Wednesday, December 22, 2010

(48) Ibu

Di jelang subuh ini, aku merindu seorang wanita yang dari rahimnya aku terlahir. Dari tangannya aku besar. Dan dari senyumnya aku hidup. Seorang wanita yang kini kesehariannya berjarak beberapa mil laut dariku, wanita yang senyumnya baru kujumpai setiap satu atau dua pekan.

Wanita luar biasa yang perkasa. Membesarkan aku dan saudara-saudaraku dengan kepayahan yang amat sangat namun berbalut ketulusan yang lebih dari kepayahan itu. Dengan tangan lembutnya, mengusap dahiku setiap saat, mengecup pipiku setiap bepergian, membanjiri hidupku dengan doa panjang di setiap sujudnya bahkan sesekali bersama linangan air mata saat kulukai.

Ya, aku masih saja tak bisa membalas dengan tepat apa yang sudah Ibu berikan padaku. Terkadang masih ada sungut kalau beliau menyuruh ini itu atau malas ketika harus mengulang ngulang bicara sesuatu. Tapi ibu tetap lembut, ia tetap memaafkan tanpa aku meminta maaf. Ah, ibuku memang berjiwa malaikat.

Ibu, di rantau ini, anakmu merindumu. Seperti rindu seorang petani akan hujan, nelayan akan ikan, seperti rindu seorang pecinta. Ibu, anakmu ini masih butuh pelukan hangatmu yang menenteramkan. Butuh sekali doamu atas hari dan hati yang sedang terluka. Ibu, aku mencintaimu, hingga hati ini berlubang. Maafkan aku bu, atas banyak kesalahan dan rasa sakit yang kutimbulkan. Tetaplah tersenyum di tengah dukamu, bu. Karena senyummu adalah kekuatan kami, anak-anakmu.

Ibu, kehebatanmu mengangkasa dalam langit hidupku. Senyummu meliputi seluruh udara di hidupku. Love you, mom.

3 comments:

  1. air mata menyeruak keluar dari liang nya
    mengingat dosa yang telah diperbuat padanya
    tak hanya ucap yang ku harap
    tak hanya doa yang ku persembahkan
    ku hanya ingin bertemu dengannya
    andai saja jarak tidak menjadikan penghalang
    pagi ini inginku peluk tubuhnya
    inginku bersimpuh di hadapannya
    -selamat hari ibu-
    untuk para ibu dan calon ibu
    di seluruh dunia

    ReplyDelete
  2. jika raga tak menyapa, bait bait doamu dan ibu akan bertemu di angkasa. saling menyapa, berpelukan dan kembali ke bumi dengan cinta yang semakin hangat

    ReplyDelete
  3. selamat hari ibu dek, semoga kita mampu menjadi anak yg berbakti pd ayah n bunda ..

    :)

    ReplyDelete