Wednesday, February 16, 2011

(104) Baba, Eby Rindu...

Diguyur hujan sore ini, tanah Desa Luhu basah, sebasah hatiku. Kosong sudah, ada satu ruang di hatiku yang tiba-tiba merindu sosok terkasih. Kejadiannya begitu cepat. Kemarin siang, sekitar pukul 12 lebih 15 menit, mendapat kabar kalo Kakek tercinta di Luhu terjatuh di depan pagar rumah karena merasa pusing. Setelah ditensi, darah Tete Haji (begitu ia biasa kami panggil) tinggi sekali, 220/190. Dan itu bikin beliau tidak bisa bicara. Kabar itu membuat kami sekeluarga memutuskan besok (hari ini, red) pulang menjenguk beliau. Begitupun dengan keluarga yang di Sorong dan Masohi. Baru 10 menit dari berita jatuh itu, baru 10 menit, ada sms masuk yang benar-benar menggetarkan jiwa. sms itu berbunyi singkat namun mempu meruntuhkan benteng airmataku.

"Ass.cha,baba meninggal."

Itu saja, sesingkat itu namun mampu bikin saya teriak-teriak dalam rumah tak percaya dan mengabari keluarga yang lain. Saat itu juga, kami bersiap menuju desa Luhu.
Dan sore tadi, setelah keluarga dari Sorong dan Masohi datang, beliau pun dimakamkan. Ketika melihat beliau dan mencium keningnya untuk yang terakhir, rasanya tak percaya beliau sudah pergi. Baru 2 bulan lalu menemui beliau disini, sehat, bercanda di teras rumah seperti biasa, dan kedatangan kali ini tak lagi menyisakan senyum untukku. Mengantar beliau ke tempat peristirahatan seperti sedang membawa beban berton ton beratnya di kaki. Kakekku telah tiada, dan itu baru benar-benar kusadari saat aku melihat tanah terakhir yang ditutup di atas kuburnya.


Semua episode bersamanya terputar kembali. Setiap kami datang, beliau selalu menyambut kami dan duduk bercanda di teras. Setiap ada tugas dinas di luhu, atau memang ada waktu, selalu kusempatkan menyapanya di rumah tua dan menemaninya mengobrol sejenak. Tak pernah lama memang, tapi beliau tak pernah marah. Dikunjungi oleh cucunya adalah sebuah kebahagiaan di sela hari tua beliau. Satu episode pernah kurangkai bersama beliau di sini dan membacanya kembali sukses menggugurkan airmataku lagi dan lagi. Beliau dengan cinta ke pohon duren untuk mengambil durian ketika saya mengunjungi beliau di Luhu tahun 2007 lalu. Padahal saat itu lagi musim durian, bisa saja beliau beli dan kasi saya makan sepuasnya, Tapi tidak, setelah subuh, tanpa alas kaki beliau ke hutan yang entah berapa belas kilo itu. Pejalanan hanya untuk memberiku durian hasil petikannya sendiri. Hanya satu saat itu, hanya satu, tapi itulah durian ternikmat yang pernah saya rasa.


Tete, eby rindu sekali duduk lagi di teras rumah bersama tete, cerita hingga tak kenal waktu. Eby rindu sekali saat-saat makan bersama tete di meja makan panjang kita. Kalau saya atau cucu-cucunya yang lain datang ke Luhu, beliau hanya mau makan jika kami ikut makan bersamanya di meja makan.
Aku merindunya. Aku sangat merindunya.

6 comments:

  1. sabar caca...
    ikhlas kan kepergian beliau...semoga Allah membukakan pintu surga bagi beliau...
    mungkin ini sudah jalan yang terbaik dari NYA

    ReplyDelete
  2. Anonymous3:20 PM

    suatu cobaan feb,dr allah swt....
    bagaimana kita sendiri menghdpix!!!
    mengingat aku pd orng yg sangat d cintai terlebih dahulu menghdp ke allah swt....
    smg mereka mendpt t4 d sisix... aminn

    ReplyDelete
  3. jadi sedih, teringat kakekku juga..
    dulu pas lagi penelitian utk skripsi, kakekku selalu ingin tahu apa yang aku kerjakan, dia ikut belajar tentang objek yang aku amati..
    dan aku berjanji akan mengajak kakek saat wisudaku
    namun sebelum aku wisuda, ternyata kakek telah pergi duluan untuk selamanya..


    yang sabar dan tabah ya beb...

    ReplyDelete
  4. Kehilangan ini menderaku begitu rupa. Rasa-rasanya baru kemarin bertemu beliau.

    ReplyDelete
  5. Anonymous9:32 AM

    caca...
    setelah ade mendengar Tete meninggal...
    ade dudu diam...
    dan ade selalu berharap Itu hanya mimpi apa yang ade dengar...tapi itulah kenyataan yang sebnarnya...
    di satu sisi ade seng sanggup menerima semua ini...
    tapi disisi lain Ar percaya bahwa Tete Haji akan di berikan tempat yang layak disisi ALLAH S.W.T

    ReplyDelete
  6. goper1:49 PM

    Subhannallah luar biasa,,,,,,

    ReplyDelete