Monday, February 21, 2011

(109) Sepi Perantau

Rumah sepi. Akhirnya hatiku juga jadi berasa sepi. Entah mengapa satu hari ini agak mellow dan menggalau. Mungkin karena sepi ini menemani dan menegaskan bahwa aku sedang berada jauh dari orang orang yang kusayang.

Gak kuliah, gak kerja, judulnya tetap saja merantau. Capek sebenarnya tapi ini hidup yang kupilih untuk dijalani. Ini aku dikirim Allah kesini. Ingin bisa berkantor di daerah yang sama yang aku sebut rumah. Pulang kantor langsung bertemu orang tua dan bukan hanya sekedar ruangan 3 x 4 tempatku melepas penat.

Ah, semoga ini bukan keluhan. Ini tetap harus kusyukuri..

2 comments:

  1. rasa yang sama selalu ku alami...

    ReplyDelete
  2. rasa yang sama juga yang selalu ku alami....

    ReplyDelete