Friday, April 17, 2009

Road to Waesala






Tadinya pengen cerita panjang tentang kisah ke Waesala. Tapi sampai depan kompi, rasanya tak ada yang bisa diceritakan dengan pas lewat tulisan. Perjalanan tugas seklaigus perjalanan batin. Dua hari bersama masyarakat yang tanpa penerangan selama 48 jam itu. Belum lagi aura ketulusan, kewibawaan dari seorang abi, panggilan untuk Bapa Raja Waesala, yang langsung masuk ke ruang batin paling dalam.

Perjalanan ini biarlah jadi cerita jiwa yang indah. Untuk kalian, saya share foto-fotonya karena foto-foto ini juga bercerita ....

1.Demi Waesala, dorong mobil juga dijabanin

2. Mejeng setelah dorong mobil

3. Kopi tubruk terenak yang pernah saya coba, layak mendapatkan setelah liat mereka dorong mobil

4. Menu makan malam hari pertama, ikan bakar buatan umi

5. Pemandangan dari gunung Waesala

6 comments:

  1. waisala...? nggak sala tuh..?
    lah caca nggak ikut ndorong tuh..

    ReplyDelete
  2. Lah,kalo daku ikut ndorong, sapa yang motret?

    ReplyDelete
  3. I love travel, but colo-colo, ikan bakar and sambal pedas have made me forget it for a few minute.

    ReplyDelete
  4. @ Ibnuadila : Travel, ikan bakar, colo-colo dan sambal itu sudah satu paket pak, jadi gak ada yang perlu dilupakan

    ReplyDelete
  5. wah ada fotonya bapak raja... kasturian lagi di kebun kayuputih di hanunu, salam buat bapak raja, sekarang saya sudah kembali di bag. bedah orthopaedi dan traumatologi surabaya. (dr.Sigit pkm waesala)

    ReplyDelete
  6. @mas sigit : iya mas, itu pas di jembatan kayu yang setelah jembatan merah. pas ujan pula. insyaAllah nanti salamnya saya sampaikan ke abi kalo kesana lagi.

    ReplyDelete