnya masing-masing yang memisahkan jarak fisik kita, tapi seperti motto kita di reuni ini, OUR BROTHERHOOD NEVER END.
Walaupun kita sudah tersebar dimana-mana, Jakarta, surabaya, bandung, tarakan, manado, palangkaraya, timika, sorong, semarang, palu, kendari, papua, pinrang, balikpapan, makassar, dan banyak lagi deh, tapi hati kita tidak berjarak. Cerita kita terlalu indah untuk dilupakan. Zaman STM benar2 indah. Indah banget. Dan kita tidak pernah merasa asing. Seperti kisah kita, yang disebutkan Pak Supian dalam sambutan kemarin, kisah kita adalah kisah kasih klasik untuk masa depan. Dan kita berkumpul disinni sekarang untuk mengenang masa lalu dan merncanakan masa depan.
Friend, selamanya aku sayang sama kalian. Kalian punya tempat tersendiri dalam hidupku. Just thanks. The SIXERS is the best. Buat para pejuang reuni (armand, beckha, budi, sulfi, haslan, dwi), thanks ya. Its nice to be here again. Salut
With love,
ebhy SIXERS
Kita berangkat ke malinonya sudah jam 5.30 sore, jadi tiba sana jam 8 malam. Sampe, anak2 langsung liat video acara di sekolha tadi pagi plus tamplan foto. Sudah itu nyari jagung bakar. Abis makan, langsung tidur. Capek sih. Bangun pagi, cewek2nya ke pasar dan masak. Kita buat nasi goreng, sarden dan teh+kopi panas. Abisnya dingin banget sih. Abis makan, baru kita ke kebun teh, foto-foto disana, pulang deh balik ke penginapan. Tau gak, dalam perjalanan pulang dari kebun teh, ada awan bentuktulisan ALLAH, anak2 pada turun dan mengabadikan dalam kamera ponsel. Subhanallah....
Sampe penginapan, langsung siap2 mo balik ke makassar. Ada yang mabuk darat jadi sering berhenti, karena mereka mau mengeluarkan isi perut. Sampe di bili-bili, kita mampir di lesehan ikan bakar. Seru dan enak. Amhax telpon waktu kita di bili-bili. Pasti pengen tuh dia makan. Dia kan balala (rakus, red). Makanya mhax, kesini dong.
Kemarin, aku baca lagi diary bertiga, buku curhat bertiga, aku, baya dan mmink. Terkaget-kaget aku bacanya. Ternyata zaman dulu, emosiku agak tidak stabil. Tidak kusangka aku pernah punya pikiran2, cara menyikapi masalah atau perkataan-perkataan yang seperti itu. Emosi yang terlihat sering tidak rasional, meributkan hal2 yang menurutku sekarang, sangat tidak penting. Zaman dulu kayaknya penting banget buat aku. Malu sendiri sih bacanya, :-) . Tapi, baca itu bikin aku ketawa-ketawa sendiri, ingat bahwa pernah ada dalam situasi seperti itu, lucu juga.
Baru aja pulang dari rumahnya ani di antang sama ami. ani lagi hamil 6 bulan jadi ndak bisa ikut. ani udah gendut. Kumpul kayak gini, jadi kangen sama 4 yang lain. Endhy udah di jakarta, sekarang lagi nunggu hari untuk melahirkan, mmink lagi di bandung, baya lagi makassar tapi sekarang lagi masuk kantor, phionk lagi di makassar juga tapi tadi pagi ditelpon ndak bisa ikut, anaknya sakit. Kita bertujuh dulu deket banget. Nanti aja kalo sampe surabaya, aku pengen masang foto mereka di blog ini.
Banyak yang telah terjadi. Banyak hal yang sudah masing2 kita alami. Setiap orang telah ada di jalan hidupnya masing-masing yang memisahkan jarak fisik kita, tapi seperti motto kita di reuni ini, OUR BROTHERHOOD NEVER END.
Walaupun kita sudah tersebar dimana-mana, Jakarta, surabaya, bandung, tarakan, manado, palangkaraya, timika, sorong, semarang, palu, kendari, papua, pinrang, balikpapan, makassar, dan banyak lagi deh, tapi hati kita tidak berjarak. Cerita kita terlalu indah untuk dilupakan. Zaman STM benar2 indah. Indah banget. Dan kita tidak pernah merasa asing. Seperti kisah kita, yang disebutkan Pak Supian dalam sambutan kemarin, kisah kita adalah kisah kasih klasik untuk masa depan. Dan kita berkumpul disinni sekarang untuk mengenang masa lalu dan merncanakan masa depan.
Friend, selamanya aku sayang sama kalian. Kalian punya tempat tersendiri dalam hidupku. Just thanks. The SIXERS is the best. Buat para pejuang reuni (armand, beckha, budi, sulfi, haslan, dwi), thanks ya. Its nice to be here again. Salut
With love,
ebhy SIXERS
Saturday, June 24, 2006
Kisah Reuni part 1
Bismilahirrahmanirrahim.
Saat ini aku sedang dalam warnet yang nyaman banget di jalan veteran makassar. Yap, MAKASSAR. Finally, aku balik lagi ke kota ini setelah 6 tahun kutinggalkan. Kemarin jam 1/2 5 sore dijemput memet dan hilda di kos dan qta meluncur ke juanda. Pesawat merpati dengan penerbangan MZ 784 membawaku terbang ke kota makassar tepat pada pukul 19.00 WIB. 1 jam kemudian, tepatnya 21.00 WITA qta landing di bandara hasanuddin.
Di bandara, dijemput sama si noise stegi, budi, beckha dan dwi. Pengennya langsung ke rumah di jalan muh tahir tapi sudah malam. Jadi diantar ke rumahnya kak fay di alauddin-pabaeng baeng. Salut dengan anak2. Melihatku, mereka langsung bilang ayo cepat pulang, gak bagus diliat jilbab masih di luar semalam ini. Yee, emang pesawatnya tiba jam segini trus mau gimana. Budi mau ke rumah pak baso dulu bawa surat peminjaman alat tapi kata beckha besok aja, ada perempuan nih. Thanks beck. Pas lewat polisi, si beckha sambil tetap santai di belakang kemudi nyeletuk :
"Wah, diliat polisi nanti ditanya jam segini kok masih ada jilbab di luar?"
Aku suka bagian yang ini. Entah cuma celetukan beckha saja atau memang akan seperti itu kejadiannya kalo ketemu polisi. Mereka datangnya pake baju angkatan yang dipromosiin di milis. Lumayan keren. Bagus bagus, tapi harganya wow. 100 rb men
Mereka udah pada beda. Aku sampe pangling liat dandanannya dwi. Ikhwan tulen. Celana cingkrang abis plus penampilan khas ikhwan. Dia dijuluki mr pertanyaan. kata beckha soalnya dia kerjanya bertanya terus. dan itu kubuktikan. But masih wajar kok kupikir.
Melintasi jalan dari bandara Maros ke Makassar, aku exciting banget. Gak banyak perubahan. Ada sih tapi aku masih bisa mengenali jalan-jalan ini. Apalagi saat kita melintas di jalan A.P.Pettarani, lewat jalan depan sekolah, benar2 cant wait rasanya. Sampe di rumah fay, makan dulu trus istirahat. Seneng ada di kota ini lagi.
Tadi pagi jam 6 aku langsung meluncur ke rumah di muhammad tahir. kenapa pagi? soalnya aku diamanahi nganterin undangannya pace yang diminta ngasih sambutan wakil guru acara besok. Keburu pergi kerja. Belakangan aku baru nyadar, papa kan udah pensiun. Oya, jangan bingung kalo aku manggilnya papa. Ini om yang aku numpang di rumahnya semasa sekolah dulu dan kupanggil papa juga. Beliau dulu guru juga di STM Telkom Makassar, jaman kita masih sekolah. Bahkan sempat jadi wali kelasnya anak2 E3.
Sampe di rumah yang hampir tidak kukenali dari luar, sudah ada perubahan. Rumahnya sudah direnovasi. Rumahnya juga sudah penuh dengan suara anak kecil karena semua anaknya papa sudah menikah dan punya anak. Di rumah aja ada 6 anak kecil, 3 cucu yang lain tinggal di rumahnya sendiri. Rame banget. Ada sih yang tidak berubah dari rumah itu. But i cant talk about it here.
Sebenarnya sekarang, saat aku berada di depan monitor ramping ini, di sekolah sedang ada gladi resik untuk acara besok. Diminta datang sih, tapi enggak deh. Aku pengen nyimpen dcebaran ini dulu, debaran gak sabar buat ketemu hingga besok pas hari H, rasanya lebih puas dan indah.
Sudah jam 5. Must go home karena baya mau jemput untuk nginap di rumahnya.
4.58 pm
Still cant wait for tomorrow
Saat ini aku sedang dalam warnet yang nyaman banget di jalan veteran makassar. Yap, MAKASSAR. Finally, aku balik lagi ke kota ini setelah 6 tahun kutinggalkan. Kemarin jam 1/2 5 sore dijemput memet dan hilda di kos dan qta meluncur ke juanda. Pesawat merpati dengan penerbangan MZ 784 membawaku terbang ke kota makassar tepat pada pukul 19.00 WIB. 1 jam kemudian, tepatnya 21.00 WITA qta landing di bandara hasanuddin.
Di bandara, dijemput sama si noise stegi, budi, beckha dan dwi. Pengennya langsung ke rumah di jalan muh tahir tapi sudah malam. Jadi diantar ke rumahnya kak fay di alauddin-pabaeng baeng. Salut dengan anak2. Melihatku, mereka langsung bilang ayo cepat pulang, gak bagus diliat jilbab masih di luar semalam ini. Yee, emang pesawatnya tiba jam segini trus mau gimana. Budi mau ke rumah pak baso dulu bawa surat peminjaman alat tapi kata beckha besok aja, ada perempuan nih. Thanks beck. Pas lewat polisi, si beckha sambil tetap santai di belakang kemudi nyeletuk :
"Wah, diliat polisi nanti ditanya jam segini kok masih ada jilbab di luar?"
Aku suka bagian yang ini. Entah cuma celetukan beckha saja atau memang akan seperti itu kejadiannya kalo ketemu polisi. Mereka datangnya pake baju angkatan yang dipromosiin di milis. Lumayan keren. Bagus bagus, tapi harganya wow. 100 rb men
Mereka udah pada beda. Aku sampe pangling liat dandanannya dwi. Ikhwan tulen. Celana cingkrang abis plus penampilan khas ikhwan. Dia dijuluki mr pertanyaan. kata beckha soalnya dia kerjanya bertanya terus. dan itu kubuktikan. But masih wajar kok kupikir.
Melintasi jalan dari bandara Maros ke Makassar, aku exciting banget. Gak banyak perubahan. Ada sih tapi aku masih bisa mengenali jalan-jalan ini. Apalagi saat kita melintas di jalan A.P.Pettarani, lewat jalan depan sekolah, benar2 cant wait rasanya. Sampe di rumah fay, makan dulu trus istirahat. Seneng ada di kota ini lagi.
Tadi pagi jam 6 aku langsung meluncur ke rumah di muhammad tahir. kenapa pagi? soalnya aku diamanahi nganterin undangannya pace yang diminta ngasih sambutan wakil guru acara besok. Keburu pergi kerja. Belakangan aku baru nyadar, papa kan udah pensiun. Oya, jangan bingung kalo aku manggilnya papa. Ini om yang aku numpang di rumahnya semasa sekolah dulu dan kupanggil papa juga. Beliau dulu guru juga di STM Telkom Makassar, jaman kita masih sekolah. Bahkan sempat jadi wali kelasnya anak2 E3.
Sampe di rumah yang hampir tidak kukenali dari luar, sudah ada perubahan. Rumahnya sudah direnovasi. Rumahnya juga sudah penuh dengan suara anak kecil karena semua anaknya papa sudah menikah dan punya anak. Di rumah aja ada 6 anak kecil, 3 cucu yang lain tinggal di rumahnya sendiri. Rame banget. Ada sih yang tidak berubah dari rumah itu. But i cant talk about it here.
Sebenarnya sekarang, saat aku berada di depan monitor ramping ini, di sekolah sedang ada gladi resik untuk acara besok. Diminta datang sih, tapi enggak deh. Aku pengen nyimpen dcebaran ini dulu, debaran gak sabar buat ketemu hingga besok pas hari H, rasanya lebih puas dan indah.
Sudah jam 5. Must go home karena baya mau jemput untuk nginap di rumahnya.
4.58 pm
Still cant wait for tomorrow
"itu"
Teringat percakapan sama teman dalam pesawat tadi malam tentang rencananya ke depan. Ada hal-hal yang dia sampaikan yang buat aku mikir lagi. Ternyata selama ini aku liat masalah itu tuh hitam putih banget. Padahal untuk masuk ke tahap itu, banyak banget yang perlu disiapkan. Aku tiba-tiba jadi gamang lagi. Selama ini aku praktis banget mikirnya. Yang penting ini, yang penting itu, beres. Padahal tidak segampang itu. Ternyata banyak dan kompleks banget ya. Gak tau deh. Aku lagi gak mau mikir yang berat dulu beberapa hari ini.
08.29 am
Ngerti kan maksud kata "itu" di tulisan di atas? Bagi yang ngerti, sarannya dong......
08.29 am
Ngerti kan maksud kata "itu" di tulisan di atas? Bagi yang ngerti, sarannya dong......
Thursday, June 22, 2006
Cant Wait To Be There
Kumulai hari ini dengan senyuman setelah semalam harus tidur larut ngerjain pesanan undangan yang belum kelar2 juga. Tadi malam nyerah pada angka 990 dari 1200 lembar yang harus kuselesaikan. Bukan karena ngantuk, tapi kasihan printer dan komputernya, berjam-jam dipake. Juga kasihan sama diri sendiri, jatuh-jatuhnya jadi mendzhalimi diri sendiri. Ada hak mata dan tubuh yang tidak tertunaikan. Besok berarti 210 lembar harus kuselesaikan. Bisa kok, insyaAllah.
Kenapa pagi-pagi aku sudah senyam senyum sendiri? Habisnya tadi pagi aku making a call dengan orang2 dari masa laluku yang bentar lagi ketemu biidznillah. Telpon ke rumah di makassar dan katanya rumah udah rame banget. Cucunya mama (I call her) sudah 10. padahal waktu ditinggal baru 3 itupun masih kecil. Ya wajar sih tapi tetap aja exciting. Telpon mmink juga di bandung, tapi dengan gaya bicaranya yng mmink banget, dia gak bisa pulang. Sedih sih tapi ya gimana lagi. Lagian mmink kan rumahnya emang makassar, gak balik sekarang juga, kalo udah selesai kuliah, ujung-ujungnya makassar juga dan ketemu juga sama teman2. Kalo aku, kalo gak sekarang yang ada momentnya, kapan lagi? Kayaknya gak mungkin deh kesana cuma buat jalan2 tanpa ada apa-apa. Rumahku kan juga bukan disana. Kecuali taqdirullah kalo hidupku ternyata berlanjut disana.
Abis itu telpon kak dju juga, minta untuk besok malam tidurnya di rumah bukan di kos. Kan aku mo datang. Aku harus ketemu kak dju. Masa laluku bersamany menyenangkan. Dia jadi kakaku yang cerewet yang suka nasehati aku tapi baik. Dia orang yang selalu membesarkan hatiku saat aku merasa sedih. Dia selalu mendengarku saat aku merasa tidak ada yang mendengarku. Walaupun kadang ada yang nyebelin tapi dia tetaplah seorang contoh kakak yang baik. Dia pula alasanku untuk bertahan lebih lama di tempat yang aku hampir menyerah menempatinya
Keluar dari wartel, aku gak bisa nahan senyum. Membayangkan besok malam aku sudah berada di makassar membuat ada yang berbeda di sini (sambil nunjuk dada). Jumat pagi, aku insyaAllah bangun dengan menghirup udara makassar yang sudah kutinggalkan 6 tahun lamanya. Tadi aku bilang sama baya, rasanya menyenangkan ketika tahu bahwa 1 hari lagi aku akan kembali ke masa lalu. Aku sudah bisa membayangkan berjalan di jalan Pettarani menunggu bemo pulang dari sekolah, saat istirahat jumat rame-rame ke jalan sulawesi makan lumpia sulawesi, maen ke rumah mmink di minasa upa atau di rumahnya baya di sumigo, rumahnya endhy di veteran, ke malino sama anak2, maen basket di lapangan basketnya Telkom, ngasi semangat ke teman2 cowok yang maen bola, makan bakso di samping lapangan basket, ngerubuti nasir untuk bakwannya atau daeng dengan cendolnya, banyak lagi deh. Aku membayangkan banyak hal yang dulu kulakukan, seakan berputar-putar di kepalaku dan aku akan mengulangnya kembali. Tapi kali ini ada yang berbeda. Mereka, kami, sudah tumbuh lebih matang dari sebelumnya. Cara kami memandang segala sesuatu sudah berbeda, bahkan cara kami menjalani hidup pun sudah berlainan. berbicara,. Everything is changed, pastinya. Tapi aku akan menikmati perubahan2 itu nantinya saat bertemu mereka.
Cant wait to be there
Kenapa pagi-pagi aku sudah senyam senyum sendiri? Habisnya tadi pagi aku making a call dengan orang2 dari masa laluku yang bentar lagi ketemu biidznillah. Telpon ke rumah di makassar dan katanya rumah udah rame banget. Cucunya mama (I call her) sudah 10. padahal waktu ditinggal baru 3 itupun masih kecil. Ya wajar sih tapi tetap aja exciting. Telpon mmink juga di bandung, tapi dengan gaya bicaranya yng mmink banget, dia gak bisa pulang. Sedih sih tapi ya gimana lagi. Lagian mmink kan rumahnya emang makassar, gak balik sekarang juga, kalo udah selesai kuliah, ujung-ujungnya makassar juga dan ketemu juga sama teman2. Kalo aku, kalo gak sekarang yang ada momentnya, kapan lagi? Kayaknya gak mungkin deh kesana cuma buat jalan2 tanpa ada apa-apa. Rumahku kan juga bukan disana. Kecuali taqdirullah kalo hidupku ternyata berlanjut disana.
Abis itu telpon kak dju juga, minta untuk besok malam tidurnya di rumah bukan di kos. Kan aku mo datang. Aku harus ketemu kak dju. Masa laluku bersamany menyenangkan. Dia jadi kakaku yang cerewet yang suka nasehati aku tapi baik. Dia orang yang selalu membesarkan hatiku saat aku merasa sedih. Dia selalu mendengarku saat aku merasa tidak ada yang mendengarku. Walaupun kadang ada yang nyebelin tapi dia tetaplah seorang contoh kakak yang baik. Dia pula alasanku untuk bertahan lebih lama di tempat yang aku hampir menyerah menempatinya
Keluar dari wartel, aku gak bisa nahan senyum. Membayangkan besok malam aku sudah berada di makassar membuat ada yang berbeda di sini (sambil nunjuk dada). Jumat pagi, aku insyaAllah bangun dengan menghirup udara makassar yang sudah kutinggalkan 6 tahun lamanya. Tadi aku bilang sama baya, rasanya menyenangkan ketika tahu bahwa 1 hari lagi aku akan kembali ke masa lalu. Aku sudah bisa membayangkan berjalan di jalan Pettarani menunggu bemo pulang dari sekolah, saat istirahat jumat rame-rame ke jalan sulawesi makan lumpia sulawesi, maen ke rumah mmink di minasa upa atau di rumahnya baya di sumigo, rumahnya endhy di veteran, ke malino sama anak2, maen basket di lapangan basketnya Telkom, ngasi semangat ke teman2 cowok yang maen bola, makan bakso di samping lapangan basket, ngerubuti nasir untuk bakwannya atau daeng dengan cendolnya, banyak lagi deh. Aku membayangkan banyak hal yang dulu kulakukan, seakan berputar-putar di kepalaku dan aku akan mengulangnya kembali. Tapi kali ini ada yang berbeda. Mereka, kami, sudah tumbuh lebih matang dari sebelumnya. Cara kami memandang segala sesuatu sudah berbeda, bahkan cara kami menjalani hidup pun sudah berlainan. berbicara,. Everything is changed, pastinya. Tapi aku akan menikmati perubahan2 itu nantinya saat bertemu mereka.
Cant wait to be there
Sunday, June 18, 2006
Aku Gak Terima Dibohongi!!!
Hari ini hari yang sulit. Sulit karena aku harus melakukan banyak hal yang melawan perasaanku. Aku harus menahan diri untuk tidak mengekspresikan apa yang kurasakan walaupun aku berhak bahkan mungkin harus melakukannya. Apa pasal? Aku dicurangi. Aku dibohongi. Dan untuk alasan apapun, aku tidak bisa menerimanya. Praktikanku sendiri mencurangiku dengan mengambil data kelompok lain dan ngaku hasil pengukurannya sendiri. Sesuatu yang sangat gampang dibaca olehku yang sudah berkali-kali berhadapan dengan para praktikan yang bermacam-macam maunya.
Tapi kali ini berbeda. Ini benar2 menyulut rasa kecewaku, rasa marahku juga sedihku dalam waktu yang bersamaan. Mereka, orang yang mengaku mahasiswa, melakukan hal yang menurutku sama sekali tidak mencerminkan sikap sebagai mahasiswa. Aku marah, tapi aku berhasil menyembunyikannya. Walaupun konsekuensinya adalah aku tidak mau melanjutkan praktikum mereka lagi tapi aku tidak menunjukkan kekesalanku. Bahkan ketika mereka mengaku salah pun, aku tak mau membimbing praktikum mereka lagi. Aku terlan jur kecewa, aku terlanjur sedih dan marah. Perasaanku saat itu bercampur baur dan semuanya hanya bisa kusalurkan dengan air mata. Aku kecewa karena aku dibohongi. Meskipun langsung ketahuan, tapi mereka telah berniat membohongiku. Mungkin terkesan hiperbolis, tapi aku sangat tidak respek dengan hal2 itu. Aku kecewa. Aku ingin lantang berteriak agar mereka tahu mereka salah tapi aku sudah belajar untuk menahan diri. Toh, mereka sudah dewasa. Seharusnya bisa mengambil ibroh.
Selain itu, ada perasaan lain yang muncul dan mengganggu aktivitasku pagi ini di lab. Di sana, di kampus yang sama, di ruang yang berbeda dengan tempatku beraktivitas, saudara2ku sedang ada pelatihan. Aku tak bisa membersamai mereka dalam acara itu. Aku harus menahan perasaanku dan berpositif thinking bahwa mereka bisa memahami apa yang sedang kulakukan. Bahwa aku tidaklah dengan sengaja tidak membersamai mereka. Maafkan saya, saudara-saudaraku.
Pulang dari lab, sudah sore banget dan tugas printku belum kelar. Cartridgenya udah diganti tapi masih aja gak bisa. Akhirnya sibuk cari pinjaman. Sms danis, pulang ke bondowoso, sms angga dan andi, not send, sms dija, printernya catrridgenya rusak, sms ronald, printernya ada tapi drivernya gak ada. Printer irma ada, driver juga ada tapi mo dipake. Jadi, pinjam drivernya aja. sms mbak fitri, ternyata gak punya printer. Sms uri, ada printer tapi tidak berwarna. Gimana ya? Alhamdulillah uri nganterin printernya jadi bisa nyicil dikit-dikit.
Tadi juga disempet-sempetin ke keputran for the first time beli sayur2an. Trus juga nyari pembicara untuk pelatihan besok. Ada kekuranglancaran komunikasi. Sekali lagi, komunikasi penting!!!!!!!!
Tapi kali ini berbeda. Ini benar2 menyulut rasa kecewaku, rasa marahku juga sedihku dalam waktu yang bersamaan. Mereka, orang yang mengaku mahasiswa, melakukan hal yang menurutku sama sekali tidak mencerminkan sikap sebagai mahasiswa. Aku marah, tapi aku berhasil menyembunyikannya. Walaupun konsekuensinya adalah aku tidak mau melanjutkan praktikum mereka lagi tapi aku tidak menunjukkan kekesalanku. Bahkan ketika mereka mengaku salah pun, aku tak mau membimbing praktikum mereka lagi. Aku terlan jur kecewa, aku terlanjur sedih dan marah. Perasaanku saat itu bercampur baur dan semuanya hanya bisa kusalurkan dengan air mata. Aku kecewa karena aku dibohongi. Meskipun langsung ketahuan, tapi mereka telah berniat membohongiku. Mungkin terkesan hiperbolis, tapi aku sangat tidak respek dengan hal2 itu. Aku kecewa. Aku ingin lantang berteriak agar mereka tahu mereka salah tapi aku sudah belajar untuk menahan diri. Toh, mereka sudah dewasa. Seharusnya bisa mengambil ibroh.
Selain itu, ada perasaan lain yang muncul dan mengganggu aktivitasku pagi ini di lab. Di sana, di kampus yang sama, di ruang yang berbeda dengan tempatku beraktivitas, saudara2ku sedang ada pelatihan. Aku tak bisa membersamai mereka dalam acara itu. Aku harus menahan perasaanku dan berpositif thinking bahwa mereka bisa memahami apa yang sedang kulakukan. Bahwa aku tidaklah dengan sengaja tidak membersamai mereka. Maafkan saya, saudara-saudaraku.
Pulang dari lab, sudah sore banget dan tugas printku belum kelar. Cartridgenya udah diganti tapi masih aja gak bisa. Akhirnya sibuk cari pinjaman. Sms danis, pulang ke bondowoso, sms angga dan andi, not send, sms dija, printernya catrridgenya rusak, sms ronald, printernya ada tapi drivernya gak ada. Printer irma ada, driver juga ada tapi mo dipake. Jadi, pinjam drivernya aja. sms mbak fitri, ternyata gak punya printer. Sms uri, ada printer tapi tidak berwarna. Gimana ya? Alhamdulillah uri nganterin printernya jadi bisa nyicil dikit-dikit.
Tadi juga disempet-sempetin ke keputran for the first time beli sayur2an. Trus juga nyari pembicara untuk pelatihan besok. Ada kekuranglancaran komunikasi. Sekali lagi, komunikasi penting!!!!!!!!
Saturday, June 17, 2006
Catatan Hari Ini
Pagi
Ba’da shubuh ditelpon akhwat UA untuk ngisi kajian jurusannya nanti siang. Sebenarnya sih ada acara sampe jam 9, sudah itu ada kerjaan yang harus diselesaikan setelah itu, trus kapan persiapannya? Tapi bismillah aja-lah.
Jam 6 berangkat syuro, dan yang dibahas cukup membuat kepala ini pusing seketika. Kok jadi balik ke jaman dulu gini sih? Bukannya semua sudah kelar? Bukannya sudah ada kejelasan? Lagi-lagi masalah transfer informasi dari struktur lama ke struktur baru yang kurang sampe2 kita yang harus meneruskan hubungan dengan struktur harus jelasin lagi dari awal. Males banget kan? Kalo kayak gini, kita nerusin kerja aja atau nunggu semua clear dulu? Pusing….pusing
Hampir siang
Desain ulang kartu undangan walimahnya teman. Ngutak ngatik nyari gambar yang cocok hingga sudah jam 10.30, what???? ½ jam lagi kan sudah harus sampe tempat kajian. Mana belum persiapan lagi. Udah, stop desainnya. 10 menit baca ulang literatur, 15 menit siap2, berangkat deh
Siang
Sukses datang telat ke kajian itu. afwan ya adek2ku, saya mendzhalimi ½ jam waktunya antum. Temanya tentang bergaul. Nulis ini sambil senyum-senyum sendiri, pasalnya agak heran juga, saya sendiri belum sukses-sukses amat bergaul. Namanya juga sharing. Responnya cukup bagus. Pas sesi tanya jawab, banyak yang nanya sampe ada perasaan tidak PD buat jawab. Dan pertanyaan2 mereka cenderung teknis, langsung contoh kasus. Jadinya kayak forum konsultasi gitu. Hey, saya anak teknik bukan anak psikologi. But, its OK.
Evaluasi kajian ini :
1.Ngomongnya terlalu cepat
2.Persiapan kurang
3.Lupa buat mind mapping-nya jadi kadang lintasan pikiran yang muncul ikut dibahas juga. Akibatnya juga, kadang keluar dari yang mo dibahas hingga akhirnya tersadar “lho, tadi kan saya lagi omongin yang lain?”
Pulang kajian, langsung ke pucang nyari pita, sampul plastik dan lem buat proyek undangan itu. Trus mampir warnet buatin email buat teman yang katanya kalo ke warnet harus ke lain kabupaten, jadinya minta tolong dibuatin aja. Aku jadi tahu passwordnya tapi katanya sih gak apa. Lagian aku juga gak niat ngapalin passwordnya. Gak penting.
Sore
Nerusin ngeprint kartu undangan. Tiba2 inget kalo tadi dikasih souvenir sama adek2 FKG UA, pas dibuka, alhamdulillah, ini kan bukunya Aidh Al Qarni yang selalu pengen kubeli tapi gak pernah sempat, juga gak ada dana lebih. Alhamdulillah. Jazakumullah khoiron katsiron ya. O iya, back ground buat SMS training juga belum saya buat. Kacau, besok kan sudah pelatihannya. Berarti sekarang kudu ngeprint background dong.
Sore ini aku disakiti. Mewek2 tau gak sih pas nulis bagian ini. Kok ketus banget sih omongannya. Memang sudah 2 kali aku izin gak ikut syuro. Dan malam ini pun aku mo izin gak bisa ikut masangin background. Bisanya cuma ngeprint dan gunting aja. Tapi jangan sinis gitu dong. Aku gak mungkin izin kalo gak ada alasan. InsyaAllah gak ada keinginan mangkir dari syuro, tapi keadaannya tidak memungkinkan.
Pas syuro pertama, benturan sama jadwal ngaji adek2, gak mungkin dong aku ninggalin mereka. Syuro kedua tadi siang itu, juga benturan dengan jadwal ngisi kajian di UA. Nanti malam tuh mo izin karena aku harus nyelesein print undangan, sudah dideadline, mau segera disebar. Dan besok juga izin gak bisa ikut bantu di SMS training karena benturan dengan jadwal praktikumnya anak2 khusus yang gak mungkin ditinggal. Untuk besok, sebenarnya aku sudah ngomong sama asisten2 yang lain untuk mem-press-kan jadwal praktikum hingga jam 10 saja, tapi gak bisa. Dipaksa kayak apa juga, praktikum baru bisa selesai jam 12 dan itu artinya aku baru bisa ninggalin lab jam segitu. Please dong mengerti. Jangan sinis gitu, jangan nyindir gitu. Semua ada alasan atas izin2ku. Tau gak, aku sakit.
Maafin aku ya kalo tadi ketauan marahku. Aku sudah berusaha tidak menunjukkan marahku tapi keliatan ya. Maaf deh. Buktinya anti pulang dari kostku tanpa pamitan sama aku, padahal aku kan ada di kamar. Afwan deh. Ya Alah, maafin kesalahan ukhuwah yang kulakukan kali ini
Malam
Papa SMS katanya om ancha yang di Jakarta lagi di ambon. Sekarang malah lagi di rumah nonton bola. Aku tiba2 kangen berat. Sudah bertahun2 gak ketemu sama om-ku tersayang itu. Om gimana kabarnya? Masih gondrong gak? Kangen nih. Kalo balik ke jakarta, mampir surabaya ya. miss you banget
Lagi asyik2 ngeprint, printerku rusak. Gimana nih? Kalo besok dibawa ke servis terus diambilnya kapan? Deadlinenya tgl 20 aku sudah harus setor semuanya. 1200 lembar lagi dan aku baru ngeprint 75 lembar. Pusing……….Pinjemin printer dong.
Ba’da shubuh ditelpon akhwat UA untuk ngisi kajian jurusannya nanti siang. Sebenarnya sih ada acara sampe jam 9, sudah itu ada kerjaan yang harus diselesaikan setelah itu, trus kapan persiapannya? Tapi bismillah aja-lah.
Jam 6 berangkat syuro, dan yang dibahas cukup membuat kepala ini pusing seketika. Kok jadi balik ke jaman dulu gini sih? Bukannya semua sudah kelar? Bukannya sudah ada kejelasan? Lagi-lagi masalah transfer informasi dari struktur lama ke struktur baru yang kurang sampe2 kita yang harus meneruskan hubungan dengan struktur harus jelasin lagi dari awal. Males banget kan? Kalo kayak gini, kita nerusin kerja aja atau nunggu semua clear dulu? Pusing….pusing
Hampir siang
Desain ulang kartu undangan walimahnya teman. Ngutak ngatik nyari gambar yang cocok hingga sudah jam 10.30, what???? ½ jam lagi kan sudah harus sampe tempat kajian. Mana belum persiapan lagi. Udah, stop desainnya. 10 menit baca ulang literatur, 15 menit siap2, berangkat deh
Siang
Sukses datang telat ke kajian itu. afwan ya adek2ku, saya mendzhalimi ½ jam waktunya antum. Temanya tentang bergaul. Nulis ini sambil senyum-senyum sendiri, pasalnya agak heran juga, saya sendiri belum sukses-sukses amat bergaul. Namanya juga sharing. Responnya cukup bagus. Pas sesi tanya jawab, banyak yang nanya sampe ada perasaan tidak PD buat jawab. Dan pertanyaan2 mereka cenderung teknis, langsung contoh kasus. Jadinya kayak forum konsultasi gitu. Hey, saya anak teknik bukan anak psikologi. But, its OK.
Evaluasi kajian ini :
1.Ngomongnya terlalu cepat
2.Persiapan kurang
3.Lupa buat mind mapping-nya jadi kadang lintasan pikiran yang muncul ikut dibahas juga. Akibatnya juga, kadang keluar dari yang mo dibahas hingga akhirnya tersadar “lho, tadi kan saya lagi omongin yang lain?”
Pulang kajian, langsung ke pucang nyari pita, sampul plastik dan lem buat proyek undangan itu. Trus mampir warnet buatin email buat teman yang katanya kalo ke warnet harus ke lain kabupaten, jadinya minta tolong dibuatin aja. Aku jadi tahu passwordnya tapi katanya sih gak apa. Lagian aku juga gak niat ngapalin passwordnya. Gak penting.
Sore
Nerusin ngeprint kartu undangan. Tiba2 inget kalo tadi dikasih souvenir sama adek2 FKG UA, pas dibuka, alhamdulillah, ini kan bukunya Aidh Al Qarni yang selalu pengen kubeli tapi gak pernah sempat, juga gak ada dana lebih. Alhamdulillah. Jazakumullah khoiron katsiron ya. O iya, back ground buat SMS training juga belum saya buat. Kacau, besok kan sudah pelatihannya. Berarti sekarang kudu ngeprint background dong.
Sore ini aku disakiti. Mewek2 tau gak sih pas nulis bagian ini. Kok ketus banget sih omongannya. Memang sudah 2 kali aku izin gak ikut syuro. Dan malam ini pun aku mo izin gak bisa ikut masangin background. Bisanya cuma ngeprint dan gunting aja. Tapi jangan sinis gitu dong. Aku gak mungkin izin kalo gak ada alasan. InsyaAllah gak ada keinginan mangkir dari syuro, tapi keadaannya tidak memungkinkan.
Pas syuro pertama, benturan sama jadwal ngaji adek2, gak mungkin dong aku ninggalin mereka. Syuro kedua tadi siang itu, juga benturan dengan jadwal ngisi kajian di UA. Nanti malam tuh mo izin karena aku harus nyelesein print undangan, sudah dideadline, mau segera disebar. Dan besok juga izin gak bisa ikut bantu di SMS training karena benturan dengan jadwal praktikumnya anak2 khusus yang gak mungkin ditinggal. Untuk besok, sebenarnya aku sudah ngomong sama asisten2 yang lain untuk mem-press-kan jadwal praktikum hingga jam 10 saja, tapi gak bisa. Dipaksa kayak apa juga, praktikum baru bisa selesai jam 12 dan itu artinya aku baru bisa ninggalin lab jam segitu. Please dong mengerti. Jangan sinis gitu, jangan nyindir gitu. Semua ada alasan atas izin2ku. Tau gak, aku sakit.
Maafin aku ya kalo tadi ketauan marahku. Aku sudah berusaha tidak menunjukkan marahku tapi keliatan ya. Maaf deh. Buktinya anti pulang dari kostku tanpa pamitan sama aku, padahal aku kan ada di kamar. Afwan deh. Ya Alah, maafin kesalahan ukhuwah yang kulakukan kali ini
Malam
Papa SMS katanya om ancha yang di Jakarta lagi di ambon. Sekarang malah lagi di rumah nonton bola. Aku tiba2 kangen berat. Sudah bertahun2 gak ketemu sama om-ku tersayang itu. Om gimana kabarnya? Masih gondrong gak? Kangen nih. Kalo balik ke jakarta, mampir surabaya ya. miss you banget
Lagi asyik2 ngeprint, printerku rusak. Gimana nih? Kalo besok dibawa ke servis terus diambilnya kapan? Deadlinenya tgl 20 aku sudah harus setor semuanya. 1200 lembar lagi dan aku baru ngeprint 75 lembar. Pusing……….Pinjemin printer dong.
Thursday, June 15, 2006
Tertohok dengan keadaan diri
Kemarin abis beli buku baru, buku Quantum Tarbiyah-nya Solikhin. Tapi tadi malam aku gak kuat bacanya. Buku itu buku yang mampu membuatku menangis pada halaman-halaman pertamanya. Padahal buku itu bukan buku yang dibuat untuk refleksi atau apa, tapi buku yang bertutur tentang mencetak kader serba bisa lewat tarbiyah.
Tapi, halaman pertamanya tentang bidadari spesial pesanan Umar Bin Khattab membuatku malu. Seorang Umar yang tidak perlu dipertanyakan lagi komitmennya tehadap Islam, mendapat bidadari sesuai kehendaknya karena Umar selalu memenuhi kehendak Allah SWT sehingga Allah pun memenuhi kehendak khalifah Umar.
Berkaca pada diri sendiri, aku menuntut banyak hal, meminta banyak dalam setiap doa, berharap segalanya sesuai dengan kehendakku, tapi aku tak pernah memenuhi kehendakNYA. Shalatku biasa saja, tilawahku standar banget bahkan grafiknya gak jelas, lebih banyak turunnya, berbuat baik ke orang jarang, mendzholimi orang lain sering, janji sering tidak ditepati, amanah terabaikan, begitu banyak kulanggar apa yang IA perintahkan dan kuminta IA mengabulkan apa yang aku minta. Benar2 hamba yang tidak tahu diri.
Halaman2 berikutnya tentang perjalanan para perawi hadits dalam mencari hadits semakin membuatku merasa tidak punya muka lagi karena kemalasanku yang mencari ilmu. Aku gak sanggup lagi membacanya. Banyak sekali yang kurang dari diriku. Kututup lembaran itu, kupanjatkan doa dan kukuatkan tekad untuk bangkit dan merubah setiap kelalaianku. Ya Allah, terima kasih telah menyadarkanku lewat buku itu. Terimakasih karena telah mencintaiku.
Tapi, halaman pertamanya tentang bidadari spesial pesanan Umar Bin Khattab membuatku malu. Seorang Umar yang tidak perlu dipertanyakan lagi komitmennya tehadap Islam, mendapat bidadari sesuai kehendaknya karena Umar selalu memenuhi kehendak Allah SWT sehingga Allah pun memenuhi kehendak khalifah Umar.
Berkaca pada diri sendiri, aku menuntut banyak hal, meminta banyak dalam setiap doa, berharap segalanya sesuai dengan kehendakku, tapi aku tak pernah memenuhi kehendakNYA. Shalatku biasa saja, tilawahku standar banget bahkan grafiknya gak jelas, lebih banyak turunnya, berbuat baik ke orang jarang, mendzholimi orang lain sering, janji sering tidak ditepati, amanah terabaikan, begitu banyak kulanggar apa yang IA perintahkan dan kuminta IA mengabulkan apa yang aku minta. Benar2 hamba yang tidak tahu diri.
Halaman2 berikutnya tentang perjalanan para perawi hadits dalam mencari hadits semakin membuatku merasa tidak punya muka lagi karena kemalasanku yang mencari ilmu. Aku gak sanggup lagi membacanya. Banyak sekali yang kurang dari diriku. Kututup lembaran itu, kupanjatkan doa dan kukuatkan tekad untuk bangkit dan merubah setiap kelalaianku. Ya Allah, terima kasih telah menyadarkanku lewat buku itu. Terimakasih karena telah mencintaiku.
Tegar dikit napa sih?
Biasanya kalo aku nonton film, aku gak terlalu perhatiin jalan ceritanya. Biasanya aku akan menyimak pemilihan kata2, ekspresi2, serta sikap para pemainnya dalam menghadapi sesuatu. Dan film yang kulihat tadi buat aku kecewa.
Karakternya banyak yang gak kusuka. Ada karakter cewek yang rapuh, yang sulit untuk bangkit, yang merasa kehilangan harapan setelah sebuah vonis dijatuhkan. Gak aku banget.
Ada pula karakter cewek yang baik hati, terkesan tegar tapi sebenarnya rapuh juga. Ketegarannya ia tampilkan di depan orang-orang tapi dalam kesendiriannya ia melakukan hal2 bodoh. Emosinya disalurkan dengan cara-cara yang sebenarnya tidak perlu ia lakukan. Rugi sendiri kan? Ketegarannya jadi semu, karena ketegarannya bersandar pada sesuatu yang manusiawi sehingga ketika yang berlaku tidak sesuai dengan yang ia harapkan, ketika tempatnya bersandar memilih jalan lain, ia pun jatuh.
So, aku sudah gak peduli endingnya. Aku gak suka karakter-karakter itu.
Yang mampir di kepalaku saat liat film itu adalah memori persahabatanku dengan seseorang di STM. Saling berbagi, menampung suka maupun duka, menemani dalam canda dan tangis, saling support, semuanya. Besok pas reunian, semoga sahabatku itu datang.
Karakternya banyak yang gak kusuka. Ada karakter cewek yang rapuh, yang sulit untuk bangkit, yang merasa kehilangan harapan setelah sebuah vonis dijatuhkan. Gak aku banget.
Ada pula karakter cewek yang baik hati, terkesan tegar tapi sebenarnya rapuh juga. Ketegarannya ia tampilkan di depan orang-orang tapi dalam kesendiriannya ia melakukan hal2 bodoh. Emosinya disalurkan dengan cara-cara yang sebenarnya tidak perlu ia lakukan. Rugi sendiri kan? Ketegarannya jadi semu, karena ketegarannya bersandar pada sesuatu yang manusiawi sehingga ketika yang berlaku tidak sesuai dengan yang ia harapkan, ketika tempatnya bersandar memilih jalan lain, ia pun jatuh.
So, aku sudah gak peduli endingnya. Aku gak suka karakter-karakter itu.
Yang mampir di kepalaku saat liat film itu adalah memori persahabatanku dengan seseorang di STM. Saling berbagi, menampung suka maupun duka, menemani dalam canda dan tangis, saling support, semuanya. Besok pas reunian, semoga sahabatku itu datang.
Wednesday, June 14, 2006
Benarkah kita ini pejuang?
nasyid Qotrunnada ini sekedar mengingatkan benarkah kita adalah pejuang??
Engkau ingin berjuang, tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang, tapi engkau rusak oleh pujian
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak begitu setia kawan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang, tapi ingin jadi pemimpin
Engkau ingin berjuang, menjadi pengikut agak segan
Engkau ingin berjuang, tolak ansur engkau tidak amalkan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup menerima cabaran
Engkau ingin berjuang, kesehatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan
Engkau ingin berjuang, masa tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang, karenah isteri tidak kau tahan
Engkau ingin berjuang, rumahtangga lintang-pukang
Engkau ingin berjuang, diri engkau tidak engkau tingkatkan
Engkau ingin berjuang, disiplin diri engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, janji kurang engkau tunaikan
Engkau ingin berjuang, kasih sayang engkau cuaikan
Engkau ingin berjuang, tetamu engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, anak isteri engkau lupakan
Engkau ingin berjuang, ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang, kekasaran dan kekerasan engkau amalkan
Engkau ingin berjuang, pandangan engkau tidak diselaraskan
Engkau ingin berjuang, rasa berTuhan engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Iman dan taqwa engkau lupakan
Ya sebenarnya apa yang Engkau hendak perjuangkan...
April 25, 2006 in Music
Engkau ingin berjuang, tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang, tapi engkau rusak oleh pujian
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak begitu setia kawan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang, tapi ingin jadi pemimpin
Engkau ingin berjuang, menjadi pengikut agak segan
Engkau ingin berjuang, tolak ansur engkau tidak amalkan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup menerima cabaran
Engkau ingin berjuang, kesehatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan
Engkau ingin berjuang, masa tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang, karenah isteri tidak kau tahan
Engkau ingin berjuang, rumahtangga lintang-pukang
Engkau ingin berjuang, diri engkau tidak engkau tingkatkan
Engkau ingin berjuang, disiplin diri engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, janji kurang engkau tunaikan
Engkau ingin berjuang, kasih sayang engkau cuaikan
Engkau ingin berjuang, tetamu engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, anak isteri engkau lupakan
Engkau ingin berjuang, ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang, kekasaran dan kekerasan engkau amalkan
Engkau ingin berjuang, pandangan engkau tidak diselaraskan
Engkau ingin berjuang, rasa berTuhan engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Iman dan taqwa engkau lupakan
Ya sebenarnya apa yang Engkau hendak perjuangkan...
April 25, 2006 in Music
Semoga Lekas Sembuh
Lagi,kulakukan kesalahan ukhuwah. Kembali, aku dzhalimi saudaraku. Aku seperti biasa yang ingin segalanya jelas,segalanya jalan sebagaimana seharusnya berjalan,seperti yang sudah disepakati. Dan ketika ada yang tidak sesuai dengan harapan ana,selalu harus ada penjelasan untuk itu. Seorang akh yang tidak hadir dalam beberapa pertemuan yang seharusnya berada di tempat itu, tanpa ana tabyyun ada apa dengannya,sms2 yang bernada memaksa dan menuntut penjelasan ana layangkan ke nomer selularnya. Dan ketika diberitahu oleh ikhwah yang lain bahwa beliau sedang sakit,maka terhempaslah aku ke kubang penyesalan.Membayangkan sedih dan luka hatinya ketika dalam keadaan sakit,bukan sms doa yang ia terima tapi sms yang menuntut banyak hal.
Betapa dzhalimnya ana. Padahal saat ana sakit,beliau tidak mengizinkan ana untuk bekerja.Bahkan meski ana minta dan meyakinkan bahwa ana sehat,beliau tetap tidak mau mengizinkan. Betapa tidak ada apa-apanya ukhuwah dan toleransi ana dibanding beliau. Padahal ana sudah pernah belajar bahwa kita harus membuat 70 prasangka baik kepada saudaranya jika ada kesalahan komunikasi atau koordinasi sebelum menyimpulkan apapun.
Akhina yang dirahmati Allah,afwan jiddan.Semoga sakit ini menjadi rezeki antum untuk beristirahat dari kerepotan2 yang kami timbulkan.Semoga lekas sembuh.Sekali lagi,afwan jiddan
Betapa dzhalimnya ana. Padahal saat ana sakit,beliau tidak mengizinkan ana untuk bekerja.Bahkan meski ana minta dan meyakinkan bahwa ana sehat,beliau tetap tidak mau mengizinkan. Betapa tidak ada apa-apanya ukhuwah dan toleransi ana dibanding beliau. Padahal ana sudah pernah belajar bahwa kita harus membuat 70 prasangka baik kepada saudaranya jika ada kesalahan komunikasi atau koordinasi sebelum menyimpulkan apapun.
Akhina yang dirahmati Allah,afwan jiddan.Semoga sakit ini menjadi rezeki antum untuk beristirahat dari kerepotan2 yang kami timbulkan.Semoga lekas sembuh.Sekali lagi,afwan jiddan
Apa kabarmu,sahabat?
6 tahun tak jumpa, apa kabarmu sahabat?
Hmm..
Kucoba menggali serpihan memori yang mungkin masih ada di salah satu jaringan abu-abu di kepalaku. Wajah sekumpulan sahabat yang masih melekat lengkap dengan gayanya masing-masing. Kepingan-kepingan kisah bermunculan di memoriku satu persatu seperti menonton film lama. Sesuatu yang dulu kita sebut “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”. Ah, aku rindu mereka...
Obrolan-obrolan di telpon atau sms atau milis membuatku semakin merindukan masa STM itu. Everything's changed!! Pastinya.. tapi, aku sangat ingin bertemu dengan kalian, sahabat. Kangennnnn...
[Rabb, semoga Engkau memperkenankan pertemuan kami. Bukankah Engkau pula yang telah melarang untuk memutuskan tali silaturahim?]
Hmm..
Kucoba menggali serpihan memori yang mungkin masih ada di salah satu jaringan abu-abu di kepalaku. Wajah sekumpulan sahabat yang masih melekat lengkap dengan gayanya masing-masing. Kepingan-kepingan kisah bermunculan di memoriku satu persatu seperti menonton film lama. Sesuatu yang dulu kita sebut “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”. Ah, aku rindu mereka...
Obrolan-obrolan di telpon atau sms atau milis membuatku semakin merindukan masa STM itu. Everything's changed!! Pastinya.. tapi, aku sangat ingin bertemu dengan kalian, sahabat. Kangennnnn...
[Rabb, semoga Engkau memperkenankan pertemuan kami. Bukankah Engkau pula yang telah melarang untuk memutuskan tali silaturahim?]
Tuesday, June 13, 2006
My friends, i am coming (InsyaAllah)
Hampir saja aku gak bisa ke makassar buat reunian. Kata ibu, lagi gak punya dana lebih. Ya udah, kenyatannya emang gak bisa, kan gak bisa dipaksa. Pengen nangis tapi gak boleh, bagaimanapun emang ada yang harus dipilah, penting tidaknya ketika ada beberapa hal yang berbenturan.
Tapi, tadi sore, papa sms bilang pesannya ibu untuk ngecek harga tiket ke makassar berapa? Ternyata mereka mengizinkanku dan akan ngasi dana untuk reunian. Seneng deh. Pa, bu, emang kalian berdua yang terhebat. Tidak pernah mengecewakanku, justru sebaliknya, aku berulang kali mengecewakan kalian. I love you, both of you, really
Tapi, tadi sore, papa sms bilang pesannya ibu untuk ngecek harga tiket ke makassar berapa? Ternyata mereka mengizinkanku dan akan ngasi dana untuk reunian. Seneng deh. Pa, bu, emang kalian berdua yang terhebat. Tidak pernah mengecewakanku, justru sebaliknya, aku berulang kali mengecewakan kalian. I love you, both of you, really
Monday, June 12, 2006
Kongret ya say...
Kita pernah menangis bersama. Kamu pernah menangis untuk kesedihanku. Dan kali ini, saat kau sedang berbahagia, aku harus bersamamu. Karena aku tahu bagaimana dan apa yang telah kaulakukan agar sampai di titik ini. Maka kuenyahkan keegoisanku, tak kuindahkan pandangan mata teman2 kita yang menatapku saat tiba di rumahmu seakan bertanya “kenapa kamu, bhy?”, atau yang terang2an bertanya “kenapa bhy?
Tidak, ku tak ingin keegoisanku mengecewakanmu. Biarlah mereka sibuk menebak apa yang terjadi padaku. Karena aku hanya tahu satu hal, aku tak boleh mengecewakanmu dengan tidak memenuhi undanganmu, walaupun untuk itu aku akan bertemu dengan orang2 yang akan bertanya dan bertanya. Aku tidak perlu menjawab apapun karena aku memang tidak perlu menjawabnya. Tidak ada yang tahu bagaimana aku selain diriku sendiri. Kau pun tahu itu. aku sudah berusaha, aku sudah mengusahakannya, kita sudah berusaha bersama, kau tahu itu, kau bahkan ada bersamaku di saat-saat sulit itu. ingat kan saat kita nangis berdua di depan PR 2. Dan kalo aku tidak mendapat apa yang kuinginkan, jangan bertanya kenapa, karena ini pastilah yang terbaik untukku. Apa yang kualami ini bukanlah sebuah kesia-siaan, karena aku telah belajar banyak hal.
11 juni 2006
Buat mita, selamat ya say. Thanks for being my friend unconditionally. Afwan tadi gak bisa lama
Tidak, ku tak ingin keegoisanku mengecewakanmu. Biarlah mereka sibuk menebak apa yang terjadi padaku. Karena aku hanya tahu satu hal, aku tak boleh mengecewakanmu dengan tidak memenuhi undanganmu, walaupun untuk itu aku akan bertemu dengan orang2 yang akan bertanya dan bertanya. Aku tidak perlu menjawab apapun karena aku memang tidak perlu menjawabnya. Tidak ada yang tahu bagaimana aku selain diriku sendiri. Kau pun tahu itu. aku sudah berusaha, aku sudah mengusahakannya, kita sudah berusaha bersama, kau tahu itu, kau bahkan ada bersamaku di saat-saat sulit itu. ingat kan saat kita nangis berdua di depan PR 2. Dan kalo aku tidak mendapat apa yang kuinginkan, jangan bertanya kenapa, karena ini pastilah yang terbaik untukku. Apa yang kualami ini bukanlah sebuah kesia-siaan, karena aku telah belajar banyak hal.
11 juni 2006
Buat mita, selamat ya say. Thanks for being my friend unconditionally. Afwan tadi gak bisa lama
Kisah Seorang Ibu
Dwi namanya. Usianya baru 5 tahun tapi keras kehidupan telah ia lalui. Testimoninya padaku di terminal joyoboyo saat menunggu sri, menghentak rasa marahku. Apa iya ada seorang ibu yang saat anaknya bergelut dengan kerasnya dunia terminal, tapi ia sedang duduk menonton TV di rumah?. Adakah ibu yang jika anaknya tidak dapat uang banyak hari itu, maka pukulan yang akan diterima meskipun telah ada usaha untuk mendapatkan yang sedikit itu? dan ternyata emang ada. Ibunya dwi salah satu dari ibu seperti itu.
Ada yang meleleh di dalam dada. Semoga tidak banyak ibu seperti itu. bagaimanapun, aku tahu lebih banyak ibu yang luar biasa, yang dari tangannya lahir pejuang-pejuang kehidupan sejati. Salah satunya adalah ........................... IBUKU.
Ada yang meleleh di dalam dada. Semoga tidak banyak ibu seperti itu. bagaimanapun, aku tahu lebih banyak ibu yang luar biasa, yang dari tangannya lahir pejuang-pejuang kehidupan sejati. Salah satunya adalah ........................... IBUKU.
Undanganku
Tulisan ini kubuat tepat setelah job desain undangan pernikahan mbak yuli kuselesaikan. Lumayan, bisa buat nambah ongkos hidup.
Tadi pas desain undangan, aku sempat bayangin kalo tiba saatku nanti, pengen desain dan cetak sendiri juga. Tapi nanti kayak apa ya? pengennya sih ada nuansa biru langit gitu deh. Terus juga pengennya bentuknya agak unik dan kalo bisa sekalian kampanye. Seru kali ya kalo ada pesan sponsornya. Atau background undangannya kombinasi warna hitam sama kuning aja ta?
Terus pengennya juga kata2nya gak kayak biasanya, gak usah resmi-resmi deh. Santai aja, bahasanya enak atau bila perlu bahasa ikhwah aja dipakai. Nanti ada kamusnya di bagian belakang. Ah sudah sudah, kok repot mikirin undangan, siapin dulu tuh mental dan hati. Tapi ngomong-ngomong, kapan ya saat itu tiba?
11 jun 06
08.00
(sambil bayangin undangan sendiri)
kecele ya dengan judulnya? belum,aku belum ngundang kok.
Tadi pas desain undangan, aku sempat bayangin kalo tiba saatku nanti, pengen desain dan cetak sendiri juga. Tapi nanti kayak apa ya? pengennya sih ada nuansa biru langit gitu deh. Terus juga pengennya bentuknya agak unik dan kalo bisa sekalian kampanye. Seru kali ya kalo ada pesan sponsornya. Atau background undangannya kombinasi warna hitam sama kuning aja ta?
Terus pengennya juga kata2nya gak kayak biasanya, gak usah resmi-resmi deh. Santai aja, bahasanya enak atau bila perlu bahasa ikhwah aja dipakai. Nanti ada kamusnya di bagian belakang. Ah sudah sudah, kok repot mikirin undangan, siapin dulu tuh mental dan hati. Tapi ngomong-ngomong, kapan ya saat itu tiba?
11 jun 06
08.00
(sambil bayangin undangan sendiri)
kecele ya dengan judulnya? belum,aku belum ngundang kok.
Subscribe to:
Posts (Atom)