Saturday, April 04, 2009

Is that the right thing?

Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu baik untuk kita, bahwa sesuatu itu memang untuk kita? Kadang, di awal serasa tepat, serasa kita memang dilahirkan untuk mendapatkan hal itu. Tapi seiring berlalunya waktu, rasanya hambar, rasanya begitu tidak tepat lagi. 
Lalu, ketika kita mulai merasakan ketidaktepatan itu lagi, bagaimana kita bisa tahu bahwa itu memang tidak tepat? 

Belakangan ini saya berpikir, apakah memang ini yang saya inginkan? Apakah dalam hidup, ini yang saya inginkan dan yakini untuk dijalani? Siapa yang memberi jaminan bahwa pilihan-pilihan yang saya buat nantinya tidak akan membuat saya menyesal?

Yang dibutuhkan oleh saya sekarang adalah waktu. Waktu untuk berkembang,waktu untuk berpikir, atau mungkin waktu untuk membiarkan pergi. 
Megap-megap rasanya ketika harus mengupayakan semuanya sendirian. Memastikan semuanya baik-baik saja,membakar diri sendiri demi terangnya sekitar. Kadang, bersikap seperti lilin bukanlah sikap yang tepat. Bagaimana bisa kita terus menerus membakar diri sendiri supaya orang disekitar kita dipenuhi cahaya. Bagaimana setelah kita selesai terbakar? Setelah kita menjadi abu?

Memberi dan memberi, itu yang terus menerus berusaha kudengungkan agar tak menyerah. Memberi dan hanya memberi, itu saja. Karena cinta adalah memberi

3 comments:

  1. semakin memberi semakin banyak pula yang kita dapat.. mungkinkah?

    ReplyDelete
  2. Untuk kasus yg ini,sy blm bs buktikan lebih byk beri,lebih byk jg dapatnya. Tau deh bung

    ReplyDelete
  3. mungkin belum sekarang dikasih apa yang kita inginkan.. tapi siapa tau dikasih dalam bentuk lain.. yah imbas dari pemberian kita secara ga lansung balik lagi ke kita, setidaknya kan berpikir positif.. tapi kalo mang ga bisa lagi yah lebih baik mundur dari pada batin yang harus tertekan :D

    ReplyDelete