Tuesday, October 25, 2005

There's no place like HOME

24 Oktober 2005, itu hari aku PULANG ke rumah.Pagi itu, rasa-rasanya aku tidak percaya aku berada di dalam pesawat yang membawaku pulang ke rumah. Tak ingin aku tertidur karena aku tidak ingin melewatkan pemandangan memasuki kotaku tercinta, kota tempat berkumpul segala cinta untukku.Yang paling membuatku bersemangat adalah hari itu, orang yang pertama kutemui adalah papaku yang sudah setia menunggu di bandara Pattimura.
Papa masih seperti dulu. Masih dengan senyumnya yang hangat. Bau khas papa saat kucium tangannya sukses membuat pertahananku runtuh. Air mata pun keluar juga. Jenggotnya yang ala rhoma irama (dibawah dagu) masih setia menemaninya dan papa bangga banget lho dengan jenggotnya itu. Belum lagi tatapan mata papa yang memandangku seolah berkata "selamat datang , nak. papa merindukanmu". Kalau saja beliau tahu, kerinduannya itulah yang membuatku bertahan di rantau (kok jadi melankolis gini sih?)
Perjalanan dari bandara ke rumah yang memakan waktu 1 jam tidak kulewatkan begitu saja. Pemandangan alamnya yang subhanallah banget, suasana kota yang selalu membuatku nyaman, penatku di surabaya menghilang entah kemana.sampai rumah, kedua adikku sudah berlari keluar rumah mengambil tanganku, menciumnya, mencium pipiku, dan menarik travel bag yang kubawa. Mereka selalu membuatku merasa menjadi yang paling spesial. Ibu belum pulang. Ibu masih di sekolah, gitu kata adekku. tak sabar rasanya menantinya pulang.
Saat itu pun tiba, ibu pulang dan dengan penuh cinta, kuraih tangannya, kuciumi seakan membayar waktu-waktu yang kulewatkan tanpa mencium tangannya. Rumah, ini tempatku pulang. Ini tempatku kembali. Tempat dimana mata air kasih sayang tidak pernah berhenti, tidak mengenal kata kemarau.Kubaui semua sudut rumah ini. Bau kamar utama, bau kamarku, bau dapur, bau taman, bau pohon alpukat, semua sudut kubaui hingga tuntas sudah kerinduanku. Tak ingin rasanya kumeninggalkan tempat ini lagi.

No comments:

Post a Comment