Tuesday, January 01, 2008

Kaleidoskop 2007

Kalo besok sudah tanggal 1, sebenarnya sih nothing special. Kata dek Eya, toh tiap bulan juga ada tanggal 1nya kan? Ya sih, makanya itu pula waktu diajak malam nanti ikut keliling kota sambut pergantian tahun, saya sih milih di rumah. Nonton teve, baca buku, ngemil, makan plus nemenin ibu yang juga di rumah (Papa, Caca dan dek Unhy pada buat acara sendiri-sendiri).

Cuman, saya sih pengen flashback aja setahun ini sudah ngapain sih? Dulu emang gak ada resolusi 2007, makanya gak bisa diukur keberhasilannya lewati tahun ini. Hanya mau berkaca, waktuku terbuang percuma gak sih? atau ada yang aku hasilkan? Minimal, hikmah apa sih sepanjang tahun ini yang bisa kutangkap.

Start dari Januari.
Ini salah satu bulan yang berat. Di bulan ini, satu goal tercipta diiringi rasa syukur yang tak henti. Pula, finaly aku memutuskan meninggalkan semua kesenangan di perantauan. Cerita perpisahan mewarnai bulan ini. Waktu harus berpisah dengan teman2 kuliah sesama pejuang skripsi, murid-muridku di STM serta rekan2 guru yang baru satu semester bertemu tapi sudah begitu dekat, 2 kelompok binaanku yang dari mereka justru aku belajar banyak, berpisah dengan lingkar cintaku sendiri yang telah banyak merangkai kisah bersama. Perpisahan dengan KMBI yang telah menjadi tempat aku memulai langkah sebagai aku yang baru, juga kost mungil tempatku menemukan
keluarga baru. Maka segala kenangan lalu dibungkus untuk dibawa pulang bersama.

Februari
Setelah meninggalkan kenangan untuk menjemput masa depan, maka disinilah saya. Di tanah kelahiran tercinta. Bulan ini bulan pemenuhan ruangan kosong yang selama ini jarang terisi, kunjungi keluarga. Masih mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang telah sekian lama kutinggalkan plus bersilaturrahmi kemana-mana.

Maretnya
Belum ngapa-ngapain. Masih saja mencari kesesuaian dengan lingkungan sekarang. Masih saja menikmati hari-hari tanpa kuliah, syuro dan ngajar. Hanya baca baca dan baca plus program penggemukan badan. Sampe akhirnya pada akhir bulan ini, saya ke SBB memenuhi panggilan ikut dalam barisan membangun negeri.

Trus April
Masa-masa adaptasi dengan lingkungan pekerjaan. Shocking, but try hard to survive.

Lantas Mei
4 bulan setelah kembali, di bulan ini rindu kenangan memuncak. Pulsa HP bulan ini membengkak karena telepon plus sms kemana-mana sekedar memastikan tak ada yang melupakanku, hiks

Lalu Juni
Rindu untuk kembali bergerak, menekuni hari-hari penuh kedinamisan. Agar hidup kembali lebih hidup.

Julinya
Bulan ke-tujuh ini salah satu bulan yang berat. Penuh cobaan, tapi di bulan ini aku jadi tahu dengan pasti, betapa ada begitu banyak orang yang menyayangiku, yang mendampingiku saat aku jatuh dan terpuruk. Mereka ada dan tak pergi. Mereka meraihku dan membantuku berdiri. Sejak itu, aku tahu aku telah begitu terberkati oleh Allah karena diberi manusia-manusia penuh cinta itu untukku.

Kemudian Agustus
1. Ega keterima SPMB di fakultas impiannya
2. Dapat panggilan tes dari salah satu perusahaan terkemuka
3. Kantor rolling staf, jadi sekarang sudah di bidang yang ruangannya di tengah bagian depan.
4. Ibuku ujian sarjana dan LULUS. Love you, mommy

September Ceria
1. Remas PIRU terbentuk
2. Ramadhan luar biasa

Oktober datang
Setelah datang panggilan psikotes, lantas wawancara, maka saat mengambil keputusan pun tiba. Antara mengikuti idealisme atau mengikuti hati nurani. Dan hati nurani-lah yang jelas menang. Lalu ramadhan hampir usai dan Lebaran rame (semuanya kumpul lengkap) plus syahdu pun tiba. Dan ditutup dengan berita duka, salah satu bibiku meninggal. Terakhir, ia masih sempat menyuguhkan es kacang saat aku ber-ramadhan di Luhu. Miss you, ma Enga. Semoga jadi pelajaran untuk kami yang masih hidup bahwa akan tiba saatnya.

November lalala
Bulan ini bulan yang rame. Dimulai dari Eya yang wisuda. Sayang saya belum bisa ke Surabaya pas itu karena kerjaan masih numpuk. Di Lingkungan kantor, kita semua sudah punya atasan yang definitif paca pelantikan. Trus juga kisah sedih dibalik ketegangan efek trauma kerusuhan 1998 kejadian lagi dan ditutup dengan indah di kota Surabaya pada akhir bulan mengunjungi KMBI-ku tercinta (UKMBI, red)

Desember (tidak) kelabu
Bulan ini banyak peristiwa yang menjadi pegangan. Apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasa dan apa yang diperbuat semakin memantapkan langkahku. Telah kutemukan kemana aku ingin mengayunkan langkah, dimana aku akan menunjukkan eksistensi diriku. Puzzle raksasa yang tadinya gelap, kini sudah mulai terlihat meski samar.
Meski begitu, ada bagian kelabunya. Suami dari guru ngajiku meninggal. Papa Zen, semoga arwahmu diterima Allah. Beliau yang tak penah sakit flu sejak masuk Islam (mantan pendeta) karena cara berwudhu-nya yang luar biasa. Terimakasih telah menemani mama Em (Guru ngajiku) selama hidupnya, dan setelah mama Em sudah tiada pun, engkau masih tetap memberikan senyum pada kami jika kami ingin bertemu denganmu sembari mengenang
mama Em tercinta. Aku rindu kalian berdua, peletak batu kedua (setelah ortu) perkenalanku dengan Allah dan Islam. Terimakasih, hanya Allah yang mampu membalas

Catatan :
1. Temukan lautan tarbiyahmu lagi dan berenanglah
2. Amanah di DPD itu, bersiaplah

4 comments:

  1. Wah ini namanyah...Kaleidoblog 2007 *maksa*
    Salut...salut...

    ReplyDelete
  2. hohohoohohoho kalaidioskop lengkap.. sayah kira ada harapan lagi kedepan mungkin jadi bahan privat kali yah mba.. salam kenal mba makasih dah mampir di beta pung kintal dan sudah masang banner blogger maluku.. uhmm kayaknya butuh satu banner lagi dah untuk komunitas "agak spesifik dikit" maluku nih :)

    ReplyDelete
  3. eh lupa.. sayah link yah mba.. :)
    makasih

    ReplyDelete
  4. *Adis*
    Iya ya, ini mah kaleidoblog. Sudah mendarat kembali di Ambon? Dapat yang dicari di kampuang sana?

    *almascatie*
    Monggo di-link. Saya link juga ya. Harapan ke depan digelarnya di tiap jengkal sajadah taun baruan islam kemarin. Makasih dikasih ijin masang banner. Banner apa lagi? kalo keren, ijin duluan buat comot lagi

    ReplyDelete