Friday, June 10, 2011

(219) Memoar untuk Alm Asrullah, saudara Shindan kami

Berita kematian bukanlah sekedar berita kehilangan nyawa,

Tetapi adalah sebuah pelajaran bagi yang masih merasakan hidup.

3 Juni 2011, pagi seperti biasa menyapa bumi Lembah Hijau

Membangunkan kami yang

serasa enggan beranjak dari balik selimut

Tak ada yang berbeda dari hari hari yang lalu

Sampai berita itu datang, kepergianmu Abang, di pukul 9.45 WITA

Hening menyelimuti ruangan

Haru mengabuti hati setiap kami

Sahabat yang baru saja masuk dalam kehiduan kami

Tiba tiba harus pergi, memenuhi panggilan Ilahi yang telah pasti waktunya

Satu persatu kenangan tentangmu berkelabat dalam ingatan kami

Canda tawa yang menceriakan,

Celoteh yang kadang tak terkira

Juga tebakan yang biasanya tak tertebak oleh kami


Kau tahu bang,


Bahkan papan nama di mejamu tak pernah kami angkat

Kami masih berharap suatu saat kau sembuh

Lalu datang menemui kami disini

Dan pulang bersama nanti di 25 juli


Tapi, itulah perputarannya

Setiap kita akan kembali

Hanya tinggal waktu

Dan ketetapanNYA adalah waktumu telah tiba


Bang, tahu gak…

Sudah seminggu ini kami mengunjungi abang di 343

Abang gak ada, tapi kami tahu abang ada

Bentar lagi kami OJT Tiga

Jalan jalan lagi, trus begadang lagi bikin laporan


Meski kita baru bertemu 2 bulan

Tapi kita saudara bang, yang akan selalu mengenang

Dan kenangan tentang abang semua terisi indah

Abang hidup di hati kami


Selamat jalan kawan

Kamu telah tiba di tempat yang indah

Kami semua pun sedang menuju kesana

Terima kasih atas semua ceria yang telah kamu sebar

Tidurlah bang, dengan tenang….

2 comments:

  1. Turut berduka Cita yang paling khusyuk Usi Eby..

    ReplyDelete
  2. Makasih mike...

    ReplyDelete