Sunday, August 12, 2007

Kerja Tanpa Hasil

Satu lagi penjilat saya temui hari ini. Dan dengan tampangnya yang seperti tak bersalah, sibuk menunjukkan siapa sebenarnya dia. Saya sama sekali tidak mengenal dia tapi saya mau muntah mendengar dia bicara. Dalam bemo tadi, ada orang yang ngobrol sama orang di depannya. Awalnya sih dia cerita kalo dia sekarang sedang sibuk dengan apa yang dia sebut aktivitas politik. Masih biasa-biasa saja pembicaraan itu, hingga saya seperti melihat tanduk keluar dari kepalanya dan taring menyembul dari balik giginya.

"Beta skarang ada karja deng A. ininya bagus (jarinya membuat kode duit). xxxx rupiah satu orang. Dolo beta deng B tapi beta su kecewa. Itu seng jalan, janji sa. Beta deng C lai, karja dua. Lumayan to" kata orang itu dengan taring penuh darah segar ***

Begitu ya kelakuan orang sekarang. Berafiliasi dengan sesuatu tapi niatannya materi. Kerja yang tidak keluar dari hati. Semua ada harganya, semua harus dihitung. Yang saya herankan, kenapa orang itu bisa membicarakan kemunafikan dia kerja di A dan di C, yang jelas-jelas A dan C adalah kompetitor. Dan perbincangan itu di bemo yang penuh orang. Apa waktu dia bilang begitu, dia merasa bangga? Saya malah muntah.

(***) Saya sekarang kerja sama A. Ininya bangus. xxxx rupiah per kepala. Dulu saya sama B tapi sudah kecewa. Itunya tidak jalan, cuma janji. Saya juga sama C, kerjanya dua. lumayan kan

2 comments:

  1. hayo lo.... ngomomgin orang ya????
    dosa loh....

    ReplyDelete
  2. Bukan ngomongin orang. Toh saya juga tidak kenal siapa dia dan pun tidak menyebutkan nama. Hanya sebuah kisah yang saya maknai sebagai sesuatu yang tak pantas untuk dilakukan. InsyaAllah tidak ada niatan meng-ghibah....

    ReplyDelete