Wednesday, September 13, 2006

seseorang yang sadar

Bismillah

Di tengah penatnya hari ini, ada sebuah diskusi menarik antara aku dan seorang muridku. Menarik dan membuat hatiku bahagia. Ada juga akhirnya oase di hari ini.

Ceritanya begini,
Saat aku sedang sibuk ber-sms dengan teman2 ADK karena aku tidak bisa menelpon mereka, ia menggangguku dengan pertanyaan : "Suaminya ya bu?"

Aku ketawa aja, dan segera say NO. "Pacarnya ya?" sambungnya lagi.
Sambil tetap ber-sms, kuladeni diskusinya, pendengaranku mengirimkan sinyal ke kepalaku kalo ini kesempatan bagus. Aku suka setiap mereka bertanya seperti itu, aku jadi punya kesempatan untuk memasukkan nilai-nilai islam dalam kehidupan mereka.

"Bukan. Ibu gak punya pacar. Kan dalam Islam, gak boleh pacaran"
"Trus gimana dong bu? Gimana kita bisa kenal dan tau kalo tidak pacaran"
"Kalo Allah buat suatu aturan, berarti Allah memberi tau jalannya untuk itu"
"iya, tapi gimana bu?"

Maka kujelaskan tentang konsep pergaulan antara pria dan wanita dalam islam.
Hingga.....

"Bu, kalo dijodohin gimana, boleh gak?"
Boleh saja. Yang penting tidak berlanjut ke pacaran itu tadi. Kalo dijodohin trus dinikahkan sih gak apa. Tapi kalo dijodohin, trus sudah itu pengenalan dulu lewat pacaran, sama saja boong"
"tapi bu, kita gak boleh kan nyakitin perasaan anaknya orang" tanyanya
"Iya, kita memang gak boleh menyakiti perasaan siapapun"
"Trus gimana caranya? Apalagi dia mau ulang tahun, masak pas ulang tahunnya, saya malah menyakiti. Apalagi baru sebulan bu" ceritanya
"Kamu punya pacar?" tanyaku lugu
Dengan malu-malu "iya bu. Tapi aku mau putus aja. Nanti Allah marah. Tapi aku gak tau gimana ngomongnya nanti malam. Ibu kasi tau ya gimana ngomongnya"

Untuk sesaat aku bengong, bilang gimana ya. Akhirnya kuberitau aja kata-kata yang sekiranya tepat tanpa menyakiti. Gak tau lagi deh nanti jadinya gimana.
Satu hal bahwa salah seorang muridku merubah sikapnya, merubah pandangannya tentang pergaulan membuat hari ini paling tidak ada kisah manisnya.

Ada yang sudah berkali-kali diomongin, bahkan usia kematangan serta pemahaman agamanya masih lebih baik dari muridku ini aja, tapi gak mempan-mempan juga, masih saja bermain-main dengan setan.
Kenapa ya?????

Allah, Ia-lah rahasiaNYA. Karena IA yang memegang setiap hati. Karena IA yang menentukan kepada siapa IA memberikan hidayahNYA. Dan hari ini, muridku, yoga, ia yang mendapatkannya.

Alhamdulillah

No comments:

Post a Comment