Saturday, September 10, 2011

(311) Memeluk Hati

Diantara dua jalan, dalam temaram

Siluet kita bertemu pada rinai hujan centil

Begitu saja, dan hari hari jadi lebih indah


Isyarat isyarat hati kadang tak terbaca dengan jelas

Namun doa doa terus kejar mengejar

Menemui yang memiliki kita


Kita memulai rangkai cerita yang tak selalu berpelangi

Kadang matahari begitu menyengat

Kadang hujan menyapa satu diantara kita

Tapi, kaki kita tegar bertahan untuk melangkah bersama

Atas nama keyakinan


Raga kita tak selalu bersama

Tapi jiwa kita telah berpeluk

Dan kini, ada satu titik yang mendekat

Yang pada saatnya mengubah alku dan kamu

Menjadi kita


Gelaran sajadah menanti di ujung sana

Memanggil jiwa jiwa cinta

Mengajak beradu dalam satu nama

Bercanda dalam tawa dan tangis, atas nama sayang


Padamu, kulantunkan harap

Padamu kusambut bahagia

Genggam tangan ini

Ajak aku pergi dengan sayapmu yang melengkapi

6 comments:

  1. lithoo5:00 PM

    Diam terpaku setelah hati menatap tulisan ini.
    tulisan yang muncul dari hati perempuan yang begitu tulus dan mulia.

    Ya Rabb yang Maha mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini,

    Jadikan perempuan ini bidadari di dunia dan akhiratku....:-)

    ReplyDelete
  2. Siluet kita bertemu pada rinai hujan centil.

    itu hujan centil model gimana ca'eby sampai bisa menggetarkan dawai2 jiwa'mu.? hehe...

    ReplyDelete
  3. "Bercanda dalam tawa atau tangis, atas nama sayang"

    dapa inga seseorang yg su pi jauhh, tinggalkan betaa!

    ReplyDelete
  4. @Litho : Aamiin aamiin. hanya itu yang mampu terucap

    @Roe : hujan centil yang menawarkan satu rasa...

    @Gadael : adoo eee....

    ReplyDelete
  5. semoga yg terbaik bwt caca dan abg yaa :)

    ReplyDelete
  6. @purple : aamiin aamiin.. makasih acha..

    ReplyDelete